ANGKLUNG Indonesia tidak hanya kaya akan alamnya, tapi juga segala budaya, seni, dan pertunjukan yang beragam dari setiap daerah yang ada, Seperti halnya alat musik. Dari Sabang hingga Merauke, berderet macam-macam alat musik yang memiliki keindahan dan keunikan. Bunyi atau suara yang diciptakan dari alat-alat musik tradisional dinilai dapat memikat dan memukau segala penjuru dunia. Salah satu alat musik tradisional Indonesia yang telah mendunia ialah angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari tahan pasundan. Istilah Angklung memiliki dua pengertian yang berbeda yaitu sebagai alat musik dan sebagai bentuk seni pertunjukan. Angklung ialah sebuah alat musik yang ter- buat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Sebagai bentuk seni pertunjuk- an, Angklung merupakan sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik yang disebut Angklung. Kata “angklung” sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu “angkleung-angkleung” yang...
ANGKLUNG Indonesia tidak hanya kaya akan alamnya, tapi juga segala budaya, seni, dan pertunjukan yang beragam dari setiap daerah yang ada, Seperti halnya alat musik. Dari Sabang hingga Merauke, berderet macam-macam alat musik yang memiliki keindahan dan keunikan. Bunyi atau suara yang diciptakan dari alat-alat musik tradisional dinilai dapat memikat dan memukau segala penjuru dunia. Salah satu alat musik tradisional Indonesia yang telah mendunia ialah angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari tahan pasundan. Istilah Angklung memiliki dua pengertian yang berbeda yaitu sebagai alat musik dan sebagai bentuk seni pertunjukan. Angklung ialah sebuah alat musik yang ter- buat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan. Sebagai bentuk seni pertunjuk- an, Angklung merupakan sebuah bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik yang disebut Angklung. Kata “angklung” sendiri berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu “angkleung-angkleung” yang...
" Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997 Ansdrisijanti, Inajati and Aziz, Fadhila Arifin and Siregar, Darwin A. and Soeroso, - and Istari, T.M. Rita and Budisantosa, Tri Marhaeni Sosiana (1997) Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997. Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 2 (1). Balai Arkeologi Palembang, Palembang. ISBN 0853-9030 [img] Text Mei 97.pdf Download (43MB) | Preview Official URL: http://siddhayatra.kemdikbud.go.id Abstract Pada edisi kali ini menampilkan lima tulisan. Inajati Andrisijanti dari Jurusan Arkeologi UGM membahas pola hias di pantai utara Jawa dari abad XVI untuk menjelaskan interaksi budaya. Satu tulisan tentang penggunaan ""hard science"" terhadap arkeologi dipaparkan oleh Fadhila Arifin Azizi dari Puslit Arkenas bekerjasama dengan Darwin Alijasa Siregar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung. Tulisan tersebut membahas penggunaan pertanggalan kronometrik terhadap sisa rangka manusia dari Sit...
Kuliner Indonesia memang tidak ada habisnya. Setiap daerah memiliki cita rasa masakannya sendiri yang kaya akan bahan dari rempah-rempah Indonesia. Tidak hanya menu utama pendamping nasi, jajanan tradisional seperti kue dan manisan juga digemari banyak orang. Meskipun nama makanan antardaerah ada yang sama, pasti ada saja yang menjadi pembedanya, sehingga tidak jarang warga lokal menyematkan nama daerah di belakang nama makanan tersebut. Kelezatan suatu kuliner pasti bertambah apabila memiliki keunikan tersendiri. Salah satu kuliner tersebut adalah serabi hijau khas Rengasdengklok, Karawang. Kudapan berbahan dasar tepung beras ini digemari banyak orang, bahkan hingga ke wisatawan mancanegara. Pembeda yang paling mencolok dari serabi khas Rengasdengklok dengan serabi lain adalah warnanya yang hijau. Terdapat sepuluh objek kebudayaan berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, antara lain: (1) tradisi lisan, (2) manuskrip, (3) adat istiadat, (4) ritus, (5)...
Tidak kalah dengan wilayah nusantara lainnya, Garut juga memiliki makanan khas berupa soto. Perbedaan pada soto Garut dengan soto dari wilayah lainnya adalah kuahnya yang cenderung asin dan gurih karena dibuat dari santan dan rempah. Kuahnya berwarna kuning dan pekat berbeda dengan kebanyakan soto yang kuahnya bening. BAHAN-BAHAN 150 gram babat sapi, direbus bersama daun salam dan jahe, dipotong 2×2 cm 150 gram kikil, direbus bersama daun salam dan jahe, dipotong 2x2cm 300 gram daging sapi 2.000 ml air 2 lembar daun salam 2 batang serai, dimemarkan 1 sendok makan garam 1 sendok teh gula pasir 400 ml santan dari 1 butir kelapa 2 sendok makan minyak untuk menumis BUMBU HALUS 8 butir bawang merah 3 siung bawang putih 3 butir kemiri, disangrai 2 cm kunyit, dibakar 1/2 sendok teh merica 1 cm jahe BAHAN TABURAN 3 tangkai seledri, diiris 2 sendok makan bawang goreng 100 gram kacang kedelai goreng BAHAN PELENGKAP 100 gram kerupu...
Menurut Effat Al – Syarqawi, pengertian budaya dari sudut pandang agama islam adalah suatu khasanah dalam sejarah dari sekelompok masyarakat yang tercermin pada di kesaksian dan berbagai nilai kehidupan. Menurut Al- Syarqawi suatu kehidupan harus memiliki makna dan nilai rohaniah, yang memiliki tujuan sebagai pedoman hidup. Kemudian menurut Soelaiman Soemardi & Selo Soemardjan pengertian budaya ialah sesuatu kebudayaan yang merupakan hasil karya meliputi cipta dan rasa dari masyarakat. Budaya memang memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan masyarakat, sehingga masyarakat tersebutlah yang menciptakannya. Sedangkan arti tradisional menurut KBBI adalah sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun. Karinding merupakan alat musik tradisional yang sudah lebih dari 600 tahun digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat. Namun, adapula yang mengatakan bahwa karinding itu sudah digunakan pada zaman purba ata...
Hadro adalah salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Desa Bojong Kecamatan Bungbulang, merupakan perpadua antara budaya Parsi (Timur Tengah) dengan budaya Priangan. Kesenian ini diiringi oleh tabuhan rebana, tilingtik, kempring, kompeang, bangsing, terompet dan bajidor (beduk kecil). Sementara lagu-lagunya merupakan gubahan dari karya Syeh Jafar Albarjanji, yang lebih dikenal dengan Kitab Barjanji. Selain tabuhan dan lagu, Hadro juga dibarengi dengan tarian yang gerakannya sangat didominasi oleh gerakan pencak silat (penca). Para penari yang jumlahnya sekitar 40 orang itu berpakaian kampret putih dan bercelana hitam, serta menggunakan totopong (ikat kepala), layaknya pemain silat. Yang membedakannya, para penari Hadro selalu menggunakan selendang berwarna merah. enurut catatan para penggerak kesenian Hadro, kesenian ini diciptakan sekitar tahun 1917 oleh K.H. Ahmad Sayuti, K.H. Sura, dan Pak Sastra, yang berasal dari Tanjung Singuru, Samarang Garut, untuk tu...
Upacara adat Nyangku yaitu upacara membersihkan benda-benda pusaka seperti pedang, keris, golok, dan sebagainya. Nama Nyangku berasal dari bahasa Arab ?yangko? artinya membersihkan. Nyangku merupakan lambang pembersihan yang diperagakan melalui kegiatan membersihkan benda-benda pusaka seperti pedang, keris, golok, dan sebagainya keturunan Panjalu dan lambang kebanggan emosional antar sesama keturunan Panjalu, hubungan antar manusia, serta kesadaran sesama keturunan Nabi Adam AS, cikal bakal manusia. Benda-benda pusaka tersebut peninggalan Raja Panjalu yaitu yang bernama Sanghiyang Prabu Boros Ngora. Pelaksanaan upacara Nyangku dilaksanakan setahun sekali pada bulan Maulud tanggal 17 pada hari Kamis atau Senin dimaknai untuk menjalin silaturahmi ukuwah islamiah, khususnya warga keturunan Panjalu, umumnya bagi kita semua sebagai umat muslim.Bukan sekedar menggumuli barang peninggalan para pendahulu, melainkan memperingati perjuangan para pendahulu.
Bagi sebagian orang, istilah mutih mungkin masih terdengar asing. Namun bagi keturunan Jawa (terutama penganut kejawen) yang masih memegang tradisi erat tradisi leluhur, puasa mutih ini lazim dilakukan oleh calon pengantin yang akan menikah. Calon pengantin yang menjalankan puasa mutih hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan yang berwarna putih seperti nasi putih tanpa lauk dan garam, serta minum air mineral. Konon ritual ini bertujuan memancarkan aura kecantikan sang pengantin pada hari pernikahan. Selain mutih, dalam tradisi Jawa dikenal pula jenis puasa lain seperti ngrowot, ngalong, dan pantang. Ngrowot artinya calon pengantin hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan yang tumbuuh dalam tanah seperti umbi-umbian, wortel, kacang-kacangan, dan sayur-mayur. Sedangkan ngalong berarti hanya mengonsumsi buah-buahan yang menggantung seperti apel, pisang, jeruk, dan mangga. Lalu pantang adalah tidak mengonsumsi yang bernyawa. Dalam menjalankan puasa tersebut ada pula jadwal yang perlu...