8.382 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Budaya Kelahiran Adat Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Adat Masa Kehamilan 1. Upacara Mengandung Empat Bulan Dulu Masyarakat Jawa Barat apabila seorang perempuan baru mengandung 2 atau 3 bulan belum disebut hamil, masih disebut mengidam. Setelah lewat 3 bulan barulah disebut hamil. Upacara mengandung Tiga Bulan dan Lima Bulan dilakukan sebagai pemberitahuan kepada tetangga dan kerabat bahwa perempuan itu sudah betul-betul hamil. Namun sekarang kecenderungan orang-orang melaksanakan upacara pada saat kehamilan menginjank empat bulan, karena pada usia kehamilan empat bulan itulah saat ditiupkannya roh pada jabang bayi oleh Allah SWT. Biasanya pelaksanaan upacara Mengandung empat Bulan ini mengundang pengajian untuk membacakan do’a selamat, biasanya doa nurbuat dan doa lainnya agar bayinya mulus, sempurna, sehat, dan selamat. 2. Upacara Mengandung Tujuh Bulan/Tingkeban Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kand...

avatar
OSKM_16718458_FTI ITB_2018
Gambar Entri
Saka Tatal
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau yang dikenal sebagai Masjid Agung Cirebon yang berlokasi di dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon (Jl. Jagasatu, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114 ) memiliki banyak keunikan dari segi arsitekturnya. Mulai dari bentuk kubah, bentu dan jumlah pintu, sampai ornamen-ornamen di dalamnya memiliki pesan khusus. Salah satu ornamen yang terdapat dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah “ Saka Tatal” . Dalam bahasa Jawa kuno, ' Saka'  berarti tiang dan ' Tatal'  yang berarti serpihan. Jadi Saka Tatal adalah sebuah tiang yang dibentuk dari serpihan-serpihan kayu. Ornamen ini memiliki pesan moril yang tersirat di dalamnya. Serpihan-serpihan kayu yang disatukan menjadi sebuah satu-kesatuan tiang yang kokoh melambangkan persatuan atau pemersatu dari semua umat yang ada pada Cirebon pada masa itu. Mengingat bahwa Cirebon merupakan daerah yang dihuni oleh penduduk yang heterogen. Masjid ya...

avatar
OSKM18_16818068_Linda Mawali
Gambar Entri
Nuju Bulanan Adat Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Nuju Bulanan dalam Adat Sunda Oleh : William Samalo             Dalam paparan sunda, dalam tradisi atau adat istiadatnya terdapat ciri khas unik dalam prosesi nuju bulanan. Upacara Tingkeban adalah salah satu tradisi masyarakat Sunda, upacara ini disebut juga  mitoni  . Ritual yang dilakukan di acara ini adalah sang calon ibu dimandikan atau disiram di taman untuk memohon agar anak yang kelak dilahirkan dapat menjadi anak yang berguna bagi sesama manusia dan agama.            Siraman yang di lakukan oleh para sesepuh sebanyak 7 orang termasuk ayah dan ibu wanita hamil serta suami dari calon ibu. Makna dari siraman ini juga untuk memohon agar anak yang dilahirkan dapat selamat dan yang memandikan sang calon ibu adalah orang tua yang sudah mempunyai cucu.           Setelah siraman selesai, dilanjutkan dengan upacara memasukan belut mulai dari bagia...

avatar
OSKM18_19918162_WILLIAM
Gambar Entri
Keunikan dan Mistis Kesenian Reak Sunda
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Apa itu Kesenian Reak?                 Kata “Reak” berasal dari kata “Reog” yang merujuk pada kesenian Reog Ponorogo. Kesenian reak merupakan salah satu pertunjukkan seni yang sangat khas, yaitu sebuah kombinasi antara musik khas Sunda dengan tarian dan aksi-aksi yang ekstrim oleh kuda lumping (istilah orang yang menari dengan menaiki kuda-kudaan yang terbuat dari kulit binatang) dan ada juga penari yang mengenakan kostum bangbarongan yang seram. Kostum bangbarongan tersebut terbuat dari karung goni dan kayu yang dipergunakan sebagai kepala bangbarongan, serta tali rapia sebagai rambutnya. Alat musik yang dipergunakan antara lain, gong, suling, kendang, kentungan, terompet khas Sunda lengkap dengan sinden yang menyanyi sepanjang pertunjukkan.   Sejarah Kesenian reak berasal dari daerah tatar Sunda, yaitu beberapa daerah yang ada di Jawa Barat, seperti Sumedang, Ban...

avatar
Oskm18_16018021_firyal
Gambar Entri
Onger ketan (bangkerok)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

            ONGÉR KETAN atau yang sering biasa kita sebut BANGKEROK adalah makanan khas dari suku sunda. Bangkerok adalah makanan yang hampir mirip dengan uli yang mana bahannya sama sama dari beras ketan. Bedanya, Uli dibuat dari beras ketan yang di haluskan lalu di jemur terlebih dahulu sebelum digoreng ataupun dibakar.Sedangkan bangkerok dibuat dari nasi ketan yang sudah dicampur dengan bumbu lalu di diamkan di dalam wajan sampai hangus. Biasanya sering ditambahkan sambal kacang ataupun sambal oncom.         Karena semakin majunya peradaban modern,makanan makanan tradisional seperti bangkerok pun sudah terlupakan oleh beberapa orang. Maka dari itu mari kita lestarikan kembali makanan makanan tradisional agar bisa dikenal oleh anak anak penerus bangsa.         Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :   Bahan : - 50...

avatar
OSKM_19918063_Dinda Sri Rachma
Gambar Entri
Cara Pembuatan Jeruk Nipis Peras (Jeniper)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Assalamu'alaikum wr.wb. Kabupaten Kuningan merupakan daerah yang cukup terkenal di Jawa Barat karena banyaknya objek wisata alam dan juga tempat bersejarah Indonesia seperti Gedung Perundingan Linggarjati. Selain itu, makanan  khasnya pun sudah terkenal di berbagai daerah di Jawa Barat seperti Peuyeum, Leupeut, Opak Bakar, dan lainnya. Tetapi, ada 1 minuman khas dari Kuningan ini yang tidak kalahterkenal.Yak, itulah Jeruk Nipis Peras atau yang biasa disebut Jeniper/JNP. Jeniper ini ada yang dijual secara botolan yang bisa langsung diminum atau ditambahkan air panas, ada pula yang dijual dalam bentuk sirup yang harus diseduh dengar air. Selain itu, ada olahan lainnya juga yang mirip seperti Jeniper ini yang biasa disebut Jeruk Nipis Saring atau Jenisa. Olahannya hampir sama, hanya ada sedikit perbedaan dalam pengolahannya. Rumah produksi Jeniperini bisa ditemukan di beberapa tempat di desa Ciawigebang dan Cigugur. Nah selain rasanya yang enak, Jeniper ini punya banya...

avatar
OSKM18_16018194_Achmad Rofiq
Gambar Entri
Monumen Perjuangan Jawa Barat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen Perjuangan merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat. Terletak di Jalan Dipati Ukur No. 48. Berdiri di tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m², Monumen Perjuangan memiliki 7 diorama yang tertata dengan rapi. Bagian depan terhias dengan relief khas Jawa Barat yang menjelaskan perjuangan masyarakat asli Jawa Barat dalam merebut kemerdekaan. Monumen Perjuangan diresmikan enam hari setelah Hari Kemerdekaan Indonesia ke-50 yaitu 23 Agustus 1995 oleh Gubernur Jawa Barat pada masanya, Raden Nana Nuriana. Monumen Perjuangan diharapkan dapat menanamkan semangat persatuan dan kesatuan penduduk Indonesia, membangkitkan jiwa nasionalisme, mengabadikan jasa para pahlawan, menyajikan sumber sejarah kepada masyarakat dari generasi ke generasi, dll. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_19718171_rbmcemal
Gambar Entri
Ritual Hari Nelayan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hari Nelayan merupakan ritual tahunan yang diadakan di pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) — atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Dermaga. Acara tahunan ini rutin diselenggarakan setiap tanggal 6 April tiap tahunnya, pada tahun 2018 tradisi sudah genap berusia 58 tahun. Ritual ini dimulai dengan pemilihan putri dan putra nelayan yang dilakukan melalui beberapa tahap seleksi. Putri Nelayan disini mewakili Nyi Roro Kidul yang mana adalah Ratu pantai Selatan. Ritual ini bertujuan untuk memberi ucapan syukur kepada Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai Selatan. Setelah terpilih putra dan putri nelayan, lalu mereka akan diarak menggunakan delman untuk berkeliling daerah Palabuhanratu. Selain itu, biasanya murid-murid TK, SD, SMP, bahkan SMA turut serta bersama rombongan putra dan putri nelayan, mereka ikut berjalan kaki menyusuri jalanan raya Palabuhanratu yang kegiatannya biasa disebut sebagai pawai. Sementara pu...

avatar
OSKM18_16718153_Sofhia Ribka Aritonang
Gambar Entri
Mitos Larangan Meniup Seruling di Gunung Guntur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Gunung Guntur di Kabupten Garut, Jawa Barat, memiliki pemandangan yang sangat indah. Maka tak heran jika gunung ini jadi buruan wisatawan untuk didaki. Namun, di balik keindahannya, gunung ini memiliki cerita mitos yang berkembang di masyarakat.  Sebagian masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Guntur hingga kini masih mempercayai adanya mitos dilarang meniup suling di sekitaran area Gunung Guntur. Aas Saepudin (62) warga Kampung Bojong Masta, Kelurahan Pananjung, Tarogong Kaler menjelaskan mitos tersebut. "Memang warga sini masih percaya teu kenging (tidak boleh) niup suling di Gunung Guntur. Pamali," ungkap Aas kepada detikcom di rumahnya, Rabu (3/1/18). Berdasarkan cerita yang dikisahkan orang tuanya dulu, sambung Aas, kerap hadir mahluk menyerupai macan jika seseorang meniup suling di kawasan gunung. "Kalau kata orang tua dulu bilang kalau niup suling itu sering ada maung bungkeleukan (macan gentayangan) ke rumah-rumah warga," katanya. Namun...

avatar
OSKM18_16018089_Ilham Maulana