3.355 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Teh Talua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Pernahkah terlintas dibenak Anda, menikmati campuran teh dan telur? Mungkin terdengar sedikit aneh, tetapi di Sumatera Barat Anda dapat menemukannya sebagai salah satu minuman populer. Masyarakat Minangkabau menyebutnya teh telur atau teh talua. Teh ini dapat dengan mudah kita temukan di banyak warung makan di Sumatera Barat. Minuman ini bahkan telah ada di dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau sejak ratusan tahun silam. Minuman ini memiliki tekstur yang lembut dengan citarasa manis serta gurih yang khas. Sekilas, rasanya mirip dengan teh bercampur susu atau teh tarik tetapi terasa lebih berbuih. Bagi Anda yang tidak tahan bau amis dari kuning telur tidak perlu khawatir, karena teh ini nyaris tidak terasa aroma dan rasa amis kuning telur yang menjadi bahan utamanya. Bahkan, tambahan kuning telur memberikan rasa gurih yang menambah kenikmatan dari teh yang disajikan. Kuning telur ini menjelma menjadi buih yang melayang di bagian atas cangkir atau gelas yang menjadi w...

avatar
Oase
Gambar Entri
Mangarak Jari-Jari
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tradisi Tabuik di Pariaman tidak dapat dilepaskan dari peristiwa memilukan yang terjadi terhadap cucu nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein RA. Putra dari khalifah Ali bin Abi Thalib itu wafat dalam pembantaian di padang Karbala oleh pasukan Yazid bin Mu'awiyah pada tahun 61 H (680 M). Peristiwa tersebut merupakan bagian dari perang saudara yang terjadi di kalangan umat Islam saat itu. Rangkaian prosesi dalam tradisi Tabuik merupakan wujud ungkapan kesedihan warga Pariaman atas tragedi yang menimpa sayyidina Hussein RA. Sejak prosesi mengambil tanah yang berlangsung pada tanggal 1 Muharram hingga puncaknya saat Tabuik dilarung ke laut, setiap tahapan membawa pesan filosofis yang berkaitan dengan tragedi tersebut. Salah satu bagian dari prosesi dalam tradisi Tabuik adalah ritual mangarak jari-jari. Ritual ini adalah prosesi simbolis saat masyarakat di Pasa dan Subarang beramai-ramai mengarak sebentuk keranjang atau wadah yang disebut panja. Di dalam panja ini terdapat p...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Indang
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Seorang pemuda memasuki panggung dengan iringan musik bernuansa Melayu. Baju adat Pariaman melekat indah di tubuhnya. Pemuda tersebut melakukan gerakan menunduk dengan telapak tangan menyentuh lantai. Kemudian, dua kelompok muda-mudi keluar bersamaan dari arah kiri dan kanan. Itulah bagian awal pementasan tari tradisional Pariaman yang bernama tari indang.  Tari indang merupakan tari muda-mudi yang selalu dipentaskan setiap kali diadakan upacara tabuik – upacara yang dilakukan masyarakat Minang dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad setiap tanggal 10 Muharam. Tari indang merupakan tari tradisional yang diciptaan oleh Rapa’i. Rapa’i merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin – seorang tokoh terpandang yang selalu memperingati upacara tabuik di Minang. Dilihat dari gerakannya, tari indang hampir mirip dengan tari saman yang berasal dari Aceh. Hanya saja, gerakan dalam tari indang lebih variatif ditambah dengan penggunaan prope...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Piriang Talang
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Diantara banyak jenis tarian yang berkembang di Sumatera Barat, tari piring menjadi salah satu yang berhasil bertahan dalam hitungan abad. Tari ini dipercaya sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya masih memiliki pengaruh kuat di Sumatera Barat. Pada masa itu, tari piring menjadi wujud rasa syukur pada para dewa atas karunia yang diberikan dalam wujud hasil panen yang melimpah. Seiring masuknya pengaruh Islam, terjadi penyesuaian dan pergeseran fungsi tarian ini. Tarian ini berkembang lebih sebagai hiburan rakyat yang ditampilkan dalam perhelatan-perhelatan besar. Jika pada era sebelumnya tarian ini diwarnai dengan beraneka jenis sesajian yang dipersembahkan kepada para dewa, maka setelah datangnya Islam, hidangan tersebut disajikan sebagai suguhan bagi para tamu kehormatan. Tarian ini tetap bertahan dan terus mengalami perkembangan meskipun zaman telah berubah. Bahkan, seiring dengan meluasnya area persebaran tarian ini, muncul berbagai variasi tari piring yang semakin mem...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Piriang Suluah
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Keseharian masyarakat petani di Padang Panjang pada masa lalu tidak dapat dilepaskan dari suluh atau suluah. Suluh merupakan suatu alat penerangan tradisional yang berbahan bakar minyak tanah. Alat ini digunakan oleh masyarakat petani di pelosok Minangkabau untuk menerangi aktivitas mereka di malam hari.  Pada siang hari, para petani beraktivitas di persawahan hingga petang. Saat kumandang adzan maghrib tiba, berduyun-duyun mereka pergi ke surau untuk beribadah dan mengkaji ilmu agama di bawah cahaya redup suluh yang mendampingi mereka. Hiruk pikuk aktivitas para petani ini menjadi inspirasi bagi para seniman tari piring asal Padang Panjang untuk menciptakan sebuah tari kreasi baru. Tarian yang diberi nama tari piring suluh (piriang suluah) ini merupakan pengembangan dari tari piring klasik yang merupakan salah satu jenis tari tradisional paling populer dari Minangkabau.  Hal yang membedakan dari tari piriang suluah adalah unsur gerak koreografi yang...

avatar
Oase
Gambar Entri
Bagamat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Seperti karakteristik umum rumpun Melayu, musik Minangkabau dicirikan dengan adanya cengkok dan grenek yang menciptakan lantunan nada yang mendayu-dayu. Ciri khas ini muncul dari improvisasi melodi yang dilakukan baik pada vokal maupun aransemen yang digunakan. Karena kekhasannya tersebut, musik tradisional asal Minangkabau umumnya mudah diterima di telinga banyak kalangan. Hal ini tercermin pada salah satu aliran yang ada dalam musik Minangkabau, yaitu Bagamat. Bagamat atau bagamad merupakan jenis musik tradisional yang berkembang di kawasan pesisir Provinsi Sumatera Barat. Musik ini diduga berkembang dibawah pengaruh budaya Portugis yang masuk ke Minangkabau melalui jalur perdagangan. Musik ini dahulu dibawakan oleh orang-orang keturunan India (kaliang/keling) yang tinggal di pesisir. Seiring berjalannya waktu, pemusik gamad berkembang dari berbagai macam latar belakang etnis, antara lain Minangkabau, Nias dan India. Selain unsur musik barat klasik, kita dapat menemu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kopi Talua - Sumatera Barat - Sumatera Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Bumi Minangkabau menyimpan khazanah racikan kuliner tradisional yang sangat kaya. Tidak saja berbagai hidangan lezat dengan cita rasa rempah yang kuat dan menggugah selera, daerah ini juga memiliki beberapa jenis minuman khas yang layak untuk dicoba. Salah satu diantaranya adalah kopi telur atau dikenal dengan sebutan kopi talua.  Kopi talua merupakan racikan kopi berbalur buih yang lembut dengan paduan citarasa manis gurih yang khas. Perpaduan kopi dan telur ini menjadi suguhan menggoda sebagai teman bersantai menikmati waktu senggang. sajian ini menggunakan kuning telur sebagai komponen utama racikannya. Meskipun sama-sama menggunakan kuning telur, ada beberapa hal berbeda dalam teknik peracikan kopi talua jika dibandingkan dengan teh talua. Perbedaan tersebut diantaranya ada pada tahap pengocokan telur. Pada kopi talua, kuning telur yang telah terpisah dari putihnya dimasukkan dalam gelas berisi susu kental manis dan ditambahkan satu sendok teh bubuk k...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kampir
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Undangan Pernikahan berbentuk dompet yang berisi sirih, kapur, buah pinang, gambir, dan tembakau. Kampir harus diantar sendiri oleh keluarga mempelai kepada kerabat dan tetangga. Bila orang yang diundang mengatakan sirih telah masak maka ia akan datang ke pesta. Sumber: Indonesia Bagus NET https://www.youtube.com/watch?v=VDmjgwJ0r6U Dimulai pada menit ke 2.20

avatar
Sintacevia
Gambar Entri
Kerik Gigi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Kerik gigi merupakan suatu tradisi unik di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tradisi ini dilakukan oleh seorang wanita sebagai simbol bahwa dirinya telah cukup dewasa. Para wanita setempat percaya kalau gigi yang runcing menambah kecantikan mereka. Para pria pun makin tergila-gila! Selain bertujuan agar terlihat cantik tradisi ini juga bertujuan untuk memberi kedamaian jiwhttp://www.budaya-indonesia.org/a/e/b/a wanita. Masyarakat suku mentawai percaya jika mereka sudah melaksanakan ritual ini jiwa mereka akan dipenuhi kebahagiaan dan kedamaian jiwa. Prosesi Kerik Gigi tentu sangat menyakitkan, karena para ketua adat melakukannya tanpa melalui tahap pembiusan atau (anastesi) bahkan alat yang dipakai untuk ritual ini tanpa melalui proses sterilisasi. biasanya kerik gigi dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang terbuat dari besi atau kayu yang sudah mereka asah hingga tajam. proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar lho, hanya untuk meruncingkan seluruh gigi merek...

avatar
Dita Indrani