Adat Nusantara
504 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ngaruwat Imah Ki Putri
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ruwatan Imah ini adalah sebuah prosesi selamatan telah selesainya proses pembuatan bangunan, seperti halnya kata ruwat – rawat, bahwa pentingnya process ini dilaksanakan bagi kami warga adat adalah imah ( Rumah -ind) adalah umah yang mewadahi kita sebagai sosok manusia yang akan tinggal dan hidup didalamnya supaya di rawat dan di ruwat. Prosesi yang akan berlangsung dimaksud adalah Ruwatan Imah Ki putri, bangunan baru pengganti Imah Tihang Kalapa (yang dibangun pada tahun 2000 – hingga akhir tahun 2017) sebelumnya di bangun di Era kepemimpinan abah Anom AE Sucipta, imah ini merupakan tempat penting di kasepuhan sebagai ruang bertemunya abah sebagai pimpinan kasepuhan dengan para incu putu dan pekerja kasepuhan. penyebutan istilah yang berbeda untuk bangunan ini adalah Tiang bangunan, kalaulah yang sebelumnya menggunakan bahan pohon kelapa sehingga imah ini disebut sebagai imah tihang kalapa, sedang bangunan yang baru di Era kepemimpinan kasepuhan saat ini A.U Sug...

avatar
Aze
Gambar Entri
Nyimbur
Ritual Ritual
Jawa Barat

Warga Kasepuhan Ciptagelar melaksanakan prosesi Nyimbur. Rangkaian kegiatan akan dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, yang dilanjutkan dengan acara selamatan di rumah Aki Karma selaku rorokan padukunan. Prosesi Nyimbur secara umum dapat dikatakan sebagai kegiatan pemberkatan untuk menjaga keselamatan jiwa, termasuk diantaranya jiwa segenap warga kasepuhan, hewan peliharaan, maupun kendaraan. Rangkaian prosesi Nyimbur biasanya telah dimulai 1 hari sebelum pelaksanaan. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menangkap hurang (udang air tawar), keyeup (kepiting air tawar), dan beberapa jenis ikan sungai. Aktivitas ini disebut juga dengan “ ngahkar “. Prosesi Nyimbur umumnya juga dilaksanakan bersamaan dengan prosesi Salamet Pare Beukah. Salah satu pertanda yang kerap digunakan sebagai patokan pelaksanaan acara Nyimbur adalah pada saat bunga Hiris berkembang di ladang ( huma ). sumber: https://ciptagelar.info/events/acara-adat-nyimbur/

avatar
Aze
Gambar Entri
Tutup Nyambut dan Haraka Huma
Ritual Ritual
Jawa Barat

Kegiatan adat Tutup Nyambut adalah acara salamet tutup pamakayaan sebagai penanda berakhirnya musim penanaman tahun ini. Sementara kegiatan Haraka Huma adalah acara salamet menyambut hasil tanaman selain padi di huma, yaitu tanaman tumpang sari seperti kacang, jagung, hanjeli, haremut, dan gandrung yang biasanya dipakai untuk menu prosesi acara salametan Tutup Nyambut. sumbe r: https://ciptagelar.info/events/acara-adat-tutup-nyambut-dan-haraka-huma/

avatar
Aze
Gambar Entri
Nganyaran
Ritual Ritual
Jawa Barat

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar kembali melaksanakan kegiatan Nganyaran yang akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Juli 2017. Aktivitas ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi pesta panen untuk musim tanam yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Seperti biasanya, kegiatan Nganyaran tahun ini diawali dengan kegiatan Nutu Nganyaran yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Juli 2017. Nutu atau menumbuk padi untuk prosesi Nganyaran biasanya dilakukan secara kolosal oleh para ibu di wilayah kasepuhan yang menjadi perwakilan setiap kampung. Kegiatan ini menggunaka sekitar 13 lisung atau wadah menumbuk padi yang ada di Kampung Ciptagelar. Kegiatan ini biasanya dihadiri oleh sekitar 800 ibu-ibu yang berasal dari kampung di sekitar wilayah kasepuhan. Salah satu puncak prosesi Nganyaran ditandai dengan kegiatan Ngabukti, yaitu mencicipi nasi dari hasil panen tahun. Adapun keseluruhan rangkaian prosesi Nganyaran terdiri dari beberapa aktivitas yang diantaranya adalah Ngisikan (mencuci beras),...

avatar
Aze
Gambar Entri
Turun Nyambut
Ritual Ritual
Jawa Barat

Prosesi Turun Nyambut adalah selamat dan sukuran akan dimulainya kembali menggarap lahan pertanian untuk tahun Pamakayaan di kasepuhan. Prosesi ini berlangsung setiap hari selasa malam rabu pada kegiatan akhir Serentaun kasepuhan Ciptagelar, Untuk memaknai prosesi dari kegiatan ini  ada  catur rangga   baris kolot yang menjadi kehidupan dan  cara pandang warga kasepuhan bahwa Ibu Bumi Bapa Langit ,  yang turun di sambut, membuat prosesi penyambutan Sang Bapa yang turun dari atas (langit)  untuk bertemu Sang Ibu ( Bumi). maka Selamatan dan sukuran dilaksanakan karena ketika Sang Bapa bertemu dangan Sang Ibu, maka kehidupan akan lahir. Konsep keseimbangan dikasepuhan salah satunya  diterapkan pada pemaknaan dari setiap kegiatan adat yang berlangsung, keseimbangan atas- bawah, siang- malam, kanan- kiri dst, adalah Kasepuhan Ciptagelar yang menggunakan dua salam dengan tangan utun mempertemukan kanan dan kiri nya kehidupan, ibaratkan ju...

avatar
Aze
Gambar Entri
Motong Kebo dan Salamet Pare Nyiram
Ritual Ritual
Jawa Barat

warga Kasepuhan Ciptagelar kembali melaksanakan acara rutin bulanan Salamet Opatbelasan yang biasanya dilaksanakan tepat pada malam bulan purnama. Selang 1 hari setelah Salamet Opatbelasan. Warga Kasepuhan Ciptagelar melaksanakan prosesi menyembelih kerbau ( motong kebo ) dalam rangka selamatan turbin mikro hidro Cibadak. Prosesi ini sekaligus menjadi acara selamatan penggunaan turbin mikro hidro yang dibangun pada masa kepemimpinan Abah Ugi Sugriwa selaku pemangku adat Kasepuhan Ciptagelar. Prosesi menyembelih kerbau biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari sebuah hajatan besar. Dalam beberapa hal, pemotongan kerbau juga pada umumnya dilakukan untuk memenuhi hajat atau “ carek ” untuk sebuah nazar atau ucapan di kala suatu maksud atau tujuan tertentu telah tercapai. Prosesi pemotongan kerbau di turbin kali ini merupakan rangkaian selamatan untuk hajat turbin Kasepuhan Ciptagelar di era kepemimpinan yang sekarang. Sebelumnya pesta hajat turbin juga dilakukan di...

avatar
Aze
Gambar Entri
Badud
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Awalnya, seni pertunjukan badud menjadi bagian dari ritual saat panen tiba, yaitu pada saat iringan masyarakat membawa hasil panen ke lumbung yang ada di desa. Awal pelaksanaan tersebut pernah tercatat angka tahunnya, yaitu 1928. Namun, menurut penuturan para sesepuh adat yang bersangkutan, yaitu Aki Ardasim dan Aki Ijot, badud diperkirakan sudah ada sejak tahun 1880 di Dusun Margajaya. Seni pertunjukan badud akhirnya berkembang untuk meramaikan ritual panen. Menurut Sukinta, perkembangan badud dimulai sejak tahun 1950, ditandai dengan penampilan materi peran yang ditambah dengan atribut topeng binatang, seperti: lutung, kera, anjing hutan, harimau, dan babi hutan, yang dibuat dengan bahan seadanya. Gerakan peran binatang menirukan gerakan yang disesuaikan dengan binatang aslinya – sesuai dengan atribut topeng yang mereka kenakan. Selain sebagai seni pertunjukan untuk meramaikan ritual panen, dengan cara mengiringi rombongan petani yang berjalan membawa hasil panennya ke l...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Ngalaksa #DaftarSB19
Ritual Ritual
Jawa Barat

Menurut pandangan masyarakat setempat, ngalaksa muncul kira-kira pada abad ke8, setelah seorang tokoh masyarakat Rancakalong bernama Eyang Riguna mengadakan perjalanan keliling Negeri Mataram, dengan tujuan mencari benih padi yang disebut Dewi Padi (Nyai Sri). Untuk mengenang peristiwa tersebut dan sebagai perwujudan rasa syukur, masyarakat setempat menggelar upacara adat tradisi ngalaksa. Pengertian "Ngalaksa" menurut salah seorang tokoh masyarakat Rancakalong, kata tersebut berasal dari perkataan ngalaksanakeun atau melaksanakan sesuatu untuk memperoleh tujuan. Sedangkan Nyai Sri yang disimbolkan sebagai Dewi Padi esensinya agar masyarakat selalu menggunakan tata tertib di dalam mengolah dan menyuburkan padi, sebagai makanan pokok dan sumber kehidupan. Pelaksanaan upacara adat tradisi ngalaksa pada umumnya melalui proses diawali dari pengumpulan bahan-bahan yang terdiri dari bermacam-macam biji-bijian. Mengenai waktu pelaksanaan ditentukan atas hasil mufakat tokoh-tokoh masyaraka...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Museum Pos Indonesia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Museum Pos Indonesia terletak di Jalan Cilaki No. 73 Bandung , Jawa Barat. Museum bersejarah ini sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1933. Awalnya, bangunan yang didesain oleh duo arsitek J. Berger dan Leutdsgebouwdienst ini bernama Pos Telegrap dan Telepon (PTT). Pada saat perpindahan kekuasaan Indonesia dari pihak Belanda ke Jepang, Museum Pos Indonesia beserta koleksi benda pos yang ada di dalamnya tidak terawat baik. Bahkan ketika Indonesia meraih kemerdekaan, museum ini tidak kunjung diperbaiki dan barang-barang koleksi museum dibiarkan terbengkalai. Hingga pada tahun 1980, Perum Pos dan Giro mengambil inisiatif membentuk  panitia guna memperbaiki dan merawat benda-benda koleksi museum yang  bernilai tinggi. Tepat di Hari Bhakti Postel ke-38, yakni 27 September 1983, Museum PTT akhirnya resmi berubah nama menjadi Museum Pos dan Giro. Peresmian museum ini dilakukan oleh Achmad Tahir, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparp...

avatar
Roro