makanan
11.268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Canang Sari, Sesajen di Bali
Ritual Ritual
Bali

Di bali seringkali ditemukan sesajen yang diletakkan di berbagai tempat, berupa bunga-bungaan, makanan, dan berbagai hal lainya, dalam sebuah wadah atau alas dari daun janur. Sesajen ini sendiri sebenarnya disebut Canang Sari. Latar belakang Pada abad ke-8 di tahun Saka 858, seorang Maha Resi bernama Markandeya bersama dengan pengikutnya membuka sebuah daerah baru di Puakan yang sekarang ini disebut dengan Taro, Tegal Lalang daerah Gianyar, Bali. Dalam pembentukan daerah baru tersebut sang Maha Resi mengajarkan untuk membuat upakara atau sesajen yang digunakan untuk sarana upacara, awalnya hanya terbatas pada para pengikutnya saja namun lama kelamaan menyebar ke penduduk lain di sekitar desa Taro. (breaktime.co.id/travel/the-story/kenapa-di-bali-bertebaran-sesajen-ini-kisahnya.html) Namanya, "Canang Sari" bermakna sebagai berikut: "Ca" berarti indah dan "Nang" berarti tujuan. Kata tersebut berasal dari Jawa kuno (Sudarsana, 2010:1) dan secara keseluruhan berarti "Tuj...

avatar
OSKM_16718135_Reinard
Gambar Entri
Nyewu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kata nyewu berasal dari bahasa Jawa yang artinya seribu, nyewu dina berarti seribu hari, tradisi nyewu atau selametan nyewu atau peringatan seribu hari dalam budaya Jawa adalah proses ritual dalam upacara peringatan meninggalnya seseorang yang merupakan upacara penutup (pungkasan) untuk melepas dan mengikhlaskan arwah orang yang telah meninggal kepada Yang Maha Kuasa. Menurut kepercayaan orang jawa setelah hari keseribu roh orang yang telah meninggal tidak akan kembali ke tengah-tengah keluarganya lagi untuk menghadap Tuhan.      Ritual-ritual pelaksanaan Nyewu Dalam acara tradisi nyewu biasanya ada beberapa acara ritual-ritual yang diadakan oleh keluarga almarhum, adapun acara-acaranya sebagai berikut: a.         Penyembelihan kambing Upacara dimulai dengan penyembelihan satu ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas rezeki yang telah diberikan. Jik...

avatar
OSKM18_16718482_Redya Raras Paramastri
Gambar Entri
Kue Tradisional Clorot Khas Purworejo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Berkunjung ke kota Purworejo rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas kota yang terletak di sebelah barat kabupaten Kulon Progo ini. Diantara makanan khas di  Purworejo , ada satu yang unik yaitu  Clorot .  Clorot  ini merupakan makanan semacam "jenang" yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya. Adonan dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang diulin membentuk kerucut mirip mainan terompet daun kelapa kemudian dikukus.  Clorot  sering disajikan pada acara hajatan maupun saat lebaran. Saat ini pembuat  Clorot  masih dapat ditemukan di  Pasar Grabag Kecamatan Grabag  sekitar 30 km dari pusat kota  Purworejo ....

avatar
OSKM_16318138_Rasyid Abyan
Gambar Entri
Ayam Songkem Madura
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

SEJARAH AYAM SONGKEM  Kata songkem muncul saat pertama kali masakan ini dibuat beberapa puluh tahun yang lalu dan makanan yang satu ini mulai terkenal sejak awal tahun 2000-an. Sejarahnya pun cukup banyak versinya. Mulai dari dikaitkan dengan acara–acara keagamaan, yang katanya masyarakat kota Sampang dengan notabene menjunjung dan menghormati Kyai, selalu membawa oleh-oleh bila hendak ke rumah sang Kyai untuk sungkeman (songkeman). Maka jadilah masakan yang mereka bawa ini disebut ayam atau bebek songkem. CIRI KHAS AYAM SONGKEM Ayam Songkem memang tergolong cukup unik, karena rasanya yang cukup pedas. Istimewanya, begitu dibuka dari pembungkusnya, aroma harum mampu menggugah selera makan.  Jika biasanya daging ayam dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang, lain halnya dengan Ayam Songkem ini. Di Madura ada varian lain dari olahan ayam, yakni dengan cara dikukus dicampur bumbu seperti cabe rawit dan bawang. Kenikmatan daging ayam kukus campur bumb...

avatar
OSKM18_16618006_Muhammad Sultoni
Gambar Entri
Upacara Manulangi Natua-tua
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Di setiap suku pasti memiliki budaya masing-masing yang khas. Tak terkecuali suku Batak Toba. Ada banyak adat budaya yang berkembang di suku Batak Toba  yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang hingga ke generasi masa kini. Namun, seiring berkembangnya zaman, budaya itu perlahan-lahan tergerus oleh perkembangan teknologi saat ini. tetapi, ada juga yang masih tetap dipertahankan dan keberadaannya masih dapat dijumpai pada generasi milenial saat ini. Salah satu budaya yang akan saya paparkan termasuk budaya Batak Toba yang masih dapat dijumpai dalam bentuk upacara atau ritual adat. Upacara ini dinamakan Upacara Manulangi Natua-tua. Saya memaparkan upacara ini karena upacara adat ini adalah salah satu budaya adat Batak Toba yang pernah saya ikuti pelaksanaannya. Manulangi dalam bahasa Batak Toba artinya menyulang atau menyuap. Natua-tua  artinya orang yang sudah tua. Jadi secara garis besar, Upacara Manula ngi Natua-tua artinya upacara yang dilakukan deng...

avatar
OSKM18_16718036_Shanna Sinaga
Gambar Entri
Asal Mula Pesta Sakura
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Lampung

Asal Mula Pesta Sakura Suku Lampung mempunyai banyak sekali tradisi baik yang masih hidup dan berkembang maupun yang sudah hampir punah. Salah satu tradisi yang ada di Lampung yakni tuping/sakura. Kegiatan tuping/sakura berkembang di wilayah Lampung Barat yakni Sukau, Belalau, dan kenali Liwa Lampung Barat. Ditengah masyarakat Lampung Barat tradisi ini dikenal dengan sebutan pesta sakura. Menurut cerita turun temurun sakura bermula dari serombongan manusia tua yang sakti atau orang yang terbuang dari kerabatnya karena melanggar adat. Mereka menggunakan topeng muncul secara beramai-ramai menuju permukiman penduduk pada saat perayaan hari besar. Mereka meminta makanan kepada setiap rumah yang didatangi, bila tuan rumah berkenan memberi sedekah maka mereka secara bersama-sama menghibur dengan gerakan yang lucu. Kehadiran mereka menjadikan suasana tambah gembira terutama bagi anak-anak. Layaknya sebuah pesta sehingga masyarakat memberi nama Pesta Sakura . Manusia topeng ini...

avatar
OSKM18_19918171_Adelya
Gambar Entri
Akikah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Akikah adalah salah satu sunnah dalam agama Islam, yang bilamana sebuah keluarga dianugerahi seorang anak, maka keluarga tersebut akan membagikan daging kambing kepada tetangga-tetangganya. Tradisi ini masih dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat daerah, khususnya bagi mereka yang kental dengan budaya muslim. Salah satu contohnya adalah di kelurahan Sukaraja, kecamatan Cicendo. Namun tata cara akikah tersebut sudah sedikit diubah, tujuannya adalah untuk menyesuaikan dengan masyarakat yang mulai modern. Akikah dibagikan dalam bentuk boks, yang di dalamnya berisi makanan. Isi dari boks tersebut bisa bermacam-macam, akan tetapi ada dua hal yang pasti ada dalam boks tersebut: segumpal nasi dan daging kambing. Adapun daging kambing tersebut biasanya disajikan dalam bentuk gulai atau sate kambing.       #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19918168_Farras Zharfan_Nur
Gambar Entri
Cilok, cimol dan cilor
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Cilok adalah makanan yang berasal dari Jawa Barat dan merupakan makanan ringan yang cukup populer di kalangan anak-anak sekolah karena harganya yang murah dan biasa dijual di pinggir jalan menggunakan gerobak. Cilok berasal dari kata aci  (tepung tapioka) dan  colok  (ditusuk) karena biasanya disajikan menggunakan tusuk sate atau menggunakan garpu. Bahan dasar Cilok adalah tepung tapioka yang dibentuk bulat kemudian dikukus. CIlok bisa dibuat polos atau diberi isi seperti daging atau telur. Ada juga beberapa variasi cilok seperti Cimol (berasal dari  aci dan  digemol yang berarti digoreng) dan Cilor (berasal dari kata aci  dan  telor yang berarti telur). Bahan dasar dari cilok, cimol, dan cilor sama, namun cara pembuatannya berbeda. Cimol dibuat dengan cara digoreng, dan cilor dibuat dengan cara melapisi tepung tapioka dengan telur sebelum digoreng. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_1918145_Raditya Rahmaldi Triputra
Gambar Entri
Kenduri Brug
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kenduri Brug berasal dari dua kata, yaitu Kenduri dan Brug. Kenduri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya. Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara. Sedangkan kata "brug" dalam Bahasa Jawa berarti "jembatan", yang diambil dari Bahasa Belanda. Kepungan brug merupakan tradisi turun-temurun sejak zaman Kolonial Belanda yang dilakukan oleh masyarakat Desa Karanganom, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Tradisi ini bertujuan untuk syukuran sekaligus memperingati hari didirikannya jembatan yang menghubungkan Desa Karanganom bagian timur dengan bagian barat yang dipisahkan oleh sungai. Sebelum jembatan penghubung tersebut dibangun, masyarakat yang akan bepergian dari bagian timur ke barat maupun sebaliknya harus menyeberang sungai terlebih dahul...

avatar
OSKM18_16318018_Rizka Nur''aini