Tahapan dari rangkaian proses upacara adat perkawinan masyarakat suku Kaili dari awal sampai sekarang tidak terlalu mengalami perubahan yang berarti kecuali masalah busana, walaupun tidak dapat dipungkiri adanya perubahan lain setelah masyarakat sudah memeluk agama, terutama setelah kedatangan Datuk Karama sekitar abad 17 M, dan juga pengaruh dari daerah lain sebagai akulturasi dan difusi dengan budaya lokal. Di dalam proses upacara perkawinan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yakni: 1. Adat Sebelum Perkawinan Pelaksanaan adat sebelum perkawinan merupakan rangkaian proses untuk mengawali pelaksanaan suatu upacara adat yang pelaksanaannya meliputi: 1.1. Notate Dala (Mencari Informasi) Proses ini merupakan rangkaian dari pemilihan jodoh, karena bila sudah ditentukan pilihan dan mendapat persetujuan dari kedua orang tua, maka diadakanlah musyawarah untuk mencari in...
Siga adalah aksesori kepala yang digunakan oleh pria Suku Kaili. Warna warni dari sebuah aksesoris kepala pria merupakan salah satu simbol kebesaran masyarakat kaili di kota palu sulawesi tengah. Ikat kepala yang khusus di kenakan oleh kaum laki laki ini memiliki makna tersendiri dalam pemakaiannya, yaitu status sosial dibalik warna: Warna kuning adalah warna tertinggi yang hanya dapat dikenakan oleh para raja (magau) dan bangsawan, warna biru menunjukan strata sosial pemakainya yang memangku sebagai Gubernur,Walikota dan Bupati atau perangkat pemerintah lainnya warna merah dapat dipakai oleh siapapun tanpa membedakan kelas sosial. Kini di kota pPalu siapapun dapat memakai ikat kepala Siga yang menjadi kebanggaan masyarakat kaili itu yang tidak lagi melihaat kasta si pemakai, bahkan sekarang di kota palu siga digunakan Setiap hari kamis oleh anak sekolah dasar dan Pegawai Negri Sipil di jajaran pemerintah kota palu yang di promotori oleh walikota palu Drs....
Upacara ini dijumpai dalam lingkungan keluarga raja atau bangsawan pada zaman dahulu, khususnya bagi yang menjabat kekuasaan dalam pemerintahan sebagai Magau. Molumu ialah masa menyemayamkan jenazah, di mana mayat disimpan dalam peti kayu yang tertutup rapi. Molumu berarti menyimpan mayat-mayat dalam peti (lumu, peti mayat) yang dibuat dari yang sudah nigala-gala (diberi alat perekat dan penutup setiap lubang dan pertemuan papan peti mayat tersebut dengan alat perekat). Maksudnya agar bau busuk dari mayat dalam peti itu tidak tercium, karena mayat yang dipetikan (nilumu) tidak dibalsem atau dimumikan. Maksud dan tujuan upacara molumu tersebut ialah agar roh si mayat tersebut beristirahat dengan tenang, di tengah-tengah keluarga sebelum ia dikuburkan, di samping menunggu para Tadulako membawa hasil sesembahannya berupa kepala manusia yang dicarinya di luar kerajaan. Mendapatkan kepala manusia dengan jalan mengayau (nangae) adalah salah satu kegiatan dan merupakan salah satu perle...
Tolitoli adalah salah satu nama kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Di kabupaten yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah berkualitas ini terdapat sebuah batu yang melegenda di kalangan masyarakat setempat. Alkisah, batu tersebut merupakan jelmaan sebuah perahu bagga (perahu layar), sehingga disebut Batu Bagga. Alkisah , di sebuah kampung di daerah pesisir Sulawesi Tengah, Indonesia, hiduplah seorang duda bernama Intobu . Ia tinggal di sebuah gubuk bersama seorang putranya yang bernama Impalak . Mereka hidup sangat miskin. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka pergi ke laut untuk mencari ikan. Pada suatu malam, ketika Intobu bersama anaknya hendak mencari ikan di laut, tiba-tiba angin bertiup kencang dan hujan deras. Meskipun demikian, dua orang bapak dan anak itu tetap memutuskan untuk melaut. Dalam perjalanan menuju ke laut, Intobu menasehati Impalak. “Anakku! Ayah berharap jangan sampai cuaca...
Kerajaan Mori merupakan suatu kerajaan yang terdapat di wilayah Sulawesi Tengah dan diperintah pada suatu masa oleh seorang raja yang dikenal dengan sebutan 'Mokole Marunduh' (Datu'ri tana Mokole Marunduh). Sama seperti kerajaan- kerajaan lain di Indonesia, kerajaan ini juga dibentuk dan diberikan pengabsahannya berdasarkan kisah-kisah lokal dari memori kolektif masyarakat yang bercorak legenda. Alkisah, Tanah Mori dihuni oleh beragam suku. Setiap suku memiliki Mokole (organisasi pemerintahan) yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang bergelar Mokolempalili . Sebagian dari mokole tersebut ada yang memiliki wilayah yang luas dan pengaruhnya terhadap mokole yang lain pun lebih besar. Suku-suku besar tersebut di antaranya adalah Suku Moleta, Petasia, Lembo, Murungkuni, Tovatu , dan Musimbatu . Meskipun demikian, mokole suku yang lebih kecil tidak mau tunduk kepada mokole yang lebih besar sehingga sering terjadi peperangan di antara m...
Sawerigading adalah Putra Raja Luwu Batara Lattu’, dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat, sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung. Jadi, sawarigading berarti keturunan dari orang yang menetas (lahir) di atas bambu betung. Nama ini dikenal melalui cerita yang termuat dalam Sureq Galigo , dimulai ketika para dewa dilangit bermufakat untuk mengisi dunia ini dengan mengirim Batara Guru anak patotoe di langit dan Nyilitomo anak guru ri Selleng di peretiwi (dunia bawah) untuk menjadi penguasa di bumi. Dari perkawinan keduanya lahirlah putra mereka yang bernama Batara Lattu’, yang kelak menggantikan ayahnya penguasa di Luwu. Menurut kisah, ketika Batara Guru, kakek Sawerigading yang merupakan keturunan dewa pertama kali diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di atas bambu betung. Sawerigading mempunyai saudara kembar perempuan yang bernama W...
Legenda Lasaeo adalah legenda yang menjelaskan mengenai bukit di perbatasan tentena. Dikisahkan Lasaeo adalah seorang sakti yang turun dari kayangan ke Bumi. Singkat cerita ia menikahi seorang wanita berparas cantik bernama Rumongi. Mereka hidup dan memiliki anak. Pada suatu hari, Lasaeo menyuruh istrinya untuk mengurus anaknya yang sedang mengeluarkan kotorannya. Namun, sang istri malah menolaknya yang membuat Lasaeo sangat murka (fakta: Lasaeo tidak akan mau memegang kotoran manusia). Karena murka, Lasaeo memotong kerbaunya sendiri dan konon kepalanya terbang sampai jauh di seberang danau Poso. Lasaeo pun kembali ke kayangan menggunakan tali. Mengetahui hal tersebut Rumongi pun mencoba mengejarnya dengan membawa anaknya namun saat ditengah tali, Lasaeo memotong tali tersebut sehingga mereka berdua terjatuh. Mereka terjatuh diperkirakan di perbatasan Tentena dan terlilit. Itulah mengapa masyarakat sekitar percaya bahwa jika membawa anak kecil di perbatasan tersebut mereka harus men...
Duo Kenikmatan, Duo Kelezatan Kalau orang mendengar kata "palu" otomatis orang akan langsung berfikir tentang paku. Namun berbeda dengan saya, kalau saya mendengar "palu" disebut, kilas balik instan langsung muncul di benak saya, suatu kota kelahiran saya. Palu adalah kota yang sangat bersih, sangat indah, dengan orang-orang lokal yang sangat ramah, namun bukan itu gambaran dominan saya terhadap kota Palu. Melainkan suatu aroma yang apabila tercium dari radius seratus meter saja akan membuat otak saya langsung memerintahkan kelenjar saliva agar bekerja. Aroma yang mungkin familiar apabila aku berada di kota Palu, namun hampir mustahil di kota kembang tempat saya tinggal. Ikan ini bentuknya sangat kecil hampir mirip dengan ikan teri, namun karakter rasanya sangat berbeda dengan ikan teri. Ikan Duo dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan. Salah satunya adalah pancake ikan duo. Tiap hari raya Idul Fitri saudara saya akan berkunjung dan biasany...
Datuamas merupakan raja asli yang berada di Kab. Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dalam suatu daerah di Indonesia, pastinya tidak terlepas dari suatu sejarah, mitos, maupun legenda yang mempelopori berdiri tegaknya suatu pemerintahan di daerah tersebut. Seperti karakteristik legenda di daerah Tolitoli yang belum diketahui oleh banyak orang. Awalnya daerah ini sama sekali tidak memiliki pemimpin satupun, sampai datangnya 3 pendekar / penggagas daerah Tolitoli. Mereka datang dari berbagai asal yang tidak bisa dipastikan secara akal manusiawi keberadaannya, untuk itulah marilah kita simak asal-usul para Datuamas ini. Datuamas yang pertama diberi nama “ Olisanggulan ” yang berarti bambu emas / bambu kuning, Datuamas yang kedua diberi nama “ Umbunglanjat ” yang berarti Putri Langsat dan Datuamas yang ketiga diberi nama “ Uwesaka ” yang berarti manusia dari rotan. Namun yang akan saya jelaskan legendanya hanyalah yang Olisanggulan dan Umbunglanjat sedangkan y...