Samar-samar rampag gendang terdengar dari 50m jalan utama menuju area Kampung Budaya Sindangbarang (KBS). Bergegas saya menapaki jalan tanah berbatu, di depan gerbang sudah terlihat kerumuman para penonton dan barisan dongdang, seekor kambing serta iring-iringan pengantin di tengah Alun-alun Tanjung Salikur. Prosesi diawali dengan beradu pantun, aleutan pengantin pria membawa seserahan yang terdiri dari berbagai jenis hasil panen yang diusung dalam dongdang serta seekor kambing untuk diserahkan kepada orangtua calon mempelai wanita. Acara kemudian dilanjutkan dengan menampilkan para pendekar cilik penerus seni bela diri. Budaya parebut se’eng dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2011 ini sebagai bentuk nyata pelestarikan budaya sunda, dahulu kala atraksi parebut se’eng di gelar dalam menampilkan kegagahan seorang pria dalam mempersunting seorang wanita, lelaki yang mampu merebut se’eng dari lawan tarungnya dianggap sebagai lelaki yang pantas m...
Gagal (Bhs. Cirebon), artinya mulai. Gagalan Panji artinya tanda dimulainya tari topeng Panji. Dalam pertunjukan topeng Cirebon, gagalan Panji adalah semacam pintu pembuka, sebagai ciri bagi dalang topeng untuk mulai menari dan bagi pertunjukannya itu sendiri. Lagunya bernama kratagan yang artinya mengejutkan. Dalam tari Topeng Panji, Gagalan Panji adalah suatu keharusan, durasinya (lama-sebentar) bukanlah pokok. Tanpa pembuka gagalan, tari tersebut tidaklah sempurna, ia adalah bagian yang cukup penting bahkan sebagai salah satu cirinya. Lagu dalam gagalan (kratagan) sebenarnya merupakan kependekan dari tetalu yang juga lagunya kratagan. Jika kratagan dalam tetaluan durasinya bisa sangat panjang, gagalan sebaliknya. Sebagai cirinya, lagu itu dimulai dengan sebuah tabuh serempak pada nada sepulu atau galimer (nada gamelan bilah keempat atau kelima dari kanan). Ditalu keras secara bersamaan. Mula-mula pengeprak itu menengok ke arah belakang, ke kiri dan kanan seraya memperhatikan...
Tutunjukan Tutunjukan téténjékan si Tétéh anteur ka cai ! Ah embung, sieun bugang dina muncang kokoplak sayang kadanca si paok katinggang picung, cungcurung ka Cipicung dél odél papatong dosol ti nyohnyor ! Sumber : Rosidi, Ajip.2013.Tembang jeung Kawih.Bandung: Kiblat Buku Utama.
Seren Taun adalah upacara panen padi yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan dalam bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan harapan untuk setahun yang akan datang. Lebih spesifik lagi, upacara seren taun merupakan acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung . Ada dua lumbung ; yaitu lumbung utama(leuit indung) ; serta lumbung pangiring atau leuit leutik (lumbung kecil). Leuit indung digunakan sebagai sebagai tempat menyimpan padi ibu yang ditutupi kain putih dan pare bapak yang ditutupi kain hitam. Padi di kedua lumbung itu untuk dijadikan bibit atau benih pada musim tanam yang akan datang. Leuit pangiring menjadi tempat menyimpan padi yang tidak tertampung di leuit indung . Dalam Upacara Seren Taun inilah dituturkan kisah klasik pantun serta sastra sunda yang menceritakan te...
Dalam Wacana dan Khasanah Kebudayaan Nusantara, Kujang diakui sebagai senjata tradisional masyarakat Masyarakat Jawa Barat (Sunda) dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah Kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang. Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406) Sedangkan Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa. Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai p...
Prasasti Kebonkopi II atau Prasasti Pasir Muara ditemukan tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I dan dinamakan demikian untuk dibedakan dari prasasti pertama. Namun sayang sekali prasasti ini sudah hilang dicuri sekitar tahun 1940-an. Pakar F. D. K. Bosch , yang sempat mempelajarinya, menulis bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa sansekerta , menyatakan seorang "Raja Sunda menduduki kembali tahtanya" dan menafsirkan angka tahun peristiwa ini bertarikh 932 Masehi. Prasasti Kebonkopi II ditemukan di Kampung Pasir Muara, desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor , Kabupaten Bogor , Jawa Barat , pada abad ke-19 ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi . Prasasti ini terletak kira-kira 1 km dari batu prasasti Prasasti Kebonkopi I (Prasasti Tapak Gajah). Teks: “ Ini sabdakalanda rakryang juru pengambat I kawihaji...
Motif batik ini melambangkan keuletan, kesabaran dan kesadaran masyarkat dan Pemerintah Majalengka, dalam bahu-membahu bersama-sama untuk membangun daerah, dengan landasan hati tulus – iklas, penuh dengan rasa tanggung jawab, didukung dengan rasa solidaritas yang tinggi, rasa cinta kasih yang dalam, selaras dan berkesinambungan (tanpa diskriminasi serta interversi). Digambarkan dengan motif; seorang wanita berparas cantik, tegar dan segar, dengan rambut panjang yang menjalar ke berbagai arah, dihiasi oleh taburan bunga melati dengan disisipkan 3 (tiga) simbol daun cinta. sumber : http://batikmajalengka.blogspot.com/2014/05/motif-nyi-rambut-kasih.html
Docang merupakan salah satu panganan khas daerah Cirebon, dimana docang ini kombinasi antara bahan-bahan seperti lontong, tauge, daun singkong, tempe gembos, emping atau kerupuk, serta dipadukan dengan kelapa muda parut. Docang ini memiliki rasa yang gurih serta sangat lezat bila dihidangkan dalam keadaan hangat. Panganan rakyat ini sendiri juga sangat terjangkau harganya akan tetapi semakin zaman menjadi modern, banyak juga makanan-makanan kreasi yang baru sehingga panganan rakyat ini hampir terlupakan. Dalam artikel kali ini akan dibahas tentang apa saja resep dan bagaimana cara membuat panganan rakyat yang gurih dan lezat ini. Bahan-bahan: 2 buah lontong (potong kecil sesuai selera). 1 bungkus oncom. 100 gram kelapa muda parut. 100 gram tauge (siangi kemudian rendam dalam air hangat). 200 gram daun singkong (cuci bersih kemudian rendam...
Doclang merupakan panganan tradisional khas dari kota Bogor yang tetap bertahan dari zaman duhulu sampai zaman modern saat ini. Di Bogor penggemar doclang ini sendiri masih banyak. Doclang mempunyai bahan-bahan pokok yang sederhana, antara lain yaitu potongan lontong, potongan tahu dan kentang, telur rebus, serta ditambah dengan kerupuk. Kemudian bahan-bahan tadi ditambahkan kecap serta bumbu kacang yang diolah dari berbagai macam rempah dengan rasa yang sedikit pedas. panganan ini sangat cocok dinikmati untuk sarapan pagi dengan Rasa yang gurih. Adapun langkah-langkah dalam membuat doclang ini antara lain. Bahan : 2 buah lontong (potong-potong sesuai selera). 2 buah kentang rebus (potong dadu). 1 buah telur ayam rebus (potong menjadi dua). 2 buah tahu besar (goreng kemudian potong dadu). 50 gram taoge (bersihkan lalu rendam dengan air hangat). Daun selada secukupnya. Bahan bumbu kacang : 100 gram k...