tahun baru
957 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kentrung : Seni Penebar Dakwah Islam di Blitar
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Kentrung : Seni Penebar Dakwah Islam di Blitar             Kota Blitar, terkenal akan Kota Bungkarno, namun pernahkah kita mencari tahu kebudayaan apa saja didalamnya selain jejak sang proklamator kita? Siapa sangka kota yang jumlah penduduknya hanya 132 ribu menurut BPS Kota Blitar pada tahun 2010,  namun menyimpan budaya yang kaya akan nilai luhur dan religius yaitu Kentrung. Pasti masih awam ditelinga kita, oleh sebab itu perlu bagi kita untuk mengenal agar dapat melestarikannya, apalagi pertunjukan kebudayaan yang kental akan nilai sejarah islam.            Apasih sebenarnya Kentrung itu? Kentrung di Kota Blitar merupakan pertunjukan kesenian dengan menggunakan lagu yang di dalamnya memuat pesan agama serta ajaran kehidupan yang ditujukan kepada masyarakat. Lagu ini terinspirasi oleh cerita-cerita Wali Songo, kehidupan sehari-hari, dan pahlawan-pahlawan di tanah jawa. Kisah yang seri...

avatar
OSKM18_19918174_Alma Aulia Lutfiah
Gambar Entri
Ayam Songkem Madura
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

SEJARAH AYAM SONGKEM  Kata songkem muncul saat pertama kali masakan ini dibuat beberapa puluh tahun yang lalu dan makanan yang satu ini mulai terkenal sejak awal tahun 2000-an. Sejarahnya pun cukup banyak versinya. Mulai dari dikaitkan dengan acara–acara keagamaan, yang katanya masyarakat kota Sampang dengan notabene menjunjung dan menghormati Kyai, selalu membawa oleh-oleh bila hendak ke rumah sang Kyai untuk sungkeman (songkeman). Maka jadilah masakan yang mereka bawa ini disebut ayam atau bebek songkem. CIRI KHAS AYAM SONGKEM Ayam Songkem memang tergolong cukup unik, karena rasanya yang cukup pedas. Istimewanya, begitu dibuka dari pembungkusnya, aroma harum mampu menggugah selera makan.  Jika biasanya daging ayam dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang, lain halnya dengan Ayam Songkem ini. Di Madura ada varian lain dari olahan ayam, yakni dengan cara dikukus dicampur bumbu seperti cabe rawit dan bawang. Kenikmatan daging ayam kukus campur bumb...

avatar
OSKM18_16618006_Muhammad Sultoni
Gambar Entri
Makam Asmoroqondi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

  Sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa, nama wali songo mungkin sudah tak asing di telinga masyarakat. Namun tahukah anda siapa ulama besar yang menjadi cikal bakal keberadaan para wali tersebut. Dia adalah ayah Sunan Ampel, yaitu Syeh Maulana Ibrahim AsmoroQondi yang diketahui merupakan keturunan ke 9 dari nabi Muhammad SAW.    Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Masjid dan makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi hingga kini masih berdiri tegak dengan relief dan hiasan kaligrafi berusia ratusan tahun. Sejumlah peninggalan bersejarah seperti petilasan, gapura, dan cungkup makam masih kokoh berdiri sebagaimana aslinya. Sementara makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi terletak di sebelah barat masjid. Dari sekian banyak peninggalan, hanya bangunan masjid Asmoro Qondhi yang sudah mengalami renovasi, namun tidak mengurangi bentuk aslinya. Semacam jendela, pintu dan langit-langit masji...

avatar
OSKM2018_16118064_AinurSubhan
Gambar Entri
Sungkem di Tanah Jawa
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tak hanya kekayaan alam yang berlimpah, namun Indonesia juga dihiasi oleh keberagaman budaya yang unik. Begitu juga dengan budaya 'sungkeman'. Meminta maaf dengan cara bersalaman mungkin sudah terlihat biasa dilakukan oleh siapapun. Namun, sungkeman sudah menjadi tradisi turun temurun khususnya oleh masyarakat suku Jawa.    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sungkem memiliki arti sujud (tanda bakti dan hormat). Seperti pengertiannya, sungkeman yaitu salah satu bentuk permintaan maaf yang mendalam dengan cara bersujud atau bersimpuh terhadap orang yang lebih tua atau dihormati.    Banyak nilai-nilai luhur dalam tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini. Apa sajakah itu? Dilansir dari keluarga.com yang dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sungkeman.   a. Ritual penyadaran diri Lewat sungkeman, setiap orang diwajibkan untuk memperlakukan orangtuanya deng...

avatar
Oskm_stei_byan
Gambar Entri
Main dulu yuk: Permainan Tradisional Donal Bebek
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Timur

     Apakah pernah bermain permainan ini? Permainan yang sudah ada sejak tahun 2000-an ini sangat digemari anak-anak di zamannya, bukan tanpa alasan permainan ini memiliki keunikan tersendiri dan bisa dimainkan oleh banyak orang. Ya, permainan ini adalah   Do nal Bebek , yang diduga berasal Jawa. Nama  Donal Bebek sendiri sampai saat ini masih belum jelas bagaimana mendapatkannya. Cara untuk memainkan permainan ini pun mudah yaitu: Pemain dengan minimal 2 pemain, membuat lingkaran kecil dan bergandengan tangan dengan pemain sebelahnya. Lalu, nyanyian dimulai dengan “ Donal Bebek. Maju 1 langkah. Mundur 3 langkah. 1 2 3… ”. Dengan langkah kaki mengikuti lirik tersebut. Setelah itu, para pemain bermain hompimpa dengan nyanyiannya. Pemain yang menang akan mendapatkan satu kali kesempatan untuk menginjak kaki pemain yang ada disebelahnya tanpa aba-aba dengan menginjak ke samping kanan atau kiri. Kemudian pema...

avatar
OSKM18_16618260_Salza
Gambar Entri
Monumen Van Der Wijck
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pernahkah kalian menonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck? Film yang sempat hits di tahun 2013 ini diangkat dari kisah nyata. Kapal mewah yang dibuat di galangan kapal Feijenoord, Rotterdam, Belanda pada tahun 1921 merupakan kapal uap milik perusahaan Koninklijke Paketvaart Maatschappij, Amsterdam yang merupakan cikal bakal Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) saat ini. Kapal Van Der Wijck mendapat julukan “De Meeuw” atau “The Seagull” karena figur kapal ini sangat anggun dan tenang. Dalam perjalan terakhir sebelum tenggelam, Kapal Van Der Wijck melayari rute Bali – Semarang. Setelah bertolak dari Surabaya menuju Semarang, insiden itu pun terjadi di perairan Brondong, Lamongan. Kapal dengan berat tonase 2.596 ton, lebar kapal 13,5 meter mengangkut 187 pribumi dan 39 warga Eropa, dengan awak kapal seorang kapten, 11 perwira, seorang telegrafis, seorang steward, 5 pembantu kapal dan 80 ABK. Pada peristiwa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, 4 or...

avatar
OSKM18_16518290_Syarifatul Lathifah
Gambar Entri
Musik Patrol
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

Musik Patrol sebagai Tradisi Pengantar Sahur Musik patrol telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Jember, Jawa Timur, terutama saat bulan Puasa. Selain menghibur dan membangunkan warga untuk makan sahur, musik yang biasanya dimainkan 10 orang pemain ini sekaligus bertujuan untuk mengamankan kampung di malam hari. Tak heran, anggota kelompok musik jenis patrol selalu menyelipkan senjata di pinggang. Lazimnya kesenian rakyat, musik ini hanya mengandalkan harmonisasi dan apresiasi dadakan para pemain. Konon katanya, pada jaman dahulu belum ada alat pengeras suara yang mampu menjangkau seluruh kampung untuk membangunkan warga ketika sahur. Maka warga pun berinisiatif membuat 'keributan' yang lantang dan bisa membangunkan seluruh warga kampung. Dari situlah tercipta musik patrol. Istilah patrol sendiri mengacu pada makna kata patroli atau berjaga-jaga. Kesenian patrol adalah jenis musik rakyat yang bersifat ritmis, tanpa peralatan diatonik....

avatar
OSKM18_16018117_NATALIA DEVITA PURNAMA
Gambar Entri
Asal Mula Tari Orek-Orek
Tarian Tarian
Jawa Timur

Tari Orek-Orek merupakan salah satu tari tradisional Indonesia yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dilakukan ketika diadakan perhelatan atau acara Pemerintah Daerah. Tari Orek-Orek berisi gerakan-gerakan dinamis yang dilakukan oleh sepasang pemuda-pemudi berjumlah empat sampai sepuluh orang. Tari Orek-orek biasa dilakukan dengan diiringi tabuhan gamelan laras slendro yang cara memukulnya salah satunya adalah dikorek. Paduan suara dari bonang barung, saron penerus, kendang, kempul, gong, keprak/kecrek, serta drumb menghasilkan harmoni yang selaras dengan tarian ini. Menurut beberapa sumber, Tari Orek-Orek menggambarkan sukacita masyarakat setelah lelah bekerja. Di zaman kolonial, rakyat Ngawi dipaksa melakukan kerja rodi dengan membangun jembatan dari Anyer sampai Panarukan. Selain itu, para pemuda dari daerah lain juga ikut andil dalam pekerjaan ini di Ngawi. Selepas bekerja, diadakanlah pertunjukan semacam ludruk dan ketoprak. Saat itu masyarakat d...

avatar
OSKM_16518164_Dwiani Yulia Ariyanti
Gambar Entri
Nasi Buk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Indonesia adalah negara besar dengan kebudayaan yang begitu banyak. Itulah sebabnya Indonesia terkenal dengan cultural diversity-nya. Baik itu dalam pakaian, ritual, ornamen, lagu, dan tak lupa makanan. Masakan tradisional Indonesia yang diturunkan secara turun-temurun sudah menjadi tradisi. Salah satu yang unik adalah Nasi Buk, yaitu makanan khas Malang dari Madura. Binggung? Nasi Buk adalah sajian yang sangat terkenal di Malang yang resepnya diberikan secara turun-temurun. Kata 'Buk' didasari dominasi ibu-ibu sebagai penjual makanan ini. Namun, penjual Nasi Buk sendiri sebenarnya adalah orang dari Desa Banjeman, Bangkalan, Madura. Mereka pindah ke Kota Malang sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, dan mulai berjualan nasi Buk di tempat yang sekarang dikenal sebagai Jalan Laksamana Martadinata, tepatnya di gang Madiun. Tapi jangan khawatir, sebab Nasi Buk sudah menjadi kuliner khas malang yang menyebar di mana-mana di kota Malang. Namun jangan kaget jika kamu tidak menem...

avatar
OSKM18_16618094_Jeff Samuel