Beliau dilahirkan di Cirebon pada tahun 1479 M. Beliau adalah anak kedua perkawinan antara Syarief Hidayatullah dengan Nyi Kawung Putri Ki Gendheng Anten. Kemudian pada tahun 1526 M, pangeran Hasanuddin menikah dengan putri mahkota Sultan Trenggana (Nyi Ratu Ayu Kiran), setelah menikah beliau dinobatkan menjadi Sultan Banten pertama oleh Sultan Trenggana (Demak III) Pada tahun 1552 M setelah beliau berusia 73 tahun. Pada tahun 1570 beliau wafat di Banten dan jenazahnya dimakamkan disamping masjid Banten dalam usia 91 tahun (1479-1570).
Silsilah Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir :
Silsilah ini sudah diakui dan dikukuhkan oleh para Nasab (keturunan) Waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir.
Sebuah pulau kecil yang kini terhubung dengan daratan kronjo Tangerang. Pulau ini dahulu terpisah dari pulau utamanya. Tetapi kini Pulau Cangkir sudah tampak menyatu dengan main land-nya, ini karena ada upaya swadaya masyarakat sekitar dan pengelola situs untuk membuat jalan penghubung dengan menggunakan urugan tanah pada tahun 1995 lalu untuk memudahkan peziarah memasuki pulau tersebut.
Sebagian besar warga Tangerang mungkin tahu bahwa Kesultanan Banten mempunyai hubungan erat dengan Tangerang. Bahkan, boleh dibilang terbentuknya Tangerang adalah buah dari perjuangan Kesultanan Banten. Banyak peninggalan-peninggalan Kesultanan Banten di Tangerang, baik itu dari segi bangunan maupun jejak sejarahnya. Seperti nama ‘Tangerang’, ‘Tigaraksa’, dan masih banyak lagi.
Kesultanan Banten adalah kerajaan islam yang didirikan oleh Syekh Maulana Hasanuddin, putra dari Syekh Maulana Syarif Hidayatullah atau lebih akrab dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Syekh Maulana Hasanuddin mempunyai anak bernama Syekh Waliyudin atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Pangeran Jaga Lautan.
Disekitar makam keramat waliyullah Pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir terdapat beberapa peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih dijaga kelestariannya oleh warga sekitar. Salah satu diantaranya adalah ”Gentong Air Manakib Syeikh Abdul Qodir Jailani”. Karomah dari air gentong ini adalah meskipun berada diteng
laut tapi airnya tidak terasa asin sama sekali seperti air laut yang ada pada umumnya. Dan air ini juga tidak pernah surut meskipun tiap hari diambil dan digunakan baik oleh warga sekitar maupun para peziarah yang setiap harinya datang kepulau Cangkir tersebut. Dan air Gentong ini dipercaya memiliki banyak manfaat. Ada yang menggunakannya sebagai obat penyembuh berbagai penyakit dan ada juga yang menggunakannya untyuk cuci muka agar awet muda.Meskipun masih mitos, tapi warga setempat dan para peziarah mempercayai hal tersebut.
Para peziarah juga percaya jika kita berziarah dan mengirimkan doa kepada pangeran Jaga Lautan Pulau Cangkir, maka semua permintaannya insya Allah akan terkabulkan atas izin Allah.
”Tapi kalau kita salah niat yang ada malah bisa membuat kita menjadi musyrik.” ujar Ust. Juweni.
Seperti ayahnya, Pangeran Jaga Lautan juga seorang penyebar agama Islam di wilayah Banten. Ia ditugasi menyebarkan ajaran Islam di pesisir pantai laut utara hingga wafat.
Makamnya kini berada di pulau cangkir. Sebuah pulau yang terletak di pinggiran Kabupaten Tangerang. Pulau Cangkir sendiri terlatak di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, berjarak sekitar 25 Km dari Kota Tangerang. Pulau ini sangat sering dikunjungi oleh peziarah dari dalam maupun luar kota.
Makam Pangeran Jaga Lautan menjadikan Pulau Cangkir sebagai tempat wisata religius yang dikenal luas oleh masyarakat Banten bahkan seluruh Nusantara.
Dengan 3 gabungan bentuk wisata, yakni wisata bahari, wisata sejarah dan wisata ziarah.
Makam Pangeran Jaga Lautan ramai oleh peziarah pada hari-hari tertentu. Terutama pada hari peringatan agama islam. Pulau itu akan padat oleh pengunjung dan kembali sepi disaat hari biasa.
Makanya, pulau ini jarang dikenal sebagai pulau yang memiliki keindahan lebih seperti pulau seribu, melainkan sebagai pulau yang kramat karena terdapat makam di dalamnya.


Daftar Pustaka
https://tikhey01koy.wordpress.com/2011/04/25/buku-kronjo-dalam-dimensi-sejarah-naturalisme-islam-dan-pangeran-jaga-lautan-pulau-cangkit/
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...