Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.Sebuah bukit yang kini telah menjadi nilai sejarah yang tinggi dan forklor yang erat di sana. Adapun forklor sendiri adalah istilah untuk cerita rakyat yang ditemukan di sana secara turun-temurun. Bukit ini didominasi oleh banyaknya pohon bambu dengan ketinggian bukit yang rendah, hanya 895 mdpl dengan curah hujan sekitar 300-1500 mm/tahun serta suhu rata-rata berkisar antara 22-30 derajat Celcius. Suasana yang cukup sejuk ini tentu bisa dinikmati oleh setiap orang yang menginginkan ketenangan jiwa dan raganya. Bukit Sadu awalnya hanyalah berupa hutan belantara yang terdapat 4 orang tokoh di dalamnya (empat sekawan),yang menjadi cikal bakal terciptanya sebuah desa. Mereka adalah perwakilan kerajaan Mataram yang melakukan pertapaan di puncak bukit Sadu dengan penguasaan energi yang tinggi dan handal serta mahir dalam ilmu bela diri. Selain itu, mereka memiliki tugas masing-masing yaitu sebagai juru damai, ahli pemerintahan...
Upacara Adat Masa Kehamilan 1. Upacara Mengandung Empat Bulan Dulu Masyarakat Jawa Barat apabila seorang perempuan baru mengandung 2 atau 3 bulan belum disebut hamil, masih disebut mengidam. Setelah lewat 3 bulan barulah disebut hamil. Upacara mengandung Tiga Bulan dan Lima Bulan dilakukan sebagai pemberitahuan kepada tetangga dan kerabat bahwa perempuan itu sudah betul-betul hamil. Namun sekarang kecenderungan orang-orang melaksanakan upacara pada saat kehamilan menginjank empat bulan, karena pada usia kehamilan empat bulan itulah saat ditiupkannya roh pada jabang bayi oleh Allah SWT. Biasanya pelaksanaan upacara Mengandung empat Bulan ini mengundang pengajian untuk membacakan do’a selamat, biasanya doa nurbuat dan doa lainnya agar bayinya mulus, sempurna, sehat, dan selamat. 2. Upacara Mengandung Tujuh Bulan/Tingkeban Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kand...
Salah satu karya sastra yang berasal dari Jawa Barat adalah Wawacan. karya sastra ini sangat populer pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Kata wawacan berasal dari kata "maca" dalam baha subda yang arinya baca. Karya sastra ini merupakan karya sastra berbentuk fiksi yang menceritakan satu kisah panjang yang bertema. Karya sastra ini menggunakan patokan pola pupuh dan dibacakan dengan cara ditembangkeun atau di nyanyikan. Seni membaca wawacan disebut beluk. Wawacan sendiri berasal dari Kerajaan Mataram, masuk nya ke sunda sejak kerajaan kerajaan yang ada di tamah sundaKaereh oleh Mataram di abad ke 17 berbarengan dengan masuk nyabahasa Jawa ke wilayah Jawa Barat. Salah satu contoh wawacan yang terdapat dalam naskah kuno adalah wawacan ciung wanara. Wawacan ciung wanara di tulis menggunakan akasara cacarakan dalam bahasa jawa kuno diatas bahan kertas eropa, yang menggunakan tinta berwarna hitam dan pungtuasi nya menggunakan tinta berwarna merah. Keadaan naskah ini baik,...
KENDANG PENCA Tahukah kamu mengenai seni pertunjukan Kendang Penca? Kendang penca merupakan salah satu seni pertunjukan khas Jawa Barat. Di Kabupaten Bandung, seni pertunjukan kendang penca masih sering dijumpai di zaman modern ini. Tidak diketahui pasti kapan seni pertunjukan ini pertama kali ada. Namun yang jelas, seni pertunjukan kendang penca ini sudah ada sejak jaman kemerdekaan yang diwariskan secara turun temurun sebagai salah satu cara melestarikannya. Seni pertunjukan Kendang Penca memiliki nilai akulturasi budaya yang cukup menarik, dimana seni bela diri pencak silat digabungkan dengan irama/ketukan yang dihasilkan oleh alat musik kendang. Dalam pertunjukannya sendiri, seorang atau lebih pemain pencak silat akan tampil dan melakukan gerakan yang selaras dengan alunan suara kendang yang terdengar. Terkadang juga pemain pencak silat membawa senjata daerah seperti golok/celurit dalam aksinya sehingga menambah nilai akulturasi budaya yang ada dalam seni pertunjukkan ini. Di e...
Indonesia sangat kental akan budaya yang beragam. Mulai dari budaya yang sudah terkenal hingga budaya-budaya yang belum terekspos media. Salah satunya adalah Tradisi Nemo. Mungkin sahabat budaya jarang mendengar atau asing dengan tradisi ini bukan? Tradisi ini sering dilakukan di Desa Cirebon Girang, Kabupaten Cirebon. Cirebon Girang adalah sebuah desa yang terletak di sebelah selatan kota Cirebon, tepatnya di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Desa ini terkenal akan wisata religinya selain tradisi Nemo terdapat juga makam-makam peninggalan kerajaan Islam zaman dahulu. Masyarakat sekitar Cirebon Girang juga sangat religius dan telah mengajarkan anak-anaknya untuk membaca dan menulis Al-Qur’an sejak dini oleh sebab itu mereka mengadakan sebuah tradisi sebagai wujud syukur masyarakat Cirebon Girang karena anak mereka telah khatam Al-Qur’an. Tradisi ini disebut tradisi Nemo, dimana para orang tua dan panitia tradisi khataman di Cirebon Girang...
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keunikan dan keanekaragaman budaya. Salah satunya adalah beragam jenis permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu senggang mereka. Dahulu banyak sekali jenis permainan yang sering dimainkan anak-anak saat berkumpul dengan teman sebaya mereka. Permainan tradisional sangat populer pada masanya. Selain untuk mengisi waktu senggang, permainan tradisional menjadi sarana hiburan yang murah meriah dan memiliki banyak manfaat dalam membangun karakter anak juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, mungkin di masa sekarang cukup jarang kita melihat anak-anak yang bermain permainan tradisional. Untuk itu, mari kita ingat kembali salah satu permainan tradisional berikut. Tong malia tong merupakan salah satu lagu permainan tradisional Sunda. Permainan ini ramainya dimainkan oleh sekitar lima orang anak atau lebih. Permainan ini hampir sama seperti halnya permainan 'ucing...
Angklung Pemersatu Bangsa Angklung adalah alat musik yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu , dibunyikan dengan cara digoyangkan. Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara. Angklung khas Jawa barat ini juga telah membawa nama Indonesia dikancah Internasional. Banyak pertunjukkan angklung dipentaskan di berbagai Negara. Angklung menjadi salah satu alat music asal Indonesia yang banyak menarik perhatian dunia Internasional. Namun,ini juga bisa berdampak buruk pada Indonesia. Tak sedikit yang mencemari bahkan merebut budaya bangsa kita ini. Ini menjadi tantangan juga ancaman tersendiri bagi kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu...
Cirebon adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Kota ini berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta -Cirebon- Semarang - Surabaya . Namun tradisi arak-arakan masyarakat Cirebon ini berasal dari daerah Trusmi, tepatnya berada di Kabupaten Cirebon. Selain terkenal dengan batik khasnya, Cirebon juga memiliki berbagai seni pertunjukkan seperti tradisi arak-arakan yang diadakan setiap tahun di daerah Trusmi dan sekitarnya. Tradisi arak-arakan atau yang lebih dikenal dengan ider-ideran dalam bahasa jawa ini diadakan setiap tahun. Asal mula tradisi arak-arakan ini dimulai sekitar tahun 1950-an. Tradisi arak-arakan ini merupakan sebuah tradisi sekaligus seni pertunjukkan yang diadakan untuk menyambut musim hujan sehingga bulan diadakannya tradisi ini setiap tahun tidak sama, akan tetapi harinya akan selalu sama setiap tahunnya, yakni hari minggu. Selain dimaksudkan untuk menyambut musim hujan, tradi...
Indonesia terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan beragam. kebudayaan tersebut tersebar di wilayah Indonesia yang mencapai ribuan pulau. salah satu pulau yang kaya akan kebudayaan adalah Pulau Jawa. Di bawah ini ada beberapa kebudayaan yang berasal dari suku Sunda di Jawa Barat. Yang pertama adalah budaya tutunggulan. Budaya tutunggulan adalah menumbuk beras di sebuah alat dari kayu yang dibuat panjang dengan lisung yang berbentuk seperti tongkat. Biasanya budaya ini dilakukan beramai-ramai dan menggunakan irama tertentu. Budaya ini banyak dilakukan di pedesaan. Yang kedua adalah budaya 7 bulanan ibu yang sedang hamil. Dalam budaya ini, ibu yang sedang hamil dimandikan sambil dimasukkan belut ke kain yang dipakai untuk mandinya. Setelah dimandikan, ibu hamil itu akan berjualan rujak. Kemudian rujak itu dibeli menggunakan uang-uangan yang terbuat dari genteng. Yang terakhir adalah upacara nyangku. Upacara ini berasal dari Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupat...