Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan. Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar. Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...
Boboko adalah tempat untuk mencuci atau membersihkan beras, bisa juga disebut sebagai wadah nasi. Boboko terbuat dari bambu yang dibelah belah kemudian dianyam sampai rapat, bentuknya bundar cembung dengan kaki segi empat yang biasa disebut sebagai soko. Sisi permukaan wadah diberi wengku dililitkan dengan bambu tali. Nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan yang luar biasa, buktinya mereka berfikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu dalam kegiatan mereka. Pada zaman itu sudah mulai berkembang pengetahuan tentang anyaman, yaitu sejumlah benda yang berbentuk lembaran baik berupa daun, bambu, kulit kayu atau apapun yang disatukan dan saling menganyam sehingga membentuk aneka benda yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan saat itu. Pada masyarakat Sunda, boboko digunakan juga untuk menyimpan barang makanan yang akan dikirimkan ke tetangga atau saudara. Boboko atau dalam bahasa indonesia adalah bakul nasi memiliki banyak kegunaan, yaitu sebagai pe...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bila saudara mengunjungi Kota Bekasi ataupun tinggal di Bekasi, Stadion Patriot Candrabaga atau yang sering disebut dengan Stadion Bekasi tentu tak asing terdengar oleh saudara semua. Sesuai dengan namanya yang lazim, Stadion Bekasi seringkali digunakan sebagai sarana olahraga, khususnya olahraga sepak bola. Tidak hanya tim-tim Jawa Barat saja yang seringkali menginjakan kaki untuk bertanding di Stadion ini, melainkan juga tim-tim besar dari Jakarta seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, dan sebagainya. Dalam trackrecord yang ada, stadion ini telah menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Jawa Barat IV di tahun 1984, 4 tahun setelah dibangunnya Stadion Bekasi. Renovasi dan segala perbaikan pun kian dilakukan untuk memperluas serta menata ulang segi design yang ada hingga stadion ini menjadi bertaraf Internasional dengan kapasitas 30.000 pengunjung. Dalam peresmian pasca renovasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaiku selaku Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi meresmikan dan mem...
Tradisi Ngabungbang, Tradisi Terang Bulan di 10 Mulud. Oleh: Adis Najmia Di daerah pedesaan Indonesia, tradisi dan kepercayaan setempat kerap kali masih dijumpai, seperti mandi di sungai tertentu agar awet muda, upacara tradisional untuk meminta hasil panen yang melimpah, dan banyak lainnya. Entah kepercayaan tersebut benar atau tidak, tradisi tersebut tetap sering dilakukan oleh masyarakat setempat dan banyak yang percaya. Seperti salah satu tradisi yang paling terkenal di kampung Cigintung, Kabupaten Sumedang, adalah tradisi 'Ngabungbang', yaitu kegiatan mandi bersama-sama--pria dan wanita--yang dilakukan setiap bulan mulud dari tanggal 10 sampai 17. Menurut sang kuncen, Pak Igi, masyarakat melaksanakan ritual ini bertujuan untuk mensucikan diri, melancarkan jodoh, bahkan sampai meminta kemudahan dalam berusaha. Namun sekarang, lokasi mandi pria dan wanita sudah dipisah. Lokasi tempat Ngabungbang ini berada di pemandian Ci...
Gedung Linggarjati Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”. Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...
Zaman kini sudah menjadi zaman yang modern . Makanan yang ada di zaman dahulu kini sudah jarang sekali kita temukan. Kali ini saya akan membahas tentang makanan yang pernah 'ada' di zamannya, yaitu permen gulali gula pasir. Teman teman mungkin tahu tentang permen yang bisa dibentuk menjadi apapun, seperti permen berbentuk pesawat, bunga, dan sebagainya. Tapi jika dilihat sekarang, apakah kalian pernah melihat pedagang yang berjualan permen gulali gula pasir? Sudah jarang bukan? Ya, sulit sekali untuk menemukan pedagang yang berjualan permen ini. Tapi saya menemukannya di daerah Tamansari. Pedagang ini sudah tidak muda lagi, tetapi masih punya berkeinginan untuk menjual permen yang sudah tidak zamannya lagi. Saat saya mengobrol asik bersama sang pedagang ini, beliau pun berkata bahwa pedagang permen gulali ini hanya tersisa 3 orang saja termasuk beliau. Sungguh saya pun tidak bisa berkata apa apa. Yang dahulunya sangat populer sekali pada zaman 2000-an kini pun harus musnah...
Si Kabayan Ngala Roay Si Kabayan adalah salah satu tokoh dalam cerita Sunda yang sangat terkenal. Tokoh Si Kabayan terkenal dengan tingkahnya yang lucu, polos, namun juga cerdas dan punya banyak akal. Si Kabayan awalnya hanya merupakan tokoh dalam cerita-cerita rakyat Sunda yang disampaikan dari mulut ke mulut. Namun, karena banyak orang yang menggemari tokoh Si Kabayan ini, maka beberapa cerita-cerita Si Kabayan ada yang dibuat dalam bentuk film. Di dalam cerita Si Kabayan, ada beberapa tokoh yang sering-sering disebut atau dimunculkan, antara lain Nyi Iteung dan kedua mertua Si Kabayan. Nyi Iteung adalah dambaan hati Si Kabayan yang kemudian menjadi istrinya. Kebanyakan cerita Si Kabayan mengisahkan tentang keseharian Si Kabayan bersama istri dan kedua mertuanya. Beberapa cerita Si Kabayan yang terkenal adalah Si Kabayan Ngala Tutut dan Si Kabayan Ngala Nangka . Cerita Si Kabayan yang dijadikan film salah satunya adalah Si Kabayan Jadi Miliuner . Tapi, artikel in...