Situs Tugu Gede terletak di Kampung Cengkuk, Kelurahan Margalaksana, Kecamatan Cikakak, tepatnya pada ketinggian rata-rata sekitar ñ 468 - 500 meter di atas permukaan air laut. Lokasi situs Tugu Gede terletak di lembah. Tempat ini dikelilingi oleh Gunung Halimun. Berdasarkan tinggalan budaya yang terdapat di situs ini, kemungkinan besar situs ini merupakan lokasi aktivitas semenjak masa prasejarah hingga ke masa kemudian. Hasil survei dan penggalian yang dilakukan oleh para peneliti di daerah ini menunjukan keragaman jenis dan bentuk tinggalan budaya. Identifikasi temuan menunjukkan adanya tinggalan berupa tembikar, keramik, benda logam, alat batu, dan monumen batu. Tembikar yang ditemukan di situs ini berupa pasu, periuk, cawan, cawan berkaki, tempayan, pedupaan, kendi, dan cobek. Keramik yang ada berupa mangkuk, guci, botol, piring, vas, dan cepuk. Benda logam berupa genta, bandul, dan kaki wadah. Alat batu yang ada berupa batu giling, lumpang batu, pi...
Kakawihan berasal dari kata kawih yang artinya lagu. Untuk kakawihan sendiri memiliki arti yang lebih luas dari kata kawih. Kakawihan memiliki arti yaitu lagu-lagu yang biasa digunakan dalam permainan anak-anak di daerah Sunda. Selain itu, kakawihan juga biasa dianggap sebagai puisi rakyat(sajak rakyat) oleh masyarakat di daerah Sunda. Kakawihan sendiri dibagi dalam tiga kategori yaitu sajak untuk mengasuh anak-anak, sajak untuk mengiri permainan, dan sajak untuk menentukan seseorang menjadi "apa" atau biasa disebut sebagai sajak tuduhan. Sesuai dengan judulnya, dalam tulisan ini akan lebih menjelaskan mengenai salah satu kakawihan yang berjudul "Tat Tit Tut". Tat Tit Tut adalah salah kategori kakawihan yang dipergunakan untuk menentukan siapa diantara sekelompok anak-anak yang telah mengeluarkan kentut yang bau tanpa suara. "Tat Tit Tut, daun sampeu Saha nu hitut eta nu ngambeu Dibawa ka saung butut Ari balik pak burusut" Lirik ini dinyanyikan oleh seorang anak sam...
Tari Merak adalah salah satu tari tradisional asal Jawa Barat yang menggambarkan ekspresi dan kehidupan burung merak. Dan lazimnya burung merak, tarian ini dibawakan oleh penari perempuan ini begitu anggun dan penuh pesona daya tarik. Dan seniman yang pertama kali menciptakan tari merak ini adalah seorang seniman Pasundan yang bernama Raden Tjetje Somantri pada tahun 1950an. Beliau merangkum gerakan-gerakan burung merak dalam satu koreografi cantik nan anggun. Gerak utama yang menjadi ruh dari tari merak ini adalah gerakan burung merak jantan yang mengembangkan ekor indahnya untuk memikat merak betina. Maka tak heran, meski tarian ini dilakukan oleh penari perempuan tapi gerakan-gerakannya seperti gerakan merak jantan dalam menarik hati merak betina. Namun, seiring berlalunya waktu, tari merak pun mengalami sedikit perubahan dari koreografi awalnya ketika diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri, meski tentu saja tak menghilangkan ruh dari tarian tersebut. Adalah D...
Tari Ronggeng berasal dari Jawa, penciptanya Endang Caturwati. Sampai sekarang tari ronggeng dibudayakan hingga turun temurun. Tema tarian ini berbeda dengan tarian lain, tari ronggeng ditarikan oleh wanita, gerakannya pun berkesan agresif mendekati eksotis Tari ini memiliki ciri khas dalam gerakannya yang lebih sensual dan pandai menarik libido para lelaki. Asal muasalnya, tari ini dibuat untuk upacara meminta kesuburan tanah. Namun, karena terkait dengan kesuburan, mengartikannya salah…. Hingga akhirnya gerakan dalam tarian ini mirip orang yang sedang bercinta. Namun seiring dengan zaman, tarian ini mulai dikurangi unsur eksotisnya. Alat musik yang melatari adalah rebab dan gong. sumber: http://www.suarajabarsatu.com/tari-ronggeng/
Bandeng merupakan salah satu ikan yang sudah sangat familiar di masyarakat. Selain kaya akan vitamin dan mineral, Bandeng juga dapat diolah menjadi aneka masakan yang menggugah selera, salah satunya Bandeng Rorod Mpok Omah khas Bekasi. Bandeng Rorod Mpok Omah terletak di Perumnas 3, Jalan Maluku Raya Blok C1 No.3, Bekasi Timur. Bandeng Rorod adalah bandeng isi tanpa duri. Dulu, orang Betawi sering membuat Bandeng Rorod hanya pada momen tertentu saja. Namun di tangan bapak Afif Ridwan, kuliner tradisional ini diangkat kembali, bahkan menjadi ikon oleh-oleh khas Bekasi. Afif Ridwan memulai usahanya pada tahun 2011. Usaha ini awalnya dirintis oleh ibunya, Mpok Omah. Ide awal usaha ini adalah karena ia menilai Kota Bekasi belum memiliki oleh-oleh khas. Awalnya Bandeng Rorod Mpok Omah menjual bandeng dalam keadaan matang, namun karena banyaknya pelanggan yang ingin membawa Bandeng Rorod Mpok Omah sebagai oleh-oleh akhirnya mulai tahun 2012 disediakan Bandeng Rorod beku (frozen) agar...
Selain budaya Betawi, kebudayaan Bekasi juga mendapat pengaruh dari kultur Sunda. Pengaruh kebudayaan yang identik dengan Propinsi Jawa barat tersebut dapat terlihat dalam salah satu kesenian tradisionalnya yang disebut Calung Dalengket. Calung Dalengket pertama kali berkembang di Kecamatan Lemah Abang. Saat ini nama Lemah Abang memang sudah tidak terdaftar dalam peta administratif Kabupaten Bekasi. Kecamatan tersebut telah mengalami diubah namanya menjadi Cikarang Timur. Mulanya kesenian Calung Dalengket merupakan permainan anak-anak gembala. Mereka biasa memainkannya usai musim di sawah atau ladang. Saat ini, kesenian tersebut juga dimainkan oleh orang tua dan warga lain dari berbagai kalangan usia. Calung Dalengket merupakan kesenian yang dimainkan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 9 orang. Setiap anggota memainkan alat musik yang berbeda. Satu orang bertugas sebagai juru suling toleat. Demikian halnya dengan saron, kedemung, nenge, serta rebab yang juga dimainkan...
Anda tentu familiar dengan pencak silat yang merupakan martial arts asli Indonesia. Tetapi tahukah Anda tentang godot? Bela diri tersebut juga berasal dari negeri sendiri tepatnya dari Jawa barat. Bela diri godot berkembang di kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Godot berbeda dengan bela diri kebanyakan yang ada di Jawa Barat. Jika sebagian besar ilmu pertahanan diri di tanah Sunda dimainkan dengan tetabuhan, godot justru tidak menggunakan instrumen musik apapun. Sejarah bela diri godot bermula di Karawang. Seni pertahanan diri tersebut diciptakan oleh Baping Tasih. Sepeninggal sang kreator, godot dilanjutkan oleh keturunan serta murid-muridnya. Tetapi sayangnya tidak ada yang bisa menceritakan alasan bela diri tersebut dinamakan godot. Konon gerakan dalam godot terinspirasi oleh gerak menulis huruf Arab. Secara umum hanya ada empat gerakan dasar dan dua gerakan tambahan dalam seni bela diri tersebut. Setiap pembelajar bela diri godot setidaknya harus menguasai tiga gerakan...
Klenteng Hok Lay Kiong adalah klenteng tertua di Bekasi yang terletak di Jl. Kenari, Margahayu. Tidak ada yang tahu kapan pastinya klenteng ini dibangun, namun diperkirakan klenteng ini sudah ada sejak 300-400 tahun yang lalu. Tidak berbeda dengan klenteng yang lainnya, warna merah masih menjadi warna dominan dibangunan dan ornamen klenteng ini. Meskipun klenteng ini telah beberapa kali di renovasi, ornamen klenteng seperti pintu, patung dewa, altar dan tiang penyanggahnya masih asli. Klenteng Hok Lay Kiong memiliki luas 650 meter persegi, selain sebagai tampat sembahyang umat Kong Hu Cu, Budha dan Taoisme, klenteng ini juga menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bekasi. Jika ingin menikmati suasana yang berbeda, cobalah datang di saat perayaan imlek. Saat imlek anda bisa melihat prosesi penyucian patung dewa dan karnaval barongsai, ada juga ritual tabur sial dengan melakukan pelarungan kertas berisi harapan ke sungai Bekasi dan pelepasan kura-kura. Tujuan dari pada berbenah d...
Benjang merupakan seni tradisi yang berasal dari Tatar Sunda, yang terdiri dari Benjang Helaran, Benjang Topeng, dan Benjang Gulat. Pada awalnya seni Benjang dimulai dari Benjang Gulat. Benjang Helaran kemudian digelar untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan Benjang Gulat. Namun, karena terdapat kekosongan waktu antara Benjang Helaran dengan Benjang Gulat, digelarlah Topeng Benjang. Topeng Benjang terdiri dari 4 karakter, yaitu Putri, Emban (menyon), Satria, dan Rahwana. Karakter pada topeng ini mewakili setiap sifat dari manusia, seperti Putri yang memiliki sifat baik hati, Emban yang memiliki karakter lucu dan dapat menghibur, Satria yang memiliki karakter gagah berani, dan Rahwana yang memiliki sifat antagonis. Pada awalnya Topeng Benjang dimainkan oleh satu orang laki-laki yang memainkan semua karakter. Seiring berjalannya waktu, Topeng Benjang dapat dibawakan oleh perempuan, dan keempat karakter Topeng Benjang pun dapat dibawakan oleh orang yang be...