Gondang Buhun adalah kesenian khas Kampung Kuta yang tidak terdapat di daerah lain. Dalam kesenian gondang , alat yang digunakan adalah alu biasanya tingginya mencapai 2 meter, dan lisung yang panjangnya 2,5 meter. Biasanya lisung diisi dua ikat padi atau masyarakat Kamp Kuta menyebutnya dua geugeus pare. Tapi dalam kesenian gondang yang ditampilkan dalam Upacara Adat Nyuguh kali ini tidak menggunakan padi. Kesenian kondang selalu diadakan setiap kali ada hajatan baik itu pernikahan maupun khitanan. Kesenian kondang diadakan di pagi buta. Ibu-ibu yang ada di kampung kuta menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan halu. Suara dihasilkan dari halu yang dipukulkan ke lesung sambil menumbuk padi hingga menjadi beras. Itulah budaya dan kesenian jawa barat yang hampir punah, agar budaya dan kesenian tersebut tidak punah maka kita sebagai anak bangsa Indonesia dan penerus bangsa Indonesia harus melestarikan setiap budaya dan kesenian Indonesia. Banyak cara untuk melestarikan Bud...
" Jampe jampe harupat, geura gede geura lumpat. Sing jauh tina maksiat, ngarah salamet dunya akherat. " Itu merupakan mantra atau dalam bahasa sunda dikenal sebagai jampe jampe yang biasa diucapkan orang tua kepada anak cucunya yang masih berumur balita. Arti jampe jampe tersebut adalah "Jampe jampe harupat, cepatlah dewasa cepatlah berlari. Jauhkan dari maksiat, agar selamat dunia akhirat.". Para orang tua percaya jika anaknya secara rutin di beri mantra jampe harupat sebelum tidur maka itu akan menjadi sugesti yang baik bagi anaknya saat menuju pertumbuhan. Orang tua yang mengusap kepala anaknya sembari mengucapkan jampe ini sampai tertidur lelap. Jampe ini secara tidak langsung menjadi doa bagi sang orang tua untuk anaknya agar menjadi manusia yang baik di kemudian hari. Jampe jampe ini dikenal luas di masyarakat sunda terutama desa desa terpencil di Ciamis. Bahkan seorang seniman sunda yaitu Doel Sumbang membuat lagu berdasarkan jampe jampe ini dan melengkapi lirikny...
Tari Cangkurileung berasal dari Jawa Barat. Tarian ini menggambarkan sosok burung Cangkurileung (Kutilang) yang indah. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh anak-anak. Burung Cangkurileung atau Kutilang adalah burung yang berukuran sedang dan memiliki ekor yang indah. Burung ini memiliki punggung dan ekor berwarna coklat kelabu. Tenggorokan, leher, dada, dan perutnya berwarna putih keabu-abuan. Dahi, topi, dan jambulnya berwarna hitam. Burung Kutilang juga memiliki suara yang khas. Biasanya burung ini mengeluarkan suara "cuk...cuk...cuk" atau "tuit...tuit". Burung ini senang berkelompok dan tidak suka terbang sendiri. Tari Cangkurileung diperkenalkan oleh Irawati Durban. Tari Cangkurileung ini diiringi oleh lagu Cangkurileung yang sangat merdu dan indah karya Koko Koswara. Lagu yang tidak dikenali banyak orang namun pada saat mendengarnya lag tersebut dapat membuat yang menontonnya iku menyanyikannya dalam hati. Pada umumnya, Tari Cangkurileung memilii tempo da irama 1 x...
Tari Dogdog Lojor berasal Sukabumi lebih tepatnya di Cisolok. Kesenian Dogdog Lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar disekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan Dogdog Lojor, yaitu nama salah satu waditra di dalamnya, tetapi disana juga digunakan Angklung karena ada kaitannya dengan ritual padi. Setahun sekali setelah panen, seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat merupakan tempat kediaman kokolot (sesepuh) dan tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai dengan petunjuk gaib. Instrumen yang digunakan dalam Dogdog Lojor ini adalah dua buah Dogdog Lojor dan empat buah Angklung. Keempat buah Angklung tersebut memilki nama, yang terbesar dinamakan Gonggong, kemudian Panembal, Kingking dan Inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang pemain sehingga semuanya berjumlah enam orang. ...
Indonesia dikenal sebagai negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia, menurut sensus BPS tahun 2010 total ada 1.340 suku di Indonesia. Dari banyaknya dan beragamnya suku bangsa di Indonesia, tentu saja masing-masing dari mereka memiliki simbol atau ciri khas yang sangat melekat. Salah satu bentuk simbol atau lambang dari suatu budaya seringkali dituangkan dalam bentuk gaya arsitektur bangunan. Dalam artikel ini akan dibahas tentang Gaya Arsitektur Sunda yang memiliki ciri khas dan filosofi yang sangat 'Go Green'. Sejak zaman dulu, Orang Sunda dikenal sebagai suku yang berorientasi terhadap alam, segala sesuatu yang diambil, diolah, digunakan semuanya dari alam, dan harus dikembalikan ke alam. Filosofi ini tercermin dari Bentuk/Gaya Arsitektur Sunda yang seluruh bagian bangunannya berasal dari alam. Rumah Adat Sunda umumnya berbentuk rumah panggung dengan umpak(alas) batu, tiang-tiang kayu, dinding bilik bambu, lantai papan, dan atap yang terbagi dua yaitu : suhunan pa...
Serabi, yang biasa disebut juga surabi atau srabi, adalah kudapan khas Indonesia yang terbuat dari bahan dasar berupa adonan tepung beras, santan, dan ragi. Serabi biasanya berbentuk bundar, memiliki pori-pori di permukaan atasnya, dan dimakan dengan kuah gula jawa dan santan. Hingga saat ini, serabi di Indonesia bermacam-macam jenisnya. Salah satu jenis serabi yang populer saat ini adalah serabi oncom. Serabi oncom, sesuai namanya, merupakan jenis serabi yang di bagian atasnya ditaburi oncom. Oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari hasil fermentasi kacang-kacangan dengan kapang. Serabi oncom sudah populer sejak tahun 1900-an. Serabi oncom lebih populer di kalangan remaja dan dewasa, berbeda dengan serabi manis yang lebih disukai anak-anak. Dahulu, serabi oncom biasa dibuat menggunakan tungku dari tanah liat di atas arang. Cara pembuatan tersebut menyebabkan bagian bawah serabi terasa lebih renyah dan wangi, sementara bagian atas dan dalamnya terasa l...
"Tawurjiii... Tawurji... Tawur! Tawur tuan kaji,Smoga dawa Umur.Tawur!".Kalimat yang juga bait lagu itu pun terus dinyanyikan pada setiap bulan Safar.Mereka terus menyanyikan lagu itu berulang kali,hingga Sultan beserta keluarganya keluar rumah,dengan membawa ribuan uang koin .Sesaat suasana sunyi dan senyap saat mereka berdoa bersama,namun sekejap kemudian,suasana langsung riuh dan ricuh.Itulah yang tergambar dari tradisi Tawurji yang berlangsung di Keraton Kanoman Cirebon,Jawa Barat.Ratusan warga berharap keluarga keraton membawa ribuan uang koin yang akan disedekahkan kepada mereka,dengan cara ditawur atau ditabur. Tidak hanya pada keluarga keraton saja namun tradisi ini pun diselenggarakan di lingkungan umum seperti anak-anak usia sekolah (SD,SMP) biasanya anak laki-laki berselendang sarung dan berpeci berkeliling mendatangi orang-orang di keramaian,ke toko-toko atau mendatangi ke perumahan-perumahan untuk "meminta sedekah" sambil bersenandung "wur..tawurji.." yang dilantunkan ber...
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan Herskovits memandang bahwa kebudayaan merupakan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut sebagai superorganik. Dari kedua pernyataan 2 ahli diatas dapat disimpulkan bahwa adalah sesuatu hal yang dilakukan atau dipikirkan oleh sekelompok masyarakat yang memiliki sebuah persamaan dan dilakukan secara turun temurun. Di Indonesia terdapat sangat banyak budaya karena keanekaragaman suku ytang ada di Indonesia. Masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Suku bangsa ada yang asli dari Indonesia ada juga yang memiliki campuran dari luar. Menurut sensus BPS tahun 2010 Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku bangsa. Suku Jawa...
Dibalik kemegahan situs pemakaman Plangon peninggalan abad ke 15, tersimpan kisah haru yang mendalam, sebab di situs itulah Jasad seorang jaksa jujur lagi baik budinya yang ditakdirkan wafat terbunuh dalam melaksanakan tugas yang bernama Pangeran Kejaksan. Pangeran Kejaksan merupakan anak ke sembilan dari Pangeran Cakrabuana. Selama hidupnya Pangeran Kejaksan dikisahkan sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam bidang hukum di Kesultanan Cirebon. Di tangan beliaulah hukum diputuskan. Beliau juga dikenal sebagai seorang yang cekatan dalam menindak lanjuti laporan soal pelanggaran hukum, khusunya laporan menganai adanya perbuatan kriminal dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hukum dan ketertiban kerajaan. Pada abad XIV Pangeran Kejaksan dan kakaknya, Pangeran Panjunan, datang ke Giri Toba beserta pasukannya yang berjumalah sekitar enam puluh orang . Sebelum memasuki Giri Toba, Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan terlebih dahulu memantau daerah disekitarnya dan memerintahkan...