dongeng cerita rakyat
4.796 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Samba Paria
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Alkisah, Di daerah Mandar, Sulawesi Barat, hidup seorang gadis cantik jelita bersama seorang adiknya yang masih berumur sepuluh tahun. Kedua kakak beradik itu adalah yatim piatu. Mereka hidup rukun dan saling menyayangi. Mereka tinggal di sebuah rumah panggung peninggalan orang tua mereka yang berada di tengah hutan belantara, jauh dari permukiman penduduk. Dari kejauhan, rumah mereka hampir tidak kelihatan, karena selain tertutupi pepohonan rindang di sekitarnya, juga diselubungi oleh tanaman paria (pare) yang menjalar mulai dari tiang, tangga, dinding, hingga ke atap rumahnya. Itulah sebabnya, gadis cantik itu dipanggil “Samba` Paria”, yang berarti perempuan yang rumahnya diselubungi tanaman paria. Pada suatu hari, Samba` Paria bersama adiknya sedang asyik menyantap makanan jepa[1] di dalam rumah. Tanpa disengaja, ketika sang Adik akan memasukkan jepa ke dalam mulutnya, tiba-tiba terlepas dari tangannya dan langsung jatuh ke tanah. Mereka membiarkan jepa itu di tanah, karena kotor...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Rakyat Mandar ( Karake’ lette )
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Dahulu kala kerajaan Balanipa, Mandar, Sulawesi Barat tengah dilanda petaka. Bala tentara kerajaan Gowa menyerang dengan jumlah pasukan yang besar. Sementara Balanipa hanya memiliki sedikit pasukan perang mengingat Balanipa hanyalah kerajaan kecil yang selama ini hidup dengan damai, tanpa ada peperangan. Setelah melalui berbagai musyawarah, diputuskanlah untuk diadakan sayembara agar para pemuda bersedia menjadi prajurit. Kelak jika kemenangan sudah di tangan, mereka akan mendapatkan hadiah yang tidak sedikit jumlahnya. Pengumuman segera disebarkan ke seluruh pelosok negeri. Semua pemuda di wilayah Balanipa ikut ambil bagian. Tak hanya tertarik pada hadiah yang dijanjikan, mereka juga tergerak untuk membela tanah airnya dari serangan musuh. Di suatu kampung, di lereng gunung, tinggallah seorang laki-laki setengah baya yang cacat kakinya sehingga tidak bisa berjalan. Dia juga ingin mengikuti sayembara itu. Para pemuda di sekitarnya tertawa mengejek. Mereka mengatakan bahwa tidak mung...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Rakyat Sulawesi Tengah : Legenda Putri Duyung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tengah

“Nyam, ikan ini lezat sekali,” kata si Sulung. Ibu tersenyum mendengar ucapan anaknya. Mereka sekeluarga memang jarang makan ikan. Sehari-hari, suaminya hanya menanam ubi dan jagung di ladang, itulah yang mereka makan. “Bu, boleh aku tambah ikannya lagi?” tanya si Tengah. “Boleh saja, Nak. Makanlah sampai kenyang,” jawab Ibu sambil menyuapi si Bungsu. Sang Ayah diam saja. Ia tak menduga anak-anaknya begitu suka pada ikan hasil tangkapannya itu. Nanti ia akan pergi lagi ke laut, siapa tahu ia mendapat ikan lagi. “Bu, aku pergi dulu ya. Sisakan satu ekor ikan untuk makan siangku nanti. Sesudah ke ladang, aku akan ke laut sebentar. Siapa tahu aku bisa mendapatkan ikan,” pamitnya pada ibu. Ibu mengangguk mengiyakan dan berangkatlah ayah ke ladang. Setelah Ayah pergi, Ibu membereskan rumah. Ia menyimpan sisa ikan dan nasi ke lemari makan. Ketiga anaknya asyik bermain. Mereka berkejar-kejaran dan berteriak-teriak dengan riang. Ibu itu tersenyum melihat tingkah laku anak-anaknya. Dalam h...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
CERITA RAKYAT TENTANG ASAL USUL SUMARORONG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Barat

Sumarorong, adalah nama kampung dan sungai yang ada di Kabupaten Mamasa, Propinsi Sulawesi Barat . Arti nama Sumarorong berasal dari lima alasan yang ada di dalam dua cerita rakyat Sulawesi Barat penamaan Sumarorong. Yaitu dari dua kata suma dan rorong. Suma dari kata sumarro. Rorong dari kata makarorrong. Sumarro ‘mengeluh’, ‘meratap’ atau ‘menangis’. Makarorrong, ‘mengenang’ atau ‘merindu’. Mengapa ‘menangis-merindu’ ? Episode Pertama : Di zaman dahulu, berangkatlah Parinding Bassi bersama para pengawalnya dari Kampung Peonan (masuk dalam Kec.Pana sekarang, Kab.Mamasa) menuju daerah Nosu. Di daerah yang sekarang bernama Sumarorong, dipilih bertempat tinggal di salah satu bukit dari tiga bukit yang saling bersambungan yaitu Bukit Tondok Tallu. Tempat tinggi dipilih untuk memudahkan pengamatan terhadap binatang buruan. Suatu hari Parinding Bassi bersama pengawalnya pergi berburu. Mereka tiba di muara ketiga sungai yaitu Sungai Baneaq, sungai yang kini bernama Sungai Sumarorong dan Sun...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Legenda Tallu Anna, arwah misterius dari Sulawesi Selatan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Ketika seseorang meninggal, hanya tubuh fisiknya yang tidak lagi ada di dunia, namun tubuh halus atau arwahnya tetap ada dan hanya berpindah ke dunia lain di alam semesta ini. Setelah meninggal, arwah atau roh dipercaya bergentayangan dalam dunia nyata dan dapat dilihat penampakannya secara fisik. Hal tersebut dipercaya berdasar kesaksian sebagian orang yang mengaku pernah melihat sosok hantu atau arwah. Di tanah Bugis, Sulawesi Selatan, juga ada sesosok arwah yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Bugis-Makassar, yakni Tallu Anna. Tallu Anna berdasarkan arti katanya bermakna “Tiga Anak”. Menurut cerita yang beredar di tengah-tengah masyarakat, arwah Tallu Anna ini adalah sesosok perempuan yang biasanya muncul ketika cuaca sedang kabut atau mendung. Jika sebagian besar orang mengatakan, hantu sering kali menakut-nakuti manusia dengan menampakkan sosoknya, maka beda halnya dengan Tallu Anna. Hantu ini lebih sering menculik dan menyembunyikan anak kecil. Konon kabarnya, Ta...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Nenek Mallomo, Lelaki Itu, dan Sepotong Kayu yang Bersandar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Nenek Mallomo, adalah penasihat kerajaan Sidenreng ratusan tahun yang lalu, yang kejujuran dan kecerdasannya telah dikenal di setiap jengkal tanah kerajaan, tersohor hingga ke kerajaan tetangga. Bertanyalah padanya, dia tak butuh tunduk berpikir untuk mencari jawaban. Ketika dia yang bertanya, bersiaplah bertanya ulang demi menemukan jawabannya. Dia pernah ditantang membuat tali dari debu, dan siapapun tak percaya jika lelaki bertubuh kekar itu akan melakukannya dengan sempurna. Berbekal pelepah daun pisang yang kering, dia mencariknya menjadi tiga bagian, mengepangnya, lalu diangkatnya sarungnya dan kepangan pelepah pisang itu dia pelintir di pahanya hingga membentuk sebuah tali. “Tapi, La Pagala, tali itu terbuat dari pelepah pisang, bukan dari debu.” ungkap Raja La Patiroi saat menyaksikan pertunjukan itu. Nenek Mallomo menunduk takzim di depan Raja La Patiroi, lalu meletakkan tali di tanah, terakhir memantik korek berbahan bakar kapuk. Tali itu kemudian terbakar dan menyisakan abu...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
KISAH SUKU BUGIS
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Orang Bugis zaman dulu menganggap nenek moyang mereka adalah pribumi yang telah didatangi titisan langsung dari “dunia atas” yang “turun” (manurung) atau dari “dunia bawah” yang “naik” (tompo) untuk membawa norma dan aturan sosial ke bumi (Pelras, The Bugis, 2006). Umumnya orang-orang Bugis sangat meyakini akan hal to manurung, tidak terjadi banyak perbedaan pendapat tentang sejarah ini. Sehingga setiap orang yang merupakan etnis Bugis, tentu mengetahui asal-usul keberadaan komunitasnya. Kata “Bugis” berasal dari kata to ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (bukan negara Cina, tapi yang terdapat di jazirah Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang/pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We‘ Cudai dan bersaudara dengan Bat...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Rakyat Sulawesi Selatan “La Upe”
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

La Upe adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin yang tinggal di sebuah kampung di daerah Selawesi Selatan. Kata la upe berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari suku kata, yaitu: la berarti dia laki-laki, dan upe berarti beruntung. Jadi, kata la upe berarti laki-laki yang beruntung. Berkat kesabarannya dalam menghadapi segala cobaan dan siksaan, ia mendapat pertolongan dari Tuhan. Siksaan apa yang dialami La Upe, dan pertolongan apa yang diberikan kepadanya? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita La Upe berikut ini. Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sulawesi Selatan, Indonesia, ada seorang anak yatim bernama La Upe. Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil di pinggir kampung. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ketika ia berumur sepuluh tahun ayahnya menikah lagi seorang janda dari kampung lain yang bernama I Ruga. Sang Ayah berharap agar La Upe mempunyai ibu yang dapat merawat dan menyayanginya. Namun, harapannya berbeda dari kenyataan. Setiap hari I R...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Rakyat Asal Muasal Putri Duyung dan Lumba-lumba Versi Makassar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Pada Zaman dahulu kalah di tepi pantai Tope Jawa, tinggal sebuah keluarga miskin yang hidup serba kekurangan, mereka adalah Tutu dan Bauq serta Putrinya yang bernama Rannu. Ketika itu Taba pergi mencari ikan di laut dengan menggunakan jala, untuk dimakannya bersama anak dan istrinya, setelah lama mencari ikan akhirnya Taba pun, mendapat satu ekor ikan pari kecil, sungguh naas nasib Taba karena setelah lama mencari ikan namun, dia hanya mendapatkan satu ekor ikan pari kecil. Taba pun pulang kerumanya dengan membawa ikan pari kecil itu, setiba di rumah Taba pun memberikan ikan itu kepada istrinya untuk dimasak, karena tidak ada beras akhirnya taba pun memutuskan untuk mencari ubi kayu di kebun, karena tidak tahan lagi menahan rasa lapar akhirnya istri dan anaknya memutuskan untuk memakan ikan pari yang suda di masaknya itu, hingga tidak tersisakan. Setelah istri dan anaknya menghabiskan ikan pari itu akhirnya, Taba pun datang dengan membawa ubi kayu dan menyuruh istrinya untuk mema...

avatar
Sri sumarni