Adat Nusantara
104 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pakaian Adat Cina Benteng
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

Masyarakat Tionghua yang sudah bergenerasi-generasi di Tangerang Kota sering disebut dengan panggilan Ciben yang memiliki kepanjangan Cina Benteng. Cina Benteng memiliki tradisi dan budaya yang merupakan gabungan dari tradisi Cina dan juga tradisi setempat, tradisi Betawi. Karena itu banyak budaya Ciben yang terlihat seperti campuran. Salah satunya adalah pakaian adatnya. Pakaian adat Ciben untuk pria berupa baju koko hitam dan celana panjang, juga di sertai topi yang menyerupai caping. Sedangkan untuk perempuan memiliki nama hwa kun (dari bahasa hokkien). Hwa kun merupakan blus, bawahan lengkap, hiasan kepala dan tirai penutup wajah. Selain Hwa Kun, Kebaya Encim juga sering digunakan oleh perempuan Ciben. OSKMITB2018

avatar
OSKM_16018401_Garry
Gambar Entri
Adat Urang Kanekes Dalam
Ritual Ritual
Banten

Suku Badui tak jarang kita temui di wilayah Banten. Biasanya mereka berpakaian hitam dan berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Mereka menyebut diri mereka Urang Kanekes atau Orang Kanekes yang mengacu pada nama wilayah mereka “Kanekes”. Bermukim di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten, populasi Urang Kanekes berjumlah sebesar 26.000 jiwa. Mereka hidup dengan mengisolasi diri dari pengaruh dunia luar dan menjaga cara hidup tradisional mereka. Suku yang termasuk dari etnis Sunda ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Badui Luar dan Badui Dalam. Suku Badui Luar lebih membuka dirinya terhadap pengaruh dari luar. Mereka sudah mengenal teknologi berupa barang elektronik, berpakaian lebih modern, dan beberapa sudah memeluk agama Islam. Masyarakat Badui Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam. Sementara itu, Orang Kanekes Dalam adalah mereka yang masih sangat memegang adat istiadat dari nenek moyang m...

avatar
OSKM18_16718065_Christabel Angela Cetta Dewani
Gambar Entri
Dayung Sampan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Banten

1. Dayung Sampan     Lagu ini diciptakan oleh Osman Ahmad. Lagu ini cukup terkenal di daerah Banten. Lagu ini pernah dimasukkan ke dalam film yang berjudul Aloha. Lagu ini menceritakan tentang kehidupan nelayan dan biduan. Adapun lirik lagu tersebut yaitu: Dayung Sampan Mencari Ikan Ikan Di cari Hai Nelayan Ditengah Muara Kalau Tuan Mencari Makan Cari Makan Jual Suara Menjual Suara   Lay lay la la la la lay menjual suara  lay lay laylay lay lay lay lay lay lay lay lay  Dayung dayung dayung dayung dayung sampan   Dayung sampan sampan didayung sampan Didayung hai nelayang ke tengah lautan Kalau tuan mencari jodoh  Jangan mencari hai nalayan hai nelayan   Lay layLay lay la la la la lay hai nelayan  Lay lay laylay lay lay lay lay lay lay lay lay  Dayung dayung dayung dayung dayung sampan   #OSKMITB2018   Dayung sampan mencará&...

avatar
Stefanus
Gambar Entri
Mapag Penganten
Ritual Ritual
Banten

Mapag Penganten merupakan ritual yang sudah cukup terkenal di tanah Sunda dan sekitarnya. Dalam Bahasa Sunda, Mapag artinya menentang dan Penganten artinya ya penganten jadi dalam bahasa kasarnya kedua belah pohak saling berhadapan atau "menentang". Mapag Pengantin dilakukan sebelum akad pernikahan yang biasa dilakukan warga Tangerang Selatan dimana pihak pengantin laki-laki disambut meriah oleh pihak pengantin perempuan dengan sambutan yang spesial. Pihak pengantin laki-laki akan disuguhi tarian yang merupakan bentuk penghormatan dan penerimaan yang paling dalam oleh pihak pengantin perempuan kepada tamu spesial yakni pihak pengantin laki-laki. Mapag Pengantin ini dilakukan sebelum akad pernikahan dilakukan oleh pihak mempelai pengantin.  Pakaian yang digunakan juga merupakan pakaian adat Jawa Barat dan sekitarnya karena daerah Tangerang Selatan masih memiliki banyak kesamaan adat dengan Jawa Barat  

avatar
Oskm_16418186_martinus
Gambar Entri
Upacara Ngalaksa Baduy
Ritual Ritual
Banten

Ngalaksa adalah sebuah ritual lanjutan/pasca upacara Kawalu. Dalam upacara ini, masyarakat melakukan berbagai kegiatan dan ritual untuk membuat laksa, sebuah makanan adat yang berbentuk mie namun terbuat dari tepung beras. Ritual ini wajib diikuti oleh seluruh Masyarakat Baduy, sehingga keterlibatan masing-masing individu sangatlah dijunjung tinggi di dalam ritual sakral ini. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh pemimpin daerah untuk menjadi sarana sensus penduduk. Jumlah warga, termasuk bayi dan janin yang masih dalam kandungan dihitung satu per satu sehingga kepala desa atau pemimpin lokal dapat mengontrol laju pertumbuhan penduduk. Setelah upacara Kawalu dan Ngalaksa dilaksanakan, rangkaian ritual akan ditutup dengan upacara Seba.   #OSKMITB2018  

avatar
Oskm18_16818221_graciela
Gambar Entri
KAIN TENUN TRADISIONAL KHAS SUKU BADUY
Motif Kain Motif Kain
Banten

Kerajinan tangan biasa menjadi ciri khas tradisional yang identik dengan daerah tertentu. Dengan diversitas budaya yang kita punyai, Indonesia memliki beragam macam kerajinan tangan. Salah satu yang ingin saya bahas berdasarkan pengalaman kunjungan saya adalah kerajinan tangan khas suku Baduy dari daerah Pegunungan Kendeng, Banten. Kain tenun khas Suku Baduy merupakan kerajinan tangan tradisional dari Desa Kanekes, Lebak, sebuah desa terpencil yang merupakan daerah asal mereka. Kain ini dapat digunakan sebagai pakaian adat, ikat kepala, taplak meja, dekorasi rumah, maupun busana modern pada umumnya. Kain ini ditenun oleh kaum perempuan sebagai salah satu mata pencaharian mereka. Proses pembuatan kain ini dapat berlangsung dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, sehingga harganya pun juga berbeda-beda yang dijual di sepanjang toko-toko desa mereka untuk para wisatawan yang berkunjung. Saya sendiri sempat menyaksikan betapa rumitya proses pembuatan kain ini, dimulai dari...

avatar
OSKM18_19918127_NADHIF
Gambar Entri
Larangan Mengambil Foto Di Baduy Dalam
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

       Seperti  yang sudah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, bukan hanya itu, kebudayaan yang dimilikinya pun sangat beragam. Hal itu terjadi karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Berbicara mengenai kebudayaan, ada satu hal yang menarik perhatian saya yaitu mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan/mitos yang terdapat di Desa Adat Baduy atau yang biasa disebut Desa Kanekes. Desa tersebut terletak di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.        Secara administratif, Baduy terbagi menjadi dua wilayah yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Di Baduy Dalam terdapat banyak kepercayaan yang telah ditetapkan dan sudah menjadi cerita rakyat setempat. Kepercayaan tersebut tidak boleh dilanggar oleh warga setempat maupun pengunjung. Ada salah satu kepercayaan yang sangat menarik untuk dibahas. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat Baduy, j...

avatar
Tiaraputria
Gambar Entri
Ngariung
Ritual Ritual
Banten

    Nikahan? Khitanan? Syukuran? Mendoakan orang meninggal? Peringatan hari besar? Apapun acaranya, ngariung pasti ada dalam rangkaian acara tersebut, atau bahkan, ngariung menjadi agenda utama dari acara tersebut. Ngariung memang tidak dapat dipisahkan dari acara yang dilakukan di Pandeglang, apalagi jika acara tersebut memiliki maksud untuk mendoakan sesuatu atau seseorang.       Ngariung adalah kegiatan berkumpulnya orang - orang, khususnya laki - laki, baik dewasa maupun muda, untuk mendoakan sesuatu atau seseorang, dan setelah proses mendoakan selesai, mereka mendapatkan makanan dan minuman (yang sudah dibungkus dalam suatu wadah) dari orang yang mengundang mereka untuk berdoa. Isi dari paket makanan tersebut biasanya terdiri dari nasi, ikan, ayam, bihun, kue, mie instan, dan air mineral kemasan gelas, namun isi paket tersebut tidak terbatas pada makanan - makanan ini saja, bisa lebih sedikit atau bisa juga lebih banyak, bergantung pada kemampuan pe...

avatar
OSKM18_16018142_Adam Fajriyatullah Hanif
Gambar Entri
Kue Bacot: Cerita dari Sang Penghubung Keluarga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Banten

Kesakralan pernikahan bukanlah hanya milik kedua mempelai yang akan mengikrarkan janji sehidup semati, melainkan juga milik kedua belah pihak keluarga yang turut serta berbahagia. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang ditakdirkan Tuhan untuk saling melengkapi, tetapi juga menyatukan adat dan budaya dari pihak yang bersuka cita. Dalam sebuah pernikahan, kedua belah pihak tentunya ingin mempersembahkan identitas terbaik mereka, baik melalui pakaian, tarian, lagu, maupun hidangan yang tersaji. Melalui berbagai macam persembahan yang diberikan oleh Sang Pemilik Hajat, tentunya kita akan menyadari betapa banyaknya keragaman yang harus dihargai di negeri ini. Teman, pernahkah kamu mendengar sebuah hidangan bernama Kue Bacot? Ya, namanya Kue Bacot. Mungkin sebagian dari kalian merasa aneh membaca namanya, tapi hidangan itu memang benar-benar ada. Kue Bacot adalah sebuah hidangan tradisional dari daerahku yang terletak di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Pada dasarn...

avatar
Oskm18_16318126_muzaimatul