Indonesia dengan wilayah yang luas memiliki budaya yang sangat beragam berdasarkan agama, ras maupun kelas sosial. Begitu pula di Reni Jaya, Tangerang Selatan. Tepatnya di RT 01 RW 14. Di tempat ini terdapat beberapa kebiasaan yang dijalani oleh masyarakat sekitar. Beberapa contohnya adalah seperti yang terurai di bawah ini: Pernikahan Bagi kami pernikahan bukan sekedar acara pribadi sebuah keluarga, namun acara bersama satu rukun tetangga. Agenda pertama sebuah pernikahan diawali dengan bapak - bapak dan pemuda yang berkumpul di rumah calon pengantin, lalu membentuk panitia acara pernikahan. Rapat ini akan terus berlanjut setidaknya 3 kali hingga hari-H pernikahan dilaksanakan. Setiap pertemuan rapat akan dipimpin oleh bapak ketua RT. Rapat-rapat tersebut membahas konsep pernikahan, penanggung jawab tiap bagian seperti hidangan yg akan tersaji, orang-orang penting yang akan hadir, pengisi acara, alokasi parkir dan segala hal terkait acara pernikahan. Mendekati hari-H ak...
Taman Gajah Tunggal atau biasa disebut taman gajah merupakan taman kota yang dibangun oleh PT Gajah Tunggal Tbk,pabrikan ban terintegrasi kebanggaan indonesia terbesar di Asia Tenggara. Taman ini merupakan dukungan kepada upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk membangun taman kota yang akan menjadikan Kota Tangerang menjadi kota yang lebih hidup,asri,ramah anak dan membahagiakan rakyatnya. Taman ini diresmikan hari minggu tanggal 20 agustus 2017 dengan visi yg dimiliki Gajah Tunggal yaitu untuk menjadi "Good Corporate Citizen". Taman ini meliputi ruang terbuka hijau seluas 6.066 m2,mushola seluas 307m2 dan akses jalan beton seluas 1.678m2.Hal unik dari taman ini yaitu adanya seribu ban yang menghiasi taman Gajah Tunggal ,yang terdiri dari semua jenis ban yang dihasilkan oleh PT Gajah Tunggal Tbk. Taman Gajah Tunggal dibangun untuk mendukung peningkatan kulaitas hidup masyarakat Kota Tangerang melalui interaksi sosial antar komunitas dan penggunaan waktu senggang masyarakat ya...
Setelah Taruma, di Banten Girang (kini Kota Serang) yang sekaligus menjadi ibukota pertamanya, didirikan Kerajaan Sunda oleh seorang keturunan Taruma dan Mataram Kuno, yaitu Prabu Jayabupati. Kerajaan yang menganut Hindu Waisnawa (yang mencakup seluruh wilayah Jawa Barat dan provinsi Lampung saat ini) didirikan pada tahun 932 Masehi, yang buktinya adalah Prasasti Kebon Kopi II di Bogor dan Prasasti Cicatih-Cibadak, di Sukabumi. Saat itu, masyarakat Sunda memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk mendirikan dan membangun kota kepemerintahan dan memilih Banten Girang sebagai ibukotanya, hingga pada saat itu terciptalah sebuah lagu kebangsaan Sunda yang berjudul "Angkat Sampeong Ta Gudil-gudil". Kerajaan Sunda itu pun kemudian mengalami kemakmuran, sehingga timbul lah keinginan dari raja Balaputradewa dari Sriwijaya untuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Sunda yang beribukota di Banten Girang ini. Namun, ketika Balaputradewa wafat, Sriwijaya menunjukkan kemunduran dan banyak kekac...
Banten memiliki segudang budaya yang sangat menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah permainan tradisional. Permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak pada zaman dahulu di Banten adalah permainan surantang - surinting. Permainan ini bisa dilakukan oleh 5-8 orang. Permainan surantang-surinting adalah warisan dari nenek moyang terdahulu. Permainan surantang-surinting menunjukan kebersamaan, kerukunan, dan dimaikan dengan bahasa daerah banten yaitu Jawa Banten. Berikut ini adalah lirik dari lagu yang dimainkan di permainan surantang-surinting. Surantang-surinting bibi semar nyolong gunting guntinge bibi laos sedakep tangan cios Cara bermainnya adalah semua pemain duduk melingkar sambil meletakkan telapak tangannya di depan. Kemudian ketua pemain akan memimpin permainan. Ketua tim akan menguncupkan tangannya kemudian tangannya diletakan diatas telapak pemain. Semua pemain akan menyanyikan lagunya dan tangan ketua tim akan mengitari semua telapak tangan pemain. Apa...
Masjid Raya Al-A'zhom adalah salah satu masjid yang sangat populer di kota Tangerang. Berlokasi di komplek Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang dapat menampung jamaah sebanyak 15.000 orang. Masjid ini dibangun di atas tanah sebesar 2,25 hektare dengan luas bangunan mencapai 5.775 m 2 . Masjid ini pertama kali diresmikan pada 23 April 2003 oleh walikota Tangerang saat itu bernama H Moch Thamrin. Di sekitar masjid terdapat sejumlah tempat wisata kuliner bagi anda yang suka wisata kuliner. Tempatnya berupa tenda-tenda pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, sehingga anda tidak akan merasa jenuh untuk berkunjung ke sana. Salah satu keunikan dari masjid ini yaitu kubahnya. Kubah Masjid Raya Al-A'zhom merupakan kubah masjid terbesar di dunia yang berjumlah lima buah. Empat diantaranya merupakan anak kubah dan satu diantaranya adalah kubah induk. Filosofi mengenai jumlah kubah yang berjumlah lima yaitu melambangkan ibadah sholat fardhu sebanya...
Bahasa Jawa Serang adalah Bahasa Jawa yang telah mengalami akulturasi dengan kebudayaan Sunda Banten. Bahasa Jawa Serang sendiri tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dari Bahasa Jawa. Bahasa Jawa serang memiliki perbedaan pada pelafalan huruf o pada Bahasa Jawa menjadi e seperti pada kata ‘peti’. Selain itu perbedaan Bahasa Jawa Serang dengan Bahasa Jawa terdapat pada logat, pada bahasa Jawa Serang terdapat logat yang lebih tegas dan sedikit lebih cepat dalam mengungkapkan kata katanya. Bahasa Jawa Serang atau sering di sebut jaseng juga memiliki tingkatan bahasa seperti pada Bahasa Jawa pada umumnya yaitu, tingkat tinggi atau halus ( bebasan ) dan tingkat biasa. Pada tingkat biasa atau rendah Bahasa ini digunakan sebagai bahasa sehari-hari seperti percakapan antar teman atau antar keluarga. Pada tingkat bebasan bahasa ini digunakan untuk percakapan dengan orang yang dihormati atau lebih tua dari penuturnya. Berikut merupakan beberapa kata yang terdapat pada...
Sekilas Sejarah Maulana Hasanuddin Banten Beliau dilahirkan di Cirebon pada tahun 1479 M. Beliau adalah anak kedua perkawinan antara Syarief Hidayatullah dengan Nyi Kawung Putri Ki Gendheng Anten. Kemudian pada tahun 1526 M, pangeran Hasanuddin menikah dengan putri mahkota Sultan Trenggana (Nyi Ratu Ayu Kiran), setelah menikah beliau dinobatkan menjadi Sultan Banten pertama oleh Sultan Trenggana (Demak III) Pada tahun 1552 M setelah beliau berusia 73 tahun. Pada tahun 1570 beliau wafat di Banten dan jenazahnya dimakamkan disamping masjid Banten dalam usia 91 tahun (1479-1570). Silsilah Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir : Maulana Hasanuddin menikah dengan Nyi Ayu Kirana mempunyai 3 orang anak yaitu : Ratu Fatima Pangeran Yusuf Pangeran Arya Jepara Maulana Hasanuddin dengan Ratu Indra Pura, mempunyai 1 orang anak yaitu : Pangeran Sabrang Wetan Maulana Hasanuddin dengan Putri Demak, mempunyai 4...
Asal Usul Merpati Kakinya Merah Pada zaman dahulu, hewan yang paling hebat itu adalah ayam. Ayam memiliki banyak kelebihan diantaranya memiliki suara yang bagus dan juga dapat terbang. Ya, benar. Waktu itu ayam masih bisa terbang. Bahkan ia memiliki perhiasan yang menawan di lehernya dan senjata yang tajam di kakinya. Oleh karena hal tersebut ayam menjabat sebagai kepala setempat. Namun sayang, sifat ayam sangat sombong. Ia berpikir semua hewan lain memiliki derajat lebih rendah daripadanya. Suatu hari, seekor merpati terbang dengan cepat melintasi si ayam. Si ayam kaget dan geram, maka dengan cepat ia langsung menyusul si merpati. Tanpa berbasa basi, ia serang si merpati dan lukalah kaki si merpati. Padahal si merpati terbang melintasi si ayam karena buru buru ingin kembali ke sarangnya. Ia sedang membawa makanan untuk anak anaknya. Sangat sedih hati si merpati dan rintihannya terdengar ke kahyangan. Mendengar rintihan merpati, Sunan Amb...
Tersebutlah seorang ulama dari Negeri Arab bernama Syekh Muhidin. Ia dikirim dari Negeri Arab ke Negeri Jawa untuk menyebarluaskan agama Islam, dengan menaiki perahu, tibalah Syekh Muhidin di Bulakan, daerah Cisalak, Pulau Jawa. Ketika ia tiba bersamaan dengan tibanya waktu Dhuhur. Syekh Muhidin lalu mengerjakan salat. Tanpa disadari Syekh Muhidin, empat puluh penduduk Bulakan memperhatikan gerak-geriknya. Sembahyang yang dilakukan Syekh Muhidin membuat mereka keheranan. Namun mereka hanya memperhatikan saja. Setelah mengerjakan salat, Syekh Muhidin lantas meninggalkan daerah itu. Tas bawaannya tertinggal. Empat puluh penduduk Bulakan lalu mendatangi tas itu. Mereka tertarik untuk mengetahui isi tas orang asing itu. Ketika mereka membukanya, mereka mendapati biji-bijian tanaman di dalamnya. Mereka lantas menyebarkan biji-bijian itu. Keajaiban pun terjadi. Seketika biji- bijian itu disebarkan di tanah, tumbuhlah pohon- pohon. Cepat sekali pohon-pohon itu tumbuh hingga dalam w...