masyarakat adat
1.029 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Suronan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

            Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam budaya pada daerah daerahnya. Di Jawa khususnya Jawa Tengah ada suatu adat yang disebut suronan. Suronan adalah acara yang dilakukan masyarakat untuk memperingati bulan Sura dalam kalender Jawa. Masyarakat sekitar biasanya memperingatinya pada tanggal 2 Sura menurut kalender Jawa Modern (saat ini). Jika menurut kalender Jawa Lama, seharusnya diperingati setiap tanggal 1 Sura, namun karena tanggalan sudah berganti ke Jawa Modern maka diperingati setiap tanggal 2 Suro ( Kalender Jawa Modern dan Jawa Kuno selisih satu hari)                     Adat Suronan ini dilakukan dengan memakai pakaian adat jawa yaitu beskap, blangkon, jarik, selop, stagen, sabuk, dan keris. Dalam peringatan ini, masyarakat biasanya melakukan acara nyekar (ziarah) ke makam leluhur dan mendoakan para leluhur leluhurnya agar diterima di sisi-Nya. Setelah melakukan...

avatar
Ak8dwndru
Gambar Entri
Macan Kerah | #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pada umumnya, rakyat Indonesia dikenal memiliki banyak macam ritual, baik dalam arti untuk menunjukkan rasa syukur atau untuk diberi keberkahan dan keselamatan. Tak terkecuali bagi masyarakat sekitar Jawa Tengah. Acara syukuran atau lebih umum dikenal dengan kata hajatan sudah sangat tidak asing di telinga masyarakat Jawa Tengah maupun masyarakat yang memiliki darah keturunan Jawa Tengah diseluruh penjuru Indonesia. Hajatan merupakan suatu acara yang cukup penting, yang menjadikan orang-orang yang merayakannya dirasa harus siap untuk menjalankan acara. Salah satu hal yang mendorong kesiapan seseorang dalam melakukan hajatan adalah dengan melakukan mandi dengan Macan Kerah. Macan Kerah, atau dapat diartikan menjadi "Harimau Berkelahi" dalam Bahasa Indonesia, merupakan suatu jenis bunga yang biasa digunakan oleh orang jawa untuk mandi sebelum melakukan sebuah acara hajatan. Bunga Macan Kerah biasa dicampur dengan air lalu disiram ke seluruh tubuh orang yang akan melakukan hajatan....

avatar
OSKM18_(16718241)_(Diva Awanisa)
Gambar Entri
Drumblek, Kesenian Asli Salatiga
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Drumblek dapat dikatakan sebagai salah satu jenis kesenian baru, tetapi cikal bakal dari kesenian tersebut sebenarnya adalah klothekan yang sudah tergolong sebagai budaya lokal dan sudah lama ada dalam masyarakat Jawa. Drumblek dapat digolongkan sebagai seni budaya asli yang berasal dari Salatiga apabila kehadirannya dikatakan sebagai “penyempurnaan” dari budaya klothekan yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Kesenian drumblek pertama kali muncul tahun 1986 di Desa Pancuran, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga dengan pencetusnya bernama Didik Subiantoro Masruri atau lebih akrab dipanggil dengan Didik Ompong. Ide kreatif Didik muncul ketika Desa Pancuran diminta untuk berpartisipasi mengikuti karnaval Hari Ulang Tahun ke-41 Republik Indonesia. Pada saat itu, acara-acara kesenian memang banyak diselenggarakan di Kota Salatiga. Adapun acara-acara yang dimaksud adalah karnaval, pawai, dan festival budaya. Didik awalnya memiliki keinginan membentuk d...

avatar
OSKM18_19718360_Nasya
Gambar Entri
Pengobatan Tradisional Kreminen
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Serangan cacing kremi (oxyuris vemicularis) meliputi seluruh golongan masyarakat baik di kota maupun di desa. Masyarakat pedesaan khususnya di Semarang, Jawa Tengah, menyebut penyakit yang sering melanda anak-anak ini dengan sebutan Kreminen. Pengobatan dengan cara tradisional ini disebabkan oleh kurang beragamnya fasilitas kesehatan, pengetahuan yang memadai, dan tentunya keterbatasan biaya.  Cara pengobatan tradisional yang dilakukan masyarakat Jawa antara lain adalah: a. Temu Hitam Temu hitam sebanyak setengah jari diparut bersama 3 butir bawang putih. Kemudian dicampur air panas, disaring, dan diberi campuran gula jawa. Diminumkan pada pagi hari sebelum makan, satu minggu sekali hingga cacing lenyap. b. Campuran Adonan yang dimasukkan ke dalam dubur penderita, terdiri dari campuran minyak kelapa dan bawang putih. Selain dengan ramuan, masyarakat Jawa kuno turut mengupayakan kesehatan secara rohani, yaitu dengan pengucapan syair tertentu yang ditemban...

avatar
OSKM_16718050_Kayla
Gambar Entri
Pesta Lomban
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pesta Lomban   Indonesia. Negri dengan berjuta budaya. Mengandung entah berapa banyak keunikan tradisi yang diwarisi oleh para leluhur rakyatnya. Salah satu tradisi unik Indonesia berasal dari sebuah tempat kelahiran seorang pahlawan ternama wanita, pelopor kebebasan pendidikan bagi kaum hawa, yang bernama Raden Adjeng kartini. Pada perayaan besar umat Islam –Hari Raya Idul Fitri, setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa, biasanya ketupat lengkap dengan opor ayam dan sambal ati tersaji di meja makan. Namun, ada yang berbeda dengan perayaan idul Fitri di kabupaten Jepara ini. Penyajian ketupat yang ikonik malah tak tampak. Selepas salat ied biasanya masyarakat akan mengunjungi tetangga dan sanak saudara mereka yang dekat, mempererat tali silaturahmi –tanpa hidangan ketupat. Ternyata, setelah pada tanggal 7 Syawal atau enam hari setelah idul fitri, barulah pawon (dapur) masyarakat mulai mengepul untuk memasak ketupat yang akan dihidangkan eso...

avatar
Oskm18_19718183_sabila
Gambar Entri
Festival Lima Gunung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Festival Lima Gunung atau yang lebih dikenal dengan singkatannya FLG adalah festival yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2002. Festival ini diselenggarakan di Magelang, Jawa Tengah. Festival ini diberi nama Festival Lima Gunung karena perlu diketahui bahwa kota Magelang dikelilingi oleh 5 gunung yaitu Merbabu, Merapi, pegunungan Andong, Sumbing, dan Gunung Tidar. Bagi banyak orang dan para penggemar maupun pelaku budaya, festival ini sangat populer karena menyuguhkan berbagai macam budaya seperti pertunjukan musik, teater, dan juga tarian rakyat  yang sangat menonjolkan kekayaan budaya lokal disana.  Salah satu hal yang menjadi keunikan dan daya tarik lain dari Festival Lima Gunung ini adalah pengambilan tema yang tidak biasa dari festival-festival yang lain. Biasanya tema yang diambil untuk festival ini merupakan sindiran dan kritik dari isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat. Walaupun tema yang diambil merupakan sindiran dan kritik terhadap masyarakatnya sen...

avatar
OSKM18_19718005_Shafira An Nasmah
Gambar Entri
Ucing-Ucing
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Ucing - Ucing Ucing-ucing adalah suatu tradisi/ritual yang dilakukan oleh petani. Ucing-ucing dilakukan dengan membuat syukuran kecil-kecilan di sawah yang digarap. Ucing-ucing biasa dilakukan saat padi mulai akan berbuah. Syukuran itu bukanlah untuk dipersembahkan kepada penunggu sawah, melainkan akan dimakan lagi oleh para petani. isi dari bakul ucing-ucing biasanya nasi putih, urap, kedelai goreng,telur rebus, kupat-lepet dan jajanan pasar. Tujuan dari upacara adat ini adalah sedekah agar harapannya hasil panen berikutnya dapat lebih baik, dan juga mengingatkan kita agar tidak membuang-buang nasi secara sia-sia.Para petani biasanya akan mendoakan sesaji yang dibawanya setelah itu akan dibagikan dan dimakan disawah.Saat ini, tidak semua petani melakukan tradisi ucing-ucing. Anak-anak yang dulu suka mengejar-ngejar orang-orang yang membawa bakul ke sawah pun sudah tidak ada. Tradisi ini bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan seiring berkembangnya teknologi #OSKMI...

avatar
OSKM18_19918078_Riko
Gambar Entri
Budaya Jawa yang Membanggakan, tapi Tidak Banyak Orang Tahu
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Pada zaman modern seperti sekarang ini, kebudayaan Jawa dianggap sudah ketinggalan zaman oleh sebagian generasi muda. Mereka menganggap kebudayaan Jawa sudah tidak relevan jika dibandingkan dengan era yang serba canggih saat ini. Saya telah mewawancarai beberapa rekan saya sesama mahasiswa baru di ITB.Hal pertama yang terlintas di benak mahasiswa ini tentang kebudayaan Jawa yaitu suka pakai blangkon dan medhok (berbicara dengan bahasa dan logat Jawa yang kental). Ada mahasiswa yang berpikiran lain, menurut mahasiswa ini kebudayaan Jawa dianggap jadul (jaman dahulu) atau ketinggalan jauh dari zaman sekarang. Namun, ada kesamaan hal yang terdapat dari mahasiswa yang saya wawancarai. Yaitu mereka menganggap kebudayaan Jawa sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Tapi, kali ini saya akan menyajikan suatu fakta menarik sekaligus membuat kita sebagai orang Indonesia bangga. Perusahaan LOCK&LOCK asal Korea Selatan berkolaborasi dengan Rumah Batik Danar Hadi meluncurkan hot&cool...

avatar
OSKM18_16018318_Verdy Evantyo
Gambar Entri
Cagar Budaya Makam Ki Gede Sebayu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Sejarah Perjuangan Dan Peranan Ki Gede Sebayu Di Tegal 1586-1601 Ki Gede Sebayu atau bernama asli Maulana Muttaqinsebenarnya bukan orang asli Tegal melainkan keturunan asli dari Prabu Brawijaya ke-5 raja terakhir Mataram. Beliau adalah putera Pangeran Onje seorang Adipati Purbalingga yang merupakan bupati pertama dan sebagai pendiri Kota Purbalingga. Semenjak kecil Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wungut. Setelah Ki Gede Sebayu dewasa tahun 1549 Masehi oleh ayahnya disuwitakan dalam Kesultanan Pajang sebagai prajurit tamtama dalam Kesultanan Hadiwijaya. Di sanalah Ki Gede Sebayu memperoleh pendidikan keprajuritan dan ilmu kanuragan. Ketika sedang terjadi perebutan tahta, Ki Gede Sebayu meninggalkan Pajang. Beliau lebih memilih meninggalkan keraton dan berniat mencari guru baru untuk mendalami ajaran agama islam. Walaupun beliau sudah banyak mendalami pelajaran agama islam, tetapi beliau tidak sombong dan ingin terus mendalami ajaran agama islam. Pada tahun 1586 Ki Ge...

avatar
Anjab22