monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
106 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nolama Tai
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Upacara masa kehamilan pada suku bangsa Kaili dikenal 2 macam, yaitu upacara Nolama Tai (upacara selamatan kandungan pada masa hamil pertama) dan upacara Novero (upacara pengobatan apabila sang ibu yang hamil kurang sehat). Kedua upacara ini diuraikan secara terpisah walaupun kedua upacara tersebut sering dilaksanakan sekaligus. Upacara ini adalah upacara selamatan kandungan pada kehamilan anak yang pertama apabila kandungan berusia 7 bulan. Upacara ini sering dinamakan No jemparaka manu (memisah-misahkan bagian daripada daging ayam) atau biasa disebut mantale (membuat sesajian). Nama-nama itu ditonjolkan sesuai dengan penonjolan dari bagian upacara ini yaitu memenggal bagian daging ayam untuk upacara sebagai sesajian utama dalam upacara Nolama Tai. Upacara ini bagi masyarakat Kaili berbeda kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan kedudukan sosial seseorang atau Vati seseorang dalam masyarakat. Maksud Penyelengaraan Upacara Tujuan upacara ini adalah dimaksudkan agar kelah...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Gambusu
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tengah

Nama alat gambusu ini diambil dari nama gambus yang dikenal secara umum. Karena bahasa di Tanah Kaili yang bersifat vokalis, maka pada akhir kata gambus ditambah dengan bunyi u, sehingga alat itu dinamakan gambusu. Gambusu = kata benda Gambusu = bermain gambus = kata kerja. Bahan: Kayu nangka, kawat baja kecil atau tali nilon dan kulit kambing/ sapi yang kuning. Bentuk: Lihat foto. Warna : Kekuning-kuningan. Cara membuatnya Pertama kali diperhatikan adalah memilih bahan yakni kayu nangka. Kayu nagngka yang sudah tua dan bentuknya yang bulat sebgai pilihan utama untuk membuat alat tersebut. Kayu itu dipotong sepanjang ± 1,5 meter, dengan garis tengah dan dikeluarkan kulitnya. Kayu nangka yang telah dipotong itu dijemur, dan kira-kira sudah kering, maka dengan cermat kayu atau dikeluarkan 1/3 bagian. Boleh juga diambil kayu nangka yang kering meranggas, sehingga tidak perlu dijemur. Menjemurnya bukan dipanas matahari, tetapi cukup hanya dianginkan, sehingga tida...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Silu (pengikat)
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tengah

Bahan : Kulit kayu.  Bentuk : Pipih panjang dengan ukuran 5 cm panjang 75 cm, lebar 5 cm. Cara membuatnya . Mula-mula memilih kayu Nunu (beringin) kemudian dengan memberi makanan atau sesajen yang berupa satu ekor ayam putih dan makanan ketan empat warna yakni merah putih, kuning dan hitam, lalu sando atau dukun membaca mantra yang memohon pada roh halus penghuni pohon besar tersebut tidak marah karena tempat tinggal mereka akan rusak. Seudah itu siap memilih dahan yang cukup untuk kebutuhan pembuatan Silu. Setelah itu dahan tali dipotong-potong dengan panjang ± 60 cm sampai 70 cm. Kemudian direndam disungai selama tiga malam setelah kulit lepas dari batangnya, lalu kulit tadi diletakkan diatas papan tempat yang sudah disiapkan lalu dipukul-pukul hingga kulit arinya dan kulit bagian atas keluar kemudian direndam lagi di dalam sungai selama tiga hari tiga malam. Setelah itu kulit kita angkat lalu dipukul-pukul kembali diatas papan dengan alat pemukul juga yang s...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kaliavo
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tengah

Bahan : Kayu lepas (bahasa kaili) Kayu lepaa. Cara membuatnya . Mula-mula mencari kayu lepaa dengan membuat upacara berupa memberi makan (sesajen) nasi pulut empat warna, hitam, putih, merah dan kuning, serta ayam putih. Kemudian sang dukun membaca mantera, yang gunanya untuk memohon pada Sang Maha Besar Tuhan memakai perisai ini kuat dan menang dalam medan perang, juga meminta pada para penghuni hutan bahkan kayu-kayu tersebut agar merestui dan memberi dengan senang hati. Kemudian dipilih kayu yang garis menengahnya ± 18 cm sampai 20 cm, panjang ± 110 cm. Kemudian dibagi empat. Seperempat bagian dibuang, tinggal tiga perempat gabian berbentuk segi tiga. Lalu bagian dalam dipahat dibentuk sehingga yang tinggal adalah tempat pegangan dengan ukuran ± 40 cm yakni 20 + 20 cm batas penahan tempat pegangan sedangkan 20 cm adalah berupa lebar sisi kiri kanan 10 cm, sisi dalam 8 cm, tebal sisi ± 3 cm. Pada bagian dinding sisi dibuat lubang tempat un...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Gonde
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Tengah

Terbuat dari daun kelapa yang muda, atau daun silar yang muda. Bentuk: Persegi, dan adapula yang bulat atau bulat panjang. Warna: Sesuai warna bahan yang dipakai (hijau). Tidak diketahui secara pasti mengapa alat ini dinamakan gonde, tetapi akhir-akhir ini nama / kata gonde ini, dikenal sebagai istilah dikalangan remaja, utamanya dikalangan remaja dengan arti lain yakni: gonde yang artikan pacar. Nogonde = berpacaran. Cara pembuatannya Sebelumnya, terlebih dahulu memilih daun kelapa muda/ daun silar muda yang dan panjang, sebanyak 2 (dua) daun. Lidinya dikeluarkan, sehingga tiap daun menghasilkan 2 (dua) helai, berarti 2 (dua) daun akan mendapatkan 4 (empat) helai. Pada bagian ujung yang kecil dipertemukan, lalu digulung dan kemudian helai-helai daun itu dipisah-pisahkan (diurai) saling tindis dan dibentuk sesuai bentuk yang dinginkan pembuat. Helai satu ditindis oleh helai dua, dan helai dua ditindis oleh helai ketiga dan helai ketiga tindis oleh helai ke empat, sambil...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Sayur Uta Kelo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

sayur uta kelo (sayur daun kelor) yang merupakan sayur khas tanah Kaili. Di Palu, daun kelor dijadikan sajian yang pastinya dapat memanjakan lidah para pecintanya. Sayur Kelor atau Uta Kelo merupakan sayur khas tanah Kaili. Bahan utamanya sendiri pasti menggunakan daun kelor yang dimasak dengan santan.   RM yang menyediakan: Rumah Makan Darisa (Restaurant & Catering Service) Jl Setiabudi No. 999 Kota Palu Sulawesi Tengah 0852-1119-1394, 0853-9910-9255, 0823-9373-1652   Sumber: http://wisatapalu.com/wisata-kuliner-di-kota-palu

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kandea Tunu - Kabupaten Sigi - Sulawesi Tengah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

Di Sulteng, kuliner yang mulai melegenda dan menjadi perbincangan hangat masyarakat adalah kandea tunu atau nasi bakar dari Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. Resep yang didapatkan oleh Gafur, pemuda desa setempat ini membuat para pelancong kuliner ngiler bahkan mencari hingga di kediamannya. Campuran : -Daun pisang – Sambal pedas -Ikan saos kandea tunu – Kaun Kemangi – tomat – dan saos goreng kandea tunu https://rakyatsulteng.com/uhmmm-lezatnya-kandea-tunu-dari-sigi-bikin-ngiler/

avatar
Isni
Gambar Entri
Cokelat Sulteng - Palu - Sulawesi Tengah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah penghasil Kakao terbesar di Indonesia, Produksi Kakao Sulawesi Tengah tersebar di 13 Kabupaten Kota di Sulawesi Tengah. Saat ini di Sulawesi Tengah sudah ada rumah cokelat  yang memproduksi biji kakao menjadi cokelat yang siap di konsumsi seperti Cokelat dark dan Converture, serta di jadikan oleh-oleh khas Palu. Seiring dengan perkembanya oleh-oleh khas Palu saat ini bukan  hanya bawang Goreng, kain tenun maupun kerajinan kayu hitam yang di bawa oleh para pelancong maupun orang Palu sendiri  yang hendak keluar kota, tetapi saat ini ada produk/komoditi baru yang merupakan oleh oleh khas Palu Sulawesi Tengah yaitu cokelat sulteng yang  menggunakan biji kakao asli Sulawesi Tengah. Manfaat Coklat Bagi Tubuh, Cokelat menjadi makanan favorit bagi sebagian orang. Bukan hanya rasanya yang lezat dan membuat kita ketagihan tetapi juga karena cokelat baik bagi kesehatan. Bukti terbaru tertulis dala...

avatar
Isni
Gambar Entri
Dengo-dengo
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tengah

Dengo-dengo merupakan sebuah bangunan yang menjulang setinggi hampir 15 meter, terbuat dari batang bambu sebagai tiang penyangga, menggunakan lantai papan ukuran 3 x 3 meter persegi, dan beratap daun sagu. Bangunan ini didirikan dengan cara gotong royong oleh warga menjelang 1 Ramadan. Hampir setiap rukun tetangga (RT) memiliki sebuah dengo-dengo ini. Pada saat menjelang waktu Sahur, para penjaga dengo-dengo itu menabuh gong dan gendang serta rebana sehingga warga akan terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan Sahur. Pada petang hari, dengo-dengo berfungsi sebagai tempat beristirahat menanti waktu berbuka puasa. Itu sebabnya, dengo-dengo ini selalu ramai dengan kunjungan warga. Namun, bangunan ini akan dibongkar seusai ramadhan. Dengo-dengo sudah hadir di Bungku sejak awal masuknya Islam sekitar abad ke-17 untuk menyerukan kepada warga agar bangun saat sahur dini hari. Pembangunan dengo-dengo yang dalam bahasa Indonesia berarti tempat beristirahat ini diperkirakan menelan biaya...

avatar
Nurma Rahmawati