Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Situs pemakaman Jawa Timur Tuban
Makam Asmoroqondi

 Sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa, nama wali songo mungkin sudah tak asing di telinga masyarakat. Namun tahukah anda siapa ulama besar yang menjadi cikal bakal keberadaan para wali tersebut. Dia adalah ayah Sunan Ampel, yaitu Syeh Maulana Ibrahim AsmoroQondi yang diketahui merupakan keturunan ke 9 dari nabi Muhammad SAW. 
 

Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Masjid dan makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi hingga kini masih berdiri tegak dengan relief dan hiasan kaligrafi berusia ratusan tahun. Sejumlah peninggalan bersejarah seperti petilasan, gapura, dan cungkup makam masih kokoh berdiri sebagaimana aslinya.

Sementara makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi terletak di sebelah barat masjid. Dari sekian banyak peninggalan, hanya bangunan masjid Asmoro Qondhi yang sudah mengalami renovasi, namun tidak mengurangi bentuk aslinya. Semacam jendela, pintu dan langit-langit masjid yang dipenuhi lafadz arab berbentuk kaligrafi ukir kayu jati kuno. Konon, masjid ini dipercaya menjadi suatu tempat yang mustajabah. 

Di samping kiri masjid terdapat sebuah sumur yang airnya diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain sumur juga terdapat benda bersejarah seperti bedug, mimbar dan umpak.    

Benda-benda kuno bernilai sejarah ini merupakan peninggalan asli Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi yang makamnya terletak di bagian barat masjid. Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi merupakan ayah Sunan Ampel  salah satu anggota Majelis Wali Songo. 

Konsep ajaran Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi salah satunya dapat ditelisik di pintu gerbang masjid. Di tempat itu terpampang tulisan, sabar, nerima, ngalah, loman, akas dan temen, yang memiliki makna sabar, menerima(ikhlas), mengalah, dermawan, tangkas dan tepat. yang memiliki arti mendalam bagi kehidupan umat manusia di muka bumi.       

Menurut Badrun, juru kunci makam, dalam catatan sejarah para ulama, salaf Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi merupakan wali tertua atau punjer para wali di tanah Jawa. Beliau dikenal  sebagai pelopor para wali di tanah Jawa. Dari silsilahnya Syeh Maulana Ibrahim Asmoroqondi masih merupakan keturunan ke 9 nabi Muhammad SAW, dari garis keturunan putri Sayyidah Fatimah dengan Sayidina Ali R.A.
 
Terkait silsilahnya ini, terdapat silang pendapat antar ulama. Sebagian ulama ada yang mengatakan Asmoroqondi berasal dari Samarkand, yakni negara perbatasan India dan Rusia. Sedangkan ulama lainnya mengatakan Asmoroqondi berasal dari negeri Arab yang beristeri dewi Condro Wulan puteri Raja Champa. Dari keduanya maka lahirlah Raden Rahmad atau Sunan Ampel yang juga ayah dari Sunan Bonang Tuban dan Sunan Drajad Lamongan. 
 
#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Songket Palembang
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

SEJARAHSINGKAT Songket Palembang memiliki akar sejarah yang panjang, berawal dari masa Kerajaan Sriwijaya. Menurut buku Seni Kriya Nusantara karya Deni Setiawan, songket sudah dikenal sejak masa kejayaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi, ketika Palembang menjadi pusat perdagangan internasional di tepi Sungai Musi. Banyak peninggalan budaya berupa wastra (kain tradisional) ditemukan. Salah satunya adalah kain songket yang menjadi bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya sebagai penguasa jalur perdagangan di Selat Malaka. Hubungan dagang dengan India, China, dan Arab membawa pengaruh besar terhadap teknik dan motif songket. Dari China datang benang sutra, dari India benang emas dan perak. Perpaduan inilah lahir kain songket Palembang yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu-Sumatera. Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, songket digunakan sebagai simbol kebesaran dan status sosial. Para bangsawan dan keluarga kerajaan mengenakannya dalam upacara resmi. Beberapa mot...

avatar
Cindy
Gambar Entri
Resep Mie Celor Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

BAHAN-BAHAN Kuah 250 gr udang ukuran sedang 250 ml santan kental 4 sdm kecap asin 4 sdm tepung terigu 1 sdt gula pasir 1 liter kaldu udang Bumbu Halus 2 sdm ebi, rendam dengan air hangat 8 butir bawang merah 5 siung bawang putih 1/2 sdt merica butiran 2 sdt garam Pelengkap 500 g mie kuning segar 100 gr tauge seduh 2 butir telur rebus, belah dua 5 sdm bawang goreng 1 sdm daun seledri iris 2 sdm daun bawang iris jeruk limau MEMBUAT Kuah: Kupas udang, sisihkan kepala dan kulitnya. Cincang udang dan sisihkan. Rebus dengan air untuk mendapatkan kaldu udang. Gunakan api kecil sampai air berubah kemerahan. Kemudian takar sebanyak 1 liter dan saring kaldu, sisihkan. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan potongan udang, masak sampai udang berubah warna. Tuangi kaldu udang, santan kental dan ebi. Aduk hingga rata. Masak sampai kuah mendidih. Bumbui kecap asin, merica, garam dan gula. Larutkan tepung terigu dengan sedikit air...

avatar
Cindy
Gambar Entri
Lawar Biu Batu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Lawar Biu Batu adalah hidangan tradisional khas Bali yang menggunakan pisang batu muda sebagai bahan dasar sayuran. Dipadukan dengan daging cincang, kelapa bakar, dan racikan base genep (bumbu lengkap Bali), lawar ini menghasilkan cita rasa yang gurih, segar, dan beraroma khas tanpa rasa sepat. Waktu Persiapan dan Porsi Waktu Persiapan: 30 menit Waktu Memasak: 30 menit Porsi: 4-5 orang Bahan-bahan Bahan Utama 1 sisir pisang batu (pisang klutuk) muda, kupas, rebus dengan sedikit garam hingga empuk, lalu cincang halus 250 gr daging (ayam, babi, atau sapi), rebus lalu cincang halus 1/2 butir kelapa setengah tua, kupas kulit arinya, parut, lalu sangrai hingga kecokelatan Bumbu Dasar (Base Genep) 8 siung bawang merah 5 siung bawang putih 3 cm kencur 3 cm lengkuas 2 cm kunyit, bakar sebentar 1 sdt ketumbar, sangrai 1/2 sdt merica hitam 1/2 sdt terasi bakar 3 buah cabai rawit (sesuaikan dengan selera pedas) Bahan Tambahan 5 sdm mi...

avatar
jellygoldfish
Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial