Gendang Singanaki Gendang Singanaki alat musik pukul yang terbuat dari kayu pohon nangka. Pada kedua sisi alat musik yang berbentuk konis tersebut, terdapat membrane yang terbuat dari kulit binatang. Sisi depan/atas atau bagian yang dipukul disebutbabah gendang, sisi belakang/bawah (tidak dipukul) disebut pantil gendang. gendang singanaki memiliki ukuran panjang sekitar 44 cm, dengan diameter babah gendangnya sekitar 5 cm, sedangkan diameter pantil gendang sekitar 4 cm. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Rumah Adat Bolon Rumah adat Bolon yang ada di provinsi Sumatera Utara ini biasanya disebut Rumah Balai Batak Toba, dan telah diakui oleh Nasional sebagai perwakilan rumah adat Sumatera Utara. Dilihat dari bentuknya, rumah adat ini berbentuk persegi panjang, termasuk kategori rumah panggung. Dan hampir keseluruhannya bangunannya terbuat dari bahan alam. Rumah panggung ini umumnya dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup bersama-sama. Tujuan rumah panggung adat bolon di buat supaya memiliki kolong rumah. Kolong rumah tersebut digunakan sebagai kandang hewan pemeliharaan masyarakat Batak, seperti babi, ayam, dan kambing. https://www.silontong.com/2018/03/06/rumah-adat-suku-sumatera-utara/
Cikala Le Pongpong Cipt. Daulat Padang Cikala le pongpong oe, ue merbuah si nangka bari le oe si manguda bagendari en dak mengkabari Mela mo cituk kene turang ulang ulaken kene male ulah-ulah nde neidi bagi ulang mo… dak bagi… Kade mo lemlem pagemu pucuk bincoli mo kabir-kabiren kade mo kelleng ate mu anak maholi man pabing-abingen Pong kirpong lepong kirpong http://liriknusantara.blogspot.com/2013/04/cikala-le-pongpong.html
Sungai Asahan merupakan sungai terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Hulu sungai Asahan berada di Danau Toba, mengalir melalui pintu Bendungan Sigura-gura dan berakhir hingga Teluk Nibung di selat Malaka. Panjang sungai Asahan adalah 147 km dengan 6 buah anak sungai utama. Kota-kota yang dilalui oleh sungai Asahan diantaranya Parapat, Porsea, Balige, Kisaran, dan Tanjung Balai. Sungai Asahan sangat terkenal dengan arusnya yang deras berbatu ditambah keasrian hutan di sepanjang sungai sehingga di bidang pariwisata, sungai Asahan digunakan sebagai kegiatan arung jeram. Terdapat sebuah cerita rakyat terkait sungai Asahan yaitu Lubuk Emas. Legenda ini menceritakan kisah cinta Sri Pandan putri kerajaan Teluk Dalam dengan pembantu setia kerajaan yang bernama Hobatan. Sri Pandan akhirnya memilih terjun ke sebuah lubuk sungai Asahan demi mempertahankan cinta pada kekasihnya. Berikut ini kisahnya. Kerajaan Teluk Dalam Alkisah Raja Simangolon...
Kain ulos ditenun menggunakan benang dengan berwarna merah, hitam dan polos. Benang tersebut berasal dari kapas yang sudah memiliki warna polos dan diberi pewarna merah dan hitam oleh parsigira. Proses mendapatkan warna merah disebut manubar , sedangkan warna hitam disebut mansop . Warna merah yang digunakan berasal dari kayu jabi-jabi dan kayu sona(angsana). Warna hitam berasal dari fermentasi buah itom, warna indigo atau biru laut dari daun salaon. Pada jaman dahulu tumbuh-tumbuhan ini biasa ditemukan di sepanjang pinggiran Danau Toba. Bahan pewarna alami tersebut kemudian direbus. Setelah jadi zat pewarna dicampur dengan tiga larutan (air bening endapan) yaitu fiksasi dengan tawas, kapur bangunan dan besi berkarat. Tujuannya untuk mengikat warna pada benang saat dicelup ke zat warna. Setelah proses pencelupan, benang kemudian dijemur sampai kering. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dibutuhkan 3-4 kali penjemuran. Setelah itu, dilakukan pr...
Ikaurata/Ikau Rata/Ikkaurata adalah masakan tradisional suku Batak dengan bahan pokoknya berupa daun singkong/ubi. Daun singkong ini ditumbuh supaya lembut dan diberi santan. Berikut cara membuatnya Bahan : 2 ikat daun singkong, buang batang 2 sdm bumbu dasar putih 2 sdm bumbu dasar kuning ½ ruas jari lengkuas 2 lembar daun salam 1 batang serai, memarkan, ikat simpul 3 gelas santan cair 1 gelas santan kental 1 jumput ebi Garam (secukupnya) Merica (secukupnya)  Cara membuat : 1. Rebus daun singkong sampai agak layu dalam air yang sudah panas. Angkat, tiriskan dan tumbuk. 2. Tumis bumbu dasar kuning dan bumbu dasar putih dalam minyak panas hingga harum. 3. Masukkan lengkuas, daun salam, dan serai, aduk rata. Tumis hingga serai layu dan bumbu tidak berair. 4. Tu...
TARI TRADISIONAL ’’BUNGONG JEUMPA’’ Sinopsis Tari Bungong Jeumpa Tari bungong jeumpa berasal dari Ketika mendengar “Bungong Jeumpa” setiap orang akan mengingat Aceh. Kemegahan Lagu Bungong Jeumpa seolah telah tersebar hingga ke pelosok negeri, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Berikut sepenggal lirik lagu yang sangat populer itu, namun kadang keliru dilafalkan: LIRIK LAGU- Bungong Jeumpa, Bungong Jeumpa meugah di Aceh. Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina. Bungong Jeumpa, Bungong Jeumpa meugah di Aceh. Bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina. Puteh kuneng meujampu mirah. Bungong si ulah indah lagoina. Puteh kuneng meujampu mirah. Bungong si ulah indah lagoina. Lam sinar buleun lam sinar buleun Angen peu ayon. Duroh meususon-meususon yang mala mala. Mangat that mubee meunyo tatem com....
Asal usul Si Opat Pisoran Jika dirunut dari si Raja BatakÃâàmaka Si Opat Pusoran berada pada keturunan (sundut) kedelapan:Si Raja Batak--Raja Isumbaon--Tuan Sorbadibanua alias SisuannÃâà--Siraja Sobu alias Toga Sobu--Hasibuan --ÃâàGuru Mangaloksa--Si Opat Pusoran.id.m.wikipedia.org/wiki/Si Opat Pusoran Sejarah Arti Istilah Si Opat Pisoran Dalam perjalanan ke pengungsian bersama mertuanya, Guru Mangaloksa meminta izin kepada mertuanya untuk kembali ke kampung untuk melihat keadaan, dan mertuanyapun merestui. Dalam perjalanan, pas di tepi aek situmandi, anak pertama guru Mangaloksa pun lahir. Anak itu diberi nama Si Raja Nabarat (Hutabarat), na barat artinya yang berlawanan. Saat itu Guru Mangaloksa menyadari perbuatannya terhadap mertua (hula-hula) bahwa itu sebenarnya bertentangan. Kemudian lahirlah anak...
Upacara adat selalu mewarnai kehidupan orang Nias mulai dari ketika seseorang berada dalam kandungan, lahir, bertumbuh, hingga pada kematian. salah satunya adalah pelaksanaan upacara kematian yang disebut “ Maluaya Famadaya Hasi Zimate (prosesi pengangkatan peti jenazah)” Pelaksanaan upacara pelepasan jenazah ini bisa dikatakan sangat jarang sekali dilaksanakan di Pulau Nias. Sebab, hanya orang-orang yang mampu dan tergolong bangsawanlah, yakni ( s i ’u lu) dan golongan penetua adat ( s i ’i la) , yang mampu melakukan upacara ini. Untuk golongan s i ’i la tidak semua keluarga boleh menyelenggarakan upacara adat ini, tergantung bagaimana peran almarhum di masyarakat selama dia hidup. Karena jarang dilaksanakan, tidak mengherankan, ketika acara ini dilaksanakan di Kota Gunungsitoli pada Minggu (24 Juli 2011) lalu mengundang perhatian warga. Hujan lebat yang turun saat upacara berlanjut pun warga yang antusias menya...