Kue Ombusombus dari Sumatera Utara Pada tanggal 12 Juli 2018 yang lalu saya berkunjung ke kampong teman saya yang bernama Natasha S. Siahaan di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara selama lima hari. Di sana saya belajar banyak sekali budaya-budaya khas Tapanuli Utara yang belum pernah saya lihat atau rasakan sebelumnya. Mulai dari kebiasaan sehari-hari masyarakat lokal, adat tradisional, dan tentu saja kuliner. Di sana saya mencoba berbagai makanan seperti saksang (daging babi yang dicincang lalu dimasak bersama darah babi, santan, dan berbagai rempah-rempah), panggang (daging babi yang dicincang lalu dipanggang), ikan arsik (ikan mas bumbu kuning), na niura (ikan mas yang tidak dimasak melainkan dibumbu asam sehingga bumbu tersebutlah yang memasaknya), dali ni horbo (susu kerbau), ayam napidanar (ayam yang dipanggang lalu disiram manuk/darah ayam), mie gomak, kue ombusombus, dan lain-lain. Pada artikel yang saya tulis ini, saya akan membahas tent...
Apa itu Ulos? Ulos atau kain ulos merupakan salah satu busana otentik dari Indonesia, tepatnya berasal dari Tanah Batak, Sumatra Utara. Ulos sendiri berarti kain. Ulos biasanya dibuat dengan alat tenun bukan mesin, sama seperti cara pembuatan kain songket dari Palembang. Biasanya dominan dengan warna merah, putih dan hitam. Ulos pada tradisi Batak banyak dipergunakan untuk berbagai macam keperluan upacara adat. Namun, saat ini ulos juga sering ditemukan dalam bentuk berbagi suvenir, seperti dompet dan tas. Dahulu, nenek moyang orang Batak menganggap bahwa ulos merupakan salah satu sumber kehangatan yang menjadi salah satu unsur keberlangsungan hidup manusia. Hal ini dikarenakan nenek moyang orang Batak dulunya tinggal di pegunungan yang umumnya bersuhu dingin. Berbicara mengenai upacara adat Batak, ulos sering digunakan dalam upacara adat pemakaman. Setiap ulos memiliki fungsinya masing-masing, dan dalam upacara pemakaman adat Batak ada dua ulos yang digunakan, yaitu U...
Pemakaman merupakan proses mengiringi jenazah seseorang ke tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakaman ini akan berlangsung berbeda-beda tergantung dari adat keluarga. Hal tersebut juga berlaku bagi prosesi pemakaman jenazah orang-orang dari suku Batak Karo di Sumatra Utara. Sebelum prosesi pemakaman dimulai, jenazah pribadi yang telah meninggal akan dipakaikan pakaian terbaiknya dan diberikan kain ulos terbaik. Beberapa pihak juga akan berkumpul untuk membahas teknis pelaksanaan ritual pemakaman, seperti ketentuan pakaian perempuan yang mengikuti prosesi pemakaman (apakah mengenakan pakaian adat lengkap atau tidak), hewan apa yang akan disembelih, dan siapa saja yang akan diundang. Pihak-pihak yang berkumpul tersebut merupakan pihak Sebelum jenazah dimasukkan ke dalam liang kubur, keluarga akan mengadakan sebuah pesta perjamuan. Semakin tua umur seseorang ketika meninggal, maka semakin meriah pesta perjamuan ini akan diadakan, dengan diiringi oleh gendang dan...
Kata "holat" pasti kurang familier untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Holat adalah nama salah satu makanan daerah di Indonesia. Masakan ini berasal dari Padang Bolak, Kabuoaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Sesuai dengan namanya, holat yang berarti kelat, hidangan ini memiliki cita rasa kelat yang menambah kenikmatannya dan menjadikannya beda dari hidangan lain. Pembuatan Holat menggunakan bahan-bahan khas yang ada di Sumatra Utara, antara lain, kulit kayu tanaman balakka yang biasanya hanya terdapat di hutan kawasan Tapanuli Selatan dan ikan jurung. Ikan tersebut adalah jenis ikan endemis yang rasanya manis dan biasanya dapat ditemukan di sungai-sungai di Padang Bolak. Ditambah dengan potongan pakkat atau tunas rotan yang menambah kekelatannya. Konon Holat adalah hidangan khusus para raja di Tapanuli Selatan. Namun kini hidangan ini bebas dinikmati oleh siapa saja. Holat bisa ditemukan di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti di Kota Padangs...
Ikan arsik merupakan salah satu makanan khas suku Batak yang paling populer dan sering disajikan di berbagai acara-acara adat suku Batak. Arsik sendiri juga terkenal dengan nama bumbu kuning. Biasanya bahan dasar dari arsik ini adalah ikan mas, namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan ikan lain seperti ikan nila, ikan mujair, dan lain-lain. Uniknya, ikan-ikan tersebut biasanya langsung ditangkap dari danau toba yang berada di Sumatera Utara. Cita rasa yang disajikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Gurih, lezat, dan cita rasa pedas akan terasa dilidah kita jika disajikan dengan campuran bumbu yang pas dan khas. Bumbu khas tersebut adalah andeliman yang merupakan rempah yang akan memberikan sedikit cita rasa pedas dan aroama yang khas pada masakan ini. Selain itu bumbu arsik ini juga menggunakan rempah-rempah Nusantara lainnya seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan dan dilumuri di tubuh ikan hingga meresap kedalam sehingga rasanya akan semakin...
Terdapat banyak makanan khas Batak yang masih jarang terekspos, seperti sambal andaliman, naniura, dan kini masakan nani arsik. Ikan arsik adalah kuliner tradisional khas Toba yang kaya dengan bumbu dan rempah. Makanan ini kaya akan cita rasa tinggi, tetap sehat, dan alami, serta tidak mengandung MSG. Penamaan makanan Batak sebagian besar didasarkan pada proses memasak. Nani arsik berarti dimarsikkan atau dikeringkan. Dengan kata lain, dekke nani arsik, ikan yang dimasak terus-menerus sampai kuahnya kering, bumbunya menyerap ke ikan mas tersebut. Jika proses memasak benar, nani arsik dapat bertahan 2 hari tanpa basi. Selain nani arsik, masakan khas batak lain yang dinamakan berdasarkan proses memasaknya antara lain na tinombur, na niura, dan na nigota. Nani arsik adalah makanan yang menjadi bagian dari adat Batak yang memiliki cerita dari mulai kelahiran, perkawinan, hingga meninggal. Nani arsik penting dalam upacara adat Batak terkait dengan siklus kehidupan. Angk...
Proses adat Batak tidak akan pernah berhenti dan tetap dijalankan bahkan sekalipun mereka sudah meninngal, salah satunya yaitu Mangokkal Holi. Mangokkal holi adalah suatu tradisi orang Batak, atau lebih tepatnya lagi orang Batak Toba, membongkar tulang-tulang suatu keluarga lalu mengumpulkannya dalam satu Tugu. Masyarakat Batak Toba percaya bahwa kematian bukan akhir perjalanan hidup, namun justru tahap mencapai kesempurnaan. Lewat rangkaian mangokkal ini maka akan tercapai hasangapaon, atau kemuliaan suatu marga atau keturunan. Proses mangokkal holi ini diawali dengan menggali kuburan leluhur untuk mengambil tulang-belulangnya yang awalnya dikubur secara terpisah. Setelah dikumpulkan dan dibersihkan, semua tulang dari leluhurnya sampai yang terakhir kali mati dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kotak atau peti lalu dikubur kembali di sebuah tugu yang telah dibangun. Tugu yang telah dibangun, atau nama lainnya Tambak, siap dipestakan. Keluarga yang mengadakan adat ini harus menj...
Tradisi Lompat Batu adalah salah tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan pemuda- pemuda dengan cara melompati tumpukan batu dengan tinggi 2 meter untuk menunjukan bahwa mereka secara fisik sudah dianggap dewasa. . Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga dijadikan suatu pertunjukan, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tradisi Lompat Batu Tradisi Lompat Batu dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Katanya, kampung- kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kemampuan untuk melompati benteng tersebut. Oleh karena itu, mereka membuat tumpukan batu untuk berlatih. Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan ole...
Apabila masyarakat melayu Medan sedang menjenguk bayi yang baru saja dilahirkan, alih-alih memberikan suatu pujian untuk bayi tersebut, masyarakat melayu Medan justru mengatakan bahwa bayi tersebut busuk. Hal ini bisa saja menimbulkan suatu kesalahpahaman, apalagi jika belum mengerti maknanya. Ungkapan busuk ini bukan merupakan suatu hinaan, melainkan suatu pujian. Busuk itu adalah doa agar bayi tumbuh cantik dan sehat. Dahulu kala, setiap ada bayi yang dipuji cantik, bayi tersebut akan segera sakit. Jadi ungkapan busuk ini diucapkan masyarakat melayu Medan kepada bayi yang cantik dan sehat agar dewi atau bidadari tidak iri hati. Ungkapan busuk ini diucapkan agar menghindari sakit yang berkepanjangan. #OSKMITB2018