HARI PAHLAWAN
306 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Satu Kampung Terkutuk Menjadi Batu Akibat Ingkar Janji
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Watampone adalah kota beradat santun seperti perkataan banyak warga, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Watampone terkenal dengan sebutan Kota Beradat Bumi Arung Palakka yang patungnya masih dikeramati hingga kini oleh sejumlah warga. Watampone memiliki satu daerah terpencil yang konon katanya daerah tersebut merupakan daerah yang dikutuk menjadi batu akibat ingkar janji. Menurut cerita terdahulu, konon pada awal peradaban manusia di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, hidup seorang pemuda kesatria yang bernama To Manurung, ia tiba-tiba saja muncul dan seluruh warga terkejut melihatnya, tak lama keberadaannya di daerah tersebut berdirilah satu kerajaan yang sangat besar. Rakyatnya yang dahulu hidup dengan tidak berkecukupan dan kini telah hidup serba berkecukupan. Pada saat itu, kerajaan yang bernama Mampu di pimpin oleh seorang raja yang bernama La Oddang Patara dan seorang permaisuri bernama I La Wallelu, ia dijuluki nama yaitu Puang Mallosu-losuE Ri Mampu yang artinya...

avatar
Dwiyana Adnan
Gambar Entri
Prosesi Perkawinan Masyarakat Bugis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menurut pandangan orang Bugis, perkawinan bukan sekedar menyatukan dua mempelai dalam hubungan suami-istri, tetapi perkawinan merupakan suatu upacara yang bertujuan untuk menyatukan dua keluarga besar yang telah terjalin sebelumnya menjadi semakin erat atau dalam istilah orang Bugis mappasideppe mabelae atau mendekatkan yang sudah jauh (Pelras 2006:178). Upacara perkawinan dalam suku Bugis disebut Mappabotting sementara itu istilah perkawinan dalam suku bugis disebut siala yang mempunyai arti saling mengambil satu sama lain. Perkawinan adalah ikatan timbal balik antara dua manusia berlainan jenis kelamin untuk menjalin sebuah hubungan kekeluargaan. Istilah perkawinan dalam suku Bugis juga bisa disebut mabinne berarti menanam benih, maksudnya menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. Nonci (2002:3) mengatakan bahwa tata cara pernikahan adat suku bugis diatur sesuai dengan adat agama, sehingga merupakan rangkaian upacara yang menarik, penuh tata karma dan sopan santun sert...

avatar
Fahri Ardiansyah
Gambar Entri
Bermacam suku Toraja
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Suku Toraja melakukan tarian dalam beberapa acara, kebanyakan dalam upacara penguburan. Mereka menari untuk menunjukkan rasa duka cita, dan untuk menghormati sekaligus menyemangati arwah almarhum karena sang arwah akan menjalani perjalanan panjang menuju akhirat. Pertama-tama, sekelompok pria membentuk lingkaran dan menyanyikan lagu sepanjang malam untuk menghormati almarhum (ritual terseebut disebut  Ma'badong ).  Ritual tersebut dianggap sebagai komponen terpenting dalam upacara pemakaman. Pada hari kedua pemakaman, tarian prajurit  Ma'randing  ditampilkan untuk memuji keberanian almarhum semasa hidupnya. Beberapa orang pria melakukan tarian dengan pedang, perisai besar dari kulit kerbau, helm tanduk kerbau, dan berbagai ornamen lainnya. Tarian  Ma'randing  mengawali prosesi ketika jenazah dibawa dari lumbung padi menuju  rante , tempat upacara pemakaman. Selama upacara, para perempuan dewasa melakukan tarian  Ma'...

avatar
Larasati Irfan
Gambar Entri
Tradisi “Mattappi” Dan “Makkawali”
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

“Tappi” (keris) dan “Kawali” (badik) adalah dua senjata tajam (parEwa matareng) yang berbeda fungsi pemakaiannya, meskipun dinilai sama-sama bukan peralatan utama dalam peperangan. Pada beberapa Kerajaan di Sulawesi Selatan semisalkan Bone, Gowa, Soppeng, Sidenreng, Tanete dan lainnya, menempatkan Tappi pada strata Senjata Agung dan bahkan dijadikan sebagai regalia. Maka setiap rumpun keluarga Bangsawan mewariskan “tappi” kepada setiap pelanjut generasinya yang dipandang paling berkompeten dalam rumpung itu. Olehnya itu, Tappi dinilai bukan sebagai senjata, melainkan lambang kehormatan suatu rumpun keluarga Bangsawan pada zaman dahulu. Sebagai perlambang yang memanifestasikan suatu kaum maupun suatu Kerajaan, Tappi bahkan dijadikan sebagai perlambang pangkat/jabatan. Tatkala seorang Raja atau pejabat adat berhalangan untuk hadir dalam suatu undangan perhelatan, kerap mengirim Tappi-nya ke acara tersebut sebagai syarat kehadirannya. Bahka...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
Sarabba'
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

            Salah satu minuman khas Makassar (jamunya orang Makassar) biasanya orang menyebutnya Sarabba’ yang menjadi teman asyik disaat bersantai di malam hari. Sarabba hasil racikan asli warga Makassar bisa Anda temukan di kawasan sungai cerekang.Tidak hanya dikenal sebagai minuman hangat saja, namun konon katanya saraba dipercaya bisa membangkitkan stamina tubuh yang lesu dan menghilangkan masuk angin. Mungkin hal ini dikarenakan jahe dan telur yang dipakai saat meracik minuman hangat ini. Biasanya saraba dinikmati bersama dengan sajian pisang epe, atau pisang bakar yang dilelehi gula merah cair. Nah bagi Anda yang tidak sempat berkunjung ke kota makassar untuk bahan sarabba’ sendiri itu tidak terlalu banyak, seperti : Air putih 5 gelas belimbing Gula merah 375 gr Jahe 375 gr Santan 150 ml Susu kental manis secukupnya Garam 1 sdt Merica bubuk 2-3 sdt Biji pala 1 b...

avatar
Veeradasilva
Gambar Entri
Bissu dalam Epos I La Galigo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mungkin diantara kita pernah datang ke ke suatu Resepsi pernikahan atau ke salon kecantikan dan menemukan seorang laki-laki yang berparas cantik, berambut panjang, kulit putih dengan ginju memerah dibibirnya. tidak banyak yang mengetahui, jikalau dulunya (Pra-Islam) seorang Waria (Calabai, Wandu, banci, bencong) ini memiliki posisi yang terhormat dalam tatanan masyarakat, Ia adalah penyambung lidah Raja dan Rakyat, penghubung anatara Raja dengan Dewata SeuwaE.   (Foto Salah satu Bissu yang sedang melakukan Ritual, Sumber : Sempugi)   Kata "Waria" dalam bahasa Bugis disebut "Calabai", memiliki akar kata dari Sala bai atau sala baine yang berarti bukan perempuan dikarenakan lahir sebagai Pria namun bertingkah laku sebagai perempuan (Farid Makkulau: Refleksi). Masa kerajaan Pra-Islam di Sulawesi-selatan merupakan masa dimana Bissu mengalami kejayaan, Ia ditempatkan dalam tatanan masyarakat yang tinggi, memiliki peran penting dalam kerajaan (Addatuang), d...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
Basing, Musik kematian dari Kajang
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Komunitas adat Ammatowa Kajang merupakan suatu kekayaan adat istiadat Kabupaten Bulukumba yang tidak dapat ditemukan di daerah lain di belahan Bumi ini, Masyarakat yang terkenal akan busana hitam tanpa alas kaki dan memakai destar ini sudah terkenal sampai kemancanegara dan menjadi daya pikat wisatawan yang ingin mengenalnya lebih dalam. Dewasa ini, Masyarakat Adat telah lama berjuang memegang teguh jati diri mereka akan Adat istiadat, berbicara tentang Bulukumba maka nama Kajang tidak akan luput didalamnya. Tahuka Anda ? Di Kajang terdapat Musik kematian, yakni Basing atau Bulo', Alat musik yang mirip seruling ini terbuat dari bambu dengan panjang 50 cm, memiliki lima lubang dan bagian ujungnya terbuat dari tanduk kerbau. Basing atau sering juga disebut Bulo' ini biasa dimainkan ketika salah satu warga Desa Adat yang meninggal dunia, Basing biasa dimainkan pada hari ke seratus setelah prosesi penguburan dan dimainkan semalam suntuk. Basing ini sendiri dimaink...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
Jenis kelamin Sosial Bugis
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Pertama, Burane (Saugeng) dimana burane ini merupakan lelaki sejati yang bertingkah laku layaknya laki-laki, misalnya ketika pagi hari pergi ke sawah menggarap sawah dan melakukan aktifitas yang yang biasa. Kedua, Makkunrai (Awiseng) dimana Makkunrai ini merupakan perempuan sejati yang bertingkah laku layaknya perempuan pada umumnya, misalnya memasa di dapur. Ketiga, Calalai (Balaki) atau sering disebut perempuan palsu, dimana Ia biasanya melakukan aktifitas yang dikerjakan oleh laki-laki, seperti memanjat kelapa, menunggang kuda. Keempat, Calabai (Bencong) atau sering disebut lelaki palsu, dimana biasanya melakukan aktifitas yang dikerjakan oleh perempuan. Dan yang Kelima adalah Bissu, bissu ini buka lelaki dan bukan perempuan, Mereka dulunya mendapat tempat yang khusus di dalam pemerintahan suatu kerajaan seperti merawat pusaka kerajaan (Arajang), Sangro. Sampai saat ini mereka masih ada di Sigeri dan biasa memimpin acara Mappalili.

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
suku duri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Suku Duri merupakan suku asli provinsi Sulawesi Selatan yang bermukim di daerah pegunungan di kabupaten EnrekangImage. Suku Duri tidak terlalu terkenal di Indonesia, tetapi terkenal di Pulau Sulawesi, suku ini menghuni di Kecamatan Anggeraja, tempat berada Gunung Nona atau gunung yang menyerupai alat kelamin perempuan, sehingga terkadang Turis Mancanegara maupun domestik yang ingin menuju Tana Toraja mampir dulu sejenak di warung-warung makan yang terletak di daerah antara desa Kotu dan desa Cakke untuk menikmati pemandangan alamnya. Cakke sendiri merupakan bahasa suku Duri yang berarti dingin, karena suhu pada malam hari hingga pagi hari bisa mencapai 0°C. Suku Duri tergabung dalam kesatuan suku Massenrempulu bersama suku Enrekang dan suku Marowangin. Banyak yang mengatakan, suku Masserempulu merupakan kombinasi antara dua suku yaitu suku Bugis dan suku Toraja. Sedangkan suku Masserempulu sendiri tidak memiliki adat mengenai kematian, pernikahan, pakaian, dan lainnya. San...

avatar
Chimank