Sate Karang merupakan makanan khas JogJakarta, khususnya disekitar daerah Kotagede. Makanan ini juga memiliki nama yang sangat unik sehingga tak heran banyak orang yang jadi penasaran dibuatnya. Sate ini dibuat dari daging sapi yang sudah dipotong kecil-kecil. Sewaktu saya berkunjung ke Jogjakarta, saya menyempatkan untuk berkunjung ke tempat ini, karena menurut saya, sate karang merupakan sate yang paling enak dari sekian sate yang saya coba. Dari kampung saya tidaklah terlalu jauh. Hanya dengan berkendara tak lebih dari 15 menit, saya sampai di lokasi Sate Karang tersebut. Setibanya saya di lokasi, warung ini telah dipadati oleh pengunjung. Popularitasnya memang telah terdengar dimana-mana, jadi tak heran jika warung ini selalu ramai pengunjung. Saya pun memesan satu porsi sate dan satu porsi lontong sebagai santap malam saya kali ini. Memang, sate ini cocok sekali jika dipasangkan dengan lontong. Tak lama menunggu, pesanan saya pun datang juga. Seperti bias...
Nama “Yogyakarta” sudah pasti tidak terdengar asing oleh orang Indonesia. Sebuah kota yang memiliki daya tarik tersendiri itu memang selalu berhasil menarik wisatawan asing maupun lokal untuk mengunjunginya. Kota yang juga sering disebut sebagai kota pelajar itu memiliki banyak kebudayaan yang unik, sehingga banyak orang tertarik untuk mengunjungi kota ini, tetapi Yogyakarta juga mempunyai kuliner-kuliner yang belum pernah dijumpai di daerah lainnya. Salah satunya ialah Kopi Joss. Mungkin tidak semua orang pernah mendengar kata “Kopi Joss”, tetapi setiap orang terutama yang mencintai kopi harus mencoba minuman ini ketika mengunjungi Kota Yogyakarta. Hal yang menarik dari kopi ini ialah, kopi ini disajikan bersama arang yang membara di dalam kopinya. Sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Penamaan Kopi ini juga berasal dari suara yang dihasilkan ketika arang panas dicelupkan ke dalam kopi. Kopi Joss dibuat pertama kali oleh salah satu pedagang...
Indonesia adalah sebuah negara dengan berbagai kebudayaan yang berbeda – beda. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau yang dihuni oleh 255 juta penduduk dengan berbagai keanekaragaman budaya, etnis, agama, ras, dll. Budaya di Indonesia sangat berbeda dengan budaya Barat yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengalaman, keyakinan, agama, pengertian, dan masih banyak lagi. Namun, karena hebatnya globalisasi di Indonesia, budaya barat mulai masuk dan menutupi budaya – budaya asli Indonesia sendiri. Padahal, kita sebagai Warga Negara Indonesia harus terus melestarikan budaya – budaya tersebut dan mempertahankan keestetikaannya. Indonesia memiliki berbagai macam metode pengobatan tradisional yang manjur, seperti : jamu, pijat, kerokan, dan masih banyak lagi. Di kota Yogyakarta, terdapat sekelompok warga yang disebut warga Imogiri (daerah Bantul), mereka mempunya metode pengobatan tradisional yang disebut dengan gurah . Apa itu Gurah ?...
Siapa yang tidak kenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta? Kebanyakan orang Indonesia bahkan dunia pasti mengenal daerah ini ataupun sudah pernah datang di daerah ini. Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota, , salah satunya adalah Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten ini memiliki pusat pemerintahan di Wates. Daerah ini memiliki nama Kulon Progo karena terletak di sebelah barat Sungai Progo. Daerah ini sudah mulai dikenal banyak orang apalagi setelah pemerintah memutuskan untuk membangun bandara bertaraf internasional di wilayah Kulon Progo. Namun, kali ini saya akan membahas tentang makanan khas daerah ini. Cerita yang saya dapatkan dari nenek saya ini membuat saya tertarik untuk mengulasnya di artikel ini. Makanan tradisional yang akan saya bahas yaitu cemilan yang bernama "Geblek". Geblek mirip dengan cireng yang kita kenal di Bandung, bahan dasarnya juga dari tepung tapioka ditambah dengan parutan singkong, r asanya ya gurih sama sepe...
Kue Lemet adalah salah satu kudapan tradisional khas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahan utama kue ini adalah singkong dan gula jawa. Kue yang manis dan bertekstur lengket ini biasanya dibungkus dengan daun pisang. Banyak orang yang sering kesulitan membedakan Kue Lemet dengan Kue Mendut, karena bentuk dan bungkusnya yang sama. Namun, jika dilihat isi dan bahan bakunya, kedua kue ini sangatlah berbeda. Kue Lemet terbuat dari singkong, sedangkan Kue Mendut terbuat dari ketan. Jika Kue Lemet bertekstur empuk dan lengket, maka Kue Mendut bertekstur agak alot. Cara pembuatan Kue Lemet pun terbilang cukup sederhana. Cukup dengan mencampur parutan singkong, gula merah, & kelapa dengan sedikit garam. Lalu, bungkus dengan daun pisang, kemudian kukus hingga matang. Sumber foto : cookpad.com #OSKMITB2018
Gudeg adalah makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Makanan ini terbuat dari nangka muda yang dimasak ga tau gimana jadi rasanya manis. Enak banget dah pokoknya sampe aku bingung mau nulis apa. Ntar dah aku sunting lagi.
Gatheng atau permainan Gathengan merupakan permainan tradisional asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara bermain Gatheng mirip dengan cara bermain bola bekel atau bekelan, namun permainan Gatheng tidak menggunakan bola. Gatheng menggunakan batu sebagai alatnya. Batu tersebut dinamakan watu gatheng yang berarti batu gatheng. Ukuran watu gatheng tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 1 cm, seukuran dengan batu kerikil. Gatheng sudah ada sejak lama, kira-kira pada zaman Mataram (abad XVII). Putra raja Mataram pada saat itu, Raden Rangga, memiliki alat bermain watu gatheng yang berukuran lebih besar dari watu gatheng biasa. Besarnya batu tersebut membuktikan betapa saktinya Raden Rangga. Watu gatheng yang diyakini milik Raden Rangga tersebut, sekarang masih tersimpan di Kotagede, Yogyakarta. Gatheng dapat dimainkan secara perorangan maupun dalam kelompok kecil (3 – 4 orang). Kebanyakan yang bermain Gatheng adalah anak-anak perempuan. Namun seiring pe...
Kupat adalah makanan yang berasal dari beras dibungkus menggunakan anyaman daun kelapa muda (janur) kemudian dikukus sampai matang. Akan tetapi, ternyata kupat ini mpunyai makna filosofis yang sangat tinggi sesuai dengan yang penulis peroleh dari seorang kiai yang bernama K.H. Ibnu Hajar Sholeh Pernolo dari Yogyakarta. Kupat sudah ada sejak zaman dahulu dan dipopulerkan serta digunakan oleh Sunan Kalijogo sebagai sarana dakwah Islam di tanah Jawa. Sunan Kalijogo mendakwahkan ajaran Islam dengan menggunakan “KUPAT” nama yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat” atau “kula lepat”. Sunan Kalijogo mengajarkan masyarakat untuk membuat kupat pada bulan syawal setelah Bulan Ramadhan dengan ajaran bahwa kita harus minta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain atau biasa disebut dengan “Halal bi Halal”. Sebenarnya, dahulu Sunan Kalijogo mengajarkan membuat kupat ketika hari ke delapan bulan syawal s...
UPACARA TARAPAN KERATON YOGYAKARTA INDONESIA Tarapan adalah upacara untuk memeringati haid pertama (menarche) seorang gadis. Di keraton Yogyakarta upacara ini dilakukan di Bangsal Sekar Kedaton. Gadis yang sedang menarche memakai baju khas keraton Yogya dengan rambutnya disanggul. Keluarga membuat tumpeng, sesaji yang terdiri dari rempah-rempah dan bumbu dapur serta bubur merah putih. Sesaji itu dimaksudkan untuk menolak bala. Pada upacara ini tidak ada pria yang boleh ikut, termasuk Sultan. Upacara Tarapan di Surakarta sedikit beda. Dalam perayaan ini si Gadis mengenakan batik dalam ritual siraman. Kemudian si Gadis berganti baju dengan kain bermotif grompol sebagai lambang permohonan kebahagiaan dan kesejahteraan. Grompol (menggerombol) artinya agar selalu dikelilingi oleh teman-temannya. Perayaan diakhiri dengan syukuran bersama. Sedangkan masyarakat Jawa pada umumnya cukup memeringati menarche dengan membuat bubur...