Kue Srikaya - Palembang K ue srikaya adalah kudapan paling dikenal oleh masyarakat Palembang dan daerah luar, selain pempek dan kemplang yang telah hits lebih dulu. Dalam proses pembuatannya, awalnya hanya menggunakan komposisi bahan berupa telur, santan, dan gula saja. Namun karena biasanya kue srikaya dimakan bersama dengan ketan, maka kini telah banyak produsen yang memanjakan konsumen dengan membuat srikaya plus ketan. Rasanya memang tidak berubah terlalu pesat, mengingat rasa dari kue srikaya normal adalah agak manis serta bertekstur lembut di mulut. Biasanya kue srikaya normal akan disajikan dengan roti tawar, tentunya selain kentan. Ketiga bahan yang telah disebutkan memang kerap dipakai, namun karena lambat laun selera berubah, tambahan telur ayam dan telur bebek serta daun suji dan pandan (untuk pewarna) akan ditambahkan. Namun satu hal yang pasti, kue srikaya sama sekali tidak memakai tepung layaknya olahan-olahan kue lain. Resep Kue Srikaya Khas Palembang :...
Bahan-bahan: 5 ekor ikan lais salai ukuran sedang 5 buah cabe rawit kalau suka pedas 3 siung bawang putih potong kasar 2 siung bawang merah potong kasar 1 buah asam jawa rendam dengan air panas 2/3 cangkir air untuk merebus Secukupnya Garam Secukupnya Merica Cara memasak: Ikan salai dicuci bersih. Masukkan bawang merah, bawang putih, air asam jawa, dan cabe rawit ke dalam rebusan air mendidih, tunggu hingga harum. Masukkan ikan. Tambahkan garam dan merica. Rebus selama 5 menit. angkat dan sajikan Pindang ikan salai dengan nasi hangat. Alamat dan Kontak Penjual: Warung Palembang Cek Rina Jl. Letjend Soeprapto No.42, RT.2/RW.1, Tanah Tinggi, Johar Baru, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450 0812-8008-2733 sumber: https://dapur-teh-enur.blogspot.co.id/2016/12/resep-pindang-ikan-salai-dari-palembang.html...
Pindang ikan patin merupakan masakan khas warga Palembang di Sumatera Selatan. Masakan ini bercita rasa pedas, asam dan gurih yang berpadu sempurna dengan rasa daging ikan pating yang empuk. Ikan Patin merupakan salah satu ikan yang hidup di sungai dengan ukuran cukup besar. Pindang tak hanya bisa diolah dari ikan Patin, tetapi juga bisa bisa dimasak menggunakan ikan Belida, ikan Gabus dan ikan Baung. Rasanya hampir sama dengan pindang Betawi. Hanya saja kuah pindang ikan Palembang tidak sepekat pindang Betawi. Pindang ikan patin sangat pas jika dinikmati bersama nasi putih yang masih panas. Masakan ini mempunya beberapa khasiat karena mempunyai kandungan gizi yang baik untuk ibu hamil dan bayi seperti halnya ikan lele. Berikut merupakan resep pindang ikan patin khas Palembang, antara lain: Bahan: 2 l air 1 kg ikan patin, bersihkan, potong 4 150 g nanas, potong-potong 150 g tomat hijau, potong-potong 100 g tomat merah, potong-po...
Pempek Adaan adalah makanan khas masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Pempek ini berbeda dengan pempek lainnya karena adanya penggunaan santan kelapa dalam adonan pempek. Pempek adaan merupakan jenis pempek yang paling mudah dibuat karena tidak membutuhkan banyak bahan dan waktu. Pempek adaan berbahan dasar daging ikan ikan dan berbentuk bulat-bulat seperti pentol bakso goreng dan menggunakan daun bawang sebagai bahan campuran adonan. Pempek adaan tidak direbus terlebih dahulu seperti jenis pempek lainnya, melainkan langsung digoreng seperti pempek tahu dan pempek kulit. Proses pembuatan pempek adaan menggunakan sendok yang di bentuk bulat lalu langsung dicemplungkan ke dalam minyak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu. Pempek adaan memiliki rasa yang gurih dan bertekstur empuk dan sedikit kenyal. Berikut merupakan resep cara pembuatan pempek adaan, antara lain: Bahan utama: a. Membuat pempek adaan khas dari Palembang tidak jauh berbeda dengan cara membuat pempek P...
Ini dia sajian khas dari kota Palembang selain Mpek-Mpek dan Pindang Tulang. Namanya mungkin belum setenar yang lainnya tapi sajian ini cukup unik dan sedap. Mirip bakso tapi berkuah santan, Sengkuang berupa sajian sup sayuran dengan tambahan bola-bola daging hmmmmm....rasanya cukup menggoda. Dibutuhkan sedikit kesabaran untuk mengolahnya kerena perlu sedikit pernak-pernik tahapan untuk mempersiapkan bola-bola daging seperti membuat bakso tapi ditanggung anda tak akan kecewa. Kalau anda ingin variasi baru sajian bakso, tak ada salahnya anda mencoba sajian khas dari Sumatra Selatan ini. Tipps penting untuk membuat bola-bola daging: 1. Pilih daging cincang yang bagus dan tidak berlemak. Kandungan lemak yang tinggi bisa menyebabkan bola daging ambyar saat direbus. 2. Saat awal perebusan, coba rebus satu dulu dalam kuah yang mendidih, tunggu sampai matang dan terapung kemudian rasakan. Jika kurang asin tambah garam secukupnya, aduk kembali adonan sampai rata. Coba rebus satu...
Asal Mula Kopi Kelelawar Kopi kelelawar ini merupakan kopi yang berasal dari Dusun Talang Genteng, Kecamatan Pagar Alam Utara, Sumatera Selatan. Kopi ini merupakan hasil dari petani yang ada di dusun Talang Genteng tersebut. Daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar. Awalnya petani di daerah tersebut mengolah kopi luwak, yang kini sudah banyak beredar dan tersebar di pasaran. Hal ini membuat persaingan yang sangat ketat mengingat semakin banyaknya produksi kopi luwak. Karena alasan ini lah kemudian muncul jenis kopi yang lain, yaitu kopi yang berasal dari hewan kelelawar ini. Jenis kopi terbaru ini yang kemudian dikembangkan dan diharapkan akan bisa menyaingi perkembangan dari kopi luwak. Salah satu petani yang merupakan pelaku usaha atas kopi yang berasal dari kelelawar ini adalah Mardoyo. Mardoyo mengolah kopi luwak dan juga kopi super pada awalnya, namun semakin lama kopi luwak ini semakin banyak diproduksi dan beredar di hampir seluruh pasaran kopi...
Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh M. Batenburg pada tanggal 29 November 1920 di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, di tepi Sungai Tatang yang mengalir ke Sungai Musi. Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm, ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada baris ke-8 terdapat unsur pertanggalan, namun bagian akhir unsur pertanggalan pada prasasti ini telah hilang. Seharusnya bagian tersebut diisi dengan nama bulan. Berdasarkan data dari fragmen prasasti No. D.161 yang ditemukan di Situs Telaga Batu, J.G. de Casparis (1956:11-15) dan M. Boechari (1993: A1-1-4) mengisinya dengan nama bulan Ä€sÄÂda. Maka lengkaplah pertanggalan prasasti tersebut, yaitu hari kelima paro-terang bulan Ä€sÄÂda yang bertepatan dengan tanggal 16 Juni 682 Masehi. Menurut George Cœdès, siddhayatra berarti semacam “ramuan bert...
Gending Sriwijaya merupakan salah satu tarian tradisional khas Palembang, Sumatera Selatan. Sebenarnya ini tidak hanya sekedar tarian tetapi juga merupakan sebuah lagu. Melodi lagu Gending Sriwijaya digunakan sebagai pengiring untuk mengiringi tarian Gending Sriwijaya. Sesuai dengan namanya, tarian dan lagu ini menggambarkan kejayaan, keagungan, dan keluhuran kerajaan Sriwijaya yang pernah mengalami kejayaan selama bertahun-tahun dan berhasil mempersatukan wilayah Barat Nusantara Tarian ini biasanya ditampilkan secara khusus sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu kehormatan seperti Duta Besar, Presiden, dan tamu-tamu agung yang lain. Sekilas, tarian ini mirip dengan Tari Tanggai. Bedanya terletak pada perlengkapan busana penari dan jumlah penarinya. Dalam sebuah pementasan, penari Gending Sriwijaya total berjumlah 13 orang. Dari 13 orang tersebut terdapat satu orang sebagai penari utama. Penari ini membawa tepak, kapur, dan sirih. Sisanya 6 orang sebagai penari pendamping, dua or...
Tari Seluang Mudik adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang tingkah laku dan juga gerak-gerik ikan seluang di musim seluang mudik. Ikan Seluang atau nama latinnya Rasbora Argrytaenia merupakan jenis ikan air tawar yang banyak hidup di rawa-rawa dan juga banyak berkembang biak di negara Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia, ikan yang kerap diolah dan dimanfaatkan menjadi lauk-pauk ini banyak ditemukan di wilayah rawa Provinsi Sumatera Selatan. Selain dapat dikonsumsi, ikan seluang ini juga mempunyai kebiasaan unik, yakni selalu berkumpul dan juga berpindah tempat secara bergerombol serta bersamaan. Pada musim seluang mudik, ikan seluang ini akan beriringan, berkumpul, dan juga berpencar untuk kemudian berkumpul kembali. Fenomena unik pada ikan seluang mudik inilah yang kerap dijumpai setiap tahun di rawa atau danau di Provinsi Sumatera Selatan. Ba...