Monumen dan Museum PETA Bogor menurut saya adalah salah satu museum terbaik yang ada di kota hujan ini. Museum ini menempati dua buah ruangan di sebuah gedung dan halaman di dalam Kompleks Pusdikzi TNI Angkatan Darat, berjarak sekitar 500 m arah dari Istana Bogor . Museum terbaik lainnya adalah Museum Zoologi yang masih berada di dalam kawasan Kebun Raya Bogor. Lokasi Monumen dan Museum PETA Bogor berada di Jl Jenderal Sudirman, dengan patung Jenderal Sudirman dan Sudancho Supriadi diletakkan di halam depan museum pada sisi yang berbeda. Pembela Tanah Air (Kyodo Bo-ei Giyugun), adalah tentara pribumi yang dibentuk tentara pendudukan Jepang pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44. Maklumat itu diumumkan Panglima Tentara Keenambelas, Letnan Jendral Kumakichi Harada, sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan dipusatkan di kompleks militer Bogor bernama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai, yang kini ditempati Monumen dan Museum PETA Bogor. Setelah...
Sumber : Foto Galery Museum Linggarjati Bermula dari sebuah gubuk yang dibangun tahun 1918 oleh seorang ibu bernama Jasitem dan menjadi tempat tinggalnya, bangunan ini kemudian menjadi salah satu saksi sejarah sebuah perundingan yang menentukan nasib bangsa Indonesia. Inilah Museum Linggarjati yang dahulu dijadikan tempat perundingan wakil Indonesia dan Belanda. Letak gedung ini berada di bagian timur Kota Kuningan. Gedung tua bergaya kolonial Belanda ini sebelum difungsikan sebagai museum sempat mengalami beberapa pergantian fungsi dan kepemilikan. Pada masa kolonial, gedung tua ini sempat menjadi markas tentara. Kemudian diubah fungsi lagi menjadi Sekolah Dasar dan pernah juga menjadi hotel. Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, gedung yang berlokasi di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, ini digunakan sebagai tempat diadakannya Perundingan Linggarjati di tahun 1946. Mengingat peranannya yang penting dalam usaha menciptakan kemerdekaan Indonesia yang sepenuhnya...
Sebuah daerah di pesisir jawa bagian utara yang memiliki segudang seni dan kebudayaan. Daerah yang memiliki dua pusat pemerintahan Kota dan Kabupaten ini sekarang memiliki museum khusus untuk menata benda-benda bersejarah sekaligus memiliki nilai budaya. Museum itu bernama Museum Pangeran Cakra Buana. Terletak di kawasan pemerintahan Sumber Kabupaten Cirebon, Museum yang baru di resmikan pada tanggal 2 April lalu ini berada disamping Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Cirebon. di museum ini kita akan melihat sejumlah benda-benda bersejarah juga benda-benda kebudayaan yang tertata rapih.Ada banyak sekali benda yang terdapat disini seperti Keris, Fosil, Batik hingga Wayang yang pernah di pakai oleh Sunan Kalikaha ketika mendakwahkan islam di Cirebon. Menurut Djoko petugas museum tersebut, benda-benda yang berada di museum Pangeran Cakrabuwana ini berasal dari kolektor dan koleksi pemerintah. Museum yang memiliki dua lantai ini dibangun memang...
Semula bangunan Gedong Pusaka Keraton Kanoman , dibangun sekitar tahun 1800-an dengan sederhana menggunakan bilik bambu, didirikan sebagai tempat penyimpanan benda pusaka. Kemudian mengalami renovasi terus-menerus pada masa Sultan Kanoman ke-8 Sultan Zulkarnaen, pada tahun 1920, 1976. Pada tahun 1980 di bawah kepemimpinan Sultan Djalaludin, renovasi kembali dilakukan. Barulah sekitar tahun 1997 mengalami renovasi besar-besaran menjadi bangunan permanen atas perintah Sultan Kanoman ke-9 itu. Kemudian pengelolaan Gedong Pusaka Keraton Kanoman dilanjutkan pada masa Sultan M.Emiruddin, yang pengelolaannya yang diserahkan pada P.R.M. Hamzah sebagai adik dari Sultan M.Emiruddin. Sebagai tempat penyimpanan benda pusaka, yang dimiliki Keraton Kanoman, dan dibuka untuk umum, seperti museum pada umumnya. Biasanya para pengunjung Gedong Museum Keraton Kanoman adalah masyarakat umum, mahasiswa, peneliti, dan tamu mancanegara. Untuk kepentingan studi maupun wisata sejarah. Gedon...
Secara administratif Situs Batujaya terletak di dua desa dan dua kecamatan, yaitu Desa Segaran (Kecamatan Batujaya) dan Desa Telagajaya (Kecamatan Pakisjaya) Kabupaten Karawang. Sumber : Arsip foto Museum Site Museum Batujaya Selintas Museum : Gedung Museum pada awalnya diperuntukkan sebagai Gedung Penyelamatan Situs Batujaya Kabupaten Karawang yang dibangun sejak tahun 2002 hingga 2004 dan masa Penataan 2 tahun (2005-2006). Namun kemudian berupaya dikembangkan sebagai museum meski masih dalam standar minimal hingga akhirnya diresmikan pada bulan Oktoper 2006 oleh Denny Setiawan, Gubernur Provinsi Jawa Barat. Tanggungjawab pengelolaan Site Museum ini berada pada UPTD Balai Pengelola Purbakala, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang. Pendirian museum mengacu pada visi “Menjadi pusat dokumentasi, inf...
Selintas Museum Sumber : Arsip Dok.Museum Daerah Kabupaten Subang Museum Daerah Subang yang diresmikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Subang pada tanggal 14 Maret 2003. Menggunakan sebagian dari ruangan Gedung Wisma Karya yang merupakan salah satu Benda Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Subang. Kabupaten Subang merupakan salah satu wilayah yang dihuni oleh manusia secara berkesinambungan dari mulai jaman prasejarah, Hindu-Budha, pengaruh Islam hingga kolonial. Dalam upaya melestarikan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Subang, Pemerintah Daerah merasa tergugah untuk mendirikan Museum Daerah. Pendirian museum dipandang perlu sehubungan dengan banyaknya temuan tinggalan kepurbakalaan, sejarah dan nilai tradisional di Kabupaten Subang yang belum tertangani. Koleksi Museum Koleksi Museum Daerah Subang memiliki sekitar 170 koleksi. Koleksi ini pada umumnya diperoleh dari hasil kerjasama penelitian...
Pendahuluan Tujuan dibangunnya Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah sebagai Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dikenal oleh masyarakat dengan istilah “Monju” (Monumen Perjuangan). Monju memiliki koleksi yang peristiwa-peristiwa kesejarahan di wilayah Jawa Barat yang ditata di ruangan pameran tetap. Koleksi berupa diorama-diorama dan relief-relief kesejarahan Jawa Barat. Akan tetapi koleksi tersebut sangat kurang memadai dan hingga sekarang koleksinya belum bertambah.. Monju belum mengelola koleksi, merawat, dan memublikasikan koleksi secara optimal. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 menyatakan museum mempunyai tugas pokok menyimpan, merawat, dan memanfaatkan benda-benda bukti hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. ICOM (International Council of Museums) telah merumuskan definisi museum yaitu lembag...
Museum Nyamuk merupakan salah satu program wisata ilmiah yang ditawarkan oleh Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Balitbangkes Kemenkes. Terletak dalam kompleks Loka Litbang, museum ini berisikan berbagai jenis nyamuk dan fasilitas penelitian lainnya, dan merupakan Musieum nyamuk pertama di Indonesia. Museum ini mempunyai koleksi 28 spesies nyamuk dari 6 genus yang berbeda. Berbagai jenis nyamuk seperti anopheles, Aedes aegypti dan Culex yang berbahaya hingga Toxorynchites atau yang biasa dikenal sebagai nyamuk vegetarian. Tak hanya nyamuk dan perangkat penelitian, museum nyamuk Pangandaran juga punya sinema. Layaknya gedung bioskop, sinema ini digunakan untuk memutarkan video atau film animasi, tentu saja masih seputar nyamuk. Mulai dari daur hidup nyamuk hingga habitat dan perkembangbiakannya. sumber : https://www.mypangandaran.com/wisata/museum-nyamuk
Selintas Museum Museum Sukapura atau “Museum Alit” berlokasi tidak jauh dari bekas pedopo. Pendopo ini merupakan bekas pemerintahan Sukapura di daerah Sukaraja, namun sayangnya bangunan ini tidak terpelihara. Museum Sukapura diresmikan pada tanggal 19 Agustus 2000 oleh Bupati Tasikmalaya. Musium ini mengoleksi beragam tinggalan dari Pemerintahan Sukapura yang dibentuk Belanda pada tahun 1682. Dalam Prasasti Geger Hanjuang yang merupakan salah satu bukti masa lalu, di kaki Gunung Galunggung terdapat kerajaan. Geger Hanjuang merupakan prasasti ke sepuluh yang ditemukan di Jawa Barat. yakni di kaki Gunung Galunggung, daerah Leuwisari, Kab. Tasikmalaya. Temuan K.F. Holle pada 1877 itu sampai sekarang masih disimpan di Museum Pusat Jakarta dengan nomor inventaris D.26. Kerajaan Galunggung juga diyakini sebagai cikal bakal Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Tanggal 21 Agustus, sebagaimana ada dalam keterangan Prasasti Geger Hanjuang, akhir...