Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Jawa Barat Bogor
Museum Pembela Tanah Air
- 31 Desember 2018

Monumen dan Museum PETA Bogor menurut saya adalah salah satu museum terbaik yang ada di kota hujan ini. Museum ini menempati dua buah ruangan di sebuah gedung dan halaman di dalam Kompleks Pusdikzi TNI Angkatan Darat, berjarak sekitar 500 m arah dari Istana Bogor. Museum terbaik lainnya adalah Museum Zoologi yang masih berada di dalam kawasan Kebun Raya Bogor.

Lokasi Monumen dan Museum PETA Bogor berada di Jl Jenderal Sudirman, dengan patung Jenderal Sudirman dan Sudancho Supriadi diletakkan di halam depan museum pada sisi yang berbeda. Pembela Tanah Air (Kyodo Bo-ei Giyugun), adalah tentara pribumi yang dibentuk tentara pendudukan Jepang pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44.

Maklumat itu diumumkan Panglima Tentara Keenambelas, Letnan Jendral Kumakichi Harada, sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan dipusatkan di kompleks militer Bogor bernama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai, yang kini ditempati Monumen dan Museum PETA Bogor. Setelah bertahun berlalu, pembangunan museum pun dimulai pada 14 November 1993, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 18 Desember 1995.


sumber : Dok, Museum PETA


Patung Sudancho Supriadi di halaman depan Monumen dan Museum PETA Bogor, yang diresmikan pada 9 Agustus 2010, bertepatan dengan diserahkannya Monumen dan Museum PETA oleh Yayasan PETA Bogor kepada pemerintah, dan pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.

Turun dari kendaraan saya lalu melangkahkan kaki memasuki gerbang masuk yang merupakan lorong panjang dimana pintu masuk ke dalam dua ruangan pamer yang ada di tengah kiri dan kanan lorong. Pada permukaan dinding kiri dan kanan lorong terdapat relief kegiatan dan tokoh PETA. Ada relief mantan PETA Supriadi, Sudirman, Soeharto, Umar Wirahadikusumah, Poniman, Drg. Moestopo, Mohamad, Achmad Yani dan Sarwo Edhi Wibowo. Dinding sebelahnya ada relief perekrutan dan pendidikan tentara PETA, serta tokoh Daidan (Batalion) PETA Blitar, dan Daidan PETA Magelang. Saya masuk lebih dulu ke pintu yang ada di sebelah kanan, bertemu petugas dan meminta ijin melihat koleksi museum serta memotretnya.

Sebuah diorama di Monumen dan Museum PETA menggambarkan saat tokoh-tokoh pimpinan BKR / TKR Jawa Tengah, yaitu Soedirman, Jatikoesoemo, Soeharto, Sarbini, Ahmad Yani, Isdiman, Soetarto, Holan Iskandar, sedang berkumpul mengatur siasat di suatu tempat antara Magelang dan Ambarawa untuk memukul mundur pasukan Sekutu dan Belanda dari daerah Ambarawa. Pada 15 Desember 1945, dengan koordinasi Panglima Divisi V Banyumas Kolonel Soedriman, pasukan TKR berhasil menduduki Ambarawa dan mengusir tentara Sekutu dan Belanda. Peristiwa ini diperingati sebagai Hari Infanteri TNI - AD.
 

 

Ada diorama penyerbuan Osha Butai Kota Baru oleh BKR Yogyakarta pada Oktober 1945, dipimpin mantan Cudanco PETA Soeharto untuk merebut persenjataan dan perlengkapan militer yang masih dikuasi tentara Jepang. Selanjutnya diorama saat pimpinan BKR Malang, mantan Cudanco PETA Mutakat Hurip, atas perintah Daidanco Imam Sujai dan Kepala Staf Iskandar Sulaiman, sedang mengatur dan mengkonsolidasikan fasilitas kedirgantaraan, yang meliputi hanggar, sejumlah pesawat terbang dan perlengkapan yang direbut lewat pertempuran dan perundingan dengan pihak Jepang di pangkalan udara Bugis Malang. Dalam pertemuan itu hadir mantan Daidanco Besoeki Soekoco, yang diangkat sebagai Komandan Lapangan didampingi mantan Cudanco Soelam Syamsoen dan mantan Bundanco Soeprantio (pernah menjadi Panglima Pasukan Gerak Cepat, Kopasgat, berpangkat Marsekal Muda). Di sebuah dinding terdapat koleksi foto para mantan PETA dan sebuah samurai tua, juga ada perlengkapan persenjataan Gyuhei, atau Prajurit PETA.

Ada satu diorama di Monumen dan Museum PETA yang memperlihatkan pertemuan Ir. Soekarno, Gatot Mangkupradja, Ki Ageng Suryomentaram, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur dan Dr. Moh. Hatta. Ide awal pembentukan PETA konon terinspirasi dari kedisiplinan, militansi dan kemampuan tempur tentara Jepang saat Ir. Soekarno berkunjung ke Akademi Militer Jepang. Ada yang berpendapat pembentukan PETA berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada September 1943 yang diantaranya berisi permohonan agar bangsa Indonesia boleh membantu Jepang di medan perang. Pendapat lain menyebut pada masa pendudukan Jepang, Ki Ageng Suryomentaram berusaha keras membentuk satuan tentara. Pendapatnya itu dikemukakannya dalam pertemuan dengan Bung Karno, Bung Hatta, Kiai Haji Mas Mansoer, dan Ki Hadjar Dewantara.

Ki Ageng Suryomentaram juga membuat tulisan "Jimat Perang" yang merupakan dasar-dasar ketentaraan, yaitu pandai berperang dan berani mati, yang diceramahkannya di berbagai kesempatan. Ketika bertemu Bung Karno, diberikannya Jimat Perang ini, dan kemudian dipopulerkan Bung Karno dalam pidato-pidato radionya untuk membangkitkan semangat berperang dan berani mati. Diorama lainnya berkaitan Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945, memperlihatkan suasana di luar asrama pada waktu Bung Karno dan tokoh-tokoh pemuda tengah berunding mengenai waktu dan tatacara proklamasi. Saat itu Camat Soejono Hadipranoto mengibarkan bendera merah putih menggantikan bendera Jepang, dikawal prajurit PETA dan disaksikan masyarakat Rengasdengklok.

Di Monumen dan Museum PETA Bogor ada diorama yang menggambarkan suasana di depan gedung di Jalan Merdeka Selatan. Pada 23 Agustus 1945 anggota pasukan PETA dan Heiho yang telah dibubarkan berkumpul untuk mendengarkan pengumuman Presiden Soekarno mengenai keputusan pemerintah. Pada 22 Agustus pemerintah telah memutuskan membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR.

Diorama di Monumen dan Museum PETA lainnya memperlihatkan upacara penyerahan samurai oleh Syodanco Muradi, pimpinan lapangan pemberontakan PETA Blitar, kepada Katagiri Butaico. Janji memenuhi tuntutan PETA ternyata hanya tipu muslihat Jepang. Syodanco Muradi bersama pasukannya ditangkap dan disiksa oleh KENPEITAI, lalu dibunuh di Ancol pada 16 Mei 1945. Pada 14 Februari 1945, pasukan Peta di Blitar di bawah pimpinan Sudancho Supriadi melakukan pemberontakan yang dikenal dengan nama "Pemberontakan Peta Blitar". Pemberontakan berhasil dipadamkan oleh pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan Peta sendiri maupun Heiho. Sudancho Supriadi, hilang dalam peristiwa ini.

Selain itu ada pula diorama yang menggambarkan suasana saat Bung Karno sedang mengucapkan pidato pada rapat raksasa dihadapan massa rakyat yang memadati lapangan Ikada Jakarta. Dalam rapat raksasa itu, para pemimpin republik dikawal diantaranya oleh BKR Jakarta Raya pimpinan mantan Komandan Peleton PETA M. Moekmin.

Saat keluar ruangan museum dan berjalan ke arah belakang, terlihat Patung Panglima Besar Sudirman saat sebagai perwira PETA di halaman terbuka di ujung lorong tengah gedung Monumen dan Museum PETA, diapit dua meriam lapangan. Pada dinding di belakang patung tercantum nama-nama perwira tentara PETA dari seluruh Jawa, Madura, Bali, dan Sumatera. Monumen dan Museum PETA merupakan sebuah museum yang baik untuk dikunjungi, agar menyegarkan ingatan mengenai peran dan pentingnya pendidikan kemiliteran dalam mendukung perjuangan politik menegakkan kemerdekaan RI. Akses ke Monumen dan Museum PETA Bogor bisa dari Terminal Baranang Siang atau dari Stasiun naik Angkot 03, turun di depan Sekolah Regina Pacis.

sumber :https://www.aroengbinang.com/p/monumen-dan-museum-peta-1.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna