Adat Nusantara
127 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
CERITA LEGENDA ASAL USUL UPACARA BEKAKAK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ritual Selametan Upacara Bekakak atau sering juga disebut Saparan merupakan upacara adat masyarakat yang hingga kini masih diperingati oleh masyarakat di Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Bekakak berarti korban penyembelihan hewan atau manusia. Hanya saja, manusia yang dimaksud di dalam upacara ini yaitu tiruan manusia yang berwujud sepasang boneka pengantin dalam posisi duduk bersila, terbuat dari tepung ketan yang berisi cairan gula merah. Disebut Saparan karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar (Syafar), bulan kedua dalam kalender Hijriah (Islam). Menurut cerita, selametan upacara Bekakak bermula dari sebuah musibah yang menimpa dua orang abdi dalem (pegawai keraton) Sultan Hamengkubuwono I. ∞∞∞       Pada 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai raja pertama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.   Sebagai raja baru, ia berm...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Patholo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Keadaan geografis Kabupaten Gunungkidul yang berada di kawasan perbukitan karst Pegunungan Sewu memengaruhi keadaan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Tanah yang sifatnya mudah meloloskan air tersebut membuat masyarakat harus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang ada, salah satunya adalah di bidang pangan. Masyarakat yang tinggal di daerah Gunungkidul biasanya bercocok tanam dengan komoditas singkong karena tanaman singkong tidak memerlukan jumlah air yang cukup banyak. Sehingga, mayoritas makanan yang berasal dari Gunungkidul ini berbahan dasar singkong, salah satunya adalah patholo. Patholo adalah cemilan khas masyarakat Gunungkidul. Patholo ini memiliki bentuk dan cara pengolahan yang mirip dengan rengginang, bedanya patholo terbuat dari singkong sedangkan rengginang terbuat dari nasi. Patholo ini memiliki teksur yang renyah dan lebih lengket serta lebih halus dibanding dengan rengginang. Patholo ini dapat ditemukan hampir di seluruh daerah di Gunungkidul,...

avatar
OSKM18_16618111_Febrian Surya Admaja
Gambar Entri
upacara tarapan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

UPACARA TARAPAN  KERATON YOGYAKARTA INDONESIA Tarapan adalah upacara untuk memeringati haid pertama (menarche) seorang gadis.  Di keraton Yogyakarta upacara ini dilakukan di Bangsal Sekar Kedaton. Gadis yang sedang menarche  memakai baju khas keraton Yogya dengan  rambutnya disanggul. Keluarga  membuat tumpeng, sesaji yang terdiri dari rempah-rempah dan bumbu dapur  serta  bubur merah putih. Sesaji itu dimaksudkan untuk menolak bala. Pada upacara ini tidak ada pria yang boleh ikut, termasuk Sultan.  Upacara Tarapan di Surakarta sedikit beda. Dalam perayaan ini si Gadis mengenakan batik dalam ritual siraman. Kemudian si Gadis berganti baju dengan kain bermotif grompol sebagai lambang permohonan kebahagiaan dan kesejahteraan. Grompol  (menggerombol) artinya agar selalu  dikelilingi oleh teman-temannya. Perayaan diakhiri dengan syukuran bersama. Sedangkan masyarakat Jawa pada umumnya cukup memeringati menarche dengan membuat bubur...

avatar
OSKM18_16518175_Muhammad Zunan_Alfikri
Gambar Entri
Tradisi Apeman
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tradisi Apeman Tradisi Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Acara ini diadakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan, sebagai   bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu. Pertama-tama tradisi ini dilakukan untuk ruwatan yaitu mendoakan para   tokoh-tokoh agama islam   terdahulu, seperti para kiyai-kiyai besar, para leluhur desa, dengan mengadakan   pengajian bersama, lalu masyarakat membersihkan makam para kiyai   dan anak cucu keturunannya  serta para leluhur desa dengan   pandu oleh juru kunci makam tersebut untuk   memperingati hari meninggalnya. Setelah membersihkan makam, dilanjutkan denga...

avatar
OSKM18_16818107_kimberlita qatrunnada
Gambar Entri
Patehan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tradisi Patehan tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, hanya boleh dilakukan oleh lingkungan keraton. Nama “Patehan” itu sendiri diambil dari tempat tradisi ini dilakukan, yakni di Bangsal Patehan. Prosesi tradisi ini dilakukan oleh 5 (lima) perempuan dan 5 (lima) pria yang berpakaian adat Jawa dalam meracik dan menyajikan teh lengkap dengan makanan ringan yang dikhususkan untuk raja, keluarga, dan tamu keraton.   http://bobo.grid.id/read/08900255/4-tradisi-minum-teh-di-indonesia-yang-dulu-hanya-dilakukan-bangsawan?page=all

avatar
OSKM18_16318040_Ajeng Anasthasia
Gambar Entri
Labuhan di Yogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Labuhan merupakan salah satu upacara adat yang ada di Yogyakarta sejak zaman Mataram Islam dan masih terselenggara sampai sekarang. Masyarakat Yogyakarta masih menganggap bahwa dengan upacara labuhan secara tradisional akan terbina keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dan negara. Labuhan dilaksanakan oleh keraton tetapi rakyat ikut turut serta dalam upacara ini mulai sejak berada di keraton sampai di laut selatan. Masyarakat merasa ikut memiliki upacara adat ini dan menganggap upacara adat ini adalah suatu adat yang harus dilestarikan. Salah satu upacara yang selalu dilaksanakan oleh Sultan yaitu upacara ini . Upacara tersebut dilaksanakan di empat tempat yang berbeda. Masing-masing tempat memiliki arti yang berbeda-beda. Tempat yang pertama yaitu Deplih, yang berda di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah. Tempat yang kedua yaitu Parangtritis,yang berada di sebelah selatan Yogyakarta. Tempat yang ketiga yaitu Puncak Gunung Lawu yang berada di perbatasan Surakarta den...

avatar
OSKM18_16318062_Alifah Hanif
Gambar Entri
Mercon Bumbung
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Permainan ini dikenal dengan sebutan meriam bambu di sejumlah daerah di Indonesia. Namun di beberapa daerah lain, permainan ini biasa disebut dengan nama lain. Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, permainan ini disebut Mercon Bumbung. Permainan ini biasa dilakukan oleh para anak laki-laki pada saat Bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri. Permainan ini terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh orang Portugis pada saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke 6. Pada masa itu, para masyarakat tertarik kepada sebuah meriam yang dipakai oleh bangsa Portugis. Akhirnya, permainan ini pun diwujudkan dalam bentuk meriam yang terbuat dari bambu. Cara membuat: 1. Mula- mula sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5-2 meter atau 3-4 ruas dan diameter bambu berukuran 4 inci 2. Kemudian,permukaan batang bambu dilubangi dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Besarnya diameter lubang dikira-kira sebesar ibu        j...

avatar
OSKM_19818003_Haikal Sayyid Difa
Gambar Entri
Budaya Berbahasa Pasemon dalam Sehari-hari
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hidup tanpa ada yang menasehati dijamin akan terasa kurang akan sesuatu, hidup ini tidaklah selalu berada diatas, tidak selalu benar dan tanpa kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki hal tersebut orang terdekat dari kita biasa menasehati kita agar kesalahan tersebut tidak diulangi kedepannya dan dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Menurut pengalaman pribadi, orang yang biasa menasehati kita ialah sang ibu. Ibu bagaikan seorang guru yang dapat menasehati kita dengan cara-cara yang tak menyakiti hati namun tetap dapat tercapai tujuannya. Ibu penulis merupakan seorang wanita yang tumbuh besar di keluarga dengan adat jawa yang kental akan budaya menasehati dengan sindiran halus yang dinamai oleh pasemon.  Pasemon merupakan istilah yang digunakan dalam masyarakat jawa untuk menasehati ataupun menyindir seseorang untuk mengingatkannya jika ia dirasa sudah bertindak diluar etika. Bahasa pasemon biasa digunakan sejak jaman d...

avatar
OSKM18_ 16618390_Rifqi Asyraf Wardono
Gambar Entri
Dhahar Walimahan Khas Jogja
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Dhahar walimahan merupakan suatu rangkain acara dalam proses upacara panggih. Upacara panggih adalah prosesi pernikahan adat jawa yang dilakukan oleh kedua mempelai pria maupun wanita pada saat hendak menjalankan akad nikah. Dalam rangkaian proses Upacara panggih ini terdapat suatu rangkaian acara yang cukup unik dan berbeda. Dhahar walimahan ini dilakukan dengan cara saling menyuapi antara suami dan istri, tetapi yang unik dari dhahar walimahan bergaya jogja ini adalah pengantin pria hanya memperhatikan pengantin putri yang sedang memakan satu kepal nasi yang disiapkan. Hal ini menjadi unik karena pada umumnya ( Dhahar Walimahan gaya Solo), pasangan suami istri saling menyuapi.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16618329_Yusril Dwiki Fitrianjanu