Suku Dayak Ahe adalah salah satu suku yang termasuk dalam rumpun suku Dayak. Suku yang terletak di Kalimantan Barat ini memiliki sebuah tradisi khusus untuk pernikahan. Ritual pernikahan yang dijalankan oleh masyarakat suku Dayak Ahe berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, telah ditentukan terlebih dahulu, pihak laki-laki atau perempuankah yang akan menyelenggarakan acara. Menyelenggarakan acara dalam hal ini yaitu menyediakan tempat serta mendanai keseluruhan acara. Hari Pertama Hari pertama adalah hari dimana keluarga besar dari kedua pihak pengantin berkumpul di tempat pihak pengantin yang menyelenggarakan acara. Jika pihak laki-laki yang menyelenggarakan acara, keluarga besar pihak perempuan akan datang ke tempat pihak laki-laki. Sebaliknya, jika pikah perempuan yang menyelenggarakan acara, keluarga besar pihak laki-lakilah yang akan datang ke tempat pihak perempuan. Keluarga besar yang datang dan berkumpul juga membawa hadiah bagi pengantin y...
Tari Batu Kundur adalah tari tradisional asli dari daerah Sintang,Kalimantan Barat. Tari ini menceritakan cerita rakyat tentang seorang pemuda yang menggoyangkan sebuah batu keramat yang diletakkan di Keraton Darajuanti Al Mukarromah di Sintang,setelah beberapa saat terjadilah badai yang sangat dahsyat yang meluluhlantakkan desa pemuda tersebut. Sampai sekarang batu keramat tersebut masih disimpan di museum Keraton Darajuanti Al Mukaromah dan tidak diperkenankan untuk disentuh oleh orang sembarangan. Konon batu tersebut merupakan warisan turun temurun dari para pemimpin atau sultan Keraton Al Mukaromah yang memiliki unsur magis di dalamnya. Tari batu kundur ini dibawakan oleh 9 orang wanita dengan memakai busana melayu yang keislaman serta diiringi musik melayu yang gemulai. #OSKMITB2018
Sembahyang kubur adalah tradisi masyarakat Tionghua khususnya yang berasal dari Singkawang dan daerah sekitar-nya untuk bersembahyang ke makam-makam leluhurnya yang dilakukan 2 kali dalam setahun. Masa sembahyang kubur jatuh pada bulan kedua dan bulann ketujuh dalam kalender Cina. Waktu sembahyang kubur diberikan kurang lebih selama 2 minggu, jadi bisa bebas memilih hari untuk pergi sembahyang. Tradisi ini telah berlangsung turun temurun. Bahan yang perlu disediakan untuk persembahan kepada roh leluhur adalah makanan seperti : ayam rebus; daging; telur matang; paling dikit 3 macam buah-buahan; dan kue-kue maupun teh. Alat yang dibutuhkan antara lain "Uang dewa" serta baju dan barang-barang yang berupa kertas. Selain persembahan untuk leluhur, harus disediakan pula makanan untuk para Dewa berupa buah-buahan. #OSKMITB2018
Jeruk Pontianak (citrus nobilis var. microcarpa) merupakan jenis jeruk siam dengan ciri fisik kulitnya tipis dan licin mengkilat. Jeruk Pontianak mempunyai rasa yang manis dan merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Pontianak. Sebenarnya jeruk ini bukanlah hasil produksi pertanian Kota Pontianak. Sentra tanaman jeruk justru berasal dari Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Namun sejak lama jeruk ini telah dikenal dengan merek dagang "Jeruk Pontianak". Dalam istilah bahasa Melayu, "Tebas punye jeruk, Pontianak punye name". Sejarah pengembangan Jeruk Siam yang akhirnya terkenal sebagai Jeruk Pontianak di Kalimantan Barat sejak tahun 1936 tepatnya di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Bibitnya berasal dari negara Republik Rakyat Tiongkok. Hingga awal tahun 1950 jeruk siam telah berhasil dibudidayakan hingga mencapai 1.000 ha. Tahun 1960 sebagian besar pohon jeruk ini ditebangi karena terserang penyakit. Pada tahun 1979 perkebunan Jeruk Siam dikembangkan kembali dan sampai...
Di kota Pontianak, sebagian dari masyarakatnya adalah suku Tionghua, atau sering juga disebut suku Chinese.Masyarakat Tionghua, terutama yang menganut agama Konghuchu di Pontianak, memiliki tradisi tahunan sembahyang kubur atau ziarah ke makam pendahulu mereka, terutama yang merupakan satu keturunan atau keluarga besar. Tradisi tahunan ini dilaksanakan 2 kali setahun, yaitu setiap bulan ketiga dan ketujuh dalam penanggalanimlek dari tanggal 1 sampai 15 pada bulan itu. Biasanya ziarah makam dan sembahyang dimulai dari jam 4 subuh sampai kurang lebih jam 9 pagi selama hari-hari sembahyang kubur. Biasanya masing-masing keluarga membawaapam beras, bakpao, kue ku berwarna merah, atau biasa disebut ang khak tho, kuanchiang (olahan bengkuang),terkadang ada keluarga yang membawa makanan favorit almarhum selama dia hidup. Tradisinya, mereka harus membawa semangkuk nasi, dengan tahu di atas nasi dan ditancap sepasang sumpit, sayuran ku chai di potongkecil dan diremdam air, ayam jantan reb...
Singkawang merupakan surga bagi para penikmat makanan cina tradisional. Buat yang tidak tau hekeng itu apa, hekeng adalah makanan tradisional yang terbuat dari paduan udang, daging babi cincang, bumbu, lalu dibungkus dengan lembaran kembang tahu kering, yang biasanya dikukus terlebih dahulu. Hekeng yang telah dikukus dapat dimasuk ke dalam kulkas jika ingin disimpan untuk sementara waktu sebelum dimasak. Untuk memasak hekeng sendiri pun terbilang cukup mudah, hanya dengan digoreng saja. Hekeng ini sering juga disebut Ngohiong atau Ngohiang di Bogor, Jawa Barat. Hekeng ini sering kali dihidangkan dalam banyak cara, seperti dimakan dengan nasi, mie, dijadikan camilan, atau dipotong-potong dan dihidangkan dengan makanan lain (seperti sup, dll). Hekeng sendiri merupakan makanan yang sangat populer dan sangat diminati baik dari kalangan orang tua sampai ke generasi muda zaman sekarang. Hal tersebut dikarenakan rasanya yang nikmat serta mudah untuk dimasak dan dikonsumsi oleh semua orang....
Bubur Catok memang hampir sama seperti bubur - bubur lainnya, namun siapa yang tahu jika bubur ini biasa dihidangkan setelah tiga hari runtutan acara pernikahan. Wah, menarik bukan? Nah, jadi bubur ini dihidangkan untuk memulihkan stamina atau tenaga para masyarakat sekitarnya yang telah ikut membantu menyiapkan hingga pelaksanaaan acara pernikahan yang sudah disiapkan dari tujuh hari sebelumnya. Bubur Catok merupakan salah satu kudapan yang cukup mengenyangkan yang terbuat dari tepung beras yg semakin nikmat dengan adanya siraman gula aren. Meskipun nama bubur catok jarang didengar namun ternyata bubur ini mungkin tak asing lagi bagi kita karena memiliki kemiripan dengan bubur sumsum.Namun, memang setiap daerah di Indonesia memeliki nama - nama unik untuk setiap makanannya, dan memiliki fungsi yang berbeda beda juga. Nah resep untuk membuat bubur catok dapat kalian lihat di : http://www.resepborneo.com/2016/06/resep-makanan-lezat-bubur-catok.html...
Cap Go Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkian, artinya malam 15. Sedangkan lafal dialek Hakka adalah Cang Njiat Pan , artinya Pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xio Jie dalam bahasa Mandarin yang berarti festival tanggal 15 bulan satu Kalender Tionghoa.jadi Cap Go Meh adalah perayaan yang diperingati oleh etnis Tionghua setiap tahunnya pada saat hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek. Banyak versi yang menyebutkan asal muasal perayaan Cap Go Meh. Salah satu versi menyebutkan Dinasti Zhou (770-256 Sebelum Masehi) yang diyakini mengawali perayaan Cap Go Meh setiap tanggal 15 malam bulan satu Imlek. Perayaan ini diperingati oleh kebanyakan etnis Tionghua di Indonesia. Namun perayaan terbesarnya dan yang paling terkenal terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pada saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang sering diadakan atraksi tatung. Warga etnis Tionghoa di Singkawang meyakini tatung sebagai tokoh yang menjadi medium arwah para ksatri...
Salah satu adat tradisi suku Dayak di Kalimantan Barat adalah merayakan Tahun Baru Padi yang biasanya juga disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama “ Gawai Dayak ”. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak hingga sekarang. Tradisi ini merupakan acara yang dirayakan besar-besaran setiap setahun sekali pada awal bulan Maret atau April dimana pada bulan tersebut masyarakat suku Dayak memanen hasil pertanian mereka besar-besaran yaitu padi. Tanggalnya tidak pasti dan disesuaikan dengan waktu panen masing-masing wilayah. Biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur dan sukacita masyarakat Dayak kepada sang pencipta yakni “ Jubata ” (Tuhan) atas berkat panen padi yang telah diberikan kepada mereka. Tradisi biasa dilakukan dengan makan besar-besaran bersama dengan keluarga dan kerabat. Biasanya mereka yang merayakan Gawai Dayak ini mengundang para tetangga dan kerabat mereka untuk datang...