House of Sampoerna merupakan bangunan zaman Belanda yang dibeli oleh founder atau penemu Sampoerna, perusahaan kretek (rokok yang tembakaunya dibubuhi cengkih) keluarga, yang bernama Liem Seeng Tee, pada tahun 1932. House of Sampoerna atau dikenal dengan sebutan HOS terletak di Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur 60163. Sekarang HOS digunakan sebagai museum ya...
Pandaan merupakan kecamatan kecil di kabupaten Pasuruan. Meskipun kecil Pandaan memiliki banyak asset asset budaya yang wajib dikunjungi. Mulai dari asset wisata karya, Alam, hingga religi. Nah salah satu wisata religi ini adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo. Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan bangunan akulturasi busaya antara Tionghoa dan Islam. Masjid ini berletak di Jl. Raya Kasri. Masjid ini merupakan salah satu daya tarik kota Pandaan. Masjid Muhammad Cheng Hoo atau biasa disebut Masjid Cheng Hoo sudah menjadi salah satu simbol Kota Pandaan dan menjadi sarana ibadah sekaligus tempat wisata bagi pengunjung luar kota. Masjid berarsitektur Cina yang diresmikan pada tgl 27 Januari 2008 oleh Bupati H. Jusbakir Aldjufri SH.MM. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter persegi. Dengan luas bangunan masjid 550 meter persegi. Masjid ini terdapat dua lantai. Lantai bawah seluas 529 meter persegi bakal ditempati perpustakaan, akad nikah dan acara seremonial religi lainn...
Batik Khas Jember Indonesia adalah salah satu negara yang sangat terkenal dengan keanekaragaman kebudayaannya salah satunya yaitu batik. Batik menjadi ikon Indonesia yang telah dikenal baik secara domestik maupun sampai mancanegara. Batik sendiri memiliki berbagai macam motif yang mencermikan daerah asal batik dihasilkan. Setiap daerah di Indonesia tentunya ingin memperkenalkan keunggulan daerah yang dimiliki salah satunya dengan batik. Pengaplikasiannya yaitu dengan menjadikan keunggulan daerah sebagai motif penting dari batik yang dihasilkan salah satunya batik khas Jember. Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang merupakan salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Dengan adanya keunggulan ini para pengrajin mulai berpikir untuk berinovasi menciptakan sesuatu yang baru yang sekaligus dapat memperkenalkan keunggulan daerah Jember sehingga mulai diciptakanlah batik k...
Perkenalkan, nama saya Saleh Zaidan, biasa dipanggil Saleh. Kali ini saya akan ikut serta dalam melestarikan budaya nusantara, yaitu dengan cara melakukan pengarsipan data budaya. Budaya yang akan saya bahas kali ini adalah salah satu kuliner khas nusantara, yaitu nasi kuning. Seperti namanya, nasi kuning adalah nasi yang berwarna kuning. Warna kuning tersebut berasal dari kunyit. Selain warnanya, nasi kuning juga memiliki rasa yang lebih gurih dan aroma yang harum. Warna kuning pada nasi kuning melambangkan emas, yaitu simbol dari kemakmuran atau keberuntungan. Oleh karena itu, jika ada acara bahagia, seperti ulang tahun, pernikahan, dan sebagainya, nasi kuning akan disajikan. Nasi kuning biasa dihidangkan dengan cara membentuknya menjadi sebuah kerucut, atau yang biasa disebut nasi tumpeng. Untuk membuat kerucut tersebut dapat menggunakan cetakan atau pun dibuat sendiri. Namun sekarang ini cetakan tumpeng tidak hanya berbentuk kerucut, ada juga yang berbentuk kotak, bu...
Gandrung Banyuwangi awalnya diperagakan oleh lelaki. Laki – laki yang menjadi Gandrung ini merupakan pasukan Blambangan dan Bali yang tersisa dari perang Puputan Bayu (Rakyat Bayu melawan VOC). Pasukan Blambangan i yang berantakan itu membentuk kelompok kecil antara desa ke desa. Sedangkan sisa pasukan Bali menyebar dimana – mana, bahkan mereka ada yang menjadi penduduk Blambangan dengan cara menikahi orang Blambangan. Keturunan – keturunnan mereka meneruskan tradisi orang tuanya dan mendirikan kesenian Gandrung. Pasukan – pasukan Blambangan yang berkelompok kecil -kecil tadi mendirikan Gandrung sebagai alat perjuangan. Artinya Gandrung sebagai alat komunikasi dengan kawan – kawan sisa pasukan Blambangan, dengan cara mementaskan tarian Gandrung dengan nyanyian perjuangan. Tarian dan nyanyian tadi pun sebagai Kode untuk pasukan - pasukan ya...
Bicara soal tentang agama di Indonesia, biasanya tidak terlepas dari ritual. Kebetulan saya ada teman yang tinggal di Semarang dan dia beragama Buddha. Kemarin malam kami berbincang soal bagaimana ritual pindah rumah menurut tradisi Buddha di daerah Jawa. Nama ritualnya ini adalah Upacara Pelimpahan Jasa. Sama hal nya dengan kita yang beragama islam mengadakan syukuran untuk pindah ke rumah baru yang mengundang beberapa tetangga rumah sekitar. Buddha dengan budaya Jawa ini, mereka juga mengadakan ritual pindah rumah. Ritual pindah rumah ini menyangkut tentang ruh-ruh penghuni rumah yang sudah lama tinggal disana. Tujuan dari ritual tersebut adalah untuk mendoakan penghuni rumah lama itu dan pastinya doa-doa tersebut berisikan hal-hal yang baik agar penghuni rumah lama tersebut tidak menganggu kita yang pindah ke rumah tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa tidak mengusir ruh penghuni lama tersebut? Kan bisa saja penghuni lama tersebut mengganggu kita? Dalam kepercaya...
Tak seperti candi-candi di daerah Sidoarjo yang lain, Candi Pamotan tidak terlalu dikenal oleh masyarakat baik yang berada di luar daerah Sidoarjo maupun penduduk lokal sendiri. Mengapa demikian? Candi Pamotan hanya berupa tumpukan batu bata yang bentuknya menyerupai candi. Penelitian yang dilakukan terhadap Candi Pamotan sangat sedikit dan pemerintah setempat tidak banyak menaruh perhatian terhadap candi ini. Bentuk dari candi sendiri tidak semenarik candi-candi lainnya yang berada di daerah Kabupaten Sidoarjo. Namun, hal ini memberikan keunikan tersendiri terhadap Candi Pamotan. Candi Pamotan ada 2, sederhananya disebut Candi Pamotan I dan II. Asal nama candi tentu dari nama daerah di mana candi ini terletak, yaitu Desa Pamotan. Candi Pamotan I berukuran sedikit lebih besar daripada Candi Pamotan II dan keduanya hampir berbentuk bujursangkar. Candi Pamotan I berukuran 4,84 x 4,78 meter, sedangkan Candi Pamotan II berukuran 4,75 x 4,3 meter. Candi Pamotan I terletak di belakang...
Asal Usul Kata Jancok di Surabaya Apa yang terlintas di pikiran kita jika mendengar kata “Jancok” ???. mungkin kita akan berpikir jika itu adalah kata dengan konotasi negatif. Banyak orang salah mengartikan “Jancok” sama dengan kata makian padahal sebenarnya “Jancok” memiliki makna tersendiri. Stereotype yang demikian itu telah terbangun secara tidak lansung di kepala masyarakat. Oleh karena itu saya akan menjelaskan sejarah kata “Jancok” dalam dalam bentuk cerita rakyat yang saya ketahui. Untuk mengetahui sejarah kata “Jancok” marilah kita mundur ke zaman penjajahan belanda. Dahulu saat belanda menyerang Indonesia, para pemuda bangsa dan TKR berjuang keras untuk mengusir penjajah dengan persenjataan seadanya. Pada era ini lah Surabaya mulai mengenal kata “Jancok”. Ket...
Gua ini terletak di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Sudah puluhan tahun gua ini dikunjungi wisatawan, namun sejarah yang melatarbelakangi gua yang berbentuk sumur tersebut belum banyak diungkapkan dalam bentuk tulisan. Gua yang terletak di bukit kapur ini membuat para wisatawan harus menempuh perjalanan menanjak yang cukup curam. Pengunjung harus melewati jalan setapak yang terjal dan berbatu. Di sekeliling jalan ditumbuhi pohon jati yang menjulang tinggi dan semak belukar. Dari luar, Gua Jedog terlihat seperti mulut sumur yang menganga. Hal tersebut menyebabkan wisatawan kesulitan untuk turun ke dasar gua. Dari mulut gua terlihat stalaktit dan stalagmit yang indah dan beberapa batuan besar yang ditumbuhi lumut. Memasuki Gua Jedog, wisatawan langsung disambut dengan ribuan kelelawar yang menghuni gua. Untuk memasuki Gua Jedog para pengunjung diharuskan menuruni tangga bambu yang bersandar di dinding mulut gua. Di dalam gua, terdapat tumbuhan perdu dan pohon be...