Kisah percintaan para keluarga Kerajaan Majapahit selalu menarik untuk disimak. Dalam kisah Babad Tanah Jawa disebutkan bahwa Prabu Brawijaya adalah Raja Majapahit yang terakhir memerintah salah satu kerajaan besar di Nusantara ini. Sang Prabu berwajah tampan sebagai Hyang Asmara turun ke Bumi, adil dalam memerintah negara serta termasyhur sebagai raja yang senantiasa jaya dalam perang, hingga namanya terkenal di seluruh jagat. Ia mempunyai seorang putri yang sangat elok parasnya, cahayanya mengalahkan segala keindahan, namanya Putri Dyah Kasmala. Sang putri telah dinikahkan tujuh kali, tetapi karena ia menderita sakit berbisa, suaminya semua meninggal. Kebahagiaan sang putri hanya berlangsung singkat karena setiap kali menikah dengan pria, maka pria tersebut meninggal dunia tak lama setelah melangsungkan malam pertama. Sang Maharaja sangat prihatin, bahkan agak merasa malu, hingga ia hampir tak pernah keluar dari keraton. Ia senantiasa ada di dalam sebuah gedung di taman...
Candi Pringapus yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 850 M terletak di desa Pringapus, kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Desa Pringapus terletak di Gunung Sindoro. Lokasi candi kira-kira 5 km dari kecamatan Ngadirejo dan berjarak 32 km arah Timur Laut dari kota Temanggung. Candi Pringapus pernah dipugar oleh Dinas Purbakala pada tahun 1930. Dilihat dari bentuk bangunannya, Candi Pringapus berarsitek Hindu Syiwa. Hal ini menandakan bahwa Candi Pringapus dibangun untuk memuja Dewa Syiwa dan merupakan replika Mahameru, tempat tinggal para dewata. Hal ini terbukti dengan adanya arca Lembu Nandini, kendaraan Syiwa, dan relief hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa. Candi ini dibangun dengan bahan dari batu andesit dengan luas area sekitar 29,68m2. Candi Pringapus dihubungkan dengan Prasasti Argapura yang berangka tahun 852 M. Angka tahun yang tertera fondasi candi dan diduga sebagai tahun terselesaikannya pembangunan candi adalah tahun 7...
Tak banyak yang familiar dengan akar pare sebagai obat disentri, tapi Anda yang sudah cukup mengenalnya dapat menggunakannya. Jika Anda termasuk mudah dalam memperoleh akar pare, silakan membuat ramuannya untuk mengobati disentri Anda sebelum menjadi lebih parah gejalanya. Caranya: Sediakan akar pare sebanyak 1 genggaman tangan Anda beserta segelas air putih. Akar tersebut harus Anda cuci bersih dulu dengan air mengalir sebelum akhirnya boleh Anda rebus memakai air putih tadi. Tunggulah sampai mendidih, baru kemudian Anda menyaringnya sebelum mengonsumsi. Meminum sekali sehari asal rutin pasti bisa menyembuhkan disentri Anda dan membuat tubuh merasa lebih baik. Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/halosehat.com/penyakit/disentri/obat-disentri/amp
Tanaman tali putri ini juga disebut dengan sangga langit oleh masyarakat Sunda. Mudah ditemukan di tepi hutan dan ladang, bahan ini mampu dijadikan obat disentri yang cukup bagus. Selain disentri, herbal tali putri cocok digunakan sebagai solusi sakit perut, sakit borok, dan cacingan, bahkan baik untuk menyuburkan rambut. Caranya : Sediakan 50 gram herbal tali putri yang masih segar berikut juga 3 gelas air. Tali putri ini bisa Anda cuci lebih dulu hingga bersih. Baru kemudian Anda bisa merebusnya sampai sisa air menjadi sebanyak 1 gelas. Saringlah ketika telah dingin, minumlah masing-masing ½ gelas setiap 2 kali sehari. Sumber: https://halosehat.com/penyakit/disentri/obat-disentri
Jawa memang dikenal memiliki sederet upacara yang berhubungan dengan bayi baru lahir, salah satunya adalah Brokohan. Tradisi Jawa yang satu ini dilangsungkan sehari setelah bayi dilahirkan, tujuannya untuk menyambut kelahiran bayi. Brokohan sendiri berasal dari kata barokah-an yang berarti memohon berkah serta keselamatan atas kelahiran bayi. Saat Brokohan, biasanya sanak saudara dan tetangga dekat berdatangan berkumpul sebagai tanda turut bahagia merayakan proses kelahiran bayi yang sudah berjalan lancar. Selain itu, para tetangga yang datang juga tidak jarang membawa berbagai macam oleh-oleh berupa perlengkapan bayi maupun makanan untuk keluarga yang melahirkan. https://www.orami.co.id/magazine/6-tradisi-merayakan-kelahiran-bayi-yang-hanya-ada-di-indonesia/
Alkisah, Mbok Sirni telah lama mendambakan seorang anak. Namun, hingga suaminya meninggal dunia, ia belum juga dikaruniai seorang anak. Meskipun kini Mbok Sirni telah tua, namun keinginannya untuk memiliki seorang anak tidaklah pudar. Ia berharap ada seseorang baik hati bersedia memberikan anak padanya untuk ia rawat. Suatu hari, datanglah seorang raksasa mendatangi Mbok Sirni. Tentu saja Mbok Sirni sangat ketakutan. Ia meminta si raksasa untuk tidak memakannnya. “Tuan raksasa, jangan makan hamba. Tubuh hamba kurus lagi sudah tua, rasanya pahit bila dimakan.” kata Mbok Sirni gemetaran. “Memangnya siapa mau memakanmu hai ibu tua. Aku datang kemari untuk memberikan bibit-bibit mentimun. Tanamlah biji-bijian mentimun ini. Engkau akan mendapatkan apa yang sudah lama engkau inginkan. Sebagai ungkapan terima kasihmu nanti atas pemberianku, engkau harus membagi dua hasilnya denganku.” kata si raksasa. Meskipun merasa kebingungan dengan pemberian raksasa,...
Rawa Pening merupakan sebuah obyek wisata telaga yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kini telaga Rawa Pening ditumbuhi oleh tumbuhan Eceng Gondok. Penduduk biasa menggunakannya sebagai bahan kerajinan seperti tas, ikat pinggang, dompet dan lain sebagainya. Konon menurut legenda Rawa Pening terbentuk karena kemarahan seorang pemuda miskin bernama Jaka Baru Klinting. Pada masa itu masyarakat tidak menyukai orang miskin karena penampilan mereka yang lusuh, dekil dan bau amis. Mereka seringkali menghina Jaka Baru Klinting karena kemiskinannya. Penduduk selalu memperlakukannya secara tidak adil. Namun tidak semua orang membenci Jaka Baru Klinting. Ada seorang janda tua bernama Nyi Lantung yang merasa kasihan terhadap Jaka Baru Klinting. Nyi Lantung merupakan satu-satunya orang yang mau membantu Jaka Baru Klinting. Nyi Lantung selalu berbaik hati memberikan makanan dan minuman padanya. Nyi Lantung Selalu Membantu Jaka Baru Klinting "Terima kasih Nyi Lantung karena selalu...
Baturaden artinya pembantu dan bangsawan. Berasal dari kata “batur” yang berarti pembantu dan “raden” yang berarti bangsawan. Menurut cerita rakyat Jawa Tengah, Baturaden merupakan kisah cinta antara Suta, seorang perawat kuda milik Adipati Kutaliman dengan putri Adipati Kutaliman yang berdarah bangsawan. Kisah cinta ini terjadi dahulu kala di Kadipaten Kutaliman, Banyumas, Jawa Tengah sekarang. Adipati Kutaliman memiliki seorang pembantu bernama Suta. Tugas Suta adalah merawat kuda-kuda milik Adipati Kutaliman dan membersihkan istal (kandang kuda). Disamping dikenal sebagai sosok perkerja keras dan jujur, Suta juga dikenal memiliki paras yang tampan rupawan. Selama bekerja di Kadipaten Kutaliman, Suta tidak pernah membuat masalah. Selepas mengurus kuda-kuda Kadipaten, Suta biasa mengisi waktunya dengan berjalan mengelilingi area Kadipaten. Karena Kadipaten memiliki area yang cukup luas, setiap harinya Suta akan berjalan melewati lokasi yang berbeda. Di s...
Dahulu di Jawa Tengah tepatnya di daerah Kudus, banyak tokoh-tokoh besar yang sakti mandraguna. Di antaranya tentulah Sunan Kudus, seorang wali besar yang menjadi salah seorang anggota Dewan Dakwa Walisongo. Di samping itu ada juga orang sakti lainnya, yaitu Ki Ageng Kedungsari dia adalah warga terpandang di daerah Gebong yang sekarang berada di wilayah Kabupaten Kudus. Ia pun berbahagia dengan seorang anak lelaki yang tampan. Setelah menyaksikan anaknya itu dewasa, berniatlah Ki Ageng untuk menikahkannya. Akan tetapi, anaknya sendiri mengakui belum memiliki pilihan hati. Oleh karena itu, Ki Ageng Kedungsari meminta bantuan sanak kerabatnya untuk mencari seorang gadis yang kelak pantas mendampingi anaknya. Beberapa waktu kemudian, Ki Ageng mendapat kabar bahwa Ki Ageng Rajekwesi di daerah Jepara memiliki seorang gadis yang cantik jelita. Rencana berkunjung dan melamar ke Jepara segera dipersiapkan bersama seluruh kerabat yang semuanya adalah orang-orang terpandang. Dalam lubuk h...