HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Plintheng Semar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Plintheng Semar merupakan cerita rakyat dari Kota Wonogiri.  Plintheng Semar merupakan  sebuah batu besar yang dahulu digunakan sebagai peluru ketapel oleh Semar. Batu besar ini bersandar pada sebuah pohon asem besar.  Kalau diperhatikan, batu tersebut sangat rawan karena seperti tertahan hanya oleh suatu pohon. Legenda Plintheng Semar meceritakan kisah tokoh Semar.  Suatu hari, mereka mengikuti gurunya Pandawa sedang bermeditasi di suatu tempat. Banyak godaan dari raksasa yang mengganggu proses meditasi para Pandawa. Semar berserta anak terus berjaga dan mengusir semua makhluk yang mengganggu.Pada suatu saat, terdapat seorang Raksasa mengganggu akan memakan Pandawa. Raksasa ini tidak mampu dihadapi oleh anak semar. Semar-pun harus turun sendiri menghadapi Raksasa. Semar dan raksasa berkelahi dengan hebat. Raksasa mampu bertahan dari serangan semar. Raksasa tidak terluka sedikit pun, Semar bingung harus melakukan apa. Raksasa menyerang Semar. Semar t...

avatar
OSKM18_16718280_muhamad farras sailendra
Gambar Entri
Filosofi Jemunak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

  Desa Gunungpring di Kecamatan  Muntilan, Kabupaten Magelang mempunyai makanan khas yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan, yaitu jemunak. Jemunak adalah makanan semacam kue yang terbuat dari ketela dan beras ketan yang diberi parutan kelapa dan cairan gula jawa yang disebut ‘kinco’. Jemunak dipasarkan dalam bungkus daun pisang atau daun kelapa. Menurut warga setempat, jemunak sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diproduksi saat bulan Ramadhan tiba. Nama ‘jemunak’ sendiri berarti ‘bar ngaji nemu barang enak’ atau ‘setelah mengaji memakan hidangan enak’. Pembuatan jemunak cukup sederhana. Ketela pohon diparut, kemudian direbus selama lima belas menit hingga setengah matang, begitu pula dengan beras ketannya. Ketela dan ketan kemudian digabungkan dan dikukus secara bersamaan. Setelah proses pengukusan, bahan jemunak ditumbuk hingga halus. Setelah itu, jemunak siap dihidangkan atau dibungkus dengan tambahan...

avatar
OSKM_16518301_Jingga Mutiara Windyarahma
Gambar Entri
Tradisi Ingkung di Masjid Banyumudal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Ingkung di Masjid Banyumudal Kebumen merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah. Sekalipun kecil, kota tempat saya tinggal ini mempunyai beberapa keunikan tradisi yang beragam di setiap desanya. Salah satunya yaitu tradisi ingkung di Masjid Banyumudal Kuwarisan, Desa Panjer, Kecamatan Kebumen. Tradisi ini diadakan setahun sekali saat tahun baru hijriyah bulan Muharram/Syura. Tradisi ini diadakan untuk memperingati dan mendoakan sesepuh dan ulama yang membawa masuk agama Islam ke daerah Kebumen, khususnya di daerah Kuwarisan. Acara ini di dilaksanaka hari Jum'at Kliwon bulan Muharam. Apabila pada bulan tersebut tidak ada hari Jum'at Kliwon, maka acara ini diadakan di hari Jum'at Pon. Peserta acara ini adalah warga Muslim daerah Kuwarisan asli dan warga daerah lain yang sudah mempunyai hubungan keluarga dengan warga kuwarisan (misal melalui pernikahan). Setiap keluarga membuat ingkung (ayam yang dimasak utuh) dan tumpeng untuk dikumpulkan. Jumlah ingk...

avatar
OSKM2018_16518150_Kurniati
Gambar Entri
Prasasti Plumpungan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

PRASASTI PLUMPUNGAN Prasasti Plumpungan (juga disebut Prasasti Hampran) adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Desa Beringin, Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Plumpungan sudah berumur kurang lebih 1268 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Prasasti ini dipercaya sebagai asal mula kota Salatiga. Sejarah Singkat Prasasti Plumpungan Prasasti Plumpungan diperkirakan dibuat pada hari Jumat tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi. Naskah tersebut ditulis oleh seorang citraleka (sekarang dapat disebut sebagai penulis, penggarap naskah atau pujangga) yang dibantu oleh sejumlah pendeta (resi) dan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum tetang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang dahu...

avatar
OSKM18_19718266_Chrisatya Ruth Almira Beata Aditanti
Gambar Entri
Acara Enthak-Enthik atau Bongkohan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Di daerah Kebumen, Jawa Tengah dan sekitarnya terdapat suatu tradisi yang dinamakan acara Enthak-Enthik atau Bongkohan Acara ini biasa diadakan di pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Acara ini memiliki sedikit perbedaan dalam teknis pelaksanaannya di tiap daerah, tetapi kesamaannya adalah setiap keluarga menghadirkan berbagai macam makanan serta jajanan dan dinikmati bersama-sama keluarga dan warga desa lainnya di tempat terbuka sebagai sarana membangun kekeluargaan, terutama bagi yang mudik dari kota. Di daerah Karangsari, Kutowinangun, Kebumen, teknis pelaksanaannya adalah sebagai berikut : 1. Dimulai malam Idul Adha, setiap keluarga di desa menyiapkan makanan dan snack untuk dinikmati bersama di pagi harinya 2. Pada pagi Hari Raya Idul Adha, seluruh keluarga di desa berkumpul di lahan terbuka dekat sawah dengan membawa makanan dan snack yang telah disiapkan malam hari sebelumnya 3. Sebelum makanan tersebut dinikmati, Pak...

avatar
OSKM18_16018385_AzizNurhidayat Adriyanto
Gambar Entri
Sejarah dan Tradisi Kaliyetno (Ternadi)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pada zaman dulu ada seorang berandal atau perampok yang bernama Loka Jaya. Pada suatu hari ia bertemu dengan Sunan Bonang dan ia berkeinginan untuk merampok beliau, tetapi Loka Jaya tidak bisa merampoknya. Sunan Bonang menunjuk ke pohon jati dengan jari telunjuknya lalu jadilah pohon tersebut menjadi emas. Dari kejadian itu Loka Jaya diberi nasehat oleh Sunan Bonang lalu Loka Jaya menyerah dan dia ingin menjadi murid Sunan Bonang. Sunan Bonang menyuruh Loka jaya untuk bertapa sambil menjaga tongkat, yang menurut cerita masyarakat sekitar kejadian itu terjadi di daerah Tuban. Ia disuruh Sunan Bonang untuk bertapa didaerah itu selama satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, Loka Jaya didatangi oleh Sunan Bonang dan disuruh untuk  melanjutkan perjalananya. Lalu berjalanlah dia menuju daerah ternadi dan disitulah ia disuruh untuk menjaga tongkat sunan bonang lagi selama 3 tahun. Ia bertapa didaerah tersebut. Setelah itu ia disuruh melanjutkan perjalanannya ke Demak. Sesampainya dis...

avatar
Oskm18_16618115_luthfi
Gambar Entri
Braen
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Menurut Bapak Tri Atmo, seorang pemerhati sejarah di Purbalingga, dahulu kala Rajawana bersahabat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Namun setelah Pakuan Pajajaran berkoalisi dengan Portugis untuk menyerang Sunda Kelapa, hubungan antara Rajawana dan Pajajaran melemah. Setelah itu, Sultan Demak yaitu Sultan Trenggono mengutus Fatahillah untuk merebut kembali Sunda Kelapa. Usaha Fatahillah membuahkan hasil, yakni berhasil merebut kembali Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 yang sampai saat ini masih diperingati sebagai hari jadi Kota Jakarta.   Lalu prajurit-prajurit yang masih bersimpati kepada Pajajaran dikirim menuju Rajawana untuk menangkap pimpinan Rajawana, Syekh Machdum Kusen. Syech Machdum Kusen adalah salah satu penyebar agama Islam di Purbalingga. Beliau mempunyai pondok pesantren yang bernama Pondok Pesantren Cahyana. Beliau memerintahkan para santri wanita pondok pesantrennya untuk menabuh terbang/rebana. Bersamaan dengan bunyi rebana, datanglah Tawon Gung yang selanj...

avatar
OSKM18_16418116_Ozan Bagas Suseno
Gambar Entri
Asal Usul Jangkar Dampo Awang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Pada zaman dahulu terdapat seorang saudagar kaya berasal dari daratan Cina yang bernama Dampo Awang. Dia merupakan seorang pedagang yang menjual berbagai permata dan barang barang antik serta juga seorang penggiat ajaran Kong Hu Cu. Dia ingin pergi kesuatu tempat untuk mengajarkan ajaran Kong Hu Cu dengan cara mengarungi laut dan samudera menggunakan kapal dagangnya bersama dengan seluruh pasukan yang ia bawa dari daratan Cina. Akhirnya setelah sekian ratus proses perjalanan, tibalah sang saudagar di tanah pulau Jawa bagian Timur. Dampo Awang sangat senang akan daerah itu karena semua masyarakat disitu menerimanya atas keramahan yang ia berikan pada mereka, sehingga dia bermaksud untuk berlabuh disana dan menetap sambil membagikan ajaran yang dibawanya. Ditengah masa masa penyebaran agamanya, terdengar lah nama Sunan Bonang ditelinga Dampo Awang. Dimana ia mendapat kabar bahwa sang Sunan Bonang ini merupakan pemeluk suatu ajaran lain (Islam) yang juga sedang menyebarkan aj...

avatar
OSKM_16518219_Ignatius Enrico Bramantya
Gambar Entri
Perayaan Syawalan di Pekalongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Perayaan syawalan Syawalan, ya sepertinya acara ini yang paling ditunggu-tunggu ketika memasuki lebaran idul fitri di Pekalongan. Seperti yang kita tau kegiatan perayaan syawalan pastinya selalu ada disetiap kota. Tetapi untuk bagaimana pelaksanaan perayaannya pasti berbeda tiap daerah. Begitu pula dengan pekalongan, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa sih yang dimaksudkan syawalan itu? Syawalan adalah perayaan hari ketujuh setelah lebaran yang sangat sayang bila dilewatan. Di Pekalongan sendiri mulai dari wilayah utara sampai ke selatan mempunyai cara perayaan yang berbeda pastinya, tetapi tetap pada satu tujuan bahwa diadakannya acara syawalan ini tidak lain tidak bukan merupakan ujub syukur terhadap rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan YME, dengan cara apa? Berikut merupakan rangkaian acara yang dilakukan saat perayaan syawalan tiba : Balon udara Nah balon udara yang dimaksudkan disini bukan balon udara yang bisa di naiki oleh manusia tetapi b...

avatar
OSKM18_16018243_maria cindrawati