Apabila kita melihat film-film yang menggambarkan adat Jawa, kita akan melihat yang namanya para serdadu-serdadu kerajaan yang mengenakan tombak dan mengenakan perisai untuk dijadikan perlindungan diri. Pada zaman dahulu kala, senjata tombak ini memang banyak yang menggunakan, walaupun saat ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan tombak. Ada tombak yang sangat terkenal dikalangan penduduk jawa, dan tombak itu telah di keramatkan oleh masyarakat jawa, tombak yang di keramatkan oleh masyarakat itu adalah Tombak Kyai Pleret. Sumber: https://baabun.com/6-jenis-senjata-tradisional-jawa-tengah/
Seperti yang telah kita ketahui bersama, salah satu cerita menyebutkan, asal mula tombak Kanjeng Kyai Plered tercipta dari alat vital Syekh Maulana Maghribi yang ditarik oleh seorang gadis bernama Rasawulan karena ketahuan mengintipnya. Adipati Pragola yang lahir di Jambeyan dan kemudian berkedudukan sebagai Bupati di Pati, adalah putra Adipati Puger dari Demak, yang merupakan putera ke-3 Panembahan Senopati Mataram. Dia masih sedarah dengan Sultan Agung. Sayangnya, sewaktu Sultan Agung dinobatkan sebagai Raja di Mataram menggantikan Sinuhun Sedo Krapyak, Adipati Pragola melakukan pemberontakan. Dia menyatakan daerah Pati dan Pesisir Utara terlepas dari kekuasaan Mataram. Sultan Agung datang sendiri memimpin pasukannya untuk memadamkan pemberontakan di Pati ini. Kuat dugaan kalau dia tahu persis kalau Adipati Pragola ini sangat sakti. Salah satunya, dia tak mempan oleh senjata tajam dan pusaka apapun, selain dengan pusaka sakti bernama Tombak Kanjeng Ky...
Tradisi berperilaku homoseksual ternyata sudah lama terjadi di Indonesia. Di Ponorogo, Jawa Timur, tradisi memelihara gemblak oleh warok adalah hal turun temurun. Gemblak merupakan bocah laki-laki berusia antara 12-15 tahun. Mereka berparas tampan dan terawat. Bagi seorang warok, memelihara gemblak adalah hal yang wajar dan diterima masyarakat. Konon sesama warok pun pernah beradu kesaktian untuk memperebutkan seorang gemblak idaman dan juga terjadi praktik pinjam meminjam gemblak. Diyakini, warok akan hilang kesaktiannya jika berhubungan intim dengan perempuan , meskipun itu istrinya. Makanya, mereka memelihara warok dan diperlakukan layaknya sebagai istri. Di beberapa pesantren, ada juga istilah warok. Namun jika di Ponorogo ada istilah gemblak, maka di pesantren ada sebutan mairil. Definisinya pun tak jauh beda. Mairil diistilahkan sebagai santri putra yang tampan berkulit putih. Mereka yang memiliki wajah ganteng, tampan, imut, dan baby face. Menurut pe...
Banyak ragam tradisi yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Wonogiri. Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan dari kakek nenek dan telah menjadi adat kebiasaan masyarakat terutama yang ada di desa. Salah satu tradisi itu adalah Tradisi Sokongan. Sokongan atau biasa disebut Rombongan Arisan/Entre masih di jalankan sebagian masyarakat terutama wilayah desa – desa kecamatan Ngadirojo dan sebagian kecamatan Wonogiri bagian selatan. Tradisi Sokongan sesungguhnya adalah salah satu wujud sifat gotong royong masyarakat desa dalam memenuhi satu kebutuhan terutama dana yang bagi warga desa bernilai cukup besar. Setiap warga desa yang ikut Sokongan mendaftarkan diri kepada pengurus biasanya disebut Carik Entre. Rombongan Sokongan beranggotakan satu atau dua dusun yang berdekatan. Ada warga desa yang mengikuti lebih dari satu rombongan sokongan bahkan lintas dusun tergantung keinginan warga te...
Begitu banyak tradisi atau adat istiadat yang berkaitan dengan hajatan yang masih dipertahankan eksistensinya hingga sekarang. Salah satunya adalah tradisi pemberian Brekat bagi para tamu undangan warga yang menyelenggarakan hajatan seperti pernikahan, khitanan dan lain sebagainya. Tradisi Nasi Brekat sampai sekarang belum ada kajian tentang asal-usul dan kisah sejarahnya. Nasi Brekat ini sebagai buah tangan atau oleh-oleh dari tuan rumah kepada para tamu undangan yang hadir. Nasi Brekat berupa menu makanan khas olahan Jawa berupa nasi putih lengkap dengan lauk pauk berupa daging sapi, sayur lombok hijau, kecambah, dan kadang ada srondeng kelapa. Yang unik pada Nasi Brekat ini adalah cara penyajian yaitu dibungkus dengan daun jati dan daun pisang sehingga menimbulkan aroma yang sangat khas. Tradisi Nasi Brekat masih dipertahankan masyarakat terutama di pedesaan Kabupaten Wonogiri. Untuk diwilayah perkotaan tradisi Nasi Brekat sudah mulai hilang de...
Di zaman yang serba modern seperti saat ini masih ada beberapa warga masyarakat yang masih eksis menjaga adat istiadat. Seperti yang dilakukan warga Dusun Sumberejo, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri. Bersih Desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari kewajiban setiap keluarga untuk menyumbangkan makanan. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu. Salah satu tokoh masyarakat, Suwarno menyampaikan acara bersih desa dilakukan setiap 7 tahun sekali. Bersih desa lebih ditekankan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada disekitar desa agar tidak mengganggu. "Disini, rutin menghelat acara wayang setiap 7 tahun sekali, ini sudah adat dari para leluhur kami,"terangnya Kamis (04/05/2017) malam. Antusias warga yang datang untuk menyaksikan wayang juga sangat luar biasa, ratusan warga berbondong-bondong untuk menyaksikan, ratusan mata menatap kearah k...
Di dalam masyarakat Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tenagh, dikenal tradisi Susuk Wangan. Tradisi ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari warga yang banyak berkutat dengan pertanian dan sumber air. <> Susuk Wangan sendiri, memiliki arti membersihkan saluran air. Sebagai ungkapan syukur atas sumber air yang diberikan Allah, setiap tahunnya mereka menggelar acara ini. Tradisi yang memilik nama lengkap “Ritual Susuk Wangan Amerti Tirta” ini biasa dilakukan pada Sabtu Kliwon setiap datang Bulan Besar (Dzulhijah). "Ritual ini, merupakan adat istiadat masyarakat Desa Setren dan sekitarnya, sebagai bentuk rasa syukur karena selama ini mereka memperoleh manfaat dari aliran air gunung yang mengalir sepanjang tahun dari sumber Girimanik di hutan Setren," kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Slogohimo, Sarosa. Pada tahun ini untuk memeriahkan Susuk Wangan, Pemerintah Kabupaten setempat menggelar Susuk Wangan pada Ahad (3/11...
Ada sebuah tradisi khas yang dilakukan masyarakat Wonogiri setiap datangnya Lebaran. Tradisi lama yang telah turun-temurun dijaga hingga kini. Sebuah tradisi bernama Ngider . <> Ngider hampir sama dengan Halal Bihalal. Yakni bersilaturahmi sembari saling meminta dan memberi maaf. Cuma bedanya Ngider dilakukan dengan disertai memberikan bingkisan. “Bingkisan biasanya berupa makanan kecil, kadang-kadang jajanan pasar seperti jadah ketan, tape singkong atau wajik klethik,” tutur Kasmi (56) warga Gemawang, Ngadirojo, Ahad. Sementara di Giriwoyo acara Ngider diikuti makan bersama. Seorang warga akan mengunjungi tetangganya seraya membawa bingkisan. Setelah ngobrol dan bersenda-gurau bingkisan tersebut dimakan bersama-sama. “Itu nikmatnya berlebaran, kita bisa makan bersama-sama tetangga, supaya tidak lekas kenyang, bingkisan yang dibawa bukan berisi makanan besar seperti nasi dan lauk-pauk, tapi makanan kecil seperti snack , kue kering,...
Tradisi Adum Ketupat digelar di objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Minggu (24/6). Ribuan warga terlihat mengikuti gelaran tersebut. Tak ketinggalan Bupati Wonogiri, Joko "Jekek" Sutopo yang beraksi terbang dengan paralayang. Kepala UPT Waduk Gajah Mungkur, Pardiyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi tahunan. Merupakan puncak ritual menyambut Syawal. Dengan berebut ketupat, masyarakat meyakini bakal mendatangkan keberkahan. Dalam pesta ketupat tersebut, tidak ada prosesi khusus. Ribuan ketupat dikemas sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa menikmati tanpa harus berebutan. Sedangkan gunungan ketupat, hanya berisi ketupat tiruan. Bukan nasi, melainkan kupon doorprise . "Rebutan ketupatnya dibagi dua sesi. Anak-anak lebih dulu, lalu yang dewasa. Hal ini untuk mengurangi risiko anak-anak terinjak-injak,” ujar Pardiyanto kepada Jawa Pos Radar Solo . Makna kupat sering diartikan ngaku lepat (mengaku salah). Melalui tradis...