Ayam Taliwang adalah makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar ayam yang disajikan bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat merah, terasi goreng, kencur, gula Jawa, dan garam. Biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya seperti Plecing kangkung. Salah satu unsur warisan budaya kuliner yang menjadi ikon makanan khas masyarakat Suku Sasak di Lombok-Nusa Tenggara Barat ialah ayam taliwang. Ciri khas kuliner ayam taliwang berupa olahan ayam kampung muda diramu dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga memberikan cita rasa yang kuat. Penyajiannya selalu disertai plecing kangkung dan beberuk terong. Perkembangan tradisi kuliner ayam taliwang di Lombok, erat kaitannya dengan keberadaan masyarakat Karang Taliwang di Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masyarakat Karang Taliwang merupakan yang pertama kali memperkenalkan kuliner ayam taliwang. Mereka mengo...
Ketika mendengar kata “kopi Lombok”, yang terbesit di pikiran kita pastinya adalah kopi hitam, pahit rasanya. Namun, buka hanya sekedar kopi hitam, tentu saja ada banyak keunikan yang ditawarkan, termasuk rasa dan aromanya. Lombok sendiri memiliki masyarakat yang memang dikenal sangat akrab dengan kopi. Berbeda dengan masyarakat di wilayah lain yang mana kopi merupakan minuman selingan yang hanya dinikmati 2 hingga 3 kali dalam seminggu, kopi sudah menjadi gaya hidup oleh masyarakat Lombok. Proses Pembuatan Kopi Lombok Kopi khas Lombok sangat nikmat karena proses pembuatannya yang hati-hati. Biasanya, kopi dipanen di Lombok pada bulan Mei. Ini adalah waktu terbaik untuk memanennya. Setelah dipanen, kopi disortir berdasarkan warna buahnya. Setelah itu, buahnya dicuci hingga benar-benar bersih baru kemudian direndam dalam air bersih. Kopi yang nantinya mengapung akan segera dibuang karena rusak. Lalu, dimasukkanlah kopi dalam mesin pengupas kulit ari sebelum akhi...
Ketika mendengar kata “kopi Lombok”, yang terbesit di pikiran kita pastinya adalah kopi hitam, pahit rasanya. Namun, buka hanya sekedar kopi hitam, tentu saja ada banyak keunikan yang ditawarkan, termasuk rasa dan aromanya. Lombok sendiri memiliki masyarakat yang memang dikenal sangat akrab dengan kopi. Berbeda dengan masyarakat di wilayah lain yang mana kopi merupakan minuman selingan yang hanya dinikmati 2 hingga 3 kali dalam seminggu, kopi sudah menjadi gaya hidup oleh masyarakat Lombok. Proses Pembuatan Kopi Lombok Kopi khas Lombok sangat nikmat karena proses pembuatannya yang hati-hati. Biasanya, kopi dipanen di Lombok pada bulan Mei. Ini adalah waktu terbaik untuk memanennya. Setelah dipanen, kopi disortir berdasarkan warna buahnya. Setelah itu, buahnya dicuci hingga benar-benar bersih baru kemudian direndam dalam air bersih. Kopi yang nantinya mengapung akan segera dibuang karena rusak. Lalu, dimasukkanlah kopi dalam mesin pengupas kulit ari sebelum akhi...
Mina Sarua, minuman berbahan dasar rempah-rempah dan tape ketan serta ditambahi galendo. Mina Sarua cocok untuk diminum malam hari, saat udara dingin. Rasanya yang hangat dari berbagai macam rampah dipadu dengan karbohidrat sederhana dari tape ketan yang telah difermentasi selama kurang lebih 2 hari. Disamping itu juga terasa rasa gurih yang berasal dari galendo atau biasa disebut dengan tai minyak. Proses memasak Mina Sarua terbilang rumit dan lama, memerlukan waktu 2 hari terutama untuk fermentasi ketan hitam untuk dijadikan tape. Rempah – rempah dasarnya antara lain jahe, kunyit, cabe jawa, merica, kayu manis , dan lain-lain. Rempah tersebut disagrai dan kemudian ditumbuk hingga halus. Lalu kemudian direbus dan dicampur dengan tape ketan. Sementara disiapkan juga galendo yang dibuat dengan cara memasak santan kelapa tua hingga menjadi minyak dan membentuk ampas minyak yang disebut galendo atau tai minyak. Galendo kemudian dicampurkan dengan rebusan rempah dan tape...
Poteng Jaje Tujak dalam bahasa Indonesia berarti Tape Jajan Tumbuk. Poteng Jaje Tujak yakni sejenis tape yang diolah menjadi makanan ringan dan disediakan saat satu minggu setelah lebaran alias pada hari raya ketupat. Hidangan Poteng Jaje Tujak ini terdiri dari 2 makanan yakni “poteng” atau “tapai” dan “jaje tujak” atau di Jawa sering disebut “tetel”. Bahan poteng menggunakan ketan putih. Menurut kepercayaan setempat, yang membuat poteng harus dalam keadaan suci yakni tidak sedang haid. Sebab jika yang membuat sedang datang bulan bisa merusak poteng. Sebaiknya, pembuatan poteng, khususnya saat akan menaburkan bubuk tape ketan dilakukan setelah selesai salat sehingga masih dalam kondisi suci atau berwudhu. Resep Poteng Jaje Tujak Bahan Poteng: Beras ketan putih 1 kg Air 800 ml Ragi tape 1/4 bagian Daun Saga (diambil air perasannya)...
Sepat adalah masakan khas daerah Sumbawa, rasanya asam - asam segar. Biasanya di bulan puasa, 30 hari puasa maka 30 hari sepat hadir menemani berbuka. masakan yang satu ini terbuat dari ikan yang diiris medium size dan dibakar. Lalu dihidangkan dengan kuah dengan bumbu-bumbu yang begitu lezat. Ibu- ibu yang ngidam selalu pengennya sepat, makanan ini populer di Sumbawa. Memang inilah salah satu resep masakan khas daerah Sumbawa. Bahan dan bumbu Masakan Sepat Sumbawa: - 300 gr ikan segar apa saja (bisa diganti udang juga boleh, ayam juga bisa tapi dipotong kecil-kecil), dibakar atau direbus (lebih enak di bakar) - 1 buah terong ungu, dibakar, kupas, dirobek kasar. - daun kemangi segenggam, ( kalau tidak ada bisa diganti daun basil) - 5 buah cabe rawit merah, siangi ditumbuk kasar - 1 buah tomat, dibakar - 2 butir kemiri ( opsional, khas taliwang atau sumbawa barat pakai kemiri, sumbawa timur tidak) -...
INT: Desa Sade merupakan salah satu perkampungan yang masih menjaga adat Sasak. Konteks: Desa Sade memiliki penduduk yang sangat banyak. Penghuninya bukan pendatang (tidak merantau) keluarga baru pun biasanya tetap warga Desa Sade asli yang menikah dengan sesasama warga. Hal ini dipengaruhi kepercayaan lokal dan kemampuan ekonomi, karena biaya pernikahan untuk warga di luar Desa Sade dinilai cukup mahal. Rumah-rumah dibangun dengan tatanan yang terlihat kasar dan berdekatan. Mengikuti kontur lahan. (wuwungan) Rumah lalala (?) Persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat suku Sasak di Desa Adat Sade dalam membentuk suatu permukiman adalah mencari bukit-bukit yang tidak bisa ditanami. Bagi orang Sasak, permukiman tidak perlu di tanah yang subur, karena tanah yang subur sangat mereka dambakan untuk usaha pertanian. Mereka membangun rumah-rumah baru sendiri di dalam wilayah Desa Sade. (skema perbukitan) Rumah-rumah di Desa Sade ini memiliki beberapa jenis: 1.Rumah be...
Dengkleng adalah permainan tradisional di Lingkungan Sebok, Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat Permainan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena permainan in sudah pernah kita mainkan khususnya anak perempuan, hanya saja penyebutannya yang berbeda-beda di setiap daerah yang mempunyai permainan seperti ini. Permainan dengkleng adalah permainan yang memerlukan keseimbangan yaitu melompat dengan satu kaki melewati kotak-kotak dengan langkah-langkah dan aturan tertentu, Kotak-kotak itu berisi nomor-nomor yang harus dilewati. Contoh pada gambar dari permainan diatas. Langkah-langkah dalam permainan dengkleng yaitu setiap kotak harus dilewati satu persatu dengan cara melemparkan batu atau pecahan keramik sebagai tanda dengan syarat tidak boleh menginjak kotak yang ada batunya, begitu seterusnya hingga ke puncak yaitu angka 9. Apabila permainan telah selesai ke angka 9, pemain boleh memilih kotak yang boleh dising...
Orang Indonesia mengenal tulup sebagai senjata yang digunakan untuk berburu atau menyerang lawan dari jarak jauh. Tulup atau sumpit memang digunakan oleh banyak suku yang tinggal di pedalaman Indonesia seperti di Kalimantan, Papua, Sumatra dan termasuk di Nusa Tenggara Barat. Nenek Moyang suku sasak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengenal tulup sebagai alat untuk berburu binatang di hutan. Pemburu tradisional Sasak beranggapan bahwa, selain sebagai senjata berburu, tulup juga dianggap sebagai benda sakral. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa berburu adalah mata pencaharian mereka sedangkan tulup adalah alat mereka mencari rezeki, untuk itu tulup perlu dihargai dan dihormati. Pensakralan terhadap tulup mereka ekspresikan dalam bentuk memberi doa atau jampi-jampi pada tulup mereka. Selain untuk penghormatan dan permohonan kepada Yang Kuasa, doa dan jampi-jampi ditujukan agar tulup dapat menghasilkan banyak binatang buruan. Maka dari itu tidak heran jika oleh beberapa pembur...