8.382 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serba-Serbi Seni Lengser
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Seni Lengser adalah suatu seni pertunjukan yang khas dari tanah Sunda, Jawa Barat. Seni ini merupakan kesenian asli yang banyak dipertunjukkan di berbagai wilayah Jawa Barat dalam berbagai acara. Kisah sejarah Lengser dalam Budaya Sunda ini sangat kental dalam masyarakat Sunda. Seni Lengser dengan tokoh figur Aki Lengser merupakan figur yang memiliki karakteristik yang unik dalam masyarakat Sunda dengan memiliki sifat yang lucu, lugu, dan memiliki kecerdasan yang serba bisa.  Di dalam pemeranan tokoh Aki Lengser biasanya pemerannya itu kaum pria dan harus mampu mengeksplorasi diri untuk menjadi figur Aki Lengser sesuai dengan gambaran karakteristik yang ada. Saat melakukan penampilan, sosok Aki Lengser dalam penampilannya biasa menggunakan kostum pakaian pangsih hitam-hitam, ikat kepala, membawa tas kanderon yang terbuat dari anyaman, dan didandani alisnya, kumisnya, dan jenggotnya serba putih. Saat adanya penampilan Seni Lengser, Aki Lengser kerap kali ditemani oleh Ni...

avatar
OSKM18_16618268_Achmad Hafidz Nur Rachman
Gambar Entri
Mengenal Tari Cikeruhan
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Cikeruhan merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Tanah Sunda tepatnya di Desa Cikeruh, Jatinangor, Sumedang. Tarian ini merupakan sebuah tarian yang terlahir dari tradisi menanam padi sebagai wujud rasa terimakasih kepada Dewi Sri Pohaci (Dewi Padi) di abad ke-18. Pada awalnya, para warga sedang berjalan kaki sembari memikul padi dari sawah menuju lumbung diiringi dengan tarian-tarian dan beberapa alat musik yang mereka bawa. Namun, saat ditengah perjalanan mereka diberhentikan oleh seorang Pejabat Belanda yang bekerja di perkebunan. Awalnya para warga mengira pejabat tersebut tidak menyukai kegiatan yang sedang mereka lakukan namun ternyata pejabat tersebut turut menari bersama para warga. Dan selanjutnya, pejabat Belanda yang bekerja di kompleks perkebunan karet sekitar Jatinangor itu kerap mengundang pemusik dan penari ronggeng untuk turut memeriahkan acara tersebut. Dalam gerakan Tari Cikeruhan ini mengkombinasikan gerakan Tari Ketuk Tilu dan Kesenian Pencak S...

avatar
OSKM_16018242_Kendra Laylasafiit
Gambar Entri
PENGOBATAN TRADISIONAL MENGGUNAKAN LARVA CACING SAWAH UNTUK MENURUNKAN SUHU BADAN
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

PENGOBATAN TRADISIONAL MENGGUNAKAN LARVA CACING SAWAH UNTUK MENURUNKAN SUHU BADAN   Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 derajat Celsius yang disebabkan oleh  penyakit  atau peradangan. Demam juga merupakan pertanda bahwa  sel   antibodi   manusia  (  sel darah putih  ) sedang melawan suatu  virus  atau  bakteri . Demam memang menjadi sebuah masalah yang hampir semua orang pasti mengalaminya, bahkan penyakit demam ini telah memakan banyak korban. Maka dari itu penyakit ini harus segera diobati, ada banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit demam ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan larva cacing sawah. Pengobatan demam dengan menggunakan larva cacing dikenal di daerah Kabupaten Cirebon. Pengobatan ini dapat dilakukan dengan cara mencampurkan larva cacing sawah dengan kunyit. Campuran ini kemudian ditambahkan dengan air secukupnya. Dan obat ini dapat di...

avatar
WAHYU LANA FERDIYANSYAH
Gambar Entri
Permainan Anak 'Ucing Napak'
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan Anak 'Ucing Napak' Banyak sekali jenis permainan anak-anak jaman dahulu dari daerah Bandung yang dipakai untuk mengisi waktu luang mereka. Mungkin permainan ini kurang diketahui oleh anak-anak jaman now, karena mereka lebih suka untuk memainkan gadget nya dibandingkan permainan jaman dahulu. Warga Bandung pasti familiar sekali dengan permaninan yang disebut 'ucingan'. Banyak sekali jenis 'ucingan' atau permainan yang dimainkan oleh anak-anak disekitar Bandung, salah satu dari sekian banyak permainan anak adalah 'ucing kup' dan 'ucing napak'. Tapi sekarang saya akan lebih fokus untuk membahas 'Ucing Napak'. Permainan 'ucing napak' ini sendiri sebenarnya adalah salah satu permainan anak-anak yang kurang terkenal, hanya sebagian kecil saja yang mengetahui jenis permainan ini. Permainan ini pada dasarnya dimainkan oleh minimal 8 orang atau lebih. 2 orang bertindak sebagai 'ucing' atau penangkap dan yang lain...

avatar
OSKM_16218042_FRIEDA MULYADI
Gambar Entri
Piramida Terbalik Summarecon Bekasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Ikon landmark setinggi 17 m yang mirip dengan piramida yang terdapat di Museum Louvre, Paris, Prancis ini menjadi daya tarik sendiri di lingkungan perumahan Summarecon Kota Bekasi. Menurut informasi dari Direktori Wisata Indonesia, Ikon Summarecon ini dibangun sebagai bagian dari penataan kawasan perumahan elit di Bekasi. Piramida tersebut merupakan lambang perjalanan pengembang properti PT Summerecon Agung yang bergerak maju dan menjadi lebih besar. Desain landmark piramida itu merupakan hasil karya Iman Ashar, pemenang pertama sayembara penataan bundaran utama Kota Summerecon Bekasi pada November 2011. Menurutnya,dengan posisinya yang terbalik, atau mengerucut ke bawah, piramida terbalik ini menggambarkan perkembangan atau semangat Summarecon yang dimulai dari titik nol/dasar ( bawah ) menuju ke titik atas yang lebih luas atau berusaha  berkembang lebih besar lagi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan lingkungan sekitar. Selain itu,...

avatar
Oskm_16818230_yasmin Afifah
Gambar Entri
Asal Usul Nama Desa Kadugede
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Di Kabupaten Kuningan terdapat sebuah desa yang namanya unik, yaitu Desa Kadugede yang terletak di Kecamatan Kadugede,Kabupaten Kuningan. Dibalik namanya yang unik ini ternyata terdapat sebuah kisah yang menyebar dari mulut kemulut yang sangat diyakini oleh masyarakat Desa Kadugede. Kisah ini dimulai pada saat jaman penjajahan Jepang, pada saat jaman penjajahan Jepang sebuah desa dipimpin oleh seorang ngabai(kepala desa),ngabai bertugas memimpin sebuah desa dengan kerjanya yang berupa pengawasan ketertiban dan keamanan. Diceritakan pada suatu hari di Desa Kadugede ada seorang petani yang sedang dalam perjalanan untuk bekerja, petani itu memakai pakaian pangsi,beriket,dan sambil menenteng gobang. Ketika ia berjalan dibantaran Sungai Cisanggarung betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah kadu(durian) yang berukuran sangat besar,ia sangat terkejut karena sebelumnya belum pernah melihat kadu sebesar itu,kadu itu tersangkut disela-sela akar pepohonan dipinggir sungai. Melihat hal...

avatar
OSKM_16318066_Adhi Restu Pamungkas
Gambar Entri
Asal Usul Dago
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

asalmuasal penamaan daerah Dago yang konon di ambil dari kata Dagoan atau menunggu. Konon ceritanya pada jaman dahulu daerah Dago atas merupakan tempat kebanyakan masyarakat Bandung berladang dan bertani namun pada jaman dahulu kawasan dago masih merupakan hutan yang luas dan masih terdapat hewan buas yang berkeliaran seperti Macam atau Harimau. Maka pada masa itu daerah Dago konon adalah sebuah daerah yang digunakan para petani untuk berkumpul dan menunggu petani lain sebelum pergi berladang dan bertani di ladang masing masing dan saling menjaga sesama selama perjalanan menuju dan pulang dari ladang masing masing.   Sumber: http://infobandung.co.id/penamaan-daerah-di-kota-bandung-sebuah-nama-sebuah-cerita/

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Batik Bandung
Motif Kain Motif Kain
Jawa Barat

andung merupakan kota periang yang banyak memiliki sejarah. Kabupaten Bandung lebih dikenal dengan sebutan Kota Kembang. Wilayah Kabupaten Bandung saat ini telah terbagi menjadi beberapa wilayah kabupaten dan juga kota, namun yang masih menggunakan nama bandung hanya terdapat tiga, yaitu Kota Bandung (Kota Kembang), Kabupaten Bandung dan juga Kabupaten Bandung Barat, sisanya menggunakan nama daerah baru, seperti Kotif Cimahi dll. Kabupaten Bandung memiliki motif-motif batik yang menjadi ciri khas daerahnya. Motif batik  Bandung ini mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Kerajaan Pajajaran. Konon katanya di dalam naskah kuno yang berjudul Siksa Kanda Ing Karesian, sudah di kenal berbagai macam motif batik di Rakean Darma siksa (1175 sampai 1297). Motif-motif batik ini diantara adalah Motif Kampuh Jayati , Ragen Penganten , dan lainnya. Namun sayang motif-motif ini hilang bersamaan dengan lenyapnya kerajaan Pakuan Pajajaran sekitar pada tahun 1579. Sementa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Batik Pakuan Pajajaran
Motif Kain Motif Kain
Jawa Barat

askah Carita Waruga Guru (1750-an). Dalam naskah berbahasa Sunda Kuno ini diterangkan bahwa nama Pakuan Pajajaran didasarkan bahwa di lokasi tersebut banyak terdapat pohon Pakujajar. G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919. Pakuan mengandung pengertian “paku”, akan tetapi harus diartikan “paku jagat” (spijker der wereld) yang melambangkan pribadi raja seperti pada gelar Paku Buwono dan Paku Alam. “Pakuan” menurut Fouffaer setara dengan “Maharaja”. Kata “Pajajaran” diartikan sebagai “berdiri sejajar” atau “imbangan” (evenknie). Yang dimaksudkan Rouffaer adalah berdiri sejajar atau seimbang dengan Majapahit. Sekalipun Rouffaer tidak merangkumkan arti Pakuan Pajajaran, namun dari uraiannya dapat disimpulkan bahwa Pakuan Pajajaran menurut pendapatnya berarti “Maharaja yang berdiri sejajar atau seimbang dengan (Maharaja) Majapahit”. Ia sependapa...

avatar
Deni Andrian