Ritual
Ritual
Norma Sumatera Barat Kota Padang
Sumbang Duo Baleh di Minangkabau

Wanita di Minangkabau memegang peranan penting dalam kehidupan. Selain sebagai calon Bundo Kanduang Palito Nagari, wanita di Minangkabau juga merupakan penerima harato pusako turun temurun dalam kaumnya. Setiap wanita akan menjadi sosok ibu dalam rumah tangganya kelak. Oleh karena itu, seorang wanita haruslah memiliki sifat dan etika yang baik, sebagaimana frasa Palito Nagari yang disematkan pada Bundo Kanduang.

Sejak dahulu, wanita di Minangkabau selalu diajarkan oleh orangtuanya mengenai Sumbang Duo Baleh. Apa itu sumbang duo baleh? Dan apa kaitannya dengan sifat dan etika terpuji yang harus dimiliki sosok wanita di Minangkabau? Sumbang atau disebut juga "sonsang" berarti kurang dan cenderung kepada salah. Adapun yang dimaksud dengan Sumbang Duo Baleh disini ialah semacam norma adat yang bersifat turun temurun dan tidak tertulis mengenai hal-hal yang sepatutnya dijauhi, dihindari, bahkan ditinggalkan oleh wanita di Minangkabau. Dua belas larangan itu adalah sebagai berikut:

1. Sumbang Duduak

Seorang wanita di Minangkabau dilarang untuk duduk bersila seperti layaknya laki-laki. Selain itu, mereka juga dilarang untuk duduk dengan membuka paha, jongkok, atau duduk di tempat yang tidak semestinya seperti tangga, pintu, dan lain-lain. Seharusnya, duduk seorang wanita di Minangkabau ialah basimpuah dengan merapatkan kedua paha.

2. Sumbang Tagak

Layaknya sumbang duduak, wanita di Minangkabau juga dilarang untuk berdiri di tempat yang tidak semestinya. Begitu juga berdiri dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.

3. Sumbang Jalan

Langkah seorang wanita di Minangkabau digambarkan dengan pepatah Samuik tapijak indak mati, alu tataruang patah tigo. Langkahnya harus pasti, tegas, tapi tidak tergesa-gesa. Wanita di Minangkabau juga dilarang untuk berjalan berduaan dengan yang bukan muhrimnya, atau berjalan sendirian di malam hari tanpa tujuan yang jelas.

4. Sumbang Kato

Perkataan bisa terasa manis, dan juga bisa setajam pedang. Seorang wanita di Minangkabau sepatutnya berkata yang baik atau diam. Kato nan ampek ialah hal fundamental yang harus dijaga dan diterapkan oleh wanita di Minangkabau.

5. Sumbang Caliak

Melihat sesuatu yang tidak pantas dilihat oleh seorang wanita, bertatapan mata dengan lawan jenis hingga menimbulkan syahwat adalah larangan bagi wanita di Minangkabau. Cara melihat yang memancing amarah orang lain juga dilarang.

6. Sumbang Makan

Makanan yang dimakan oleh wanita di Minangkabau haruslah halal lagi baik. Adab makan pun harus diperhatikan, seperti tidak "bercapak" atau bersuara ketika makan, dan makan dengan porsi yang secukupnya.

7. Sumbang Karajo

Pekerjaan laki-laki dan pekerjaan wanita di Minangkabau tidak bisa disatukan. Adapun pekerjaan wanita di Minangkabau ialah hal-hal yang sifatnya ringan, dan tidak menimbulkan fitnah dalam masyarakat.

8. Sumbang Pakaian

Pakaian wanita di Minangkabau seperti halnya pakaian seorang Bundo Kanduang. Dilarang memakai pakaian yang memperlihatkan aurat, ketat, dan transparan. Hal ini bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat seorang wanita.

9. Sumbang tanyo

Baso jo basi harus benar-benar diperhatikan bagi seorang wanita di Minangkabau. Jangan sampai seorang wanita bertanya hal-hal yang tidak sepatutnya dipertanyakan, karena bisa menyinggung perasaan orang lain.

10. Sumbang jawek

Begitu halnya dengan menjawab pertanyaan, wanita di Minangkabau harus berpikir terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban. Jawaban yang diambil seorang wanita di Minangkabau harus dipikir matang-matang secara cepat dan tepat, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.

11. Sumbang Bagaua

Wanita di Minangkabau harus memperhatikan pergaulannya. Jangan sampai, mereka bergaul dengan lawan jenis tanpa menghiraukan batasan yang ada. Semua kawula, baik muda, tua, sama besar, sepatutnya dipergauli dengan baik dan benar.

12. Sumbang Kurenah

Kurenah adalah tabiat, perilaku, atau karakter. Seorang wanita di Minangkabau tidak sepantasnya berbisik-bisik, berteriak lantang, tertawa terbahak-bahak, atau berperilaku seperti halnya laki-laki. Wanita harus menjaga sikapnya, pandai membawa diri dalam setiap konidisi yang ada.

 

#OSKMITB2018

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu