Ka Parak Tingga merupakan lagu rakyat atau folk song yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Tema dari lagu rakyat ini adalah perpisahan yang menyakitkan. Asal usul lagu rakyat ini dapat dikaitkan dengan budaya merantau orang Minangkabau, yang seringkali mengakibatkan perpisahan antara teman, sahabat, keluarga, maupun kekasih. Lagu ini menceritakan tentang perasaan hati dua orang yang harus berpisah, namun keduanya teringat akan waktu bersama dan menjadi bersedih karenanya. Pada umumnya lagu ini dimainkan dengan nada dasar C, ketukan 4/4 dan tempo moderato atau sedang. Struktur dari lagu ini pun memiliki struktur seperti pantun, yaitu setiap bait terdapat 2 larik sampiran dan 2 larik isinya. Terdapat dua versi lirik dari lagu Ka Parak Tingga, versi pertama secara keseluruhan memiliki susunan pantun a-b-a-b pada tiap bait dan dengan larik yang berbeda tiap baitnya, sedangkan versi kedua memiliki susunan a-a-a-a dan a-b-a-b, namun memiliki pengul...
BATUNTUANG Batuntuang merupakan salah satu tradisi pengobatan tradisional di daerah Pesisir Selatan.Batuntuang ini merupakan pengobatan dengan menggunakan kelapa muda (berwarna hijau).Pengobatan ini dilakukan oleh ahlinya dan biasanya ditujukan kepada masyarakat yang diguna-guna serta tidak mengatahui apa penyakitnya.Pengobatan ini masih sering digunakan oleh masyarakat pesisir selatan terutama daerah siguntua mudo. Bagaimana proses tradisi batuntuang tersebut? Prosesnya cukup sederhana,yaitu sebagai berikut : 1.Kupas ujung atas dan bawah kelapa seperti halnya kita minum air kelapa. 2.Rebus air kelapa (di dalam kelapa tersebut ) dan masukkan daun galundi serta batangnya sampai mendidih. 3.Setelah mendidih tuangkan kedalam bejana putih 4.Siapkan kain tebal/selimut untuk menutup seluruh anggota badan dari yang berobat...
Serunai Alat Musik Tradisional Minang Serunai atau puput serunai, lebih dikenal sebagai alat musik tiup tradisional Minang.Serunai dikenal merata di seluruh Sumatera Barat, baik di darat maupun pesisir. Yang disebut darat terutama luhak nan tigo (Agam, Tanah Datar dan Limo Puluah Koto), sedangkan pesisir, daerah Sumatera Barat sepanjang pantai Lautan Hindia.Puput serunai biasanya dibunyikan pada acara-acara keramaian adat, seperti perkawinan, perhelatan penghulu (batagak pangulu) dan lain-lain. Atau ditiup secara santai oleh perporangan, pada saat memanen padi atau diladang. Boleh jadi ia dimainkan secara solo atau sendirian, dan bisa pula secara koor, atau digabung dengan alat musik tradisional lainnya, seperti talempong, gendang dan sebagainya.Alat yang digunakan untuk puput serunai terdiri dari batang padi, sejenis kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa. Untuk bagian penata bunyi, bahannya terbuat biasanya dari kayu capo ringkik atau dari bambu talang. Ukurannya, sebesar...
Tradisi manjapuik anak ini merupakan salah satu tradisi minang. Tradisi ini sering dilakakukan oleh masyarakat di dareah balai gurah,ampek angkek,Sumbar. Ketika ada seorang anak yang lahir dari suatu keluarga maka dia akan dijapuik(dijemput) oleh pihak bakonya (keluarga laki2) , biasanya sang anak baru berumur sekitar 2-3 bulan. Kemudian kakak perempuan dari suami akan menjemput anak . Selang beberapa menit akan di susul oleh isteri (ibu anak) dengan membawa pakaian anak dan ibu. Setelah cukup 1 atau 3 hari anak diberi oleh adik atau kakak perempuan suami cincin emas, orang tua suami akan memberikan beras 4 sukek (kira kira 20 liter) dan ayam betina 1 ekor. Kemudian anak akan di antar pulang bersama ibunya kerumah pihak istri. Biasanya anak di jemput dan diantar diwaktu pagi hari antara jam 9 sampai 11 pagi. Setelah anak diantar, sorenya keluarga istri akan mnyiapkan pisang goreng dan ketan untuk diantar oleh istri ke rumah keluarga suami. Dalam ketan dan goreng pisang di masukkan...
Wanita di Minangkabau memegang peranan penting dalam kehidupan. Selain sebagai calon Bundo Kanduang Palito Nagari , wanita di Minangkabau juga merupakan penerima harato pusako turun temurun dalam kaumnya. Setiap wanita akan menjadi sosok ibu dalam rumah tangganya kelak. Oleh karena itu, seorang wanita haruslah memiliki sifat dan etika yang baik, sebagaimana frasa Palito Nagari yang disematkan pada Bundo Kanduang . Sejak dahulu, wanita di Minangkabau selalu diajarkan oleh orangtuanya mengenai Sumbang Duo Baleh . Apa itu sumbang duo baleh ? Dan apa kaitannya dengan sifat dan etika terpuji yang harus dimiliki sosok wanita di Minangkabau? Sumbang atau disebut juga "sonsang" berarti kurang dan cenderung kepada salah. Adapun yang dimaksud dengan Sumbang Duo Baleh disini ialah semacam norma adat yang bersifat turun temurun dan tidak tertulis mengenai hal-hal yang sepatutnya dijauhi, dihindari, bahkan ditinggalkan oleh wanita di Minangkabau. Dua belas lar...
Kue Karambia (kelapa) adalah salah satu dari cemilan khas Sumatera Barat. Jajanan yang renyah dan manis ini bisa ditemui di pasar dan toko-toko yang menjual oleh-oleh khas minang. Tidak afdhol rasanya jika ke Sumatera Barat tidak mencicipi cemilan satu ini. Berikut cara pembuatan kue Karambia : BAHAN : 1.Beras yang sudah ditumbuk menjadi tepung 2.Kelapa parut 3.Garam 4.Gula 5.Bawang Putih 6.Kapur Sirih 7.Air Alat : Cetakan khusus Cara Pembuatan : 1. Tepung dibentuk bulatan besar, rebus dalam air mendidih. 2. Setelah matang tiriskan, pecahkan bulatan dengan sendok 3. Sementara itu, siapkan garam, bawang putih yang sudah ditumbuk, juga sedikit kapur sirih, aduk dengan air. 4. Tuang bumbu pada tepung, tambahkan kelapa parut secukupnya 5. Bentuk bulatan sedikit besar, cetak dengan cetakan khusus sehingga terbentuk bulatan pipih kira-kira selebar telapak tangan. 6. Setelah itu goreng hasil cetakan dalam minyak panas 7. Dinginkan, sembari panaskan gula pasir dengan air. 8. Celupkan...
Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesa. Minangkabau kaya akan berbagai budaya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai salah satu alat musik tradisional yang ada di minangkabau,yaitu saluang. Saluang merupakan alat tiup tradisional minangkabau. Saluang terbuat dari bambu yang tipis atau talang. Saluang masih satu keluarga dengan suling, namun saluang hanya memiliki 4 lubang saja. Panjang saluang sekitar 40-58 cm dan diameternya 3-3,5 cm. Tiap daerah di minangkabau memiliki cara meniup dan gaya masing-masing. Selain itu ada beberapa jenis saluang yang dipercaya memiliki kekuatan magis dan dapat digunakan sebagai pengantar sihir atau ilmu hitam. #OSKMITB2018
Di Sumatera Barat atau tepatnya di padang ada sebuah makanan khas dari buah pisang yang dinamakan godok pisang, biasanya godok pisang juga ditemukan di Bandung pada saat bulan Ramadhan beberapa rumah makan Padang yang menyediakan godok pisang seperti ditempat yang biasa saya kunjungi, yaitu RM Padang Kapau Mananti di daerah Palasari Bandung. Godok pisang itu selalu di temani dengan air gula merah. Adapun bahan bahan untuk membuat Godok Pisang adalah sebagai berikut. 1 sisir pisang Raja Bulu 1/2 Kg Terigu 1 sdm Gula (sesuai selera) 1 sdt Vanili Garam secukupnya untuk rasa gurih Minyak Goreng 1/4 Kg Santan 1/4 Kg Gula Merah 2 sdm Tepung Maizena 1 Kayu Manis Adapun cara membuatnya yaitu pertama kupas semua pisang lalu di haluskan dengan menggunakan garpu atau sendok lalu campur terigu setelah semuannya menyatu tambahkan gula,vanili,dan garam sesuai selera. Setelah itu panaskan Minyak goreng untuk menggoreng pisangnya. Sambil menggoreng pisang...
Tabuik adalah perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharam) yaitu mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam...