Cegau merupakan makanan tradisional jambi yang belum banyak dikenal oleh masyarakat jambi Pada khususnya,dikarnakan terlalu banyak macam variasi makanan yang beredar di lingkungan masyarakat. Sejarah mengenai Cegau itu berasal dari bahasa Semrawut yang artinya berantakan. Kata itu diambil dari bentuk ubi yang diparut yang hasilnya berantakan. Dari situ lah nama cegau diambil. Makanan ini asli dari masyarakat Seberang yang masih dipertahankan cita rasa dari cegau tersebut. Makanan ini sering ditemui diacara syukuran,pernikahan dan acara adat lainnya. Bahan dasar yang digunakan dalam proses pembuatannya adalah Ubi Kayu, Mentega, Gula Pasir, Vanili, dan Kelapa parut. Untuk cara pembuatannya, ubi kayu diparut menggunakan parutan khusus cegau, selanjutnya campur semua bahan lalu diaduk rata, setelah itu dipanggang di api yang kecil dan untuk alat panggangannya itu bentuknya seperti alat brownis kukus. ...
Dari namanya yang unik sajian lokal yang berasal dari Kabupaten Batanghari, Jambi ini merupakan perpaduan berbagai macam bumbu dasar khas Indonesia. Bumbu ini digunakan untuk memberi rasa pada udang cincang. Adonan udang yang dibentuk bulat sebesar bola pingpong kemudian dibalut dengan remahan bihun dan digoreng dalam minyak panas dan banyak . Tak hanya presentasinya yang menggiurkan, tekstur dan rasanya dijamin membuat ketagihan. Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2016/10/15/298/1515618/mencicipi-3-kuliner-nusantara-yang-mulai-langka-di-daerah-asalnya
Ketan Sakmo atau Rantosakmo merupakan makanan khas Jambi yang tersedia hanya pada momen-momen tertentu saja. Ketan Sakmo terdiri atas perpaduan 2 jenis makanan, yaitu ketan dan sakmo. Dalam tradisi upacara adat di Jambi, khususnya dalam adat mengantar belanjo, ketan sakmo merupakan salah satu makanan yang disediakan oleh pihak calon pengantin perempuan ketika menerima hantaran dari pihak pengantin laki-laki. Ada makna filosofis yang terkandung dalam ketan sakmo berkaitan dengan harapan dari seluruh keluarga terhadap kelangsungan masa depan calon pengantin. Ketan yang sifatnya lengket melambangkan harapan agar rumah tangga yang akan dibangun oleh calon pengantin tetap langgeng karena hati mereka selalu saling melekat. Sakmo yang rasanya legit dan manis melambangkan harapan agar kelak kehidupan rumah tangga calon pengantin bahagia. Proses pembuatan ketan sakmo memang dapat dikatakan cukup rumit dan memakan waktu yang lama. Ketan dimasak tersendiri. Bahannya terdiri atas beras...
Ini juga salah satu sambal unik di Indonesia nih. Belut yang biasanya menjadi lauk, kali ini justru dijadikan bahan utama dari sambal. Bahan-bahan: 250 gram belut, buang isi perutnya dan cuci bersih 10 buah cabai rawit merah 3 buah cabai rawit keriting 2 siung bawang putih Garam dan gula secukupnya Cara Membuat: Goreng belut dalam minyak panas sampai kering. Angkat, tiriskan. Kalau sudah agak dingin, bagi belut menjadi 3 bagian. Goreng cabai rawit dan cabai merah sampai layu. Nggak perlu pakai minyak yang baru. Pakai saja minyak bekas menggoreng belut untuk menambah cita rasa. Angkat, tiriskan. Ulek cabai yang telah digoreng bersama bawang, garam, dan gula sampai halus. Masukkan belut. Penyet-penyet sedikit, lalu aduk merata hingga seluruh belut tercampur dengan sambal. Terakhir, siram sambal tersebut dengan 1 sendok makan minyak bekas menggoreng belut. Re...
Gulai terjun termasuk makanan utama sebagai lauk sehari-hari dengan bahan utama daging. Biasanya daging sapi, kerbau atau kambing. Daerah Merangin memang banyak memelihara berbagai jenis ternak, diantaranya adalah sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, unggas (khusus suku bangsa Batin dan Penghulu) di luar itu masih ada ternak babi yang dipelihara oleh suku pendatang. Diantara beberapa jenis binatang ternak tersebut, yang populasinya menonjol adalah sapi. Biasanya sapi dipelihara oleh orang Merangin sebagai usaha sampingan dalam kehidupan ekonomi rumah tangga, karena harganya yang tinggi. Selain itu binatang ini sudah dipelihara oleh masyarakat Kabupaten Meragin secara terus-menerus sehingga telah mentradisi dalam kehidupan mereka. ...
Kebudayaan Jambi tidak lepas dari kebudayaan sungai, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan di nusantara yang banyak mempunyai aliran sungai. Kegiatan menangkap ikan di sungai bagi anak-anak masyarakat Jambi adalah kegiatan yang menyenangkan, selain bisa bermain air, ikan hasil tangkapan bisa dibawa pulang atau dijual kembali. Masyarakat Jambi mengenal lukah sebagai alat yang digunakan untuk menjaring ikan. Alat tersebut berbentuk tabung kerucut panjang yang terbuat dari rakitan bambu. Dari lukah inilah muncul sebuah kesenian boneka bernuansa magis yang dikenal dengan nama lukah gilo. Dalam kesenian Lukah Gilo, lukah dihias sedemikian rupa dengan menggunakan buah labu sehingga menyerupai bagian kepala. Kemudian dibacakan mantra dengan tujuan mengundang roh halus untuk masuk ke dalam lukah. Ketika lukah mampu bergerak sendiri, saat itulah mereka percaya bahwa roh halus telah masuk ke dalam lukah. Kesenian Luka...
Sekali lagi saya menemukan bukti kecerdasan orang-orang Nusantara dan kekayaan dari budaya mereka. Semua ini karena telah ditemukannya sebuah naskah kuno yang berasal dari zaman pasca Palawa dengan masih berbahasa Sansekerta. Ini jelas membuat saya pribadi semakin bangga sebagai putra Nusantara terlebih yang dibesarkan di dekat daerah Kerinci – Jambi, kota Bangko tepatnya. Kitab ini ditemukan di Tanjung Tanah di Mendapo Seleman (terletak sekitar 15 kilometer dari Sungai Penuh, Kerinci, Jambi) dan masih disimpan sampai sekarang oleh pemiliknya. Naskah Tanjung Tanah bukan hanya naskah Melayu yang tertua, melainkan juga satu-satunya naskah Melayu yang tertulis dalam aksara pasca-Palawa yang juga disebut sebagai aksara Malayu, dan naskah pada kitab ini masih menggunakan bahasa Sansekerta. Tidak hanya itu, yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa nama Kerinci sendiri telah dikenal di Mohenjo-Daroo (India – Pakistan) sekitar 3.500 SM, karena wilayah – kalau boleh...
Meminang /Melamar Pihak laki- laki akan mengadakan pemanatuan yang umumnya dilakukan oleh bibi tertua dari pihak laki- laki, sebelum acara melamar. Hal ini untuk mencari tahu, apakah si wanita sudah ada yang melamar. Jika hasil nya sesuai dengan yang diharapkan makan keluarga puhak laki- laki akan membawa sirih pinang, susu, kopi, gula, tepung terigu, dan sebagainya untuk acara lamaran. Dalam prosesi melamar, dihadiri juga oleh tuo tengganai dari kedia belah pihak keluarga. Tahapan pertama disebut dengan berusik sirih beruo pinang, yaitu perkenalan antara pria dan wanita didampingi ibu dari pihak wanita serta seorang laki- laki yang dituakan di keluarga pihak laki- laki. Yang kedua disebut dengan duduk batuik tegak betanyo. Yaitu mempertanyakan identitas pihak pria serta maksud kedatangannya. Yang ketiga adalah diikat kuat janji sebanyo, yang artinya kesepakatan keluarga. Ketika telah ada persetujuan antara kedua belah pihak maka terjadi tahap perkenalan yang lebih serius....
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dalam berbagai suku bangsa adalah tradisi pelaksanaan pesta adat siap panen. Hampir setiap daerah masih melaksanakannya, seperti upacara adat fuaton di Nusa Tenggara Timur, upacara adat aruh mahannyari pada suku dayak, upacara penolak bala sebagai rasa syukur setelah berhasil panen di Sulawesi Selatan dan lain sebagainya. Tradisi-tradisi ini di maksud untuk mensyukuri hasil panen yang telah didapat oleh masyarakat, sekaligus memohon berkah agar mereka mendapat hasil yang lebih baik di musim panen mendatang. Begitu juga halnya yang terjadi pada masyarakat yang ada di Propinsi Jambi, yakni di Kabupaten Kerinci. Mereka dikenal sebagai orang Melayu Tua (Zakaria, 1985:15). Orang Melayu Tua tersebut masih mengenal bentuk-bentuk upacara atau pesta adat siap panen yang lebih dikenal dengan istilah kenduri sko. Kenduri sko merupakan upacara adat yang terbesar di daerah Kerinci dan termasuk kedalam upacara adat Titian Teras Bertangga Batu. Sebagaima...