JENISA (Jeruk Nipis Asli) didirikan sejak 2004. Pemiliknya bernama Benhardi. Awal mulanya, JENISA (Jeruk Nipis Asli) memiliki jumlah karyawan hanya 2 orang saja, karena awalnya merupakan usaha kecil. Dan produksinya pun hanya 50-70 botol per hari, kini produksinya pun meningkat dengan 3500 botol per harinya. Dan akhirnya berkembang menjadi usaha yang besar. Ada dua ukuran JENISA (Jeruk Nipis Asli) yang perusahaan ini jual, yaitu dalam dentuk botol 140 ml dan 630 ml. Letak usaha JENISA (Jeruk Nipis Asli) berada di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan-Jawa Barat. Bahan baku JENISA (Jeruk Nipis Asli) ini didatangkan langsung dari daerah Lampung dan sekitarnya. Pemasaran produk ini dipasarkan di daerah Surabaya, Jabodetabek, Indramayu, dan Kuningan. Pembuatannya pun ada empat tahap, yaitu penyiapan bahan baku jeruk yang siap di proses, proses blancing jeruk nipis, proses capping botol, dan proses labeling Jenisa. #OSKMITB2018...
Indonesia dikenal dengan budayanya yang sangat beragam. Mulai dari adat istiadatnya, upacara adatnya, mainan tradisional, makanan minuman, dan masih banyak lagi. Keberagaman itulah yang menjadikan ciri khas dari Indonesia itu sendiri. Kebudayaannya yang sangat beragam begitu menggugah untuk digali lebih dalam dengan cara berbagai hal. Penggalian keberagaman Budaya Indonesia bisa dengan cara mencari budaya itu sendiri. Pencarian Budaya Indonesia ini sangat meluas dan ada dimana-mana khususnya di internet. Internet inilah yang menjadikan sumber bagi orang-orang yang tertarik untuk menggali Budaya Indonesia. Salah satunya dengan adanya situs budaya-indonesia.org kita dapat menshare salah satu Budaya Indonesia yang berasal dari daerah-daerah asal yang berguna bagi orang banyak agar lebih dapat mengetahui budaya yang belum mereka ketahuinya. Seperti contohnya yaitu Uras. Uras merupakan salah satu makanan tradisional asal Bandung. Uras identik dengan makanan penunda lapar bagi...
Keris Panunggul Naga adalah sebuah keris peninggalan Kerajaan Sumedang Larang. Keris ini dahulunya dimiliki oleh Prabu Geusan Ulun (1578-1601 M) yang merupakan raja terakhir dari Kerajaan Sumedang Larang, karena selanjutnya Kerajaan Sumedang Larang menjadi bagian dari Kerajaan Mataram dan pangkat raja turun menjadi adipati (bupati). Keris Panunggul Naga ini tersimpan di Museum Prabu Geuhan Ulun. Sumber: http://sumedanglarang.blogspot.com/
Di Bandung, terdapat berbagai macam permainan yang sangat seru dan asyik dimainkan bersama teman- teman . Salah satu permainan yang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang adalah ucing sandal. Padahal, cara bermainnya cukup mudah dan dapat dilakukan hanya dengan tiga orang atau lebih. Barang yang diperlukan juga sedikit dan sangat mudah ditemukan, yaitu hanya empat buah (dua pasang) sandal yang memiliki ukuran cukup sama. Tiga buah sandal digunakan untuk membentuk objek permainan dan satu buah sisanya digunakan untuk dilemparkan "kucing" kepada para pemain. Cara bermain ucing sandal: 1. Ambil dua buah sandal kemudian pertemukan kedua ujungnya menghadap menjauhi alas bermain ( seperti ini kira-kira /\ ). Ambil satu buah sandal lagi kemudian letakkan di antara kedua sandal tadi, tetapi jangan sampai runtuh. Bentuk ketiga sandal tadi harus stabil (diam di tempat). 2. Lakukan hompimpa untuk menentukan satu orang yang akan menjadi "kucing". Posisi "kucing" berada kir...
Masres , teater rakyat yang sarat pesan moral. Amad , pendiri masres mengadopsi babad Cirebon sejak Sunan Gunungjati membumikan agama Islam di Cirebon hingga melebar ke bagian lain di Jawa Barat. Cerita turun temurun warisan leluhur mengenai sejarah persemaian agama ini diangkat ke dalam teater rakyat. Judul-judul favorit Masres biasanya adalah: Babad Alas Muara Tua atau pembukaan hutan Muara Tua (kabarnya Muara Tua adalah nama sebelum Cirebon), Bumi Celancang/ Hikayat Syekh Windujati , dan yang paling populer Ngalangi Grebeg Muludan . Tiga lakon di atas sangat sinkron dengan kisah penyebaran agama islam. Umumnya manggung pada pasca panen, bulan Syawal, setelah upacara nadran, dan acara pernikahan. Dengan aktor/ aktris dan nayaga sebanyak 50 orang. Kesenian rakyat ini menggunakan setting panggung keraton Cirebon, dan berawak pemain muda (21 - 45 tahun). Diselingi lagu-lagu tarling (sesekali lagu dangdut, mungkin supaya tidak kalah dengan org...
Penganten tebu merupakan suatu kebiasaan masyarakat desa babakan ketika pabrik gula akan beroperasi. Kebiasaan ini telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat desa babakan, penganten tebu ini bisa dikatakan sebagai permohonan keselamatan kerja bagi karyawannya dan diberi hasil panen tebu yang banyak kepada yang maha kuasa atau dalam bahasa jawa disebut selametan. Penganten tebu sendiri itu adalah sebuah dua pohon tebu yang dipilih dari kebun tebu yang siap panen dan diambil dari kebun tebu yang berbeda lokasinya, dan kemudian dua batang pohon tebu tersebut diarak seperti halnya seorang pengantin lengkap dengan orang-orang yang memakai baju tradisional seperti pengaman kerajaan disekitar area lingkungan pabrik gula. Pada prosesi pengarakan pengantin tebu biasanya acara ini ramai dengan masyarakat yang berantusias demi sekedar melihat dan berbelanja. Sebelum acara pengantin tebu ini mulai biasanya terdapat pasar tumpah seperti penjual makanan, pakaian, mainan anak-anak ataupun...
Berkas ini merupakan tugas OSKM ITB 2018 dalam rangka menjaga kelestarian budaya Indonesia.
EMPAL GENTONG MAKANAN KHAS DAERAH CIREBON Empal Gentong adalah suatu makanan khas daerah dari sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Cirebon. Terbuat dari daging yang dicincang atau dipotong kecil-kecil lalu diberi kuah santan. Daging yang biasa digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong memiliki rasa yang sangat enak,segar dan gurih karena kuah santan dan perasan jeruk nipisnya. Biasanya empal gentong dimakan bersamaan dengan nasi ataupun lontong. Empal gentong pun biasa disajikan dengan kucai, cabai kering yang sudah dihaluskan dan kerupuk. Diberi nama empal karena bahan utama dari empal gentog ini adalah daging sapi yang sedikit berlemak. Lalu disebut gentong karena pada jaman dahulu, masyarakat belum mengenal panci sehingga memasak menggunakan gentong. Selain unik pada tempat memasaknya, empal gentong pun unik pada cara memasaknya karena daging-daging ini dimasak dengan menggunakan kayu dari pohon asam. Hingga ki...
Si Legit Multitalent : Kue Bugis Nikahan? khitanan? lebaran? hingga pengajian atau arisan, tentunya kalian gak asing lagi dengan kue bugis. Kue legit, yang berbahankan beras ketan dengan isian kelapa parut dicampur gula merah ini menjadi kue multitalent , yakni dia itu bisa jadi cemilan di tiap acara. Namun, selain di Bandung, ternyata kue ini pun terkenal se-penjuru Indonesia. Lain di Jawa lain juga di Sumatra (Padang) kue ini disebut juga 'lapek Bugis' atau lepat bugis. Terbuat dari tepung ketan hitam dengan isian enten. Tapi enten ini dimasak dengan gula putih, berbeda dengan kue mendut yang entennya di masak dengan gula merah. Ternyata tidak hanya berbeda nama, cara membungkusnya pun juga berbeda. Kalau di Jawa dibungkus dengan daun pisang muda dan dilipat segiempat seperti membungkus kue pisang, sedangkan di Sumatra di taruh kedalam daun pisang yang telah dipincuk kemudian dilipat menyerupai piramida. Keduanya diberikan...