Bajigur mungkin sudah banyak masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Minuman yang disajikan hangat ini populer dan memiliki ciri khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat. Penjual minuman tradisonal bajigur biasa menjual dengan menggunakan gerobak dorong dan sebagai pelengkapnya ditambahkan aneka macam makanan rebus. Bajigur paling cocok diminum pada saat cuaca dingin dan basah sehabis hujan. Makanan yang sering dihidangkan bersama bajigur adalah pisang rebus, ubi rebus, bala-bala, comro atau kacang rebus. Membuat minuman bajigur sebetulnya cukup mudah. Bahan utama pembuatannya adalah gula aren (gula merah), dan santan. Sebagai bahan tambahan dapat juga dicampurkan sedikit jahe, garam, bubuk vanili, dan potongan roti yang diiris-iris seperti dadu. Seiring dengan perkembangan zaman, Bajigur dibuat dalam bentuk instan berupa bubuk yang tinggal diseduh menggunakan air hangat, tujuannya agar bisa dinikmati secara praktis kapanpun dan dima...
Mushaf-mushaf ini terdapat di Masjid Dog Jumeneng, di kompleks makam Sunan Gunung Jati, Gunung Sembung, Desa Astana Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Menurut informasi dari pengurus masjid yang sudah sepuh, dahulu banyak sekali mushaf dan naskah keagamaan di masjid ini, disimpan di para, di atas langit-langit masjid, di dalam karung. Ketika masjid ini dibongkar pada sekitar tahun 1952, keadaan naskah banyak yang hancur, dan dibuang. Berikut penampakan dan keterangan gambarnya Gbr. Mushaf 1: Mushaf ini berbaha n kertas Eropa, ukuran 33 x 21 x 5,5 cm, bidang teks 22 x 13 cm. Cap kertas tertera Erve Wysmuller. Menurut keterangan Russell Jones, kertas dengan cap seperti itu berasal dari pertengahan abad ke-19, sekitar 1850-1964.[1] Mushaf ini tidak lengkap, bagian depan adalah akhir Surah al-Baqarah dan bagian akhir Surah al-Munafiqun. Mushaf ini merupakan “ayat sudut” atau “ayat pojok”m artinya, setiap halaman diakhiri dengan penghabisan ayat...
Kerupuk sebagai pelengkap makanan utama sudah sangat akrab bagi semua keluarga di Indonesia. Tidak lengkap rasanya bila makan tanpa ditemani kerupuk. Semua lapisan masyarakat mampu membeli kerupuk karena memang kerupuk yang beredar di pasaran harga, jenis, serta rasanya sangat bervariasi. Kita tinggal menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki. Jarang diantara kita yang berfikir untuk membuat kerupuk sediri di rumah karena memang supplai kerupuk di masyarakat tidak pernah berkurang. Namun adakalanya saat kita tinggal dan menetap di luar Indonesia, kita pasti akan mulai berfikir untuk beusaha membuat kerupuk yang sesuai dengan selera kita. Kerupuk memang bagian yang tidak dapat dilepaskan dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan hampir setiap orang menyukai kerupuk, selain rasanya yang enak harganya juga relatif terjangkau. Secara umum kerupuk adalah bahan kering yang berupa lempengan tipis yang terbuat dari bahan baku...
Ditemukannya situs Subang Larang di Muara Jati, Desa Naggerang , Binong tahun 2011 lalu ternyata menguak kisah lain dari wilayah yang disebut Astana Panjang oleh masyarakat sekitar. Astana Panjang merupakan sebutan untuk kawasan antara Muara Jati hingga ke Teluk Agung di desa Nanggerang. “Wilayah antara Muara Jati hingga Teluk Agung disebut Astana Panjang, entah sejak kapan nama tersebut dipakai, padahal sekarang kawasan ini tidak digunakan untuk lokasi Astana (pemakaman),” kata Asep, warga sekitar kepada kotasubang.com, Jumat (6/12/2013). “Sampai sekarang belum terpecahkan, kenapa nama Astana Panjang itu dipakai untuk menamai kawasan ini,” tambahnya. Menurut Asep, sejak puluhan tahun lalu warga masyarakat sekitar sering mememukan benda-benda kuno di daerah yang disebut kawasan Astana Panjang ini. Sehingga sebagian masyarakat meyakini kawasan ini merupakan bekas kuburan kuno. “Dulu waktu kecil, kami sering menemukan benda semacam keleren...
Gegeplak adalah makanan khas subang dan sekitarnya yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa, tepung beras dan daun jeruk purut serta rasanya manis. Tempat yang menyediakan: dodol Betawi savory flavor Cake Shop3.8 km Address: 4, Jl Damai Baru Rt 9 Rw 5 No 6 Pasar Minggu, RT.9/RW.9, Pejaten Tim., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Aceh 12510 Phone: 0857-7066-9823
Upacara Seren Taun Kuningan Upacara seren taun adalah ungkapan syukur dan do’a masyarakat sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. Seren taun dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender sunda. Selain ritual-ritual yang bersifat sakral, digelar juga kesenian dan hiburan. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan hubungan antara manusia dengan tuhan, dan juga dengan sesama mahluk atau alam baik lewat kegiatan kesenian, pendidikan, dan sosial budaya. Upacara Seren Taun diawali dengan upacara ngajayak ( Menjemput Padi ), pada tanggal 18 Rayagung yang dilanjutkan dengan upacara penumbukan padi dan sebagai puncak acaranya pada tanggal 22 Rayagung. Ngajayak dalam bahasa sunda berarti menerima dan menyamb...
Masjid Agung Subang berdiri megah di pinggir sebuah jalan raya di pusat kota Subang. Jalan raya dimana masjid agung berada tersebut diberi nama jalan Aria Wangsa Goparana. Lalu siapakah Aria Wangsa Goparana sehingga dijadikan nama jalan di sana? Raden Aria Wangsa Goparana adalah salah satu tokoh penyebar Islam di wilayah Subang. Beliau adalah putra raja Talaga (Majalengka). Di Talaga, Arya Wangsa Goparana merupakan orang pertama yang memeluk Islam dan mendapat pelajaran dari Sunan Gunungjati. Sekitar tahun 1530 ia mengadakan perjalanan ke arah barat dalam rangka menyebarkan agama Islam. Wilayah yang diislamkannya diantaranya Subang, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi dan Limbangan yang saat itu merupakan wilayah kerajaan Sumedang Larang. Kemudian beliau menetap di wilayah Sagalaherang. Konon, nama Sagalaherang pun dipercaya diberinama oleh beliau. Gerbang Makam Aria Wangsa Goparana Makam Aria Wangsa Goparana Arya Wangsa Gopa...
Asal Usul Di Kampung Cijambe, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ada sebuah kesenian tradisinonal yang bernama reak , yaitu sebuah kesenian yang merupakan perpaduan antara: reog, angklung, kendang pencak, dan topeng . Konon, kesenian ini lahir sekitar abad ke-12. Ketika itu Prabu Kiansantang (putra Prabu Siliwangi) menginginkan agar penduduk pulau Jawa, khususnya Jawa Barat menganut agama Islam. Dalam agama Islam ada kewajiban bahwa seorang anak laki-laki mesti dikhitan. Mengingat bahwa khitanan berarti memotong bagian ujung penis , maka dalam pelaksanaanya seringkali membuat anak menjadi ketakutan. Untuk itu, para sesepuh menciptakan suatu kesenian dengan tujuan agar yang disunat terhibur, sehingga mengurangi rasa takut. Dan, kesenian itu disebut sebagai “ reak” karena merupakan perpaduan dari berbagai jenis kesenian, sehingga mewujudkan kehiruk-pikukan dan kesorak-soraian baik dari pemain maupun penonton. ...
Celempungan adalah kesenian tradisional Jawa Barat yang merupakan bagian perkembangan dari celempung. Celempungan merupakan kesenian sekar gending yang terdapat di Kabupaten Subang kampung adat Banceuy, dan tersebar di perkampungan dan tatar Sunda. Celempungan dapat disaksikan dalam acara - acara hajatan seperti pernikahan, khitanan atau pesta kenegaraan serta upacara - upacara lainnya yang dianggap penting. Dalam kesenian celempungan mempunyai instumen - instrumen seperti: kecapi, rebab, celempung, dan gong buyung. Adapun fungsi dari instrumen - instrumen tersebut antara lain : Ø Kecapi sebagai melodi atau pengiring lagu. Ø Rebab sebagai melodi lagu dan memperindah lagu. Ø Celempung sebagai pengatur irama dalam gending atau lagu . Ø Gong buyung sebagai penegas lagu. instrumen celempung musik yang terbuat dari bambu dan tersebar di Jawa Barat yang terdapat diberbag...