Angeun Lada adalah makanan olahan jerohan sapi yang sangat terkenal di daerah Banten khususnya daerah serang selatan sekitar Pandeglang dan lebak. Di daerah tersebut Angeun Lada merupakan menu wajib untuk sajian keluarga terutama pada saat perayaan hari besar seperti lebaran maupun saat acara-acara penting keluarga. Sesuatu yang membuat hidangan masakan ini menjadi khas adalah campuran daun walang yang membuat masakan menjadi beraroma kuat dan khas. Daun ini disebut daun walang karena aromanya sangat kuat seperti bau dari serangga seperti walang sangi. RESEP ANGEUN LADA KHAS BANTEN Bahan Angeun Lada Khas Banten : • 250 gram daging sapi bagian sengkel, rebus, potong dadu • 100 gram kacang merah kering, rebus • 100 gram kacang panjang, potong 3 cm • 100 gram rebung, rebus • 5 lembar daun kecombrang atau daun walang memarkan (kecombrang/bunga honje sebagai bumbu penyedap) • 4 mata air asam, seduh air panas, saring...
Nasi yang merupakan makanan pokok khas Indonesia ini memiliki berbagai macam olahan, salah satunya ada di Kota Serang, Banten. Di Serang, terdapat makanan yang berbahan utama nasi yang terkenal nikmat dan enak yaitu nasi bakar sumsum . Awal mula nasi bakar sumsum menjadi makanan khas di Serang terjadi pada tahun 1941. Saat itu tukang potong hewan yang bekerja di daerah Serang, melihat sisa-sisa tulang yang mubazir untuk dibiarkan. Tulang itu pun dibawa pulang. Ternyata tulang yang dibawanya menarik seorang pembeli untuk menggunakan tulang tersebut. Tulang itu pun dipecah-pecah untuk memudahkan penjualan. Pada bagian dalam tulang terdapat sumsum yang tidak terpakai sehingga dibuang oleh si tukang potong. hal ini kemudian dimanfaatkan sang istri. Ia mempunyai ide untuk menggunakan sumsum tersebut untuk dicampur ke dalam nasi lalu dibakar. Seperti namanya, Nasi Bakar Sumsum adalah kuliner dengan nasi sebagai bahan utamanya, ditumis dengan bumbu-bumbu d...
Kue cucur merupakan makanan khas yang berasal dari daerah Sareweh yang terletak di kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Orang Sareweh biasa menyebut makanan ini dengan Cuhcur. Namun di Serang, Banten makanan ini disebut dengan Kue Cucur. Kue ini berbahan dasar tepung beras dan gula merah yang biasa disajikan untuk acara keluarga, pernikahan, bahkan menjadi makanan camilan sehari-hari. Kue cucur sekilas memang terlihat seperti kue serabi. Meskipun sama-sama disajikan dengan menggunakan alas daun pisang dan memiliki bentuk yang bulat, namun kue cucur terlihat sedikit berbeda. Kue cucur dalam pembuatannya yang cukup memakan waktu lama ini memiliki warna yang kecoklatan dengan tekstur adonan yang lebih berserat dan lebih tebal. Warna coklat yang ada pada kue cucur berasal dari gula merah yang membuat rasanya menjadi legit. Bahan-bahan : 100 gram tepung beras 100 gram tepung terigu 100 gram gula jawa 50 gram gula pasir 100 ml air...
Seperti kebanyakan daerah di Indonesia, Banten memiliki beragam makanan khas. Salah satuya adalah Jojorong . Kudapan yang kerap tersaji pada hari besar keagamaan ini berasa manis dan gurih. Terkemas dalam balutan daun pisang, jojorong bertekstur lembut. Si mungil Jojorong ini sangat lembut dan gurih dan sangat mudah ditemukan di Rangkasbitung, Banten . Jojorong juga sering dijumpai di pasar tradisional. Kue tradisional ini terbuat dari bahan baku tepung beras, tepung tapioka, dan gula merah. Kue diolah dengan cara mencampurkan semua bahan dan menuangkan pada cetakan kecil. Setelah adonan dituang kemudian diberi gula merah di atasnya. Kemudian kue tersebut dibungkus dengan daun pisang dan di kukus selama beberapa menit. Jika Anda menyendoknya, maka lelehan gula aren cair akan menggoda Anda dan membuat ketagihan siapapun yang mencicipinya. Rasanya unik dan khas beda dari kue-kue pada umumnya. Selain menjadi penganan utama saat ha...
Misteri dan Karomah Batu Qur’an Pandeglang http://kumpulanbaru.blogspot.co.id/2015/12/misteri-dan-karomah-batu-quran.html Dalam catatan sejarah, awal mula munculnya pemandian Batu Quran yang terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang berkaitan erat dengan Syekh Maulana Mansyur, ulama Banten yang terkenal di abad ke 15. Konon lokasi di mana Batu Quran ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki Syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi berhaji ke tanah suci, Mekkah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Mekkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Mekkah, dia muncul bersama dengan air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Banyak orang menyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam zam. Syekh Maulana Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan salat dua rakaat di dekat keluarnya air tersebut. Selesai salat Syekh Maulana Mansyur kemudian...
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL PANGSI BANTEN Untuk masyarakat Baduy masih mengenakan pakaian adat tradisionalnya dalam kehidupan sehari-hari. Baduy Dalam sering mengenakan pakaian adat berwarna putih yang melambangkan kesucian. Sementara Baduy Luar mengenakan pakaian adat berwarna hitam.
Sate bandeng merupakan makanan khas banten. Sate Bandeng terbuat dari olahan Ikan Bandeng atau yang bernama latin chanos chanos. Ikan ini memiliki duri yang sangat banyak yang menempel pada bagian dalam dagingnya sehingga pembuatan sate bandeng ini harus membuang duri-durinya agar bisa dikonsumsi. Ikan bandeng ini memiliki kandungan omega-3 sebesar 14,2% dan memiliki kandungan protein tinggi sebesar 20,38% sehingga ikan bandeng digolongkan dalam daftar makanan bergizi. Konon ceritanya pada abad ke 16, juru masak Kerajaan Banten kebingungan saat ingin menyuguhkan hidangan Ikan Bandeng sehingga dirinya memutar otak untuk meminimalisir duri yang tertanam pada daging Ikan Bandeng. Akhirnya juru masak pun menemukan caranya dengan memukul Ikan Bandeng hingga dagingnya hancur dan terpisah dari kulitnya, kemudian daging yang telah hancur itu dikeluarkan dengan mencabut tulang dari bagian bawah kepala sehingga duri-duri halus yang berada pada ikan bandeng terbuang. Daging ikan...
Alkisah hiduplah seorang pengembara bernama Raden Budog. Ia dipercaya berasal dari Laut Selatan. Suatu ketika Raden Budog bermimpi bertemu dengan seorang gadis. Sangat cantik wajah gadis itu. Raden Budog sangat terpesona dan langsung jatuh hati. Ia lalu memutuskan untuk kembali mengembara untuk mencari keberadaan si gadis berwajah sangat jelita itu. Dengan menunggangi kuda kesayangannya, Raden Budog menuju arah utara. Anjing miliknya turut pula menemani kepergiannya. Mereka terus menuju arah utara hingga tiba di Gunung Walang. Di tempat itu pelana Raden Budog robek hingga ia tidak lagi menunggung kuda. Raden Budog menuntun kudanya dan anjingnya tetap setia menemani pengembaraan Raden Budog. Mereka akhirnya tiba di pantai Cawar. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, Raden Budog berniat mandi di pantai yang indah itu. Setelah puas mandi dan membersihkan dirinya, Raden Budog berniat melanjutkan perjalanannya kembali. Diajaknya kuda dan anjingnya itu untuk ke...
Sultan Hasanudin Banten atau yang bernama lengkap Sultan Maulana Hasanuddin memiliki peran penting menyebarkan agama Islam di Banten. Ia pendiri kesultanan Banten, sekaligus menjadi penguasa pertama kerajaan islam di Banten . Sultan Hasanudin adalah putra kedua dari Nyi Kawunganten, putri dari Prabu Surasowan yang saat itu menjabat sebagai bupati Banten dan Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan sebutan sunan gunung jati, salah satu dari walisongo. Sejak kecil Sultan Hasanudin telah diberi gelar Pangeran Sabakingking atau Seda Kikin oleh kakeknya, Prabu Surasowan. Begitu sang prabu wafat, kedudukannya diwariskan pada putranya yang bernama Arya Surajaya atau Prabu Pucuk Umun yang kemudian memerintah di wilayah Banten Girang, di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran. Pada masa itu agama yang diakui secara resmi masihlah hindu. Sementara itu, Sunan Gunung Jati kembali ke Cirebon untuk menduduki posisi bupati Cirebon menggantikan pangeran Cakra...