Bandung adalah kota metropolitan yang secara geografis bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. Bandung memiliki banyak nama. Satu di antaranya yang legendaris adalah Kota Kembang. Padu padan 'Bandung Kota Kembang' bermakna Bandung Kota Bunga. Dalam gambaran kata per kata, Kota Bandung pada saat itu memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan hiasan bunga yang tumbuh subur. Seperti itulah pengertian sebagian besar masyarakat akan makna sebutan 'Bandung Kota Kembang'. Dalam sudut pandang sejarawan, sebutan 'kota kembang' mengarah pada kekaguman para bangsawan Belanda terhadap gadis – gadis Kota Bandung zaman dahulu kala, yang kecantikannya mereka analogikan sebagai keindahan kembang atau bunga. Bandung juga terkenal dengan kota yang memiliki banyak ciri khasnya tersendiri. Terutama dalam bidang kesenian. Banyak seniman – seniman yang lahir di Kota Bandung. Salah satunya adalah Bapak Gugum Gumbira. Beliau merupakan seorang pegiat seni yang menaruh perhatiannya pada seni tari trad...
"Olahan Kedelai Khas Cianjur" Cianjur memiliki banyak sajian kuliner khas yang bisa dijadikan untuk oleh-oleh. Diantaranya, yaitu ada mochi, manisan, tauco, dan lain sebagainya. Namun oleh-oleh yang paling banyak diburu dan diminati oleh masyarakat luar yaitu adalah tauco. Tauco merupakan bumbu makanan yang terbuat dari biji kacang kedelai yang telah direbus lalu dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu yang kemudian didiamkan hingga tumbuhnya jamur atau fermentasi. Fermentasi tauco itu sendiri ada dengan direndam menggunakan air garam, yang kemudian dijemur di teriknya matahari selama beberapa minggu sampai tercium aroma tauco yang khas dan warna nya berubah menjadi coklat kemerahan. Tauco ini kaya akan protein dan biasa kacang kedelai itu bisa dijadikan sebagai bumbu masak maupun penyedap makanan. Sejarah tauco di cianjur ini ada sejak tahun 1880-an. Pencetus yang pertama kali mendirikan tauco di cianjur yaitu Tan Ken Yan. Namun, jika sebagian dari kita apalagi generasi...
Gedung Sate atau dalam bahasa sundanya Gedong Sate adalah sebutan dari masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Bandung untuk kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat. Letaknya berada di Kota Bandung tepatnya di Jalan Diponegoro No. 22. Gedung sate mulai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Pada zaman pemerintahan kolonial dulu, bangunan ini disebut dengan Gouvernments Bedrijven. Bangunan ini diarsiteki oleh Ir. J. Gerber yang merupakan seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland serta Ir. G. Hendriks dan Ir. Eh De Roo yang menjadi sebuah tim ahli dari Belanda. Ide untuk membangun gedung Sate awalnya dari penilaian kolonial Belanda bahwa Batavia sudah tidak pantas menjadi Ibu Kota karena berbagai perkembangan yang terjadi pada saat itu. Rencana awalnya, Gedung Sate dibangun untuk dijadikan pusat pemerintahan kolonial Belanda, karena mereka berpendapat bahwa iklim di Bandung mirip dengan iklim di Perancis Selatan saat seda...
" Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997 Ansdrisijanti, Inajati and Aziz, Fadhila Arifin and Siregar, Darwin A. and Soeroso, - and Istari, T.M. Rita and Budisantosa, Tri Marhaeni Sosiana (1997) Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997. Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 2 (1). Balai Arkeologi Palembang, Palembang. ISBN 0853-9030 [img] Text Mei 97.pdf Download (43MB) | Preview Official URL: http://siddhayatra.kemdikbud.go.id Abstract Pada edisi kali ini menampilkan lima tulisan. Inajati Andrisijanti dari Jurusan Arkeologi UGM membahas pola hias di pantai utara Jawa dari abad XVI untuk menjelaskan interaksi budaya. Satu tulisan tentang penggunaan ""hard science"" terhadap arkeologi dipaparkan oleh Fadhila Arifin Azizi dari Puslit Arkenas bekerjasama dengan Darwin Alijasa Siregar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung. Tulisan tersebut membahas penggunaan pertanggalan kronometrik terhadap sisa rangka manusia dari Sit...
BAHAN-BAHAN 3 ketupat atau lontong 5 potong tahu putih atau kuning 1 keping bihun 50 gram tauge Minyak goreng 500 ml air panas Bumbu Sambal 1 siung bawang putih 2 cabe merah keriting 4 cabe rawit Kacang tanah goreng 2 sdm air asam jawa Secukupnya air matang Secukupnya gula merah Secukupnya garam Pelengkap Kecap Timun Bawang goreng Kerupuk PROSES PEMBUATAN Goreng tahu dan rendam bihun serta tauge dengan air panas sampai lunak Haluskan semua bumbu sambal. Tambahkan air matang dan air asam jawa hingga encer, cek rasa Potong-potong ketupat atau lontong. Tata diatas piring. Tambahkan irisan tahu, bihun, dan tauge Tuangkan bumbu sambal di atasnya. Tambahkan kecap, timun yang dicacah, bawang goreng serta kerupuk Siap dihidangkan SUMBER https://masak123.com/resep-ketoprak-cirebon/
BAHAN-BAHAN 500 gram daging sapi, boleh dicampur babat Bumbu Halus 10 bawang merah 5 bawang putih 4 biji kemiri 3 cm kunyit bakar 1 cm laos 1 cm jahe Seujung sdt jinten Setengah sdt ketumbar Rempah Daun jeruk 2 sereh ukuran sedang 3 lembar salam 2 cm laos Pendamping Irisan daun bawang Bawang goreng Emping Irisan tomat Jeruk limau PROSES PEMBUATAN Rebus daging sampai empuk Tumis bumbu halus, setelah layu masukan sereh, salam, laos, daun jeruk, tumis sampai matang dan wangi Masukan daging, tambhakn garam dan penyedap serta gula secukupnya Terakhir setelah matang tambhakan 1 santan kara kecil. Didihkan dan angkat Hidangkan di mangkok bersama pendamping SUMBER https://cookpad.com/id/resep/5818850-soto-tangkar-atau-bisa-disebut-soto-daging-bogor?via=search&search_term=soto%20tangkar%20bogor
Bahan-bahan : 250 gr tepung tapioka 50 gr tepung terigu 200 ml air 4 siung bawang putih 1 sdt garam 1/2 buah naga 1/3 sdt penyedap rasa Langkah Siapkan bahan lalu haluskan bawang putih. Rebus air dengan ulekan bawang putih. Tuangkan air sedikit demi sedikit pada tepung sambil diuleni. Lalu beri tambahan buah naga yg telah diserut dg garpu. Uleni hingga kalis. Bentuk bulat bulat lalu masukkan dalam minyak goreng dingin. Lalu goreng dg minyak kecil. Setelah mengambang setel kompor di api sedang. Angkat cimol lalu sajikan. Sumber https://cookpad.com/id/resep/11564674-pinky-cimol-buah-naga-anti-meledak?via=search&search_term=pinky%20cimol
Kuliner Indonesia memang tidak ada habisnya. Setiap daerah memiliki cita rasa masakannya sendiri yang kaya akan bahan dari rempah-rempah Indonesia. Tidak hanya menu utama pendamping nasi, jajanan tradisional seperti kue dan manisan juga digemari banyak orang. Meskipun nama makanan antardaerah ada yang sama, pasti ada saja yang menjadi pembedanya, sehingga tidak jarang warga lokal menyematkan nama daerah di belakang nama makanan tersebut. Kelezatan suatu kuliner pasti bertambah apabila memiliki keunikan tersendiri. Salah satu kuliner tersebut adalah serabi hijau khas Rengasdengklok, Karawang. Kudapan berbahan dasar tepung beras ini digemari banyak orang, bahkan hingga ke wisatawan mancanegara. Pembeda yang paling mencolok dari serabi khas Rengasdengklok dengan serabi lain adalah warnanya yang hijau. Terdapat sepuluh objek kebudayaan berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, antara lain: (1) tradisi lisan, (2) manuskrip, (3) adat istiadat, (4) ritus, (5)...
BAHAN-BAHAN : (untuk 6 porsi) Buntut sapi - 1 kg Wortel, iris serong - 4 buah Kentang, potong dadu - 2 buah Tomat, potong dadu - 2 buah Bawang putih, memarkan - 3 siung Daun bawang, iris tipis - 2 batang Seledri, iris tipis - 2 batang Jahe, memarkan - 3 cm Cengkeh - 3 butir Bumbu halus Garam - 1 sdt Lada bubuk - 1/2 sdt Pala bubuk - 1 sdt Minyak untuk menumis - secukupnya Perendam : Bawang putih, haluskan- 4 siung Bawang merah, haluskan - 4 butir Saus tiram - 2 sdm Kecap manis - 4 sdm Garam - 1/2 sdt Lada bubuk - 1/2 sdt Margarin - 1 sdm PROSES PEMBUATAN: Rebus buntut sapi hingga empuk. Agkat dan tiriskan. Sisihkan air rebusannya. Dalam wadah, campur semua bahan perendam hingga rata. Masukkan buntut sapi dalam bahan perendam. Diamkan selama 1 jam. Sisihkan. Didihkan kembali air rebusan buntut. Sisihkan. Panasan sedikit minyak. Tumis bawang putih hingga harum, lalu angkat dan masukkan ke dalam rebusan. Aduk ra...