Alat Musik
Alat Musik
Alat Musik Sulawesi Tengah Palu
Silu (pengikat)
- 19 Januari 2018

Bahan: Kulit kayu. Bentuk: Pipih panjang dengan ukuran 5 cm panjang 75 cm, lebar 5 cm.

Cara membuatnya. Mula-mula memilih kayu Nunu (beringin) kemudian dengan memberi makanan atau sesajen yang berupa satu ekor ayam putih dan makanan ketan empat warna yakni merah putih, kuning dan hitam, lalu sando atau dukun membaca mantra yang memohon pada roh halus penghuni pohon besar tersebut tidak marah karena tempat tinggal mereka akan rusak. Seudah itu siap memilih dahan yang cukup untuk kebutuhan pembuatan Silu.

Setelah itu dahan tali dipotong-potong dengan panjang ± 60 cm sampai 70 cm. Kemudian direndam disungai selama tiga malam setelah kulit lepas dari batangnya, lalu kulit tadi diletakkan diatas papan tempat yang sudah disiapkan lalu dipukul-pukul hingga kulit arinya dan kulit bagian atas keluar kemudian direndam lagi di dalam sungai selama tiga hari tiga malam. Setelah itu kulit kita angkat lalu dipukul-pukul kembali diatas papan dengan alat pemukul juga yang sudah disiapkan untuk itu.

Setelah kulit menjadi lebar dan menipis maka terakhir dicuci hingga bersih lalu dijemur dipara-para yang sudah disiapkan untuk itu. Setelah kering maka kulit kayu tadi dapat dibuat silu. Kulit kayu dapat dipotong saja dengan pisau yang tajam sepanjang 75 cm dengan lebar 20 cm kemudian bahan yang sudah dipotong lalu dilipat empat. Setelah itu masing-masing ujung ± 10 cm diris-iris sebesar 1 cm. Ujung yang berjambul ini biasanya diberi warna merah yang juga didapat dari kulit kayu lembagu atau dari kasumba merah. Setelah itu silu siap dipakai.

Cara memakainya. Silu diikatkan pada kepala tepat diatas dahi pada penari balia Tampilangi atau pada umumnya tari upacara penyembuhan. Para penari apabila kesurupan dapat menari diatas bara yang cukup panas.

Funginya. Fungsi utama dari silu adalah untuk menguatkan hati penari mengokohkan jiwa dan membesarkan jiwa sebab silu berasal dari kayu Nunu (beringin) yang dikenal kepunyaan roh-roh halus dapat menghalau roh-roh jahat.

Persebarannya. Sampai saat ini silu masih dipakai oleh penari tari-tari upacara penyembuhan. Pada umumnya. Apabila tari itu sudah dikreasikan maka biasanya silu udah dapat dibuat dari kain yang dihiasi yang nampaknya sebagai hiasan kepala saja. Sedangkan silu sangat dikenal di daerah Kabupaten Donggala dan Poso.

Source: http://telukpalu.com/2008/04/peralatan-tari-tradisional-2/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker