budaya
679 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Loro Blonyo
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Loro Blonyo Tari Loro Blonyo adalah sebuah gambaran Dewi Sri dan saudaranya Dewa Sadana. Dewi Sri adalah Dewi pelindung padi dan pemberi berkah serta merupakan lambang kemakmuran. Dewa Sadana adalah Dewa sandang pangan. Karena sarat dengan Dewa dan Dewi, tarian ini sangat kental budaya hindunya. https://www.silontong.com/2018/08/31/tarian-tradisional-daerah-jawa-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Pakaian Sunda Untuk Acara Resmi Jawa Barat
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Pakaian adat Sunda untuk acara resmi Di dalam kekayaan budaya wilayah indonesia khususnya di Jawa Barat, kita sering melihat dalam ucara pemilihan mojang dan jajaka di jawa barat menggenakan pakaian adat tersendiri. Untuk Jajaka mengenakan jas tutup dengan warna hitam, celana panjang kain yang di ikat di pinggang, serta sandal selop. Dan untuk para mojang memakai pakaian dari kebaya yang dihiasi dengan sulam, kain kebat, beuber, kamisol, dan karembong. Juga untuk perlengkapan menghias agar lebih menarik para mojang memakai tususk konde cincin, giwang kalung peniti rantai dan bros. https://www.silontong.com/2018/07/27/pakaian-adat-jawa-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Rumah Rengasdengklok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Di sana Sukarno-Hatta yang kemudian menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia, singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong, salah seorang dari pasukan Pembela Tanah Air (Peta). BBC Indonesia mengunjungi rumah yang menjadi saksi sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di rumah Djiauw Kie Siong yang semula berada di pinggiran Sungai Citarum dipindahkan di lokasi yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat asli di Kampung Bojong, Rengasdengklok, pada 1957. Menurut cucu Kie Siong, Djiauw Kim Moy, bangunan rumah dan bagian ruang tamu masih asli termasuk juga lantai ubin berwarna terakota yang biasa digunakan untuk rumah keturunan Tionghoa. Dua kamar yang sempat digunakan Sukarno dan Hatta juga masih dipertahankan bentuk aslinya. Bahkan ranjang tua dari kayu jati pun masih ada di kamar yang sempat digunakan Bung Hatta untuk beristirahat. "Ini ranjang masih asli, tetapi di kamar Bung Karno bukan, karena yang asli telah dibawa ke museum di Bandung," jelas Kim M...

avatar
Roro
Gambar Entri
Benteng Pasir Ipis
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Foto :  blogranselkeren.wordpress.com   Wargi Bandung yang tertarik dengan wisata sejarah, kali ini tim Infobdg akan ajak Wargi Bandung untuk mengenal salah satu benteng yang terdapat di Bandung. Bandung mempunyai tiga benteng peninggalan Belanda, pertama ada di Maribaya, Benteng Pasir Malang, yang kedua Benteng Gunung Putri dan terakhir ada Benteng Pasir Ipis di Lembang.Beberapa di antara Wargi Bandung mungkin sedikit asing dengan Benteng Pasir Ipis, karena memang benteng yang satu ini belum masuk ke dalam salah satu bangunan cagar budaya. Lokasi menuju Benteng Pasir Ipis ini pun cukup memakan waktu, berlokasi di kampung Pasir Ipis, RT05/RW06, Desa Jayagiri, Lembang, Wargi Bandung perlu berjalan kaki sekitar 45 menit untuk mecapai lokasi dimana Benteng Pasir Ipis berada. Dengan pemadangan dan hawa sejuk yang ditawarkan tentu perjalanan yang lumayan jauh ini tidak begitu menyulitkan, karena Wargi Bandung akan ditemani dengan deretan pepohonan besar dan suara...

avatar
Roro
Gambar Entri
Peupeuh Tuhur
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Ciptagelar merupakan salah satu masyarakat adat yang ada di Jawa Barat khususnya berada di Sukabumi, mereka masih memegang teguh tradisi lokal termasuk pengetahuan mereka tentang masalah kesehatan. Salah satu pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Ciptagelar, dari sekian banyak pengetahuan lainnya, adalah dalam hal cara perawatan kesehatan sebelum dan sesudah melahirkan. Masyarakat Ciptagelar mengenal apa yang disebut Peupeuh Tuhur (selain Peupeuh Baseuh). Ramuan ini digunakan ibu-ibu yang baru melahirkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.   Ramuan-ramuan ini sudah diyakini oleh masyarakat sekitar dapat membantu ibu-ibu yang sudah melahirkan agar cepat kembali bugar. Ramun Peupeuh Tuhur sudah sekian lama menjaga kesehatan ibu-ibu yang sudah melahirkan. Pengetahuan tentang Peupeuh Tuhur tidak didapat melalui sekolah atau pendidikan formal, tetapi mereka dapatkan secara turun-temurun dari orang tuanya. Bahan yang Digunakan Un...

avatar
Aze
Gambar Entri
Peupeuh Baseuh (Peupeuh Basah)
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Ciptagelar merupakan salah satu masyarakat adat yang ada di Jawa Barat khususnya berada di Sukabumi, mereka masih memegang teguh tradisi lokal termasuk pengetahuan mereka tentang masalah kesehatan. Seperti apa yang telah dikemukakan di atas, bahwa ibu yang sudah melahirkan harus menggunakan peupeuh basah terlebih dahulu sebelum menggunakan peupeuh tuhur.Kedua ramuan ini pada dasarnya sama, hanya dalam pengolahannya yang berbeda. Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan Peupeuh Baseuh tidak dijemur terlebih dahulu, akan tetapi setelah  diiris langsung dipopokan. Bahan-bahan Kunyit, Jahe, ,Sereh, Kencur, Kacang Tanah, Garam, Gula, Terasi. Sedangkan alat-alat yang digunakan masih bersifat sederhana, seperti: Pisau, Tampah (Nyiur), Alu, dan Lumpang. Proses pembuatan Seperti dalam pembuatan peupeuh tuhur, proses pembuatan ramuan peupeuh basah dilakukan dengan peralatan tradisional, di antaranya adalah sebagai berikut; –  Bahan-bah...

avatar
Aze
Gambar Entri
Luhur Urat
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Proses pembuatan obat tradisional Lulur Urat, yang biasa dilakukan warga Kampung Naga, Tasikmalaya,  adalah sebagai upaya warga dalam menjaga kesehatan, khususnya untuk untuk menghangatkan badan, menyem­buhkan keseleo atau salah urat. Pembuatan obat tradisional ini biasa dilakukan oleh warga Kampung Naga. Bahan yang digunakan di antaranya: Ketan hitam, laja, Suliga, Bawang merah, Ki urat, Kerastulang, Jahe, Katumpang   Jenis teknologi yang digunakan tergolong manual-tradisional dan energi yang digunakan adalah energi matahari yang dimanfaatkan untuk mengeringkan hasil racikan. Peralatan Pisau, untuk mengiris-iris bahan obat-obatan, Talenan, sebagai alas dalam melakukan pengirisan bahan­bahan obat. Lumpang, kayu sebagai alat untuk alas menumbuk atau meracik bahan-bahan yang sudah siap diolah. Alu, yaitu alat untuk menumbuk bahan obat-obatan yang sudah dimasukkan ke dalam lumpang. Tampah atau plastik, yaitu alat unt...

avatar
Aze
Gambar Entri
Dodol Jahe
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Masyarakat Kasepuhan Ciptarasa, hingga kini, masih hidup dalam tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Komunitas Kasepuhan Ciptarasa menyebut dirinya dengan istilah kesatuan, sedangkan orang luar menyebutnya dengan istilah urang tradisi, urang girang, dan ada juga yang menyebut mereka dengan istilah kasepuhan, karena mereka hidup dalam suatu “ikatan” yang dipimpin oleh seorang sesepuh. Mereka tinggal tersebar di daerah Sukabumi Selatan, Bogor Selatan, dan Lebak/ Banten Selatan. Pusat Kasepuhan atau Kampung Gede terletak di sekitar kompleks Gunung Halimun yaitu di Kampung Ciptarasa, yang secara administratif berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Salah satu karya tradisi warga Ciptagelar adalah Dodol Jane sebagai obat atau ramuan tradisional yang digunakan oleh ibu-ibu yang baru melahirkan. Dodol ini terbuat dari campuran beberapa macam tanaman obat, sereal, buah-buahan, dan lambung landak. Dalam pembuatannya ma...

avatar
Aze
Gambar Entri
Naskah Rontal Jatiniskala
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah dari daun rontal ini berjudul Jatiniskala . Menurut Jakob Sumardjo, naskah ini diduga berasal dari zaman Kerajaan Galuh, Ciamis. Naskah ini ditemukan di Kabuyutan Kawali, Ciamis Utara, yang diberikan oleh Bupati Galuh R.A.A. Kusumadiningrat (1839-1886) kepada Bataviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW), lembaga yang khusus bergerak dalam bidang seni-budaya dan temuan-teman sejarah di Batavia; ada pun menurut Atja, naskah ini diserahkan oleh Raden Saleh. Kini naskah ini menjadi koleksi Perpustakaan Nasional, Jakarta, dengan nama register Kropak 422 . Kondisi Fisik Naskah Kondisi naskah secara keseluruhan masih bagus, hanya ada beberapa lempir yang telah rusak, bolong-bolong akibat gigitan kutu, dan sebagian lagi telah menghitam. Teksnya ditulis memakai pisau pangot, dengan bahasa dan aksara Sunda Kuno. Naskah ini terdiri atas 14 lempir/lembar rontal yang berukuran 31,8 x 4,1 cm. Ada pun luas marjin teksnya 29 x 2,7 cm. Setiap lempir terdiri...

avatar
Aze