Assalamu'alaikum wr.wb.
Kabupaten Kuningan merupakan daerah yang cukup terkenal di Jawa Barat karena banyaknya objek wisata alam dan juga tempat bersejarah Indonesia seperti Gedung Perundingan Linggarjati. Selain itu, makanan khasnya pun sudah terkenal di berbagai daerah di Jawa Barat seperti Peuyeum, Leupeut, Opak Bakar, dan lainnya. Tetapi, ada 1 minuman khas dari Kuningan ini yang tidak kalahterkenal.Yak, itulah Jeruk Nipis Peras atau yang biasa disebut Jeniper/JNP. Jeniper ini ada yang dijual secara botolan yang bisa langsung diminum atau ditambahkan air panas, ada pula yang dijual dalam bentuk sirup yang harus diseduh dengar air. Selain itu, ada olahan lainnya juga yang mirip seperti Jeniper ini yang biasa disebut Jeruk Nipis Saring atau Jenisa. Olahannya hampir sama, hanya ada sedikit perbedaan dalam pengolahannya. Rumah produksi Jeniperini bisa ditemukan di beberapa tempat di desa Ciawigebang dan Cigugur.
Nah selain rasanya yang enak, Jeniper ini punya banyak manfaat untuk kita, antara lain:
Sebetulnya manfaat Jeniper ini sama dengan manfaat kita mengonsumsi jeruk nipis itu sendiri. Akan tetapi, karena biasanya banyak orang yang kurang suka memakan langsung jeruk nipis ini, maka dibuatlah olahan baru seperti jeniper ini. Dan disini saya akan memberitahukan cara pembuatan dari Minuman Khas ini yang bisa dilakukan oleh setiap orang masing-masing. Cara membuatnya cukup mudah meskipun rasanya mungkin akan berbeda dari resep rumah produksi.
Alat dan Bahan sederhana yang kita butuhkan dalam pembuatan olahan ini antara lain:
Berikut adalah cara pembuatannya,
Opsional langkah akhir : masukkan Jeruk Nipis Peras yang tadi telah diolah kedalam botol kosong yang telah di sterilkan menggunakan air hangat.
Begitulah cara pembuatan Jeniper yang bisa langsung diminum. jika ingin membuat yang dalam bentuk olahan sirup, kalian mbisa menambahkan takaran gulanya. Untuk itu, perbandingan setiap bahan itu harus diperhatikan. Bagaimana? mudah bukan? Selamat mencoba!
Terimakasih.
#OSKMITB2018
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.