masyarakat adat
1.029 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cara Membuat Gula Jawa Murni Ala Masyarakat Banyumas
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Jawa tentu identik dengan makanan yang bercita rasa manis. Ya, gula adalah bahan alami pemberi rasa tersebut. Ada beberapa macam gula yang sering digunakan masyarakat Indonesia, seperti gula tebu, gula aren, dan gula batu. Masyarakat Banyumas memiliki gula dengan ciri khas tersendiri. Warnanya merah kecokelatan, menyerupai gula aren, namun gula ini terbuat dari air nira. Dari warnanya, gula ini disebut gula merah atau gula jawa. Dahulu, masih banyak dijumpai industri rumahan yang memproduksi gula jawa di beberapa daerah di Banyumas. Anggota keluarga saling bekerja sama dalam memproduksinya sebagai sumber pendapatan mereka. Lelaki dewasa biasanya bertugas untuk mencari air nira dari pohon kelapa yang satu ke yang lainnya. Mereka disebut sebagai penderes. Namun, karena terlalu riskan dan penghasilan yang didapat tidak sebanding, pekerjaan menderes kini mulai ditinggalkan. Sekarang sangat sulit untuk menemukan gula jawa yang murni terbuat dari air nira. Produsen biasanya...

avatar
OSKM18_19918083_Khistiara Ningsih
Gambar Entri
Tradisi Kirab Budaya Suro Pandanan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

     Indonesia kaya akan tradisi dan adat istiadat,salah satunya adalah tradisi yang ada di Pandanan,Soropaten,Karanganom,Klaten yaitu tradisi kirab budaya suro.Tradisi ini dilaksanakan sebagai tanda untuk memperingati pergantian tahun baru hijriyah pada awal bulan muharram atau bulan suro.      Tradisi kirab budaya suro sangat lekat dengan budaya jawa.Tradisi ini juga  untuk mewujudkan rasa syukur dengan pawai budaya bersih desa,pentas pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.Dalam pawai atau kirab budaya juga ada kirab kebo bule keturunan kerbau kiai slamet Solo, ada sejumlah gunungan hasil bumi, ada penampilan ibu-ibu PKK, seni reog, dan wayang kulit      Semarak acara ini memang terasa sekali, seperti ada puluhan kelompok pengibar bendera, regu Drumband dan Marching Band dari sekolah TK, SD, SMP dan SLTA sekitar.Disamping itu juga prajurit bersenjata (Jawa), kelompok masyarakat, Paguyuban Kawula Surakarta, kelompok Wayang...

avatar
OSKM18_19718258_erna yeni nofianti
Gambar Entri
Kentongan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Kentongan adalah alat pemukul tradisional yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat. Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan, maupun tanda bahaya. Kentongan sering diidentikkan dengan alat komunikasi zaman dahulu yang sering dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan. Sebenarnya, sampai saat ini belum dapat dibuktikan daerah asal ditemukannya kentongan. Namun, yang jelas kentongan sering dijumpai di masyarakat pedesaan seperti di Desa Kalikotes, Kabupaten Klaten. Kentongan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Ke...

avatar
Oskm18_16618421_misi
Gambar Entri
Tari Cepetan
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini bernama Tari Cepetan. Kata “ cepetan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ cepet” yang berarti setan atau makhluk halus yang dipercaya berkeliaran saat petang. Mengapa tarian ini bisa diberi nama Tari Cepetan? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakang atau asal usul tarian ini tercipta. Tarian ini awalnya berkembang di Kecamatan Karanggayam tepatnya mulai abad ke XIX. Pada zaman penjajahan Belanda, lahan-lahan di daerah ini banyak yang berubah menjadi onderneming — perkebunan luas yang dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Melihat tanah mereka direbut oleh pihak asing, warga sekitar tidak bisa tinggal diam. Akhirnya lahirlah tarian ini sebagai bentuk perlawanan non-fisik kepada penjajah. Warga bermaksud untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga tidak kerasan dan memilih unt...

avatar
OSKM18_16018090_Finka Lidya Wati
Gambar Entri
Asal Usul Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kethek Ogleng merupakan sebuah tari yang gerakannya menirukan tingkah laku kethek (kera). Tarian ini biasa ditarikan oleh masyarakat Desa Tokawi Kabupaten Wonogiri bertahun-tahun lamanya. Biasanya tarian ini dipentaskan pada waktu hajatan masyarakat setempat. Tarian Kethek Ogleng ini berasal dari sebuah cerita Kerajaan Jenggala dan Kediri. Raja Jenggala mempunyai seorang putri bernama Dewi Sekartaji dan Kerajaan Kediri mempunyai seorang putra bernama Raden Panji Asmorobangun. Kedua insan ini saling mencintai dan bercita-cita ingin membangun kehidupan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Hal ini membuat keduanya tidak dapat dipisahkan. Namun, raja Jenggala, ayahanda Dewi Sekartaji, mempunyai keinginan untuk menikahkan Dewi Sekartaji dengan pria pilihannya. Ketika Dewi Sekartaji tahu akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan ayahandanya-yang tentunya tidak dia cintai, dia diam-diam meninggalkan Kerajaan Jenggala tanpa sepengetahuan sang ayahanda dan seluruh orang di kerajaan. M...

avatar
OSKM_19918124_Nabila ITB_2018
Gambar Entri
Batik Tapak Kebo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...

avatar
Oskm_16318094_alfianfani
Gambar Entri
Tedak Sinten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedak Sinten merupakan tradisi bagi bayi berusia 7 atau 8 bulan yang baru pertama kali belajar belajar. Tedak memiliki arti 'turun' atau 'injak' dan sinten yang berasal dari kata 'siti' yang berarti tanah maka dari itu tradisi ini dikenal juga sebagai tradisi turun tanah yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Tedak Sinten di laksanakan berdasarkan kalender Jawa dimana 1 bulan berarti 35 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang memeiliki 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Jadi, tedak sinten dilakukan ketika bayi kurang lebih berumur 245 hari dari hari kelahiran. Proses ini di mulai di pagi hari, di sediakan 7 jadah atau kue ketan yang memiliki warna berbeda dimulai dafri warna putih hingga hitam yang akan di tapaki oleh kaki anak sebagai simbol suatu harapan agar sang anak dapat melewati berbagai macam kesulitan setiap harinya dan  mengingatkan seberat apapun masalah nya pasti akan ada titik terang, Setelah itu, anak dituntun untuk menaiki...

avatar
OSKM18_16618061_Rezaldy
Gambar Entri
Gamelan : Alat Musik Khas Jawa
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Apakah Itu Gamelan? Gamelan merupakan alat musik khas Jawa Tengah. Kata Gamelan berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata "gamel" yang artinya adalah memukul atau menabuh dan akhiran "an" yang berfungsi membentuk kata benda. Sehingga makna atau arti dari kata Gamelan adalah seperangkat alat musik yang dimainkan secara dipukul atau ditabuh. Alat-alat musik Gamelan pada umumnya dibuat dari material kayu dan gangsa, atau sejenis logam campuran timah dan tembaga. Instrumen-instrumen pengiring gamelan antara lain kendang, bonang, panerus, gender dan gambang. Ada juga suling, siter, clempung, slenthem, demung dan saron. Selain itu, tentu saja ada gong, kenung, kethuk, japan, kempyang, kempul, dan peking. Sejarah gamelan jawa seawal-awalnya dimulai darirelief gamelan nampak pada Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief tersebut memperlihatkan sejumlah alat musik seperti kendang, suling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Pada masa Hindu-Buddha, gamelan akhirnya d...

avatar
OSKM18_16918142_Hanifandityo Prastawa
Gambar Entri
Grebeg Syawal Pantai Laguna
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Grebeg Syawal Pantai Laguna, Mirit, Kebumen Grebeg Syawal adalah salah satu tradisi di Kabupaten Kebumen yang diadakan di pantai. Tepatnya yaitu di Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Tradisi ini biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri yaitu sekitar tanggal 7 atau 8 Syawal pada perhitungan kalender Jawa. Tradisi ini biasanya juga disebut dengan Grebeg Rowo atau Rowoan. Pada tradisi ini, ribuan orang berbondong-bondong untuk pergi ke pantai. Tradisi Grebeg Syawal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu wisata keluarga setelah hari raya. Selain itu, juga dapat menjalin silaturahmi karena dalam tradisi ini kita dapat menjumpai ratusan bahkan ribuan orang. Tradisi ini juga membawa berkah tersendiri, terutama untuk masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berjualan. Mulai dari berjualan makanan, mainan anak, pakaian, dan masih banyak lagi. Dalam tradisi Grebeg Syawal ini bany...

avatar
OSKM18_16018039_Titi Hidayanti