Sejarah Perahu Bidar Palembang Kelahiran perahu bidar tidak terlepas dari kondisi dan situasi kota Palembang, yang dikelilingi banyak sungai beserta anaknya. Data terakhir, anak sungai yang dulunya berjumlah 108, kini tinggal 60 anak sungai. Dahulu, untuk menjaga keamanan wilayah,diperlukan sebuah perahu yang larinya cepat. Kesultanan Palembang lalu membentuk patroli sungai dengan menggunakan perahu. Ketika itu perahu berpatroli itu disebut perahu pancalang , berasal dari pancal dan lang/ilang. Pancal berarti lepas, landas dan lang/ilang berarti menghilang. Singkatnya pancalang berarti perahu yang cepat menghilang. Perahu ini dikayuh 8-30 orang, bermuatan sampai 50 orang. Memiliki panjang 10 sampai 20 meter dan lebar 1,5 sampai 3 meter. Karena bermuatan banyak orang, Pancalang juga digunakan sebagai alat angkutan transportasi sungai. Raja-raja dan pangeran kerap pula menggunakan pancalang untuk plesiran. Gambaran bentuk pancalang diungka...
Di Sumatra Selatan, Palembang, terdapat jajanan pasar yang bernama martabak Shanghai (Kue Shanghai). Adonannya mirip bakwan, tetapi adonannya dicetak. Cetakan martabak Shanghai berbahan aluminium. Berbentuk bulat memanjang (oval). Di sekeliling cetakan bergerigi dan cetakan diberi pegangan berupa gagang yang cukup panjang agar tidak panas ketika proses penggorengan. Di Palembang, martabak Shanghai disajikan dengan kuah cuka. Bahan Adonan 250gr tepung terigu protein sedang 1/2 sdt garam 1 sdt soda kue 2 butir telur 500ml air 1/2 sdt lada 1 sdm margarin leleh Daun seledri secukupnya Bahan Isi 5 siung bawang merah (cincang halus) 5 siung bawang putih (cincang halus) 1 sdm udang kering dihaluskan 100gr wortel (rebus lalu potong kotak kecil) 1/2 sdt merica 1 sdt garam 1 sdt gula pasir 3 batang daun bawang iris halus 50ml aur 2 sdm minyak untuk menumis 500ml...
Tari Sada Sabai merupakan tari Tradisional adat komering di Oku Timur. Tari sabai digunakan dalam upacara pernikahan adat komering. Tari ini digunakan untuk menyambut kedatangan besan dari kedua mempelai. Ritual tari sada sabai dilakukan oleh kedua besan mempelai yang saling berhadap hadapan. ritual ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang di adat komering berikut adalah susunan upacara: Mata ranta dari pemberia Gelar / Adok adalah : dilaksanakan “ TARI SABAI “ diiringi tetabuhan kulintang (gamelan).- - Mempelai Laki-laki NGIPAS dari belakang ke dua Orang Tua mempelai Wanita.- - Mempelai Wanita NGIPAS dari belakang ke dua Orang Tua mempelai Laki-laki.- Sebelum TARI SABAI dimulai, terlebih dahulu diadakan : “ PISAAN PENGANTAR “ 1. SEKAM PUHUN SE BUAI, SIKAMPUN PARAMISI, ACAR...
Sambal jokjok adalah jenis sambal tradisional khas daerah Komering, Sumatera Selatan. Sambal ini bisa dibuat tanpa diulek menggunakan cobek dan tidak perlu digoreng. Cara membuat sambal ini sangat sederhana dibandingkan dengan membuat sambal pada umumnya. Bahan yang diperlukan yaitu cabai rawit merah, terasi, garam, gula pasir, dan cungkediro (tomat kecil). Cabai rawit merahnya diiris kecil-kecil. Biasanya sambal jokjok disantap bersama lalap/ sayur dan ikan goreng (ikan gabus, tebakang, seluang) serta bisa juga dipadukan dengan pindang khas Palembang. Cara membuat: 1.Sediakan mangkuk dan sendok makan stainless; 2. Penyek-penyekkan cabai rawit merah yang sudah diiris di dalam mangkuk, menggunakan sendok; 3.Tambahkan terasi, cungkediro,garam, dan gula pasir kemudian lumatkan bersama cabai yang tadi sudah dipenyekkan, lalu aduk rata. #OSKMITB2018
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia. Menurut sensus BPS pada tahun 2010, suku bangsa di Indonesia mencapai 1.340 suku. Setiap suku memiliki adat istiadat yang beraneka ragam sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masing-masing. Begitu pula dengan adat pernikahan. Banyak ritual dan prosesi yang dilakukan mempelai baik sebelum acara pernikahan, saat hari acara, maupun setelah acara pernikahan. Ritual sebelum acara pernikahan di Desa Gunung Batu dapat dikategorikan cukup unik. Bertempat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Ritual ini disebut sebagai "pumpungan". Pumpungan merupakan suatu acara yang dilaksanakan oleh pihak mempelai laki-laki dengan mengumpulan keluarga, kerabat, dan tetangga sekitar untuk melakukan urun rembuk (memberi masukan) untuk meminta bantuan perihal persiapan acara pernikahan. Pumpungan tidak hanya sebagai wadah untuk menyumbangkan pikira...
Bekasam kepayang adalah makanan khas Sumatera Selatan berupa buah kepayang yang difermentasikan dengan bantuan bakteri. Makanan ini berwarna kehitaman dan memiliki tekstur yang lembek. Warna hitam tersebut berasal dari buah kepayang yang menjadi bahan dasarnya. Bekasam kepayang memiliki rasa yang asin dan gurih, biasanya dijadikan sebagai lauk dan dimakan dengan nasi. Cara membuat bekasam kepayang : 1. Memilih dan Menyiapkan buah kepayang yang sebaiknya dipilih adalah yang sudah tua. Bagian dari buah kepayang yang dipakai adalah dagingnya, sehingga buah harus dipecah terlebih dahulu. Lalu rendam daging buah kepayang selama 1 hari untuk menghilangkan zat pemabuk yang terkandung di dalamnya. 2. Fermentasi daging buah kepayang yang sudah direndam kemudian ditiriskan dan dimasukkan ke wadah yang tertutup dan tidak bocor. Masukkan juga garam dan nasi ke dalam wadah. Fermentasi bekasam kepayang membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 bulan. 3. Memasak set...
Secara umum tata cara pernikahan di kabupaten Musi banyuasin hampir sama dengan tata cara pernikahan melayu, karena secara turun temurun merupakan peninggalan dari kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Selatan, dari pakaian, bentuk singgah sana maupun tata cara perkawinan. Adapun tata cara perkawinan masyarakat di Bumi Serasan Sekate ini dibagi menjadi enam bagian yaitu : Madik Dalam tradisi madik keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk berkenalan sekaligus melakukan observasi terhadap keadaan calon mempelai wanita dan keluarganya. Penting juga untuk diketahui asal usul serta silsilah keluarga masing-masing dan apakah wanita yang dituju itu belum ada orang lain yang meminangnya. Beberapa “tenong” atau “songket” yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa “tenong” berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bah...
Tari Setabik dapat digolongkan kepada tari tradisional, apabila dilihat dari segi karakter (sifat), segi penyajian, tata rias, tata busana dan musik pengiring . Tari Setabik merupakan rangkaian upacara penerimaan tamu agung di Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik telah ada di Kabupaten Musi Banyuasin cukup lama, yaitu sejak zaman penjajahan Belanda. Ini dapat dilihat dari nama tari tersebut yaitu Setabik. Setabik berasal dari dari kata tabik (tabe, artinya menghormat, atau penghormatan). Kemudian nama tersebut beradaptasi dengan daerah setempat menjadi setabik. Dari asal kata itulah kemudian terbentuk sebuah tarian daerah yang bersifat penghormatan kepada tamu¬tamu (Pemerintah dan pemuka adat) yang datang ke Musi Banyuasin (MUBA). Salah satu ciri tari Setabik tersebut ada gerakan menghormat (tabik). Dari sisi penyajian, umumnya tari-tari penyambutan yang tersebar di Sumatera Selatan semuanya sama, yaitu dilakukan pada waktu menghormati kedatangan tamu. Penari terdiri d...
Siapa yang tidak kenal dengan Palembang? Selain dikenal karena makanan khasnya, kota ini juga dikenal karena menjadi salah satu kota yang telah sukses menjadi tuan rumah beberapa event olahraga tingkat nasional & multinasional di Indonesia. Kini Palembang sedang bersiap & mempercantik diri untuk menghelat event olahraga terbesar di asia, yaitu Asian Games 2018. Namun, dibalik kemasyuran nama Palembang saat ini, masih banyak orang yang belum mengetahui asal usul nama kota tertua di Indonesia ini. Berdasarkan beberapa sumber, terdapat dua istilah yang disebut menjadi asal-usul serapan nama Palembang. Dua istilah tersebut adalah “Pa-Lembang” dan “Po-Lin-Fong”. Istilah “Pa-Lembang” berasal dari orang-orang melayu untuk menyebut nama Palembang pada zaman dahulu. Palembang mendapatkan sebutan ini karena beberapa daerahnya pada zaman dahulu masih berupa rawa. Dalam bahasa melayu kuno, “Pa” memiliki arti tempat sedangkan &ldquo...