Ritual
Ritual
Bahasa Banten Serang
Bahasa Jawa Serang
- 12 Agustus 2018

Bahasa Jawa Serang adalah Bahasa Jawa yang telah mengalami akulturasi dengan kebudayaan Sunda Banten. Bahasa Jawa Serang sendiri tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dari Bahasa Jawa. Bahasa Jawa serang memiliki perbedaan pada pelafalan huruf o pada Bahasa Jawa menjadi e seperti pada kata ‘peti’. Selain itu perbedaan Bahasa Jawa Serang dengan Bahasa Jawa terdapat pada logat, pada bahasa Jawa Serang terdapat logat yang lebih tegas dan sedikit lebih cepat dalam mengungkapkan kata katanya.

Bahasa Jawa Serang atau sering di sebut jaseng juga memiliki tingkatan bahasa seperti pada Bahasa Jawa pada umumnya yaitu, tingkat tinggi atau halus (bebasan) dan tingkat biasa. Pada tingkat biasa atau rendah Bahasa ini digunakan sebagai bahasa sehari-hari seperti percakapan antar teman atau antar keluarga. Pada tingkat bebasan bahasa ini digunakan untuk percakapan dengan orang yang dihormati atau lebih tua dari penuturnya. Berikut merupakan beberapa kata yang terdapat pada Bahasa Jawa Serang.

B. Indonesia

B. Jawa Serang biasa

B. Jawa Serang Bebasan

bagaimana

kepremen / premen

kepripun / pripun

baju

kelambi

kelambi

barat

kulon

kulon

beli

tuku

tumbas

belum

durung

dereng

bertemu

kependak

kepetuk

bisa

bise

bangkit

dan

lan

kalawan

dari

sing

saking

datang

teke

rawuh

dengan

kare

sareng

habis

enték/enteng

telas

ikut

melu / milu

milet

ini

kiyen

puniki / iki

itu

kuwen

puniku / iku

iya

iye

nggih

jangan

aje

napik

jawa

jawe

jawi

juga

uga

ugi

kamu

sire

tidak ada bentuk halusnya

katanya

jerehe

cepene

kenapa

kelipen

kelipun

kepala

endas

sirah

lagi

maning

malih

maaf

hampura

hampura

makan

mangan

dahar

mata

mata

soca

mau

gelem

Ayun

masuk

manjing

melebet

minta

nyejaluk

ngende

nama

aran

kasih

nasi

sekul

sege

percaya

percaye

percanten

pergi

lunge

linggar

permisi

punten

permios

punya

duwe

darbe

rumah

umah

griye

sangat

temen

pisan

saudara

dulur

dulur

sekarang

siki

seniki

selatan

kidul

kidul

semuanya

kabeh

sedanten

siapa

sape

sinten

sudah

wis

sampun

terima kasih

nuhun

matur/hatur nuhun

tidak

ore

boten

tidur

turu

sare, tilem

timur

etan

wetan

tunggu

tonggoni

tenggeni

utara

lor

lor

waktu

wayah

waktos

yang

sing

ingkang

 

  

Penutur Bahasa ini terdapat banyak didaerah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang. Walaupun begitu banyak anak muda yang meninggalkan Bahasa ini, padahal ini merupakan salah satu kekayaan budaya di Indonesia

#OSKMITB2018

Sumber

Wawancara

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Banten

https://www.metamorfosa201.com/2017/10/bahasa-jawa-serang-atau-bahasa-jawa_20.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Serang

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu