Karak adalah kerupuk khas dari Kota Solo yang sudah dikenal masyarakat sekitar sejak zaman penjajahan Jepang. Tekstur karak yang renyah dan gurih serta harum khas bawang putihnya yang khas membuat karak menjadi pendamping makanan ataupun hanya sekadar camilan favorit bagi warga Solo dan Jawa Tengah. Lihat saja di warung atau rumah makan di daerah Solo pasti Anda akan mudah menemukan karak yang biasanya dibungkus dalam plastik. Biasanya karak menjadi pelengkap ketika makan soto solo ataupun nasi pecel yang banyak ditemui di daerah Solo dan Jawa Tengah. Karak konon pertama kali dibuat oleh seorang bernama Mbah Sastro dari Bratan, Solo pada masa penjajahan Jepang karena menyayangkan sisa nasi yang akan dibuang begitu saja. Ia pun memikirkan cara mengolah nasi sisa tersebut. Ia kemudian mencampur nasi dengan bumbu dan bwang putih, lalu menumbuknya sampai halus. Selanjutnya adonan dicetak dan dibentuk tipis-tipis dan dikeringkan. Karak pun siap digoreng dengan api kecil sampai sedang h...
Sate blater merupakan makanan yang berasal dari Purbalingga. Nama sate ini diambil dari daerah asal muasal sate ini, yaitu dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Sate ini menggunakan daging ayam sebagai bahan utamanya. Walaupun terbuat dari ayam, sate yang berasal dari Jawa Tengah ini memiliki perbedaan dari sate ayam lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari cara memasaknya. Pada umumnya, sate dibakar saat daging masih mentah, namun sate blater tidak. Sate blater harus direndam terlebih dahulu dalam bumbu racikan khas orang-orang Desa Blater, baru setelah itu dibakar. Hal ini menyebabkan sate blater memiliki rasa yang unik dan nikmat dibanding sate lainnya. Tak hanya itu, sate ini juga bisa tahan sampai tiga hari. Berikut ini adalah bahan yang diperlukan dalam memasak sate blater; Bahan: Ayam Bawang merah sesuai selera tusuk sate seperlunya lontong secukupnya Bahan Saus Kacang Kacang tanah Bawan...
Gudeg adalah makanan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Biasanya, gudeg disajikan bersama sayur krecek, telur pindang, ayam goreng, maupun opor ayam. Masyarakat mengenalnya sebagai makanan khas dari Yogyakarta. Namun ternyata, beberapa daerah di Jawa Tengah juga punya gudeg versinya sendiri yang serupa dengan gudeg Yogya namun memiliki cita rasa yang sedikit berbeda. Salah satunya adalah gudeg koyor. Gudeg koyor adalah gudeg khas Semarang yang memiliki tekstur agak basah dan memiliki rasa yang tidak semanis gudeg Yogya. Yang membuat gudeg ini berbeda dengan gudeg Yogya adalah adanya koyor yang merupakan urat sapi yang dimasak dengan cara diungkep lama sehingga teksturnya lembut. Gudeg koyor juga disajikan bersama telur pindang, sayur krecek, sambal goreng, tahu, daun singkong, kol rebus, dan sambal ebi. Terakhir, gudeg ini disiram dengan areh kental. Bahan-bahan : 3/4 liter air kelapa 1/2 kg koyor sapi 2 lembar daun salam...
NASI GANDUL Nasi Gandul adalah nasi putih yang disajikan dengan lauk daging sapi atau daging kerbau yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu khas jawa, telur rebus, tauge, tahu, tempe dan sayur semur. Nasi gandul mempunyai ciri khas tersendiri dari cara penyajiannya yaitu disajikan tidak langsung di atas piring melainkan di piring yang telah dialasi dengan daun pisang. Daun pisang tersebut yang akan membuat aroma khas nasi gandul. Pemberian nama nasi gandul dikarenakan dulunya orang yang menjual nasi tersebut tidaklah di kedai atau di warung-warung makan seperti sekarang yang banyak kita temukan di pinggir jalan atau di rumah makan, melainkan menjual nasi tersebut keliling dengan memikul dagangannya. Nasi yang dijualnya dengan dipikul itu gandul-gandul sehingga disebut dengan nasi gandul.
Indonesia sudah terkenal dengan budayanya yang selalu menggunakan air untuk membersihkan kotoran , baik untuk kebersihan badan dan kebersihan lingkungan . Bahkan untuk membersihkan diri setelah buang hajat , baik air kecil maupun air besar , orang-orang Indonesia selalu menggunakan keberadaan air, berbeda dari kebudayaan Belanda . Hal ini sudah berlangsung lama, bahkan saat zaman penjajahan Belanda pun kebudayaan ini sudah ...
Asal Usul Nasi Megono Megono adalah makanan khas dari kota kecil di Jawa Tengah, yakni Pekalongan dan Batang. Selain terkenal dengan batiknya, nasi Megono juga cukup beken di kawasan sekitar Pekalongan dan Batang seperti macamnya nasi uduk di Jakarta/Bekasi. Nasi megono sudah ada sejak zaman dulu, tepatnya mulai dari sekitar tahun 1936 hingga sekarang. Makanan ini merupakan salah satu makanan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun dan dijaga kelestariannya. Uniknya, Megono hanya dapat ditemukan di Pekalongan dan kota kecil bernama Batang saja. Sekilas, nasi Megono terlihat seperti urap tetapi bahan isinya bukanlah sayuran melainkan nangka muda yang dipotong / dicacah kecil-kecil. Bumbu Megono sendiri terdiri dari cabe, kencur, bawan...
Pluneng merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Di Pluneng terdapat empat sumber mata air yang diberi nama Umbul Tirto Mulyono atau Umbul Gedhe, Umbul Tirto Mulyani, Umbul Dawe, dan Belik Sawahan Ngemplak. Umbul Tirto Mulyono biasa juga disebut Umbul Lanang yang artinya laki-laki. Dahulu, hanya ada satu Umbul, yaitu Umbul Tirto Mulyono yang digunakan laki-laki serta perempuan untuk berenang. Namun, atas perintah Sunan Pakubuwono X, para perempuan kemudian dipisahkan untuk berenang di Umbul Tirto Mulyani. Untuk sejarahnya sendiri, memang belum diketahui secara lengkap asal usul umbul ini. Kirab Budaya Syukuran Banyu Pluneng ini diawali dengan para warga yang berbondong-bondong menyerahkan tumpeng dan hasil bumi di Balai Desa Pluneng. Para warga berjajar, sementara anak-anak menggunakan kostum dan pakaian adat Jawa. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan arak-arakan hasil bumi dan tu...
Upacara selapanan yang diiringi tradisi bancakan/nasi bancakan adalah tradisi yang dikenal luas dan dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa sebagai salah satu bentuk upacara slametan. Upacara selapanan ini dilakukan tepat saat sang bayi berusia 35 hari (selapan). Perhitungan ini dilakukan berdasarkan kalender Jawa, dimana masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan sepekan sebanyak 7 hari (Senin – Minggu) dan hitungan pasaran dimana satu pasaran berjumlah 5 hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Perhitungan selapan berasal dari perkalian antara 7 dan 5 yang menghasilkan 35 hari. Tujuan dihelatnya upacara selapanan adalah dalam rangka menunjukan rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada bayi dan ibunya. Rangkaian selapanan memuat beberapa sesi upacara...
Cagar Budaya merupakan kekayaan bangsa yang sangat penting dan wajib kita lestarikan. Selain itu, kita dapat memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan nasional. Secara tidak langsung cagar budaya dapat mencerminkan jati diri dari suatu bangsa mengingat cagar budaya merupakan warisan dari budaya nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur dan spiritual. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Sebagai warisan budaya bangsa, kita wajib mencintai dan melindungi benda cagar budaya dari ancaman seperti pencurian, penghancuran, dan pemalsuan. Upaya pemerintah melindungi benda cagar budaya dari kepunahan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 dan disusul dengan Nomor 11 tahun 2010. Tug...