Bebentengan sering dikenal sebagai rerebonan di daerah Jawa Barat, sedangkan di daerah lain dikenal juga dengan nama pris-prisan, oal-palan, omer, dan jek-jekan . Bebentengan berasal dari kata "benteng" yang berarti pertahanan. Bebentengan adalan Dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan berakhiran -an yang berarti menyerupai. Permainan ini memiliki relevansi dengan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dulu, yakni pertahanan bangsa Indonesia saat melawan penjajahan Belanda dengan menggunakan benteng. Menurut Yayat Sudaryat, Guru Besar Sastra Universitas Pasundan Bandung, permainan bebentengan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Permainan bebentengan merupakan permainan yang memerlukan kecepatan, ketangkasan, kerja sama dan strategi yang baik antar anggota kelompok. Kedua tim, biasanya 4-8 orang, memiliki "benteng" masing-masing yang bisa berupa tiang, pohon, atau batu bata. Setiap anggota kelompok bertugas untuk menjaga benteng ji...
Pada kesempatan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu kebudayaan khas kota asal saya, kota Depok, yakni Silat Sinar Paseban atau biasa disebut Silat Paseban. Dalam hal ini, saya berkesempatan untuk mewawancarai Bapak Norman Hastra selaku Ketua LUMBUK (Lembaga Usaha Melestarikan Budaya dan Seni Kota Depok). Nama Silat Paseban diambil dari nama daerah di mana Guru Besar Bapak M. Saleh bin Salman/Mad Saleh bertempat tinggal, yaitu gang Paseban, Jakarta Pusat, yang didirikan pada tahun 1965. Pada saat ini Perguruan silat tersebut sudah nonaktif. Selanjutnya, perguruan silat itu diwariskan pada Ustadz Mahyullah/Ust. Lolo yang merupakan keponakan langsung dari Bapak M. Sholeh. Ustadz Lolo kemudian mengikrarkan perguruan silat tersebut sebagai sentra pelestarian Silat Paseban pada tahun 2015. Silat Paseban sendiri erat hubungannya dengan adat dan kebudayaan betawi. Hal itu dapat dilihat dari : acara buka palang pintu, acara rebut dandang, iring-iringan pengantin, rebana kitim...
Pada zaman dahulu terdapat kerajaan yang bernama Kerajaan Padjajaran yang terletak di Sumedang, Jawa Barat. Di daerah sekitar kerajaan terdapat gunung yang sangat besar. Rakyat sekitar menyebutnya dengan sebutan Gunung Gede. Kerajaan Padjajaran yang dipimpin oleh Prabu Sokawayana, anak dari Prabu Guru Haji Adji Putih, adik kandung dari Prabu Tadjimela. Sejak dahulu, gunung ini dipercayai memliki kekuatan ilmu mistis yang sangat kuat dan dijadikan tempat bertapa, termasuk Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi memiliki tempat diatas puncak gunung bernama Sanghyang Taraje. Pada abad ke-18, bencana besar melanda Kerajaan tersebut. Gunung Gede ingin meletus diikuti suara gemuruh dari sekitir gunung. Ketika Pangeran Sumedang melakukan aksi bertapa akhirnya mendapatkan sebuah cara untuk menghentikan letusan gunung tersebut. Seketika itu, Pangeran bersama sebagian rakyatnya pergi menuju puncak gunung. Puncak gunung tersebut bernama Sanghyang T...
Guguritan merupakan karya sastra yang tergolong puisi lama. Guguritan adalah karangan yang terikat oleh aturan pupuh. Diantara aturan pupuh ialah : 1. Guru lagu yaitu bunyi yang jatuh pada suku kata terakhir dalam suatu baris. 2. Guru wilangan yaitu banyaknya suku kata dalam setiap baris. 3. Jumlah baris pada setiap paragraf. Aturan tersebut disesuaikan dengan jenis pupuh yang dipakai untuk guguritan. Biasanya sebuah guguritan dibangun oleh satu jenis pupuh saja, sehingga pendek hanya terdiri dari beberapa baris saja. Itu yang membedakannya dengan wawacan yang panjang dan dibangun oleh lebih dari satu pupuh. Isi guguritan bisa berupa nasihat, kejadian, pengalaman, keindahan alam, dan isi surat/pidato. Di dalam sebuah guguritan terdapat 4 unsur intrinsik yaitu : 1. Tema yaitu ide pokok yang menjiwai isi guguritan. 2. Nada adalah sikap pengarang yang dirasakan oleh pembaca gugu...
Ornamen Rumah Adat Jawa Tengah Sering kali kita menjumpai banyak ukiran-ukiran atau ornamen yang terdapat pada rumah-rumah adat saat mengunjungi Jawa Tengah yang terlihat sangat unik dan indah. Ternyata ornamen-ornamen tersebut tidak dibuat sembarangan, ada makna tertentu dibaliknya. Seperti; gunungan, tlacapan, banyu-tetes, ularnaga, banaspati dan masih banyak lainnya. Gunungan Simbol yang biasa disebut Kayon atau Kekayon ini mejadi simbol dari jagad raya. Sementara puncak dari simbol tersebut melambangkan keagungan dan keesaan. Secara keseluruhan, orang jawa biasanya mengukir motif ini pada rumahnya sebagai pengharapan akan adanya kententraman dan lindungan Tuhan didalam rumah. Lung-Lungan Secara harafiah kata ‘Lung’ adalah batang tumbuhan yang masih muda. Simbol yang biasanya di ukir adalah berupa tangkai, buah, bunga dan daun yang distilir yang berwarna emas. Tumbu...
Diceritakan Kunti adalah istri pertama Raja Pandu dari kerajaan Kuru. Walaupun Raja Pandu tidak bisa memiliki anak karena dikutuk, dengan memohon kepada dewa, Kunti dapat melahirkan tiga anak dari suaminya tersehut. Mereka adalah Yudistira, Bima, dan Arjuna. Bersama dengan Nakula dan Sadewa, mereka dikenal dengan sebutan Pandawa Lima. Namun, sebelum menikah dengan Raja Pandu, Kunti sebenarnya telah melahirkan seorang anak ketika ia masih seorang gadis. Anak tersebut lahir dari dewa matahari, Surya, yang datang karena dipanggil oleh Kunti. Anak itu adalah Karna. Karena malu, Kunti menghanyutkan Karna di sungai Aswa, dan kemudian dipungut oleh Adirata, seorang kusir di Hastinapura, kediaman Raja Pandu. Oleh Adirata, Karna dinamakan Basusena dan kemudian dijuluki Radheya (Anak Radha) oleh masyarakat di Hastinapura. Disebabkan Karna hanyalah anak seorang kusir, ia tidak dapat mengikuti pendidikan yang sama dengan para Pandawa, walaupun keterampilannya setingkat dengan Arjun...
Prabu Druyudhana ( Suyudhana ) Raja Hastinapura sedang mengadakan siniwakan agung ( rapat paripurna ) yang juga dihadiri guru besar kerajaan, Resi Druna ( Durna ) dan Senapati Agung dari Awangga Narpati Basukarna ( Adipati Karna ), Patih Sengkuni dan para Kurawa, membicarakan tentang wangsit yang diterima Dewa melalui mimpinya akan turun wahyu Makhutarama di Kutharunggu. Kerajaan yang mendapat wahyu Makhutarama, akan menjadi negara yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, rakyatnya tidak akan menderita kekurangan apapun dan memperoleh perlindungan dari Hyang Maha Kuasa, demikianlah petunjuk dari Resi Druna ( Durna ). Sebagai murid dan sekaligus sebagai Raja, Prabu Druyudhana/Suyudhana, setelah mendengar petunjuk dari Guru Besarnya kemudian memerintahkan Senapati Agungnya Narpati Baskarna ( Adipati Karna ) untuk berangkat dan mendapatkan Wahyu Makhutarama di Pertapaan Kutharunggu. Narpati Basukarna ( Adipati Karna ) berangkat ke Pertapaan Kutharunggu disertai Sabregada (sepasuk...
Potensi kekayaan budaya yang berupa tradisi sangatlah banyak di suatu daerah. Bahkan untuk daerah yang sangat berdekatan sekalipun dapat saja berbeda. Meskipun berada dalam satu wilayah kabupaten, namun belum tentu antara satu daerah memiliki tradisi dan upacara ritual yang sama dengan daerah di sekitarnya. Salah satu tradisi yang hingga kini masih sangat terjaga dengan baik bahkan justru semakin menyebar merambah ke wilayah-wilayah disekitarnya adalah tradisi kupatan di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Seperti kabupaten-kabupaten lain di daerah Propinsi Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek juga termasuk salah satu kabupaten dengan pengaruh agama Islam yang sangat kental. Hal tersebut selain dapat kita lihat saat ini dengan bukti banyak terdapat pondok pesantren dan juga berbagai peninggalan lain yang berkaitan dengan Islam. Salah satu dalam hal kebudayaan yang masih terdapat pengaruh Islam adalah tradisi kupatan yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini sangat erat...
Ritual atau upacara keagamaan merupakan suatu hal yang sudah melekat di dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dibuktikkan dengan adanya kepercayaan animisme dan dinamisme pada masa praaksara. Jadi, nenek moyang kita terdahulu sudah melakukan ritual-ritual pemujaan kepada roh orang yang sudah meninggal pada zaman megalithikum, dimana terdapat peninggalan sejarah berupa menhir, dolmen, sarkofagus, dan lain sebagainya yang sering digunakan sebagai media untuk melakukan ritual pemujaan. Nahh, tidak berhenti sampai disitu saja, upacara keagamaan juga masih ada sampai saat ini khususnya pada ajaran agama Hindu. Salah satu upacara keagamaan atau ritual agama hindu adalah potong gigi atau sering disebut dengan Metatah/Mepanes. Metatah adalah salah satu upacara manusa yadnya dalam agama Hindu untuk anak yang sudah meningkat dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, dan dilaksanakan pada saat masih hidup lebih tepatnya saat remaja atau sering dilaksanakan bersamaan dengan up...