· SEJARAH RANCAK SECARA UMUM Rancak merupakan suatu nyanyian berupa pantun dan syair yang sudah ada sejak abad ke 19 dan perancak itu sendiri terdiri dari dua orang . Pada masa itu Rancak adalah suatu bentuk perlawanan di tanah Betawi pada musim paceklik. Dalam tuturan lisan yang terdapat di syair atau pantun masyarakat Betawi mengelabuhi penjajah melalui cara yang cemerlang. Pada masa ini Rancak diturunkan dari generasi ke generasi, Rancak kadang digunakan untuk ngamen oleh masyarakat Betawi dan disampaikan secara spontanitas. · MAKSUD DAN TUJUAN RANCAK 1. Merlestarikan Budaya Betawi. 2. Mengenalkan Si Pitung sebagai pahlawan Betawi. 3. Mengenalkan cerita Si Pitung pada generasi muda. ·...
Gurindam Dua Belas ( Jawi : Ú¬ÙØ±ÙÙØ¯Ø§Ù... Ø¯ÙØ§ Ø¨ÙØ³ ) merupakan puisi, hasil karya R aja Ali Haji seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari P ulau Penyengat , Provinsi K epulauan Riau . Gurindam ini ditulis dan diselesaikan di Pulau Penyengat pada tanggal 23 Rajab 1264 Hijriyah atau 1847 Masehi pada saat usianya 38 tahun. Karya ini terdiri dari 12 Fasal dan dikategorikan sebagai Syi'r al-Irsyadi atau puisi didaktik , karena berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup yang diridhai oleh Allah SWT. Selain itu terdapat pula pelajaran dasar Ilmu Tasawuf tentang mengenal " yang empat " : yaitu syariat, tarketat , hakikat dan makrifat . Diterbitkan pada tahun 1854 dalam&nbs...
Satu bentuk budaya yang menonjol di Kabupaten Barito Selatan adalah Seni Tari. Dan tari yang paling populer adalah Tari Wadian. Tarian ini hanya ada di DAS Barito, dengan ciri khas pemakaian gelang besar pada tangan para penarinya. Dengan demikian selama tarian dilakukan, gelang-gelang itu senantiasa beradu mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat meriah. Wadian Bawo 2. APA ITU WADIAN? Wadian secara ringkas berarti basir, pemimpin ritual keagamaan, dukun dan tabib. Wadian juga berarti proses pekerjaan ritual Wadian. Dan wadian juga berarti tarian magis untuk tujuan pengobatan atau kematian. Dalam masyarakat Dayak DAS Barito, terutama pada Suku Dayak Ma’anyan, Dusun dan Lawangan, wadian terdiri dari beberapa jenis: 1. Wadian Amunrahu, yaitu pekerjaan wadian yang khusus dilakukan untuk tujuan pengobatan orang sakit. 2. Wadian Dadas, yaitu pekerjaan wadian yang khusus dilakukan untuk pengobatan orang sakit....
Nyobeng merupakan acara memandikan atau membersihkan tengkoran manusia hasil ngayau. Upacara Nyobeng ini dilaksanakan setiap tanggal 15 Juni, yakni setelah musim panen padi dan untuk menghadapi musim pemggarapan ladang berikutnya. Puncak ritual ini dilaksanakan di Rumah Balug (Rumah Adat) yang berada di tengah kampung, di rumah inilah tersimpan benda pusakan seperti gong, simlog atau sibakng (menyerupai bedug), tengkorak hasil ngayau para leluhur, kalung dari taring babi dan sebagainya. Sebelum acara dimulai, di batas kampung diadakan upacara "Naburi" (Upacara "Pepasan"), yakni para tamu dipercikkan air menggunakan daun anjuang yang telah diberi mantera sebagai penolak bala, kemudian tamu menginjak buah kundur yang diletakkan dalam suatu wadah. Menjelang acara ritual, setiap rumah membuat sesajen dan dioleskan darah sayap ayam, darah sayap ayam ini sebagian dipercikkan ke berbagai tempat yang dianggap sakral, sekitar rumah adat dan perkampungan. Menjelang sore hari ketua adat me...
Alkisah, di daerah Mimika, Papua, terdapat sebuah kampung yang dihuni oleh sekelompok suku Mimika. Mata pencaharian penduduk tersebut adalah memangkur sagu yang telah diwarisi secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Setiap hari, baik kaum laki-laki maupun perempuan, memangkur sagu di sepanjang aliran sungai di daerah itu. Suatu hari, beberapa orang dari penduduk kampung tersebut hendak mencari sagu dengan menggunakan perahu. Selain membawa alat berupa kapak dan pangkur,[1] mereka juga membawa bekal berupa makanan dan minuman karena kegiatan memangkur sagu tersebut memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga hari. Setelah beberapa lama melayari sungai, tibalah mereka di suatu tempat yang banyak ditumbuhi pohon sagu. Dengan penuh semangat, kaum laki-laki mulai menebang pohon sagu yang sudah bisa diambil sari patinya. Setelah rebah, pohon sagu itu mereka kuliti untuk mendapatkan hati sagu yang berada di dalamnya. Kemudian hati dari pohon itu mereka tum...
Cipt.: Koko Koswara Teu honcewang sumoreang Tekadna pahlawan bangsa Cadu mundur pantrang mulang Mun maksud tacan laksana Berjuang keur lemah cai Lali rabi tur tegang pati Taya basa menta pamulang tarima Ikhlas rido keur korban merdeka Sinatria danalaga Bela bangsa jeung nagara Dibarengan tekad suci Berjuang keur lemah cai Teu ngingetkeun ka dirina Asal nagri bangsa waluya Kadar jembar raharja mukti wibawa Gembleng tujuan Pahlawan Bangsa ***
Konon, pada zaman dahulu di negeri Semeulue, tersebutlah seorang raja yang kaya-raya. Raja itu sangat disenangi oleh rakyatnya, karena kedermawanannya. Namun, ia tidak memiliki anak setelah sepuluh tahun menikah dengan permaisurinya. Oleh karena sudah tidak tahan lagi ingin punya keturunan, Raja itu pun pergi bersama permaisurinya ke hulu sungai yang airnya sangat dingin untuk berlimau dan bernazar, agar dikaruniai seorang anak yang kelak akan mewarisi tahta kerajaan. Tempat yang akan dituju itu berada sangat jauh dari keramaian. Untuk menuju ke sana, mereka harus menyusuri hutan belantara, menyeberangi sungai-sungai, serta mendaki dan menuruni gunung. Mereka pun berangkat dengan membawa bekal secukupnya. Setiba kedua suami-istri di sana, mereka mulai melaksanakan maksud dari kedatangan mereka. Setelah sehari-semalam berlimau dan bernazar, mereka pun kembali ke istana. Setelah menunggu berhari-hari dan berminggu-minggu, akhirnya doa mereka terkabul. Permaisuri diketahui tela...
Monumen Mandala adalah monumen yang berdiri kokoh di pusat kota Makassar. Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 11 Januari 1994 oleh Soesilo Sudarman yang menjabat sebagai Menko Polkam saat itu. Sementara peresmiannya dilakukan langsung oleh Presiden Republik indonesia era Orde Baru, Soeharto pada tanggal 19 Desember 1995. Monumen yang dibangun di atas lahan seluar satu hektar ini juga dikenal sebagai monumen pembebasan Irian Barat. Meskipun kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan sudah diproklamasikan sejak tahun 1945, Irian Barat masih dikuasai oleh Belanda. Irian Barat baru bergabung kembali dalam NKRI setelah hampir 20 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1962 Irian Barat atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Papua berhasil direbut dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Oleh karena itu, alasan mengapa monumen ini dibuat setinggi 62 meter adalah sebagai simbol bahwa Irian barat kembali menjadi bagian dari Indonesia di tahun 1962. Kota Makassar dipilih s...
Tahu Sumedang , penganan yang satu ini adalah kuliner yang paling dikenal dari kabupaten Sumedang selain ubi Cilembu, dan meski tidak sampai diekspor seperti ubi Cilembu, tahu sumedang sudah mulai menyebar dan bisa dinikmati di berbagai penjuru tanah air walau masih dalam lingkup yang terbatas. Walau sudah banyak perajin tahu Sumedang yang membuat dan menjual tahu sumedang diluar daerah Sumedang, banyak yang percaya bahwa tahu sumedang yang dibuat diluar daerah Sumedang rasanya akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahu sumedang yang dibuat di Sumedang, dengan kata lain tahu sumedang kualitas baik dengan rasa khasnya hanya bisa didapat jika tahu tersebut dibuat di kabupaten Sumedang, kenapa demikian ?? konon katanya, selain keahlian perajin tahunya, hal yang membuat tahu sumedang mempunyai rasa yang khas adalah air yang dipakai dalam mengolahnya lah yang mempunyai peran penting , air tersebut adalah air yang bersumber dari gunung tampomas, gunung tampomas send...